Bicara serius

1080 Kata
Bismillahirrahmanirrahim.. "Ikhlaslah dalam usaha menggapai tujuan, maka kamu akan mendapati bantuan Allah di sekelilingmu." -- Ibnu Qayyim-- |Cinta Aisyah| Dalam kehidupan memiliki berbagai macam masalah. Ada yang rumit sekali untuk di selesaikan. Namun, ada juga yang mudah sekali untuk bisa di hadapi. Akan tetapi, Allah tidak akan membebani seorang hamba melainkan dengan kemampuannya. Apa Allah memberi kita masalah tanpa solusi? Apa Allah memberi kita ujian tanpa bisa kita lewati? Tidak! Allah tidak akan memberikan cobaan hidup kepada hamba-Nya, melainkan si hamba-Nya mampu menjalaninya. Dan Allah juga tidak akan menguji kita. kecuali, Allah Kasih sabar kepada Kita. Sabar yang tiada batas. Hidup itu jangan selalu melihat ke atas. Tapi, lihatlah ke bawah. Bahwa masih banyak orang yang berada dibawah kamu. Kenapa Allah memberimu cobaan dengan hidup berkecukupan? Karena Allah ingin melihat usaha dan tawakkal dirimu. Berusahalah selagi kamu memiliki fisik yang kuat. Lihatlah! diluar sana masih banyak orang yang cacat fisik. Akan tetapi, mereka mau berusaha. Kunci Sukses adalah Sabar, Usaha, Tawakkal dan Berdoa. Sudah satu minggu berlalu, Almeer seperti biasanya pergi kuliah menaiki mobil. Dan saat pulang ia langsung pergi ke cafe untuk mengecek cafe miliknya itu. Iya tiga hari yang lalu, Abinya Almeer baru saja membuka Cafe di daerah Jakarta. Almeer tinggal di Apartemen Abinya yang berada di daerah menteng, Jakarta Barat. Hari ini Almeer berniat ingin menemui Aisyah. Ia ingin membicarakan hal yang menyangkut kehidupannya. Ah lebih tepatnya kehidupan mereka. Almeer sudah siap dengan baju kemeja lengan panjangnya yang digulung diatas sikut. Ia melangkahkan kakinya menuju mobil yang berada diparkiran. Kebetulan hari ini ada jam kuliah, Almeer menyempatkan diri untuk menemui Aisyah di kampus. Sesampainya didepan gerbang, Almeer memakirkan mobilnya di area parkiran kampus. Dengan rapih ia membariskan mobilnya. *** Seperti biasa, Aisyah berangkat diantar dengan abangnya. Setelah sarapan tadi ia langsung bergegas pergi ke kampusnya. Aisyah mengambil jurusan Desaigner. Ia ingin menjadi desainer karena ia jago sekali menggambar. Hasilnya pun lumayan bagus dan indah. Cocoklah jika Aisyah menjadi Desaigner Muslimah. Cita-cita Aisyah memang ingin memiliki butik muslimah sejak kecil. Sekaligus ia ingin menuangkan imanjinasinya dalam menggambar. Tiga puluh menit, ia telah sampai di depan gerbang Univeraitas Negeri Jakarta. Ia pamit untuk menyalimi tangan abangnya. "Bang Aku duluan yah. Assalamualaikum." Salamnya. "Iyah Waalaikumussalam dek." Andika Kemudian mobil Andika berlalu dari area kampus. Sepanjang koridor kelas, Aisyah melihat banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berkumpul dengan teman-temannya, ada juga yang sedang ngobrol, dan sebagainya. Dari kejauhan Aisyah melihat Almeer yang sedang menghampiri dirinya. Aisyah yang melihat Almeer, tiba-tiba ada perasaan yang tak karuan terasa deg-degan. Bagaimana tidak? Lelaki yang Aisyah kagumi dalam diam, menghampiri dirinya dan itu membuat Aisyah merasakan heart attack. Aisyah menundukkan pandangannya, kemudian berjalan selangkah demi selangkah. Aisyah berniat ingin menghindari Almeer. Tetapi, Almeer lebih dulu memanggilnya. "Aisyah!" Panggil Almeer dari kejauhan. Aisyah yang dipanggil, ia memutuskan untuk berhenti. "Iya." Sahut Aisyah. Almeer sudah berada dihadapan Aisyah. "Aku boleh bicara sama kamu tidak?" Tanya Almeer. "Iyah Bicara saja." Jawabnya dengan suara yang lembut. "Tapi tidak disini. Kalau kamu mau kita ke Taman sekarang." Almeer. Aisyah bingung, kenapa tiba-tiba Almeer ingin mengajaknya biacara di Taman. Apakah ada hal penting yang mau ia bicarakan? Pikiran Aisyah berkecamuk. "Apakah ada hal penting yang mau kamu bicarakan?" Tanya Aisyah. "Iyah Syah. Aku ingin bicara serius denganmu." Tutur Almeer. Hah? Bicara serius? Sebenarnya apa yang ingin Almeer bicarakan denganku? tiba-tiba perasaanku berubah, yang tadinya biasa. Namun sekarang, merasa jantungku sudah mau copot. Entah apa yang mau dia bicarakan. Batin