"Kalau tidak?" Bima sudah merasa tertantang dan Raisa suka akan bukti nyata itu. "Aku akan menikah dengan lelaki pilihan ayah. Dan itu sudah final. Aku tidak bisa lagi melawan keinginan mereka, Bima!" Tidak ada kegugupan atau apa pun yang ditangkap Bima. Raisa tampak serius sekali sampai Bima pun membeku. "Kamu beneran sayang sama aku?" "Kamu kira apa yang kita lakukan barusan, Om? Petak umpet?" Raisa sudah dalam mode absurdnya kembali. Membuat Bima hanya bisa menghela napas. "Aku pergi dulu ya. Nanti ketahuan kita lagi pacaran." Ucapan Raisa membuat Bima hanya bisa menutup mata lalu berteriak. Sedangkan Raisa tersenyum penuh kemenangan karena tidak menyangka masalahnya malah membuat jalan bagi wanita pendek itu untuk bisa membuat Bima terjebak dalam skenario cantiknya. Setelah

