Bismillahirrahmanirrahim ..
"Aku akan mencintaimu semampuku. Aku akan terus berusaha mencintaimu dan menerima segala kekuranganmu. Karena cinta dilihat dari segi yang sempurna atau tidaknya seseorang. Melainkan tulus apapun dan setianya kita."
| Cinta Aisyah |
Pagi telah menyapa dan Fajar telah berganti dengan sang Matahari. He pagi ini cuacanya cerah. Tampak matahari menampilkan semyumnya. Matahari begitu cerah. Namun, hatiku tidak secerah matahari. Bagaimana tidak? Kejadian kemarin, masih membekas dihatiku. Aku sudah berusaha melepaskannya. Ternyata aku selalu teringat senyumannya.
Aisyah.
Ahh ,, nama itu selalu berada dikepalaku. Ingin rasanya aku mencampakkan jauh-jauh namanya dari pikirin ini. Tapi, aku seakan tidak ikhlas melepasnya. Kenapa sulit sekali untuk ikhlas melepasnya ya Allah?
Padahal dia sudah menjadi milik orang lain. Entahlah, berdosa atau tidak aku tidak tahu.
Hari ini aku tidak ada jam kuliah, Aku berpikir untuk pergi ke taman pagi ini, untuk menenangkan pikiran sekaligus menenangkan hati ini. Mungkin saat disana, aku bisa tenang.
Melepas semua beban pikiranku dengan melihat pemandangan yang ada di Taman dekat rumahku.
"Umi, aku pamit exit just a yah." Pamitku.
Kulihat umi sedang repot memasak. Anggota Umihentikan aktifiyas memasaknya saat aku memanggilnya.
"Iya Nak. Pergi saja, umi sedang masak." Tuturnya dengan lembut.
"Assalamualaikum Umi .." salamku kemudian berlari kecil untuk menyalimi tangan umiku.
Aku sudah menunggangi motor ninjaku yang sudah lama tidak kupakai. Rasanya rindu sekali dengan motor kesayanganku. Sudah beberapa bulan ini, memang aku tidak lagi. Karena Abi membelikanku mobil baru. Akan tetapi, jika bosan dengan menaiki mobil, aku akan menaiki motorku ini.
Motorku melaju dengan kecepatan sedang, setelah sampai aku memakirkan motorku di tempat parkir yang tersedia.
Duduk dibangku taman adalah hal yang menyenangkan. Sambil menatap indahnya langit yang berwarna biru.
Awan yang begitu cerah berwarna putih, dan burung-burung yang berterbangan diatas sana. Seketika ingatanku kembali kepada masa laluku dengan Alisya.
Kilas balik pada ...
Dibawah langit yang cerah, ada seorang perempuan dan seorang lelaki. Yang sedang bermain ayunan berdua. Laki-laki itu mengayunkan ayunannya sambil tertawa bahagia. Seperti tidak ada beban yang ia pikul.
Anak perempuan itu kira-kira berumur 8 tahun, dan laki-laki itu berumur 9 tahun. Mereka berbeda satu tahun.
Alisya Jerehan, iya. Gadis itu bernama Alisya Jerehan, gadis WL panjang nan hitam. Dengan memiliki lesung pipi yang sangat manis sekali.
Sedangkan laki-laki itu bernama Almeer Ar Rasyidul Irsyad. Seorang anak kecil yang tampan dan ceria. Selalu tersenyum rasa kepada semua orang. Bahkan kepada orang yang baru saja ia kenal.
Dua anak itu terlihat bahagia sambil bermain ayunan,
"Lisya, gantian dong aku yang naik, kamu yang ayunkan ini." Ucapnya
"Ihh ... Almeer aku kan cewe. Kamu aja yah yang ayunkan ayunannya." Keselnya
"Tapi aku capek Lisya!" Ucapnya.
"Yaudah deh gantian kamu duduk di sini." Akhirnya Lisya mengalah.
Tepat di Taman dekat komplek rumah adat, mereka selalu bersama. Saat liburan atau setelah pulang sekolah, mereka pasti memgunjungi Taman ini.
Burung-burung berterbangan dibawah langit, indah sekali.
Flashback Off ...
Hanyut dengan mengingat masa lalunya, Almeer merasa kehilangan sosok Lisya dihidupnya, sisa Lisya sudah berada seperti Adik oleh Almeer.
***
Pagi ini Aisyah dan Adiknya akan pergi ke sebuah Taman yang tak jauh dari komplek rumah. Ia pergi berdua dengan Aliya. Dengan menggunakan motor maticnya,
Tak butuh waktu lama untuk sampai di Taman.
Selang beberapa menit, mereka telah sampai di Taman. Aisyah memarkirkan motornya di arah kiri. Kemudian stapangnya.
