"Semua ujian yang Allah berikan kepada kita, itu tandanya Allah tau bahwa kita bisa menghadapi ujian yang Dia berikan. Percayalah, Allah tidak akan membebani seorang hambanya dibatas kemampuannya."
-Cinta Aisyah-
Bismillahirrahmanirrahim...
Pagi ini begitu cerah, secerah wajah seorang Aisyah Assafina Azzahra. Karena hari ini, hari dimana Aisyah untuk melewati ujiannya setelah empat hari berturut-turut.
Yah, hari ini hari terakhir Aisyah ujian nasional. Semangatnya makin bertambah tentu saja. Karena dia menginginkan nilai yang sangat memuaskan.
Akhirnya Aisyah bisa melewati ujian nasional ini dengan lancar, setelah keluar dari SMA Aisyah berniat ingin kuliah di universitas yang sejak dulu ia nantikan.
"Pagi Bunda.. Pagi Ayah.." Sapa Aisyah pada kedua orangtuanya saat turun dari kamarnya.
Bunda dan Ayahnya memang sudah berada di ruang meja makan.
"Pagi juga anak ayah sama bunda.." Ujar Ayah. "Pagi sayang." Ujar bunda berbarengan. Kemudian Aisyah menghampiri bunda dan ayahnya sembari memberi kecupan di kening ayah bundanya.
Keluarga sangat harmonis bukan? Sejak kecil Aisyah terbiasa memanggil kedua orangtuanya dengan sebutan Ayah Bunda, jadi tak heran ia memanggil ayah bunda. Sama halnya dengan Aliya dan bang Dika.
Tak lama kemudian bang Dika turun, disusul Aliya yang baru saja selesai mandi. Sekarang semuanya sudah berada diruang makan.
Hening. Itu memang sudah kebiasaan keluarga mereka agar tidak berbicara saat lagi makan.
Setelah Sarapan selesai, Aisyah, bang Dika dan Aliya siap pergi ke sekolah. Seperti biasa sebelum ke sekolah Aisyah terlebih dahulu ke sekolah Aliya. Sedangkan Ayahnya pergi bekerja. Kalau bunda, bunda lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja katanya biar bisa mengurus keluarga.
Setelah sampai di sekolah, Aisyah berjalan menuju ruang ujiannya, saat ia menyusuri koridor sekolah tiba-tiba ada yang mengagetkan dibelakang.
"Dorr..." Ujar Amelia sambil tertawa.
Aisyah langsung menoleh ke belakang.
"Astagfirullah.., Amel kamu ngagetin aja sih kebiasaannya, gal ngucap salam lagi." Aisyah mengingatkan Amel untuk memberi salam. Memang itu kebiasaan Amel dateng gak ngucap salam terlebih dulu.
Padahal Aisyah sudah mengingatkan berulang kali. Namun, tetap aja sifatnya yang satu itu sudah menjadi kebiasaannya.
"Ehh.. Aku lupa, Assalamualaikum Aisyah." ujarnya sambil cengar cengir gak jelas. Aisyah yang melihatnya cengar cengir gak jelas itu, berusaha untuk menahan tawanya agar tidak pecah.
Namun nihil, Aisyah terlanjur tertawa. "Hahahaha... Kamu lucu mel, Waalaikumsalam." tawa Aisyah melihat wajahnya sahabatnya itu.
"Loh.. Kok kamu ketawain aku sih Syah?" Tanya Amel polos.
"Kamu itu yah, Kalau ketemu aku ucapin salam dulu kek. Ini mah dateng-dateng ngagetin aja. Kayak jailangkung tau sih. Hahaha." Ujar Aisyah sambil tertawa.
"Iyaudah aku ke ruangan dulu yah, Assalamualaikum." Aisyah kemudian beranjak pergi keruang kelasnya.
Amelia mendumel, " loh kok aku ditinggal sih, Waalaikumsalam." Ujarnya sambil cemberut.
•••
Setelah ujian selesai para siswa ataupun siswi di kumpulkan di aula sekolah. Mengingat hari ini terakhir ujian nasional, jadi para guru yang mengajar akan memberitahu tentang kapan kelulusan akan diadakan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Mohon maaf semuanya, Saya selaku kepala sekolah bidang akademik ingin menyampaikan beberapa informasi penting mengenai acara kelulusan yang akan kita adakan di sekolah kita ini." Ucap kepala sekolah bidang akademik yang ingin menyampaikan hak penting.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab para Murid.
"Baiklah, Alhamdulillah kelas XII sudah melaksanakan ujiannya dengan lancar, dan semoga bisa mendapat nilai terbaik buat kalian semua. Bapak ingin menyampaikan bahwa kita akan mengadakan acara kelulusan atau wisuda tahun ini, yang diadakan di sekolah ini.
