Juna mengambil paksa Aleena dari gendongan Jasmine. Dia memeluknya dengan sangat erat dan menciumi wajah mungilnya dengan brutal. Aleena menangis ketakutan, begitu pula dengan Jasmine merasa ketakutan melihat tingkah laku sang kakak. Jasmine berusaha menarik Aleena dari pelukan Juna, tapi Juna semakin mengeratkan pelukannya. Mahendra dan Janetta pun ikut berusaha mengambil alih Aleena, tetapi tenaga Juna sangat kuat. “Kak Juna, tolong lepaskan Aleena. Kasihan dia ketakutan, Kak.” Tangan Jasmine terus menarik-narik tubuh kecil sang putri. “Tidak! Ini anakku! Ini Zain … ini Faana … anak kembarku!” Mata Juna semakin memerah. “Juna, sadar, Nak. Ini bukan Zain atau Faana. Ini Aleena, keponakanmu!” Janetta mencoba memperingati. “Iya, Juna. Ayo, berikan Aleena pada kami. Kasihan dia ketakuta

