Ardan terdiam. Dia berpikir jika apa yang Anjani katakan memanglah benar. Apabila dia membantu menafkahi anak-anaknya, maka tuduhan skandal itu akan semakin diyakini, meskipun niat dan tujuannya baik, tetapi buruk di mata orang lain, khususnya keluarga besar Atmaja. “Anjani, apa yang kamu katakan emang benar. Terima kasih karna kamu udah ngingetin aku. Terus, sekarang tujuanmu mau ke mana?” Ardan menatap Anjani. “Aku nggak tau, Ardan. Aku nggak punya uang sepeser pun. Yang jadi pikiranku adalah kedua anakku ini. Kasihan mereka.” Mata Anjani kembali berkaca-kaca. Dia bisa saja mendatangi kontrakan Vira ataupun ke rumah Farhan. Namun, Anjani merasa sungkan karena tidak enak hati dan malu. Lagi pula dia tidak mau merepotkan mereka. Ardan bingung, karena dia juga tak memiliki uang sepeser