Dan mengingat pentingnya acara ini, dan satu lagi kita akan mengadakan study tour ke Puncak selama tiga hari." Ujar Kepala sekolah panjang lebar. Semua murid tentunya sangat senang karena hari kelulusan tiba. Dan yang terlebih mereka akan mengadakan study tour ke Puncak, pasti menyenangkan.
Aisyah yang sedang mendengarkan Guru bicara didepan, ia lebih memilih diam bersama Amel.
"Wihh.. Seru kayaknya tuh Syah ke Puncak." Ujar Amel.
"Iyah Mel, Tapi apa aku dibolehin sama bunda kalau aku ikut." Kata Aisyah yang bingung. Takut tidak mendapat izin dari ayah bundanya. Terlebih abangnya yang super duper cerewet itu.
"Pasti bunda ngizinin kamu Syah. Cuma tiga hari kok. Ikut yah kalau kamu gak ikut aku sama siapa?" Ujar Amel.
Masalahnya Aisyah takut tidak mendapat izin dari orangtuanya, apalagi bang Dika.
"Iyah cuma tiga hari tapi kalau gak boleh gimana." ujar Aisyah yang kebingungan.
"Yaa.. Kamu coba izin aja dulu sama bunda juga ayah kamu. Kalau gak aku aja deh ke rumah kamu minta izin sama bunda yaa." Amelia memang sudah dekat sejak mereka kelas X jadilah akrab sama orangtua Aisyah. Bahkan ia sering kerumah Aisyah.
"Iyah udah deh nanti aku coba." Akhirnya Amel bisa membujuk Aisyah.
"Kalau begitu bapak Akhiri Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Lanjut kepala sekolah.
•••
Sesampainya Aisyah dan Amel di rumah, Mereka memasuki rumah Aisyah. Di dalam sudah ada bunda dan Aliya.
"Assalamualaikum bunda." Ucap Aisyah sambil berjalan kearah bunda yang sedang menonton televisi diruang keluarga.
Bunda menoleh, "Waalaikumsalam, Eh Ada Amel juga. Tumben baru kesini lagi." Ujar Bunda Aisyah.
Amel dan Aisyah mencium punggung tangannya bunda. "Iya bunda, Amel kesini mau minta izin sama bunda dan ayah juga." Ujar Amel.
"Izin kemana?" Ujar Bunda bingung.
"Jadi, Sekolah kita tuh ngadain acara study tour ke Puncak bun, Aisyah boleh tidak ikut ke Puncak?" Tanya Amel.
"Iyah bun, Aisyah mau ikut boleh gak?" disambung oleh Aisyah.
"Iya, kalau bunda sih ngizinin tapi kalau ayahmu tidak tau nak. Asal kamu hati-hati disana." Ujar bunda.
"Alhamdulillah bunda ngizinin, tinggal izin sama ayah." ujar Aisyah.
"Iyaudah, kamu makan dulu gih ajak Amel juga." Ujar Bunda. Aisyah menganggukkan kepalanya.
Mereka bergegas ke ruang makan bersama Amelia.
•••
Aisyah mempunyai teman sekelas bernama Udin. Laki-laki ini selalu saja menggoda Aisyah. Laki-laki yaang juga menyukai Aisyah. Tapi Aisyah hanya menanggapinya dengan senyum. Aisyah tak ingin mempermasalahkan ini, karena siapapun berhak menyukai seseorang. Menurutnya, cinta itu Fitrah. Semua orang boleh merasakannya. Tapi Alangkah baiknya, jika cinta itu tidak disimpan agar terjaga untuk yang halal nanti.
"Ehh Ada neng Ais. Kangen sama aa yah neng" si Udin mulai mengganggu Aisyah.
Aisyah hanya diam dan tersenyum. Karena menurutnya hal ini tidaklah penting.
"Maaf yah Udin, aku mau ke kelas dulu." Tuturnya sambil beranjak dari tempat itu.
"Eh ehh... neng Ais mau kemana? Ini kan aa sudah ada disini atuh neng?" Ucap si Udin.
Namun, Aisyah tak menghiraukan pembicaraan si Udin. Dia terus berjalan menyusuri koridor kampus.
Sabarkan Aisyah ya Allah, dan Lindungi Aisyah dari gangguan si Udin itu. Aisyah sebenarnya kurang suka dengan sikap Udin pada dirinya. Akan tetapi, ia tak boleh membenci seseorang. Karena boleh jadi orang yang kita benci itu belum tentu buruk dimata Allah, Bukan?
"Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah:216)