KENAPA?

1509 Kata
Ngapain liat liat".ucap Dira songong. Ia kian mengeratkan pelukannya pada tubuh Andra, dan jangan lupakan wajah songongnya saat melihat wajah yang duduk didepan mereka ini. "Dasar bocil".ucap Hito melihat kelakuan kekasih dari sahabat nya ini. Jika seandainya diperbolehkan ia sangat ingin membuang Dira ke laut. Wajah songong dan sok milik gadis ini sangat menggangu menurut nya. Lihatlah bahkan sekarang dia sudah menjulurkan lidah kearahnya, dan jangan lupakan tatapan yang menatapnya remeh itu. "Dasar om kulkas".ejek Dira . Entah kenapa ia merasa senang saat melihat wajah yang biasanya datar itu sedikit memberikan raut wajah lain. "Lo".Hito sudah berdiri dari duduknya , ia kesal dan untuk pertama kalinya seorang gadis membuatnya tidak bisa melakukan apapun. "Dira".peringat Andra yang sejak tadi hanya melihat pertengkaran antara kekasih dan tunangannya. Ia jengah dan ia tidak suka jika Dira perhatian pada orang lain. Ia pernah dengar jika orang yang biasanya sering bertengkar nantinya tidak akan menutup kemungkinan untuk saking nyaman. Dan Andra tidak ingin terjadi. "Kamu keluar gih, makan kekantin, minta apapun yang kamu mau tapi tetap sesuai peraturan".ujar Andra menyuruh Dira, langsung saja gadis itu loncat dari pangkuannya, dan berjalan kearah pintu setelah mencium pipi Andra sejenak. Hito yang melihat itu hanya berdecak malas, entah apa yang sahabatnya lihat dari seorang gadis yang menurutnya jauh dari kata baik itu, gaya urakan, body yang tidak seberapa, dan juga tingkah yang nyeleneh. "Jadi gimana?".tanya Andra saat pintu ruang kerjanya susah ditutup oleh Dira . Yang artinya gadis itu sudah pergi menjauh dan mereka bisa membahas hal yang ingin mereka bahas. "Aman, tapi yang menjadi pertanyaan gue adalah kenapa Lo pengen banget nyingkirin dia?".Hito heran alasan dari seorang Afandra repot repot menyingkirkan orang yang bukan tandingannya. Jika di teliti orang yang baru saja ia bereskan itu adakah orang yang bahkan tidak ada apa apanya dibandingkan Andra. "Dia dekat sama cewek gue".ujar Andra enteng. Dia tidak suka jika ada orang lain yang dekat dengan Dira selain dirinya, dia tidak menyukai tawa Dira yang lepas saat tidak bersama dengannya, dan ia hanya ingin Dira selalu bergantung padanya. "Tapi yang gue liat dia sama cewek Lo cuman sebatas orang yang saling menjahili gak lebih, dan bahkan tuh orang udah punya cewek juga". Hito mengingat ingat lagi tentang apa yang selama ini ia lihat. Menurut penelitian yang ia lakukan Dira memang orang yang friendly dan mudah akrab, serta centil dan suka menggombal, jadi akan sangat sulit untuk membuat orang orang tidak merasa nyaman bila berada didekat gadis itu. "Tapi dia pernah buat Dira nangis dan gue gak suka itu".ungkap Andra sembari mengingat jika Dira pernah menangis akibat dihukum. Dan penyebabnya adalah buku tugasnya di sembunyikan oleh orang itu, padahal ia ingat betul jika tugas itu dikerjakan oleh Dira hingga larut. Serta semenjak hal itu Dira tidak lagi mau mengerjakan tugas dari sekolah yang berakhir Andra lah yang harus mengerjakan nya. "Yang waktu dihukum itu?".tanya Hito memastikan. Dan dibalas anggukan oleh Andra. "Yaampun bro, cewek lo juga suka ngusulin tu cowok, dan bahkan perang menyembunyikan pakaian olahraga cowok itu, yang berakhir tu cowok dihukum di lapangan, jadi kalo menurut gue hal itu masih hal yang wajar". Kekeh Hito menatap Andra tidak percaya. "Gue gak peduli, yang gue tau dia buat cewek gue nangis, dan dia pantas dapat balasan yang setimpal". Andra masih mempertahankan opininya. Yang ia tau orang yang membuat gadis nya menangis harus dimusnahkan, tak peduli dengan apa yang gadis nya lakukan sebelumnya. Menurut Andra se salah apapun gadis nya ,dia akan tetap berdiri paling depan untuk membela, dan juga menyingkirkan orang orang yang menghalangi gadisnya untuk mencapai apa yang ia impikan. Egois memang, tapi begitulah caranya ia mencintai, ia bahkan rela memberikan apapun yang ia punya untuk seorang Anindira jika nyawa sekalipun itu. "Tapi apa Lo gak mikirin gimana perasaan keluarga Reza, mereka sekarang kehilangan orang yang akan menjadi tulang punggung keluarga mereka , Ndra cara Lo ini suara saat bisa menjatuhkan Lo tanpa Lo sadari". Ya, kecelakaan Reza bukan hanya kecelakaan biasa, melainkan kecelakaan yang sudah direncanakan oleh Andra, dan Hito sebagi sahabat hanya bisa diam tak berkutik saat ia tau jika sahabatnya sudah melakukan hal di luar batas. Tak pernah Hito bayangkan jika seorang Afandra akan segila ini hanya karena seorang gadis. Andra yang selama ini memiliki sikap acuh tak acuh ternyata akan mengerikan jika sudah peduli, dan entah kenapa tuhan malah membuat Andra jatuh cinta pada gadis polos, nyeleneh, dan juga centil itu, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika seandainya Dira tau orang yang sudah membunuh Reza adalah tunangannya sendiri. Terlepas dari Dira yang tidak mempunyai rasa pada Reza. "Apa gue peduli, gak To, gak, yang ada gue malah senang, dengan begitu satu penghalang hubungan gue sama Dira udah sirna dan gue suka itu". Andra malah tertawa sinis. Ia bisa melihat wajah temannya yang sudah tak lagi bisa datar, mungkin syok, dan ya harus Andra akui menyingkirkan hama seperti Reza cukup mudah, dengan segala kekuasaan yang miliki ia bisa membuat kejadian itu layaknya sebuah kecelakaan pada umumnya, padahal dibalik semua kejadian itu adalah dirinya. Setelah ia menyingkirkan mau, kemudian datang layakanya pelayat seperti tadi bukankah itu seru. Ah lain kali Andra harus melakukannya lagi. "Gila, gue gak nyangka Lo kayak gini". ucap Hito tidak percaya. Menatap Andra dengan tatapan yang tak percaya dan juga sedikit merasa takut, sepertinya berurusan dengan Andra bukanlah hal yang bagus. "Lo masih mau disini, gue mau nyari tunangan gue dulu, kangen gue". Andra berdiri dari kursi kebesaran miliknya. Menatap sejenak kearah Hanif kemudian berlalu keluar meninggalkan Hito seorang diri. Sementara itu , Dira sedang berjalan jalan didalam perusahaan milik Andra, sesekali ia menyapa dan menggangu para karyawan dan karyawati yang sedang bekerja. Bertanya tentang hal yang tidak penting, dan berakhir mengajak orang itu menggosip. Namun tak lama ia mulai bosan, kembali ia mengelilingi perusahan itu energinya seakan tidak ada habisnya. Sampai matanya berhenti pada seorang karyawan yang sedang fokus pada pekerjaan miliknya. Jika diteliti pria itu terlihat cukup tampan, dengan rambut jambul, kemeja warnah abu abu, yang dipadukan dengan celana warnah hitam, hidung mancung dan juga kumis tipis yang kian membuatnya terlihat menggoda. Seketika jiwa jiwa fuckgirl Dira kembali meluap, dengan langkah pelan tapi pasti ia mendekat pada meja pemuda itu. "Halo tampan".sapanya dengan nada yang centil. Ia kian melebarkan seringainya saat melihat targetnya yang jauh lebih tampan jika dilihat dari jarak dekat. "Halo dik, Adek kenapa ada disini?, kerja disini juga?".tanya pemuda itu heran. Setahunya perusahaan ini memiliki peraturan yang cukup ketat,akan tetapi kenapa gadis berseragam SMA ini bisa masuk. "Karna ada mas, makanya saya disini".ucap Dira dengan lembut. Bahkan ia sudah duduk disamping pemuda itu. Entah darimana ia bisa mendapatkan kursi yang saat ini ia tempati. "Maksudnya?".tanya pemuda itu heran. Ia sedikit menggeser kursinya agar tidak terlalu dekat dengan Dira. Namun lagi dan dan lagi Dira kian mendekatkan kursinya. "Kan makmum selalu mengikuti imam mas".ucap Dira kemudian terkekeh sendiri. Pemuda itu sedikit bersemu, biar bagaimanapun ia adalah pria yang normal, didekati oleh orang secantik Dira tentu membuatnya tersipu, walau memiliki badan yang mungil tapi Dira lumayan la. Karyawan dan karyawati yang melihat itu sudah panas dingin ditempat mereka masing masing, tentu mereka tau siapa gadis itu, dan mereka juga sudah menebak apa yang akan selanjutnya terjadi pada pemuda itu. Mereka maklum kenapa pemuda itu tak tau siapa Dira, sebab hari ini merupakan hari pertama ia masuk kedalam kantor ini, dan mereka juga berharap semoga saja boss mereka tidak melihat apa yang sedang terjadi. Namun sepertinya harapan mereka tidak akan terkabul sebab disana boss mereka sedang menatap datar kearah Dira dan juga karyawan itu. Tak ingin mendapatkan masalah mereka kembali fokus pada pekerjaan masing-masing. "Jadi masnya ini orang Bandung , sama dong".ucap Dira. "Sama kenapa?". "Sama kaya calon suami saya". "Calon kamu juga orang Bandung?".tanya pemuda itu penasaran, "Iya kan calonnya mas".Dira berkata dengan lembut membuat pemuda itu terkekeh dan tanpa sadar mengusap rambut Dira. Tapi tak lama tangannya dihempaskan dengan kasar, saat ia hendak marah ia tertegun melihat siapa yang menghempaskan tangannya itu. "Siang boss, ada perlu apa ya?". tanyanya dengan sesopan mungkin. Namun matanya terbelak saat Dira bangkit dan bergelayut di lengan boss nya itu. Dan yang membuatnya kian heran adalah biasanya bossnya hanya diam saat Dira melakukan itu, bukankah setaunya bossnya itu adalah orang yang sangat anti dipegang sembarangan orang. "Kak Andra kenalin calon suaminya Dira".ujar Dira menatap mata Andra. Pemuda yang diperkenalkan seperti itu hanya bisa salah tingkah, namun ia Perkataan dari bossnya membaut ia terdiam 'kamu calon kan, kenalin saya yang akan menjadi calon suaminya". ucap Andra dingin. "Lain kali hati hati dalam bertindak"ucap Andra penuh dengan peringatan. Andra kemudian beralih pada Dira yang masih bergelayut dalam lengannya ,ia menyentil dahi gadis itu yang dapat pekikan kaget dari Dira, "Lain kali jangan centil, emangnya aku gak cukup?".tanya Andra lembut. "Cukup ko, aku cuman main main tadi". ucap Dira tanpa merasa bersalah. Andra melihat raut wajah karyawan nya yang sudah pucat, ia kemudian tersenyum sinis. "Kak Andra gendong".rengek Dira tak tau tempat. Namun di angguki oleh Andra , setelah Dira berada dalam gendongannya Andra menatap pemuda itu sejenak. "Kamu gak perlu datang lagi besok".ujarnya kemudian berlalu pergi meninggalkan wajah tak terima dari karyawan itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN