Bismillahirrahmanirrahim ..
"Hari bahagia adalah dimana aku dan kamu akan menjadi kita."
| Cinta Aisyah |
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah di ciptakannya untuk pasangan hidup dari jenismu sendiri bersama kamu mendapatkan ketenangan hati. Dan jadikannya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjado tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berfikir. "
(QS Ar-Rum: 21)
***
Pagi ini terlihat orang-orang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Aisyah dan Almeer. Semua sanak-saudara sudah berkumpul dikediaman mempelai wanita. Disamping itu, Aisyah sedang dirias oleh tukang rias yang biasa dipanggil Mba Iyul.
Ada deguban jantung yang berdebar yang saat ini Aisyah rasakan. Bagaimana tidak? Hari ini ia akan melepas masa lajangnya dan berganti status sebagai seorang Istri. Istri dari seorang Almeer Ar Rasyidul Irsyad.
"Mba Ais, ini sudah selesai tata riasnya." Ujar Mba Iyul itu.
"Sudah yah mba, Terimakasih yah mba sudah meriasku." Aisyah
"Iyaa Ais sama-sama. Kamu terlihat lebih cantik loh Syah, pasti nanti suamimu pangling melihat kamu." Ujar mba Iyul sambil terkekeh.
"Haha .. mba nih, bisa aja deh. Kan mba juga yang membuat aku cantik seperti ini." Tutur Aisyah
"Iya sudah, mba permisi keluar yah." Ucap Mba Iyul sambil berlalu dan Aisyah menganggukkan kepalanya.
Aisyah menatap dirinya di Cermin, melihat wajah yang terbalut make up yang tidak terlalu tebal. Namun, sangat cantik. Memakai gaun yang ia pilih waktu 4 hari yang lalu.
'Ya Allah, begitu cepat engkau menjadikanku seorang istri. Aku tidak menyangka akan menikah muda, saat diusia beranjak 20 tahun. ' Batin Aisyah
Sedangkan dilain tempat, sedang bercermin melihat pantulan tubuhnya dikaca cermin. Begitu gagahnya ia memakai jas berwarna putih dengan dilengkapi kopiah putih dan dilehernya dikalung bunga melati. Sangat Tampan.
Ia sudah siap untuk kerumah Aisyah. Umi dan Abinya sudah menunggu, dan Adiknya juga sudah menunggunya diruang tamu.
"Meer! Ayo cepet. Nanti telat loh akadnya." Tutur umi dari luar yang didengar oleh Almeer.
"Iyah Mi. Aku mau turun nih."
Almeer kemudian menuruni tangga, tibalah ia dihadapan kedua orangtuanya.
"Maa syaa Allah .. kakakku ganteng sekali." Tutur Asyifa - adik Almeer
"Kamu baru tahu kalo kakakmu ini sangat tampan." Ujarnya percaya diri
"Ihh Pede sekali kamu kak." Terlihat ada kekehan dari mereka.
"Sudah ayo kita berangkat. Jangan debat mulu ihh." Tutur Umi
Kemudian mereka menaiki mobil keluarga. Selama diperjalanan mereka berbincang-bincang.
"Kak, nanti kalau sudah istri kamu harus jadi suami yang bertanggungjawab yah. Yang selalu sayang sama istri." Ucap Abi mengingatkan Almeer.
"Iya bi, Almeer akan jadi suami yang siap siaga kapanpun." Tutur Almeer
***
Kediaman Aisyah.
Aisyah sedang menunggu keluarga Almeer, ia sedang duduk dipinggir kasurnya.
"Syah, bunda masuk yah." Ujar Bunda dari kamar luar ruangan
"Iyah bun."
Kini seorang Aisyah akan menikah. Tidak ada lagi Anaknya yang bermanja padanya. Annisa menikah erat anaknya itu. Seketika Mereka berdua menitihkan airmata bahagia.
"Bunda bahagia nak, kamu akan menjadi seorang Istri. Jadilah seorang istri yang menurut suamimu nanti. Dan jadilah istri yang berbakti kepada suamimu, sekarang tugas ayah sama bunda telah berganti dengan suamimu. Jadi, pesan bunda kamu harus patuh pada pasangan dan menurut yah . " Pesan Annisa pada putrinya itu.
"Iya bun, Aisyah akan berbakti pada suami Aisyah nanti. Hiks ..." Sambil menangis Aisyah terus menerapkan bundanya.
"Jangan menangis, nanti bedaknya luntur." Ujar umi sambil menyentuh airmata Aisyah
Aisyah hanya menganggukan sebuah.
Keluarga Almeer sudah sampai dikediaman rumah Aisyah. Banyak keluarga Almeer yang datang. Paman dan bibinya pun ikut hadir dalam acara yang sakral ini. Pamannya yang tinggal di Malaysia, karena ia mengikuti istri istri yang berasal dari Malaysia. Jadilah ia tinggal disana.
Suara sudah berbunyi dipenjuru ruangan.
"Sudah bunda mau ke bawah dulu. Nanti bunda jemput yah sama Amel." Tutur Bunda yang diangguki oleh Aisyah.
Semua keluarga sudah siap untuk memulai acara. Kini Almeer sudah mengukur tangan Aisyah.
"Sudah siap nak?" Tanya Ayah Aisyah.
"Siap pak."
“Bismillahirrahmanirrahim .. Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Anton Wijaya alal mahri Surah Arrahman hallan” ujar sang Ayah.
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq" Ucap Almeer sekali nafas dengan Lantang.
"Sah .." penghulu
"Sah .."
"Sah .."
"Alhamdulillah .. Barakallahu lakum wa baraka alaikum"
Setelah selesai janji janji suci, Almeer melantunkan surah Arrahman. Terdengar dengan merdu suranya. Aisyah yang mendengar itu, sampai menitihkan airmata. Ia telah resmi menjadi seorang istri.
"تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ."
Setelah selesai membaca Surah Arrahman, Kini giliran Aisyah menghampiri Almeer.
Dituntun oleh bunda dan sahabatnya. Aisyah menghampiri Almeer yang kini sudah sah menjadi suaminya.
Ia mengulurkan Berkat Yang disambut dengan Almeer. Ia mencium tangan suaminya sangat khidmat. Kemudian, Almeer mencium kening Aisyah lama.
Lalu mereka saling memakaikan cincin pernikahan.
Setelah akad terlaksanakan dengan lancar, setelah itu mereka menggelar Resepsi pernikahan.
Semua kerabat dari kedua keluarga diundang dalam acara Resepsi. Darulai rekan kerja abinya Almeer dan uminya. Juga Ayahnya Aisyah juga Uminya. Semua datang untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Aisyah ... selamat yah. Kamu sudah jadi istri sekarang, gak nyangka aku Sya, kamu ngeduluin aku." Sahabat Aisyah yany cerewet siapa lagi kalau bukan Amelia.
"Ahh .. Makasih Amel. Nanti kamu juga nyusul aku kok." Ucap Aisyah sambil menerapkan Amel.
"Iyaudah, Kak Almeer selamat yah." Kemudian Amel memberi selamat pada Almeer.
"Iyah Mel, Terimakasih." Ujar Almeer sambil diiringi senyum.
"Aku kesana dulu yah Syah, kak." Tutur Amel sambil berlalu dari Aisyah dan Almeer
***
Acara demi acara sudah terlewati, jam sudah menunjukkan pukul 23:20.
Selesai acara, Aisyah dan Almeer memasuki kamar mereka berdua.
Aisyah begitu canggung saat dihadapkan dengan Almeer. Karena mereka Aisyah tidak terbiasa kamar dimasuki oleh lelaki kecuali ayah dan abangnya.
"Kamu mau mandi atau apa?" Tanya Almeer.
"Iyah aku mau mandi mas." Sahut Aisyah.
"
Selama Aisyah didalam kamar mandi, banyak sekali buku diatas rak. Almeer rasa itu milik Aisyah. Pigura besar terpampang didinding kamar Aisyah. Batin Almeer yang 'Sangat Cantik'.
Sedangkan didalam kamar mandi, Aisyah bingung. Ia harus melakukan apa. Ia lupa membawa handuk saat ke kamar mandi.
'Ya Allah kenapa aku bisa lupa ginih sih, ih dasar ceroboh.' Ucap Aisyah pada diri sendiri.
Apa aku minta tolong aja sama Mas Almeer? Tapi aku malu. Kalo dia lihat bagaimana? Semua pertanyaan yang ada dipikiran Aisyah ia keluarkan.
Tidak ada pilihan lain. Aku harus minta tolong.
"Mas!" Teriak Aisyah dari dalam kamar mandi.
Almeer yang dipanggil, ia segera menghampiri Aisyah.
"Iyah sayang ada apa?" Tanya Almeer.
Seketika Wajah Aisyah merona. Saat Almeer memanggilnya dengan kata 'sayang'.
"Aku boleh minta tolong gak?" Tanya Aisyah ragu.
"Iya mau apa hmm?"
"Tolong ambilkan handuk aku. Aku lupa bawa handuk." Tuturnya dengan malu.
Terdengar kekehan dari Almeer. Aisyah mendengus kesal. Kenapa dia menertawaiku. Batinnya
"Ini .. Aku taruh diatas yah."
"Iyah mas makasih."
Bukan karena kesempurnaan yang aku ingin. Tapi, aku hanya ingin kamu menjadi istri yang salihah untukku dan menjadi ibu dari anak-anak kita nanti. Aku harap kamu bisa.
Bukan karena perbedaan yang menyatukan kita. Tapi, Dengan perbedaan yang kita miliki yang menyatukan kita.
Bukan soal Saling Memiliki dalam hal apapun.
Tuhan ...
Terimakasih, engkau telah satukan aku dengan wanita yang sangat aku cintai. Terimakasih telah hadirkan cinta sejati dalam hidupku.
Wanita yang selalu aku sebut dalam sajadah cintaku.
***