Aisyah. "Kamu tidak ada Jam sekarang kan?" Sambung Almeer. "Heeem Tidak sih, Iyaudah kita bicara disana." Tutur Aisyah. Lalu, mereka pun memutuskan untuk pergi ke Taman belakang Kampus. Tidak usah khawatir, mereka tidak berdua kok. Banyak mahasiswa juga yang berada disana. Jadi mereka tidak Ikhtilat. Aisyah tahu aturan, jika ditempat sepi berduaan, itu baru namanya Ikhtilat. Namun, jika ditempat ramai seperti boleh saja. Akan tetapi, ada batasannya. Mereka sudah tiba di Taman, kemudian mereka duduk di kursi panjang bercat putih itu. Sepanjang perjalanan menuju taman tidak ada percakapan selain suara sepatu mereka. "Aisyah." Panggil Almeer. Aisyah yang tadinya diam saja, menengok ke arah Almeer. Dua mata yang saling bertemu, mereka saling menatap satu sama lain. Aisyah sadar, bahwa apa yang ia lihat adalah zina mata. 'Astahfirullah' Aisyah membaca istigfar dalam hati. Kemudian menundukkan matanya. Dalam islam, menatap yang bukan mahram termasuk dosa. Sabda Nabi Saw, "Setiap (anggota tubuh) Bani Adam mempunyai bahagian ada zina. Kedua matanya berzina dengan penglihatannya. Kedua tangannya berzina dengan rabaannya. Kedua kakinya berzina dengan berjalannya. Mulutnya berzina dengan ciumannya. Hatinya berzina dengan angan-angannya. k*********a berzina dengan membenarkan [angan-angan] ke dalam perbuatan." Semua Anggota tubuh termasuk zina. Itulah mengapa islam melarang kita berpacaran. Dengan menatap dia saja sudah berdosa. "Iiiiya.." jawab Aisyah gugup. Almeer mungkin mengetahui, bahwa Aisyah sedang gugu saat berbicara dengannya. "Aku mau nanya sama kamu?" "Iya mau nanya apa?" "Apa kamu sudah punya calon?" Hah? Calon? Maksudnya calon apa sih, aku gak ngerti deh dengan jalan bicara Almeer. Kenapa tiba-tiba Almeer menanyakan aku tentang Calon. Calon suamikah, atau jangan-jangan Almeer.. ahh jangan terlalu berharap Aisyah. Batin Aisyah berbisik. "Cccaaalon? Maksudnya calon suami?" Sahut Aisyah sambil menatap arah Almeer. "Iya calon suami. Apakah kamu sudah mempunyai calon suami." Tanya nya lagi. "Beelum." Jawab Aisyah singkat jelas dan padat. Almeer mengetahui Aisyah belum memiliki calon suami, Alangkah senengnya dia. "Alhamdulillah kalau begitu." Ujarnya sambil mengucapkan kata Alhamdulillah. Jelas Almeer bersyukur karena Aisyah belum ada yang memilikinya. "Emang kenapa?" Tanya Aisyah. "Hmmm.. gini Syah, aku tidak mau menambah dosa. Karena aku paham kamu tidak pacaran, aku ingin mengajakmu Ta'aruf. Apa kamu mau Ta'aruf denganku?" Tanyanya to the point. Allahu Akbar! Almeer ingin berta'aruf denganku? Ya Allah engkau telah mengabulkan doa-doaku selama ini. Apa selama ini Almeer menaruh hati denganku? Kalau iya, aku terharu sekali ya Allah. Orang yang selama ini aku kagumi dalam diam ingin berta'aruf denganku. "Apa kamu serius ingin berta'aruf denganku?" Tanya Aisyah memastikan. "Aku serius Aisyah. Sejak aku bertemu denganmu, aku sudah mulai jatuh hati padamu. Bukan karena kecantikanmu. Tetapi, karena Akhlakmu." Tuturnya dengan berkeyakinan penuh. Bahwa dirinya ingin benar-benar serius Ta'aruf dengan Aisyah. "Tapi aku bukan wanita yang sempurna Almeer. Aku hanya wanita biasa yang ingin menjadi wanita yang sholehah." Sahut Aisyah. Kemudian Almeer langsung menanggapi, "Aku tidak mencari yang sempurna. Karena buatku, yang sempurna akan kalah dengan yang berakhlak Syah. Aku janji jika kamu menerima Ta'arufku, aku akan membimbingmu untuk menjadi wanita salihah Syah." Ucapnya. Terharu. Itulah yang dirasakan Aisyah, selama ini tidak ada lelaki yang seberani Aisyah untuk mengajaknya berta'aruf. Tetapi lelaki ini berani mengajaknya Ta'aruf. Aisyah kagum dengan lelaki yang ada disebelahnya ini. Aisyah berpikir sejenak, berkecamuk dengan pikirannya. Aisyah menimbang permintaan Almeer untuk berta'aruf dengannya. "Jika kamu ingin berta'aruf denganku. Maka temuilah ayahku. Karena beliaulah yang berhak menyimpulkannya." Tutur Aisyah sambil tertunduk. "Baik. Kalau begitu, aku minta Alamat rumahmu. Dan nanti malam aku akan kerumahmu bersama kedua orangtuaku." Ucap Almeer ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN