Malam Zafaf

900 Kata
Bismillahirrahmanirrahim.... "Karena dengan menikah, kamu terhindar dari perbuatan k**i. Maka, menikah jika kamu sudah mampu untuk menikah. Jangan sampai kamu berbuat Zina, karena sesungguhnya zina itu perbuatan yang k**i dan buruk." *** Malam ini adalah malam dimana Aisyah akan menjadi milik Almeer seutuhnya. Sejak akad terucap, ia dengan sepenuh hatinya telah Ikhlas menjadi seorang istri. Aisyah akan bertugas sebagaimana seorang istri yang hendak melayani suaminya. "Syah, apa aku boleh meminta hakku sekarang?" Ucap Almeer dengan hati-hati. Aisyah membeku. Menyerna setiap kata yang Almeer ucapkan. 'Hak' Aisyah masih mencerna kata hak itu, Almeer memang memiliki hak atas dirinya. Tapi, apakah sekarang ia akan melakukannya. Kalau Aisyah menolak, itu artinya Aisyah sudah berdosa karena menolak keinginan suaminya. Aisyah tidak mau diawal pernikahannya ia sudah membuat dosa pada suaminya. "Tapi.. kalau kamu belum siap juga gpp. Aku akan menunggu kamu siap Syah." Ucapnya lagi. "Emmm.. Aaaaku Siap kok mas." Ucap Aisyah dengan menundukkan kepalanya. Aisyah ingat, jika seorang istri menolak ajakan suaminya untuk melakukan hubungan intim, ia akan berdosa. "Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur." (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199) Aisyah mengingat hadist yang ia baca sebelum menikah. Iya. Aisyah sempat membaca buku pra nikah. "Iya sudah. Kita sholat sunnah dulu yah." Ucap Almeer yang diangguki kepala oleh Aisyah. Kemudian mereka melakukan sholat sunnah dua rakaat. Dengan khusyuk mereka sholat sunnah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika pada suatu hari kamu menikah, maka hendaklah pertama kali yang harus ditegakkan bersama adalah taat kepada Allah." (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu 'Asakir VII:209/1-2 dari Salman dan dari Ibnu 'Abbas). Setelah selesai melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, Almeer mengulurkan tangannya keatas kepala Aisyah dan Membacakan doa. "Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih" Artinya; "Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau berikan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang engkau berikan kepadanya." Setelah membacakan do'a, Almeer membuka perlahan mukena yang dikenakan Aisyah. Lalu, ia menggendong Aisyah ke tempat tidur mereka. Dan Malam itu adalah malam penyatuan dua insan yang saling mencintai karena Allah. Malam yang tidak akan pernah mereka lupakan. Malam yang akan menjadi milik mereka berdua. Dan kini Aisyah seutuhnya adalah milik Almeer. *** Aisyah terbangun saat merasakan berat dibagian perutnya, ia membuka matanya dan melihat tangan kekar milik Almeer memeluk perut Aisyah. Aisyah melirik kearah jam yang berada diatas nakas samping tempat tidur, ternyata jam masih menunjukkan pukul 02:36 WIB. Aisyah kemudian membangunkan Almeer untuk sholat tahajjud. Aisyah menggoyangkan tangan Almeer "Mas, Bangun. Kita sholat Tahajjud dulu." Almeer yang masih nyaman dengan posisinya seperti itu, "memangnya ini jam berapa sayang?" Tanyanya sembari menggeliat. "Sudah jam 02:36, mas." Ujar Aisyah. Almeer membuka matanya dan melihat jam, dan benar sudah jam 02:36. Ia segera bangkit untuk mengambil wudhu. Dan mereka pun dengan khusyuk melakukan sholat tahajjud. وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا "Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS. Al Israa':79) "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Setelah selesai ia mengucap salam. Kemudian Aisyah mengulurkan tangannya kearah Almeer. Dan Almeer menyambut tangan itu dengan lembut. Mereka berdoa dalam hati, Ya Allah, jadikanlah kami keluarga yang sakinnah mawaddah warahmah. Jadikan kami sepasang suami istri yang saling mencintai karena-Mu. Ya Allah, Jadikanlah keluarga kecil kami keluarga yang selalu Taat akan perintah-Mu.. Robbighfirlii walii waliyydayya warhamhumma kamaa robbayani shogiro.. Robbana aatiina fiddunya hasanah wa fiil akhirati hasanah waqina 'adzabannar.. Aamiin Aamiin yaa Rabbal 'alamin. Menunggu Adzan berkumandang mereka membaca Al-Qur'an. "Allahu Akbar Allahu Akbar.." Adzan telah berkumandang. Segera Aisyah dan Almeer melakukan sholat subuh. *** Fajar telah menyingsing, Awan berwarna biru cerah diatas langit sangatlah indah. Matahari tampak bersinar terang, langit begitu indah. Pagi ini Aisyah dan Almeer sedang cuti selama 3 hari. Ia menghabiskan waktunya dirumah bersama. Tidak ada niat untuk berbulan madu, pikir Almeer nanti saja jika ia dan Aisyah sudah wisuda. Ia berniat untuk pergi Singapore. Aisyah sedang memasak untuk sarapan pagi ini, tiba-tiba ia kaget ada tangan kekar yang memeluk erat bagian perutnya dari belakang. Ia menengok ternyata suami tercintanya. "Masak apa sih sayang, serius banget?" Tanya Almeer sambil menaruh dagunya ke bahu Aisyah. "Ini aku lagi masak sop iga sama ayam goreng, mas." Sahut Aisyah. Almeer hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian Almeer membalikkan tubuh Aisyah, sehingga mereka berhadapan. "Terimakasih untuk semalam." Ucap Almeer sambil mencium kening Aisyah. Aisyah merona. Pipinya sudah memerah seperti tomat. Mengingat semalam, ia telah menjadi istri seutuhnya Almeer. Ia telah memberikan mahkotanya yang selama ini ia jaga, hanya untuk suaminya. Dan sekarang suaminya adalah Almeer. Aisyah tersenyum merona, "Iya mas, itu sudah kewajibanku untuk melayani kamu, sebagai suamiku." Ucapnya diakhiri senyuman. Almeer memeluk istrinya erat. Mereka melupakan apa yang Aisyah masak. Sehingga, mereka mencium aroma gosong. Dan ternyata, Ayam yang digoreng Aisyah gosong. "Astagfirullah! Ihh kamu sih mas peluk-peluk aku, jadikan gosong masakannya." Ujar Aisyah cemberut. "Haduhh... maaf sayang, aku kan gatau." Ujarnya meminta maaf. Aisyah cemberut. Ia pura-pura marah kepada suaminya itu. "Sayang.. gpp kok aku makan makanan gosong. Yang penting kamu yang masak." Ujar Almeer sambil mencium masakan yang baru saja gosong. "Wanginya harum, seperti yang masak." Lanjutnya "Ihh.. kamu mah Gombal." Aisyah menyambit tangan Almeer pelan. "Aku gak gombal sayang." Sahutnya Kemudian, mereka berdua menuju kearah meja makan yang berada dekat dapur. Masakan seorang istri itu paling enak, walaupun keasinan atau gosong. Karena masaknya pake cinta. Batin Almeer. Saling menyapa dalam do'a, kemudian Allah mempersatukan mereka berdua. Saling membutuhkan, sehingga Allah melengkapi keduanya. Allah, terimakasih telah engkau jadikan aku untuk menjadi pendamping hidupnya. Terimakasih telah menjadikan aku sebagai makmumnya. Aku sangat mencintainya. Namun, tak sedikitpun cinta untuk-Mu terbagi. Tidak sama sekali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN