Tangisan Ardan pun semakin pecah. Dia bukannya tidak menyayangi Aleena, tetapi jika putrinya tersebut ikut dengan dia, maka masa depannya akan suram. Berbeda halnya jika Aleena tinggal di kediaman Mahendra Atmaja. Hidupnya pasti akan lebih terjamin. “Sayang, maafin papa. Papa nggak bisa ngajakin Aleena ikut sama papa. Karena nanti hidup kamu akan menderita. Kalau kamu tetap tinggal di sini, hidupmu pasti akan terjamin.” Ardan mengelus-elus pipi sang putri. “Papa, tapi Aleena pengen ikut Papa sama Adek Zain dan Adek Faana. Aleena gak mau tinggal di sini.” Semua mata tertuju pada gadis kecil tersebut. Mereka tak menyangka jika Aleena akan mengutarakan keinginannya. Jasmine yang mendengarnya langsung meradang. Dia bergegas menghampirinya. Wajahnya merah padam karena amarah menyerang. “Al

