CV Ta'aruf

978 Kata
Bissmillahirrahmanirrahim ... "Cinta yang sebenarnya adalah Cinta yang melibatkan Sang pemilik cinta itu sendiri." | Cinta Aisyah | Ig: @ aliyanatasya25 *** Aku memandang CV Ta'aruf yang diberikan Almeer pagi tadi. Aku terus memperhatikan cv itu, tanpa membukanya. Bismillahi, aku mulai membaca biodatanya. Mulai dari kesukaannya sampai yang dia tidak suka. 'Cita-citanya Dokter' ucapku dalam hati. Jadi Almeer mengambil jurusan Kedokteran. Pantas saja dia selalu sibuk di kampus. Nama Lengkap: Almeer Ar Rasyidul Irsyad Nama Panggilan: Almeer Tempat dan Tanggal lahir: Bandung, 23 April 1995 Warna kesukaan: Biru Makanan Kesukaan: Apa saja Cita-cita: Dokter Begitulah gambaran biodata Almeer dan itu belum semua aku baca. Nama yang bagus Almeer Ar Rasyidul Irayad. "Apa aku kirim besok aja yah CVnya?" Tanyaku pada diriku "Ahhh sudahlah. Nanti saja soal CV mah." Tenggorokanku terasa kering dan haus, aku beranjak ke Dapur untuk mengambil Air minum. Biasanya aku sudah siapkan diatas nakas, tapi sudah habis ku minum Airnya. Saat sudah di dapur, aku melihat bang Dika yang sedang menonton televisi diruang keluarga. Aku segera menghampirinya, dan kebetulan belum terlalu malam masih jam 20:12. "Bang!" Panggilku. "Apa dek?" Sahut bang Dika "Bang Nanti antar aku yah, buat ngasih CV Ta'aruf ke Almeer." Tuturku sambil merengek seperti anak kecil. Aku kalau sudah sama abangku ini, "Kemana antarnya?" "Ishh .. abang mah, yah nanti pas abang di kampus. Jadi abang aja yang kasih itu yah yah plis bang." Ucapku sambil meningkatkan muka melas. Dan sambil melipatkan tangan lebih tepatnya menangkupkan seperti memohon pada bang Dika. "Iya deh nanti abang kasihkan. Adik-adik abang kan salihah." Ujarnya "Ahhh ... makasih abangku sayang." Ucapku seraya menerapkan abang Dika. *** Setiap kali Almeer sholat Istikhoroh, selalu yang ia mimpikan adalah sosok Aisyah. Almeer yakin, bahwa Aisyahlah yang akan menjadi pelengkap imannya. Semoga saja Aisyah wanita yang tepat untuk Almeer, begitu juga dengan Almeer semoga Almeer bisa menjadi Pemimpin rumah tangga yang baik. Jika kalian mencintai seseorang, maka memungkinkanlah menyertakan Allah didalam cinta itu. Tiada cinta yang sejati melainkan cinta kepada-Nya. Kamu mencintai seseorang cintai dia karena Allah. "Almeer!" Panggil seseorang dari kejauhan. Almeer yang mendengar namanya disebut ia dapat ditepi. "Iyah kenapa?" Tanyanya. "Ini gue disuruh sama adik gue buat kasih ini." Serunya. Ya. Itu Andika abangnya Aisyah. Ia mengasihkan CV Ta'aruf untuk Almeer. Sesuai janji semalam, bahwa Andika akan mengasihkannya kepada Almeer. "CV Ta'aruf. Iyaudah Terimakasih bang." Tuturnya "Iyaa semalam Aisyah yang suruh gua buat kasih ini ke lo." Tutur Andika. "Iyaudah Makasih." " *** Sesampainya Almeer dirumah, ia langsung menuju kamar. Ia siap menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. 20 menit kemudian, Almeer telah selesai membersihkan badannya. Ia menggunakan kaos polos berwarna hitam dan celana khas rumahan. Kemudian, ia membuka satu persatu lembar proposal yang diberikan Andika siang tadi. Ia terus melihat biodata Aisyah. Aisyah Assafina Azzahra. Nama yang bagus menurutnya, Nama yang selalu ia sebut dalam sujud terakhirnya agar Allah mempersatukan dia dengan nama itu. Almeer sudah mantap ingin menikah muda. Ia yakin Aisyah wanita yang Salihah. Dilihat dari CV Ta'aruf ini, ia