Kehancuran

1034 Kata

Mata Anjani terbelalak lebar mendengar ucapan Juna. Hatinya kembali sakit. Harga dirinya kembali diinjak-injak oleh orang yang sama. Namun, status yang membedakan. Karena dulu Juna masih menjadi orang asing baginya, tetapi kini dia sudah menjadi suaminya. Napas Anjani tersengal-sengal. Dadanya bergemuruh tak menentu. Perlahan dia berjalan mendekati Juna sembari menuntun kedua anaknya. Plak! Plak! Dengan beraninya Anjani menampar Juna di hadapan keluarganya. Mahendra dan Janetta terbelalak, begitu pula dengan Jasmine. Mereka sungguh tak menyangka jika Anjani akan seberani itu bertindak. “Ini untuk yang kedua kalinya Anda menghina saya, menginjak-injak harga diri saya, Pak Juna Mahendra Atmaja yang terhormat. Lagi dan lagi Anda meragukan saya hingga menuduh saya!” Kini, Anjani mulai ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN