Adrien bisa merasakan adanya tatapan tak wajar dari Nyonya Mary. Ayolah, dia bukan bocah ingusan yang naif soal rasa. Terlebih dia sudah menghabiskan lebih dari hitungan jari untuk bermain bersama sang Nyonya. Mulanya hanya untuk diberi pekerjaan, dan uang. Kemudian Adrien memanfaatkannya untuk menjadi akses yang bagus mempermudah jalan hidupnya. Tapi kian lama, Adrien tahu bahwa pandangan wanita itu padanya bergeser kearah yang tidak diperlukan. Dia punya sesuatu untuk dirinya. melupakan jati dirinya, dan mungkin berpikir bahwa Adrien juga barangkali tertarik terhadap dirinya. Memang benar bahwa tidak ada seorangpun yang bisa Adrien andalkan disisinya. Bahkan untuk Nyonya Mary sekalipun yang tidak mungkin ada disekitarnya setiap detik menit jam hari. Selama Sebagian besar hari-hari yang