tahu semua dari mulai yang masuk sampai yang tidak disukai. Sebelumnya, Almeer tidak menyangka bahwa ia akan meminang seseorang yang baru saja ia kenal. Ia mengira kalau Aisyah tak menaruh hati padanya. Namun, seiring dengan waktu Aisyah menaruh hati dengannya. Ia mereka sama-sama mencintai dalam diam. Layaknya Ali mencintai Fatimah dan Fatimah mencintai Ali dalam diam. Sehingga setan tidak ada yang melihat. Begitu hebatnya Ali dan Fatimah menyimpan cintanya. Sampai Allah mempersatukan mereka dalam ikatan yang suci. Almeer berharap, cintanya bisa seperti Ali dan Fatimah. Cinta yang Tulus seperti Nabi Muhammad dan Khadijah walaupun Khadijah seorang janda. Namun, Rasul sangat mencintainya. Setelah itu, ia menaruh lembar yang sedari tadi ia pegang. Kemudian ia merekomendasikan ingin memberitahukan kepada Umi dan Abinya. Bahwa ia ingin segera menikahi Aisyah. Umi dan Abi sedang duduk di sofa ruang tamu, disana juga ada Asyifa adiknya Almeer. "Umi, Abi. Ada yang Almeer bicarakan sama abi dan umi." Ucapnya sambil mendudukkan dirinya disamping Asyifa. "Mau bicara Meer?" Tanya Abi. "Almeer ingin segera menikahi Aisyah bi, mi." Tuturnya sambil memandang kedua orangtuanya. "Apa kamu sudah yakin nak, maksud umi apa Aisyah sudah tukar CVnya?" Tanya Umi meyakinkan Almeer. "Dalam Syaa Allah, Almeer yakin dan Aisyah juga sudah tuker CV sama Almeer. Dan ternyata Aisyah tipe wanita yang selama ini Almeer idamkan mi, bi." Tuturnya dengan keyakinan penuh bahwa dia dan Aisyah sama-sama merasa cocok. Baiklah. Nanti akan abi urus segala keperluannya. "Alhamdulillah. Terimakasih abi umi." Ucap Almeer. *** Sedangkan Aisyah, ia sedang melaksanakan sholat tahajjud. Karena bagi dirinya, sholat disepertiga malam adalah saat paling mustajabnya waktu kita untuk berdoa. "Pada malam hari, tepatlah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji," (QS: Al-Isro ': 79). Aisyah begitu khusyuk melakukan sholat malam. Karena pada waktu sepertiga malam itu, waktunya ia berbincang dan menghadapi Sang Pencipta. Selesai sholat, ia mengangkat kedua doa untuk berdoa dan memohon ampunan. Ya Allah yang maha penyayang, Berikan hamba petunjuk-Mu .. Hamba hanya tidak ingin salah melangkah dalam memilih pasangan dalam hidup hamba .. Jika memang benar Almeer laki-laki yang akan menjadi imam hamba, hamba mohon berikan petunjuk-mu .. Dan jadikanlah hamba wanita yang selalu taat pada-Mu dan Rabb-Mu ... Aamiin ya Allah .. Setelah selesai berdoa, Aisyah melipat mukena dan sajadahnya. Ia melihat kearah jarum yang menunjukkan pukul 04:25 ia menaruhnya diatas nakas disamping tempat tidur. Karena sebentar lagi mau solat shubuh, Aisyah tidak tidur lagi. Merasa tenggorokannya kering, ia memutuskan untuk kebawah dan mengambil Air minum didapur. Diruang bawah terlihat sepi. Mungkin ayah sama bunda masih dikamarnya dan abangnya juga adiknya. Allahu Akbar! Allahu Akbar! ... Suara Adzan sudah menggema di masjid, ia kembali ke kamar untuk melakukan kewajibannya yaitu Sholat Shubuh. Aisyah melakukan gerakan sholat yang begitu khusyuk. Pagi telah menyapa, waktunya Aisyah berangkat kuliah. Seperti biasa, ia akan diantar abangnya. Setelah semuanya selesai sarapan pagi Aisyah Aliya dan Andika berangkat bersama. Sedangkan ayah, ia menaiki mobil APA bersama bunda. Karena bunda ada jadwal untuk mengajar les menjahit dibutiknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN