Bertemu Dia

675 Kata
Bismillahirrahmanirrahim ... "Setiap manusia pasti akan diuji, namun, dengan diujinya kita itu adalah bentuk kasih sayang Allah." | Cinta Aisyah | Ig: @ aliyanatasya25 Hari ketiga, Aisyah menyusuri koridor Kampus yang disekililingnya banyak para mahasiswa dan mahasiswi. Aisyah berjalan dengan menundukkan sebuah kepalanya. Karena, banyak laki-laki yang terus memandangi wajahnya. Aisyah yang dipandangi seperti itu, merasa malu. Jalan sepanjang ia selalu menunduk. Padahal sudah jelas bahwa lelaki itu harus menundukkan padangannya kepada setiap wanita yang bukan mahramnya. Tetapi, mereka melanggarnya. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan k*********a; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat'. Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, Laki-laki k*********a. (QS An-Nur: 30-31) Sudah jelaskan bahwa laki-laki harus menundukkan pandangannya? Disepanjang jalan Aisyah terus menundukkan pandangannya, sehingga ia menabrak seseorang. Brukkkkk! "Astagfirullah ... Maaf saya tidak lihat tadi. Ucap Aisyah meminta maaf kepada orang itu. "Ahh .. iya saya gak apa-apa, saya juga tidak lihat tadi." Ujar seorang lelaki itu. Lelaki itu mendongakkan kepalanya dan ternyata seseorang yang menabraknya itu pernah bertemu disaat study tour kemarin lusa. Iya dia, Almeer Ar Rasyidul Irsyad. Seorang lelaki yang mengagumi Aisyah sejak pertemuan pertama, dan sampai sekarang ia dipertemukan di kampus. Almeer tidak menyangka, bahwa dia akan satu kampus dengan wanita yang sedang ia kagumi saat ini. Aisyah yang juga mendongakkan wajahnya, kaget melihat siapa yang ia tabrak barusan. "Kamu kan yang waktu di Museum kan?" Tanya Almeer. "Ehh .. iii..iya saya yang dulu nabrak kamu. Maaf sekali lagi yah." Aisyah menunduk dan meminta maaf. "Iyaa gpp. Saya juga gak gpp kok. Ohhiya, kita belum kenalan, saya Almeer." Ujar Almeer sambil memperkenalkan dirinya. "Ohh Iya, Saya Aisyah." Aisyah menangkupkan Gubernur. Karena Aisyah sebagai wanita yang taat, ia harus tau batasan bagaimana ia harus mengacu pada lelaki yang bukan mahramnya. Karena pengawasan tangan yang bukan mahram itu dosa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, لأن يطعن في رأس رجل بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له "Ditusuknya kepala Seseorang DENGAN pasak Dari besi, Sungguh Lebih Baik baginya daripada kartun kostum Mainan mewah wanita Yang Bukan mahramnya." (HR. Thobroni dalam Mu'jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Dengan langkah cepat Almeer menyusuri koridor kampus, tiba-tiba ia menabrak seseorang perempuan. Brukkkkk! "Astagfirullah ... Maaf saya tidak lihat tadi." Ucap Aisyah meminta maaf kepada orang itu. "Ahh .. iya saya gak apa-apa, saya juga tidak lihat tadi." Ujar seorang lelaki itu. Lelaki itu mendongakkan kepalanya dan ternyata seseorang yang menabraknya itu pernah bertemu disaat study tour kemarin lusa. Iya dia, Almeer Ar Rasyidul Irsyad. Seorang lelaki yang mengagumi Aisyah sejak pertemuan pertama, dan sampai sekarang ia dipertemukan di kampus. Almeer tidak menyangka, bahwa dia akan satu kampus dengan wanita yang sedang ia kagumi saat ini. Aisyah yang juga mendongakkan wajahnya, kaget melihat siapa yang ia tabrak barusan. "Kamu kan yang waktu di Museum kan?" Tanya Almeer. "Ehh .. iii..iya saya yang dulu nabrak kamu. Maaf sekali lagi yah." Aisyah menunduk dan meminta maaf. "Iyaa gpp. Saya juga gak gpp kok. Ohhiya, kita belum kenalan, saya Almeer." Ujar Almeer sambil memperkenalkan dirinya. "Ohh Iya, Saya Aisyah." Aisyah menangkupkan Gubernur. Setelah mereka berkenalan, Aisyah pamit untuk pergi. Begitu pun dengan Almeer. Sepanjang jalan, Almeer selalu menilai nama Aisyah. Hatinya bertanya-tanya, kenapa Aisyah berada di Kampus ini? Apakah Aisyah Kuliah disini juga? Ahhh Almeer terlalu memeriksa Aisyah sehingga ia melupakan tugasnya. Dengan langkah cepat Almeer pergi ke perpustakaan yang berada di sebelah gedung Fakultas Kodekteran. Almeer memang mengambil jurusan Kedokteran. Karena dari kecil Almeer bercita-cita ingin menjadi Dokter. Ia ingat waktu kecil, saat neneknya sedang mengalami sakit keras, tidak ada satupun Dokter yang mau menolong neneknya. Karena, Penyakit yang di derita neneknya terlalu susah untuk disembuhkan. Sehingga, Meninggal dunia. Dari situ, Almeer berkeinginan untuk menjadi Dokter, agar ia dapat membantu orang yang sakit. Sesampainya Almeer di Perpustakaan, ia mencari buku tentang Filsafat Ilmu Kedokteran. Hingga ia mendapatkan buku itu. Ia langsung meminjamnya kepada penjaga perpustakaan. Dengan membawa banyak buku, ia langsung menuju gedung FK yang tidak jauh dengan gedung Perpustakaan. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN