Bismillahirrahmanirrahim ...
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah di ciptakannya untuk pasangan hidup dari jenismu sendiri kandang kamu mendapatkan ketenangan hati. Dan jadikannya kasih sayang diantara kamu Sesungguhnya yang demikian itu menjado tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang- orang yang berfikir. "
(QS Ar-Rum: 21)
Selamat Membaca
***
Pernikahan adalah fitrah manusia, maka dari itu Islam mengaruhi untuk menikah karena nikah merupakan gharizah insaniyyah (naluri kemanusiaan). Apabila gharizah (naluri) ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah, yaitu pernikahan, maka ia akan mencari jalan-jalan syaitan yang menjerumuskan manusia ke lembah hitam.
Firman Allah 'Azza wa Jalla:
فأقم وجهك للدين حنيفا فطرت الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون
"Maka hadapkanlah Wajahmu DENGAN lurus ditunjukan kepada agama (Islam), (sesuai) fitrah Allah, disebabkan Dia Telah creates Manusia * Menurut ( fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak melihat. " [Ar-Ruum: 30]
Syahabat Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu berkata: "Telah bersabda Rasulullah shallallaahu' alaihi wa sallam:
مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِييم القاف الفا
"Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi pisah imannya. Danlah kepada ia bertaqwa Allah dalam kendaraan yang memisahkan lagi. '" [3]
Seperti halnya dengan Almeer, ia ingin Menikah untuk melengkapi imannya. Dan separuhnya akan dilengkapi oleh seseorang yang ia cintai. Aisyah Assafina Azzahra, wanita yang akan melengkapi perpisahan agamanya. Wanita yang setiap kali hadir dalam mimpi saat ia meminta petunjuk petunjuk kepada Allah. Entah kenapa wajah itu selalu muncul setelah Almeer melakukan sholat Istikhoroh. Mungkin memang Aisyah yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz-Nya.
Sang Bulan telah menyapa malam yang sunyi.
Dua Keluarga yang saling bertemu, mereka membicarakan tentang resepsi pernikahan Almeer dan Aisyah.
"Jadi dua minggu lagi kita adakan Resepsinya?" Tanya Aisyah.
"Iyah Syah. Kamu gak setuju kan?" Sahut Almeer
"Oh .. tidak kok. Aku tidak setuju, kan memang hal baik harus segera dilangsungkan." Tuturnya sambil menunduk malu.
"Alhamdulillah .." sorak semua keluarga.
***
Bukan tentang siapa yang sempurna,
Bukan tentang siapa yang cantik dan ganteng, bukan tentang siapa yang memiliki kekurangan atau kesempurnaan.
Tapi ini, tentang saling melengkapi dalam kekurangan yang ada pada diri mereka masing-masing, tentang bagaimana mereka saling mencintai dan saling menyayangi.
Bagi Aisyah, menikah itu memang sudah Allah gariskan dengan siapa kita akan dipertemukan. Almeer Ar Rasyidul Irsyad. Laki-laki yang tertulis di Lauhul Mahfudz-Nya, laki-laki yang akan menjadi tulang punggungnya, dan laki-laki akan menjadi Imam dalam Rumah Tangganya.
Tak ada alasan untuk Aisyah menolaknya, Aisyah tau bahwa Almeer adalah Lelaki yang Saleh. Dilihat dari tutur katanya, sikapnya yang memiliki karisma tinggi.
Bagi Aisyah Menikah itu hanya satu kali hidup hidup. Jika nanti dalam rumah tangganya akan diuji, ia akan siap untuk melewatinya.
Waktu berjalan begitu cepat. Sudah satu minggu lewat dua hari, itu artinya H-4 hari Pernikahannya dengan Almeer.
Hari ini Almeer akan menjemput Aisyah untuk memasang baju untuk acara Resepsi. Uminya sudah menelpon setelah ia selesai jam kuliahnya. Ia segera mengambil kunci mobil dan menuju parkiran.
Mobil BMW milik Almeer melaju dengan kecepatan rata-rata. Jalan tidak begitu macet, jadi Almeer tidak telat untuk menjemput Aisyah.
Mobilnya baru saja memasuki kawasan perumahan permai indah jalan jakarta selatan. Ia memarkirkan didalam garasi rumah Aisyah.
Sedangkan Aisyah yang mendengar suara mobil, segera turun dan melihat siapa yang datang.
Aisyah pembukaan pintu rumah, dan menampilkan sosok laki-laki yang 4 hari lagi akan sah menjadi suaminya.
"Assalamualaikum Aisyah .."
"Wa'alaikumussalam mas Almeer. Ohhiya ada apa yah, tumben kerumah?" Tanya Aisyah
"Jadi tadi umi nelpon saya, katanya hari ini saya suruh jemput kamu untuk pas baju dibutik bunda kamu." Tutur Almeer
"Ohh Iya sudah, aku ganti baju dulu yah. Kamu duduk aja diruang tamu. Nanti aku panggilkan bang Dika, dia libur hari ini."
"Baiklah, Terimakasih."
"Iyah sama-sama."
Almeer berjalan menuju ruang tamu, kemudian Andika - abangnya Aisyah datang.
"Assalamualaikum bang." Salam Almeer pada abang iparnya itu ralat calon abang ipar.
"Waalaikumussalam Meer, kapan datang?" Tanya Andika.
"Barusan bang, Aisyah sudah ceritakab ke abang bukan?"
"Iyah Aisyah sudah ceritakan semuanya Meer. Nanti aku ikut ke butik bunda biar gak berduaan." Ujar Andika tegas.
Setelah selesai berganti pakaian, aku langsung ke ruang tamu. Terlihat disana sudah ada bang Dika dan mas Almeer. Aku menghampiri mereka,
"Ayo bang, mas Almeer kita ke Butik sekarang saja." Ucapku.
"Ah .. iyaudah ayo." Ucap Mas Almeer.
Dan Kami bertiga pergi ke Butik bunda menaiki mobil bmw milik mas Almeer. Selama diperjalanan aku diam dan tidak banyak bicara. Sedangkan kedua orang itu sedang Asik berbincang-bincang. Entahlah apa yang mereka obrolin, yang jelas aku hanya mendengarkan mereka.
Ohiya, aku baru ingat. Bahwa aku akan mengajuka pertanyaan, lebih tepatnya permintaan.
Aku berpikir untuk bilang sekarang, namun aku tak berani untuk berbicara apalagi ada abangku disini.
Bilang tidak yah? Ahh .. pikirku mulai kacau.
"Syah? Kenapa kamu diam saja." Almeer. Dia bersuara.
"Ehh .. mmm aku tidak apa-apa." Ujarku dengan nada gugup.
"Kalau ada yang mau disampaikan, bilang saja. Barangkali aku bisa membantu." Tutur mas Almeer.
Allah, kok mas Almeer tahu. Bahwa aku ingin meminta sesuatu padanya. Apa dia sedang membaca pikiranku? Ahh tidak mungkin. Memangnya mas Almeer seorang Peramal yang bisa menebak orang. Tidakkan?
"Sebenarnya .. aku ingin meminta meminta sesuatu darimu saat hari Pernikahan kita mas." Akhirnya aku memberanikan diri untuk membicarakan hal itu.
"Iyah kenapa? Apa kamu mau minta mahar, sebutkan saja mahar apa yang kamu inginkan?" Pertanyaan Almeer begitu tepat. Why Mas Almeer begitu peka terhadap apa yang ada dipikiranku. Apa memang benar dia seorang Peramal. Ahh Sudahlah. Jangan dipikirkan.
"Iiii..iya mas. Aku ingin, disaat kita akan melangsungkan akad, kamu melantunkan surah Arrahman sebagai maharku." Ucapku penuh keyakinan.
"Cuma Arrahman saja. Tidak ada yang lain?" Tanya Mas Almeer kembali.
"Sudah itu saja mas."
"Baiklah. Saya akan memberikan mahar surah Arrahman."
Perjalanan selesai, mereka sampai di Butik Azzahra, milik keluarga Aisyah. Lebih tepatnya bundanya Aisyah-Annisa.
Mereka masuk kedalam butik itu, ternyata sudah ada Bundanya Aisyah dan uminya Almeer. Kedua wanita itu menghampiri Almeer dan Aisyah juga Andika.
"Assalamualaikum .." ucap mereka bertiga.
"Waalaikumussalam sudah sampai nak?" Uminya Almeer
"Sudah Umi."
Kemudian, mereka pergi ke tempat dimana banyak sekali gaun-gaun peenikahan. Aisyah memilih gaun pengantin Muslimah. Ia melihat Gaun yang tidak terlihat mewah. Namun, busana simple agar ia bisa tetap menggunakan jilbab Syar'i. Ia memutuskan untuk mengambil gaun muslimah berwarna putih yang tidak terlihat Anggun dan cantik.
Aisyah lebih memilih gaun sederhana karena menurutnya tidak perlu yang bermewah-mewah.
Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melebihi batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian yang berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sebenarnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ". (QS. Az Zumar: 53)
" Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih -lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". (QS. Al A'raaf: 31)
***