Rindu

1159 Kata
Bismillahirrahmanirrahim ... "Kehadiran dirimu membuat hidupku terasa lebih indah. Kehidupanku terasa damai saat aku bertemu denganmu." | Cinta Aisyah | Ig: @ aliyanatasya25 Happy Reading Malam ini terlihat cerah, bintang-bintang terlihat berkelip indah diatas sana. Bulan Purnama yang bersinar terang, seakan mengerti perasaan ini sedang merasakan kerinduan. Kerinduan yang tak berujung, kerinduan yang semakin ingin bertemu. Seperti merasakan kehampaan dalam hati, kosong tak berisi. Iya, Aku merindukan sosok wanita yang pertama kali aku temui di museum saat itu. Dan terakhir aku bertemu dengannya setelah dua hari yang lalu. Saat aku ke perpustakaan. Dan setelah dua hari itu, aku tak bertemu dengannya lagi. Ya Allah, apakah aku sedang jatuh cinta kepada wanita yang bernama Aisyah itu? Dan apakah aku sedang merindukannya? ... Aku ingin memiliki, Allah aku menginginkannya. Jika benar dia adalah jodohku, maka pertemukanlah diriku dengannya. Namun, jika dia bukan jodohku, hilangkan perasaan ini ya Allah ... Mencintai memang kodratnya manusia. Semua manusia pasti pernah mencintai seseorang. Allah menciptakan laki-laki untuk melindungi kaum perempuan. Untuk selalu disayangi dengan segenap hatinya. "Malam ini terasa indah. Namun, aku merasa merindukannya." Ucap Almeer pada dirinya sendiri. Iya, laki-laki itu Almeer Ar Rasyidul Irsyad. Laki-laki yang baru merasakan cinta, laki-laki yang sekarang sedang merindukan seseorang. Seorang wanita yang telah membuat hatinya merindu, dia adalah Aisyah Assafina Azzahra. Wanita yang terus berada dibayangan Almeer. Seketika Almeer teringat senyumnya yang manis. Terlalu berlarut dengan pikirannya, Almeer sadar bahwa mencintai yang bukan mahram adalah Dosa. Dia tahu, mencintai memang hal yang wajar. Tetapi, alangkah baiknya dia mencintai yang halal. Almeer beranjak dari tempat duduknya, ia masuk kedalam kamar saat udara dingin mulai menusuk ke tubuhnya. Almeer adalah sosok lelaki yang bertanggung jawab, lelaki yang tangguh, dan lelaki yang setia. Almeer memang belum pernah merasakan jatuh cinta. Karena ia tahu, bahwa mencintai yang bukan mahram adalah dosa. Almeer memiliki sahabat perempuan, dia bernama Alisya Jerehan. Sejak kecil ia selalu bersama. Bahkan rumah mereka bersampingan. Namun, setelah Alisya pindah rumah, ia tak lagi menemui Alisya. Alisya entah kemana perginya. Almeer sebagai sahabatnya pun tidak melihat Alisya. Karena Alisya tidak mendapat kabar lagi, sejak mereka lulus SMA kemarin. Saat Wisuda pun Alisya tidak datang. Entahlah kenapa wanita itu menghindar dari Almeer. Terdengar dari luar kamar Almeer, ada ketukan pintu. Tok .. tok..tok .. "Almeer, kamu sudah tidur belum nak?" Itu suara uminya Almeer. Wanita yang telah melahirkan Almeer, wanita yang selalu menjaga dan menjaga Almeer sejak ia lahir sampai ia besar seperti sekarang. Bagi Almeer Umi adalah Bidadari dunianya. "Iya mi, masuk aja gak Almeer kunci kok." sahutnya. Kemudian Umi masuk kedalam kamar Almeer. Almeer sedang duduk diatas kasurnya. "Kamu belum tidur nak." Tanya Umi. "Belum mi. Almeer belum ngantuk." Sahutnya sembari tersenyum. "Inikan udah malem, kenapa ada masalah?" Tanya umi kembali. Almeer hanya diam. "Kalau kamu punya masalah, cerita sini sama umi. Anak umi kan selalu cerita kalau ada masalah." Tutur umi. Almeer memang anak yang terbuka. Jika ada masalah ia akan bercerita kepada uminya. Namun, tidak semua masalah harus ia ceritakan. Apa Aku berdosa jika kepada uminya? Atau Aku jujur saja sama umi. Bahwa aku telah mencintai seorang wanita? Ahh rasanya baru kemarin abi sama umi menanyakan hal tentang perjodohannya. Almeer tersenyum kemudian berkata, "Almeer gpp ko mi. Almeer baik-baik aja." Mungkin aku tidak usah cerita kepada umi dulu, nanti kalau sudah saatnya. "Tapi umi lihat kamu kayak sedang mempunyai masalah?" "Gpp kok. Umi jangan khawatir yah, Almeer baik-baik aja kok." Tutur Almeer sambil tersenyum. "Iyasudah. Kalau gitu kamu tidur gih, besok ada jam kuliah kan?" Almeer menganggukkan kepalanya. Kemudian Umi beranjak dari kamar. ●●● Pagi ini Aisyah ada Matkul, ia sedang bersiap untuk menuju kampus. Ia akan diantar oleh bang Dika. Sejak sholat subuh, Aisyah sudah membantu uminya memasak untuk sarapan pagi ini. Setelah sarapan, Aisyah berpamitan dengan Ayah juga Bundanya. "Ayah Bunda, aku berangkat dulu yah, soalnya ada jam pagi ini." Ujarnya. "Iyah sayang, hati-hati yah nak." Ujar Umi. "Dika, naik mobilnya pelan-pelan saja yah. Jangan ngebut!" Ujar Abi mengingatkan Bang Dika. "Iyah Siaap Komandan!" Ujar Bang Dika sambil hormat. Kemudian kami pun terkekeh, melihat tingkah lucunya Bang Dika. Ini yang sangat aku kangenin jika bang Dika tidak ada dirumah. Karena kelucuannya, cerewetnya dan hal-hal yang bang Dika lakuin terhadapku. " "Aku udah libur kak, masa mau sekolah terus, kan pusing habis ujian masa sekolah." Ucap Aliya. Iyaudah kakak berangkat yah. Aisyah pamit. Andika memasuki mobil yang disusul oleh Aisyah. Kemudian mobil yang ditunggangi Mereka keluar dari garasi rumah mereka. Disepanjang perjalanan, Andika terus melantunkan surah Arrahman. Andika memang penghafal Qur'an. Bahkan Aisyah pun seorang Hafidzah. Sudah beberapa juz Aisyah menghafalnya. "Wihh abang, again murottal surah Arrahman. Buat nanti kalo Nikah yah jadi Mahar." Candaku Andika terkekeh, dalam pernyataannya, 'Punya calon aja belum, apalagi mau nikah.' "Syah..Syah .. kamu ngomong apa sih, punya calon aja belum." Tutur bang Dika sambil terkekeh. " "Iyaa belum lah Aisyah. Kamu sendiri gimana ada calonnya?" Aisyah yang ditanyai seperti itu, ia hanya diam. Bukannya ia tak mau menjawab, tapi apakah Aisyah benar sudah mencintai seorang lelaki yang bernama Almeer itu? Aisyah rasa itu terlalu cepat. Baru dua hari yang lalu ia bertemu saat di koridor kampusnya. Andika memerhatikan adiknya satu ini, "Kok diam sih Syah?" "Ehh .. Gpp kok bang." Aisyah tersadar akan lamunannya. "Gpp tapi Malah ngelamun." Ujar Andika. "Jangan-jangan kamu mikirin cowok yah, apa kamu sudah ada Calonnya? Abang gpp kok diduluin." Lanjut Dika menebak Aisyah. "Ihh apaan sih bang, gak kok." Sahut Aisyah yang tampak gerogi. Jelas gerogi, orang Aisyah sedang menilai seseorang. "Iyaudah. Udah sampai tuh." Ujar Andika sambil memberhentikan mobilnya. Kemudian, Aisyah pamit pada Abangnya, "Aku pamit yah Bang." Tuturnya. "Iyah. Belajarnya yang rajin yah adik abang." Ujar Andika. Aisyah tersenyum kearah Abangnya, lalu ia mulai melangkahkan kakinya untuk memasuki gerbang kampus. ●●● Percaya atau tidak, semua orang pasti akan merasakan sakit hati bila melihat orang yang selama ini dicintainya, bersama dengan orang lain. Padahal kita sudah berusaha tegar. Namun ternyata rasa sakit ini mengalahkan semuanya. Dari kejauhan, Almeer melihat Aisyah keluar dari mobil seseorang. Almeer mengira Aisyah sudah menikah. Ternyata harapan yang selama ini ia pendam sia-sia. Bagaimana tidak sia-sia, orang yang ia cintai sudah menikah. Almeer tidak tahu, jika Aisyah sudah memiliki Suami. Harapannya seketika musnah untuk memiliki. Harapannya pupus sudah. Ternyata wanita yang ia cintai dalam diam sudah ada yang punya. Ya Allah, sesakit inikah melihat dia sebahagia itu ketika berada didekat orang lain? Sesakit inikah rasanya patah hati? Lebih sakit jatuh dari pohon. Kuatkan aku ya allah .. semua pasti sudah rencana-Mu ... Almeer berjalan disepanjang koridor kampus, dengan tatapan kosong. Ia melangkah gontai menuju Fakultas Kedokteran. Ia masih tidak menyangka, bahwa orang yang selama ini ia cintai sudah memiliki pria lain. Orang yang selama ini dia sebut dalam do'anya. Agar Allah mengabulkan semua harapannya. Namun, Harapan itu seketika hilang bagai ditelan malam. Sesampainya di Fakultas Kedokteran, ia melangkah masuk kedalam ruangan. Karena hari ini, ia ada jam Matkul. Sebelum Dosen masuk, Almeer buka dan membaca buku yang kemarin ia pinjam dari Perpustakaan. Almeer mulai fokus dengan mata kuliahnya, ia tidak ingin mengingat kejadian tadi. Hanya fokus dengan Matkul hari ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN