Hari pertama setelah resmi menjadi kekasih Raisa, yang pertama dilakukan Bima adalah diam. Ya, diam. Bima tidak bisa berpikir apa pun selain memikirkan, kenapa dia menyetujui begitu saja persyaratan Raisa tanpa sanggup memfilternya. Dia juga tidak bisa menarik kesepakatan karena itu berarti dia tidak berkapabilitas untuk menerima tantangan Raisa. Harga diri yang menjadi korban, dan Bima jelas bukan tipe lelaki seperti itu. Namun, pada akhirnya Bima lebih memilih untuk bersikap 'bagaimana nanti' daripada memikirkan 'nanti bagaimana'? Karena itu dia memutuskan untuk tetap melakukan aktivitasnya sebagai dokter dan dosen pembimbing bagi Raisa. Pagi ini, Bima memeriksa kondisi oma yang semakin lama semakin membaik. Lega rasanya saat oma bisa melewati masa kritisnya. Itu berarti semangat s