Jika ada waktu luang, Aisyah akan kesini bersama Aliya. Aisyah mengakhiri Aliya, ia berjalan dengan perlahan. Namun, menangkap pemandangan seseorang yang sedang duduk di kursi panjang, yang disediakan oleh penjaga Taman. Hehe Aisyah, orang itu, terlihat dari samping. Aisyah menghampiri orang itu, dan ternyata orang itu Adalah Almeer. Seseorang yang telah merebut hatinya untuk singgah dihatinya.
"Almeer kan?" Tanya Aisyah.
Orang yang disebut namanya menengok kearah suara, lalu ia kaget dengan saat melihat sosok Aisyah berada dihadapannya kini.
"Iyaa. Kamu .. Aisyah kan?"
Aisyah mengangguk dan berkata, "Iya aku Aisyah."
"Kamu kesini dengan siapa?" Tanya Almeer.
"Oh iyah ini adik aku." Tuturnya.
"Aduh adik kamu. Hmmm .. Syah, apa aku boleh nanya sama kamu?" Tanyanya.
Aisyah mengerutkan keningnya, Almeer ingin bertanya, bertanya apa yah?
Aisyah menganggukkan kepalanya sebagai tanda Iya.
"Kemarin kamu diantar siapa, apa dia suamimu?"
Aisyah kaget. Kemarin kan Aisyah diantar abangnya. Kenapa jadi pasangan? Aisyah merasa bahwa Almeer sedang salah perkiraan. Sejak kapan Aisyah menikah. Punya calon aja belum, apalagi menikah.
"Hmm..mm bu..kan kok, itu abang aku." Aisyah nampak nervoust.
Almeer yang mendengar kata 'Abang' langsung mencampakkan nafas. Almeer kira Aisyah sudah menikah, dan ternyata belum. Almeer hanya salah perkiraan.
Makanya jangan diambil kesimpulan, jika kamu belum tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kan jadinya suudzon kepada oranglain. Sedangkan Su'udzon adalah dosa.
يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم ولا تجسسوا
"Hai orang-orangutan Yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, KARENA Sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka Adalah dosa Dan janganlah kamu Mencari-cari Kesalahan Orang Lain" [Al-Hujurat: 12 ]
Seharusnya Almeer jangan mengambil keputusan sendiri, alangkah lebih baik bertanya kepada yang terlibat. Jika tidak tahu asal usulnya, malah sebaliknya akan terjadi su'udzon.
"Aku kira itu suami kamu." Balasnya.
"Bukan. Itu abang aku namanya bang Dika." Sahut Aisyah sambil menunduk malu.
***
"Ingat nak, jika kamu mencintai seseorang, segeralah nikahi dia. Jangan terlarut dengan cinta yang salah apalagi sampai menggadaikan cinta Allah, itu dosa nak. Islam melarang kita untuk berpacaran." Ucap Abi
Aku menceritakan semua masalah yang ada dipikirannya, tentang Aisyah dan tentang aku yang sudah mulai jatuh cinta dengannya. Perkataan abi memang benar begitu adanya. Aku tidak boleh menggadaikan cinta Allah. Sedangkan Allah saja Melarang kita untuk berpacaran. Iyaa, Pacaran itu dilarang dalam islam.
Qur'an surah Al-Israa ayat: 32
"Dan janganlah kamu terhubung dengan zina, sebenarnya perbuatan yang k**i;
Mendekatinya saja sudah zina, apalagi sampai kita melakukannya. Naudzubillah ..
Lebih baik halalkan saja dia. Daripada pacaran, hanya menumpuk dosa.
Ada hadist yang menyatakan bahwa jika kamu sudah siap untuk menikah maka segeralah menikah. Jangan menunda-Nunda Kebaikan,
يا معشر الشباب, من استطاع منكم الباءة فليتزوج, فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج, ومن لم يستطع فعليه بالصوم, فإنه له وجاء.
"Wahaii sekalian pemuda, barangsiapa yang sudah mampu untuk menikah maka pilihlah dia segera menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka haruslah dia berpuasa puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran perbuatan zina." (HR Bukhari dan Muslim)
"Lebih baik Halalkan saja Dia. Daripada kamu terus berdosa kan?" Tutur Abi menasehati Almeer
"Iyah bi, Almeer akan melakukan Ta'aruf dulu jika Aisyah menyetujuinya." Tuturnya.
Tidak ada salahnya kan, jika Almeer ingin berta'aruf dengan Aisyah. Setidaknya Almeer sudah mengetahui bahwa, laki-laki yang saat itu bersama Aisyah adalah Kakak Kandungnya.
***