Awali harimu dengan senyuman indah. Dan bacalah bissmillah setiap ingin melakukan apapun. "
-Cinta Aisyah-
***
Fajar telah berganti dengan sang mentari, setelah sholat subuh aku langsung berkembangi anak tangga satu persatu.
Aku menuju ruang dapur, karena ingin membantu Bunda memasak untuk pagi ini .
Hari ini hari pertama ujian nasional, semoga berjalan dengan lancar.
Sesampainya diruang dapur aku langsung Memeluk erat pinggang bunda. Kulihat bunda terlonjat kaget, mungkin karena aku tiba-tiba dateng. Haha seperti jailangkung saja. Datang tak diundang pulang tak diantar.
" Selamat pagi bunda! "Sapa ku kepada bunda. Bunda terlonjat kaget dengan kedatanganku.
"Astagfirullah, Aisyah kamu ngagetin bunda aja deh. Gimana kalau bunda jantungan coba!" katanya yang kemudian diiringi tawa kami.
"Heheh ... Bunda maaf, abisnya bunda serius banget sih masaknya." ujarku dengan mata serentetan gigi putih ku. Aku menyengir.
"Iyah sudah. Kamu kan hari ini ujian nasional kan?" tanya bunda.
"Iyah bun, doakan yah Ujiannya lancar. Dan semoga Aisyah bisa lulus. Aamiin." ujarku.
"Iyah nak, bunda selalu mendoakan untuk putra putri bunda kok. Aamiin." dia sembari tersenyum.
"Iyaudah bun, biar aku bantu bawakan ke meja yah bun." ujarku sembari membawa kemeja makan. Dan juga lauk pauknya yang pasti. Ayam kecap kesukaanku dan cah kangkung.
Semuanya sudah selesai aku siapkan, tinggal panggil Aliya sama bang Andika deh. Bunda dan ayah sudah duduk di kursi meja makan. Kemudian Aliya turun dari kamar. Baru aku mau panggil dia ehh, sudah datang juga akhirnya. Tinggal bang Andika, mana susah lagi dibangunin nya.
Tok ... tok ... tok ...
Kuketuk pintu kamar bang Dika, namun tak ada suara dari dalam sana. Kucoba Sekali lagi dan masih tetap sama tidak ada jawaban dari dalam sana. Terpaksa aku masuk kamar kamarnya, alhamdulillah kamar tidak dikunci.
Aku masuk kedalam kamar, ternyata abangku ini masih molor. Astagfirullah, Bener bener kayak kebo yah tidurnya.
"Bang ... bang Dika!" panggilku sembari menggoncangkan lengannya.
Ini orang atau kebo sih dibangunin gak bangun bangun. Ehh emang kebo kalau dibangunin susah yah? Ahh tau ah ..
"Abang ... Bangun udah pagi, cepatlah turun kebawah. Kita sarapan, ditunggu bunda sama ayah tuh dibawah." ujarku sembari teriak. Kulihat abang Dika mengerjapkan matanya. Dia mulai buka matanya.
"Astagfirullah dek, kamu ini apaan sih. Udah sana kamu duluan." Ujarnya dengan cara yang sama terbaring dikasur empuknya itu.
"Ih ... Abang itu bunda sama ayah udah nunggu abang. Ayo cepetan bangun. Kebo banget sih dibangunin nya.". ujarku dengan nada marah.
"Iya ... iya ... Abang mandi dulu. Kamu duluan aja." kata bang Dika.
Aku langsung turun kebawah. Menempati kursi yang dekat dengan Aliya. Abangku ini tipe cowok yang cerewet terhadap adiknya.
Gimana gak cerewet coba, tiap kali aku pergi ke suatu tempat, dia bilang, 'jangan pergi kalau gak sama abang, kamu kan cewek gak baik pergi sendiri ntar kayak jomblo' aishh nyebelin kan masa aku dikatain jomblo sih, tapi emang iyah sih aku jomblo ha ha.
Bang Dika sudah selesai mandi, dan ikut gabung dimeja makan. Hari ini bang Dika mulai kuliah di universitas favorit nya. Bang Dika mengambil jurusan manajemen, katanya biar bisa nerusin perusahaan ayah.
Setelah selesai sarapan pagi aku, Aliya dan bang Dika berangkat ke sekolahku. Sebelum ke sekolahku abang terlebih dahulu dulu mengantar Aliya ke sekolahnya. Aliya sekarang sekolah kelas tiga smp.
Ohiya, aku punya sahabat namanya Amelia putri kusuma. Dia satu-satunya sahabat yang paling pengertian, paling cerewet juga sama kayak Abang Dika. Tapi, dia itu memiliki sisi yang lembut juga kok.
***
Sesampainya aku dikelas, aku bangku yang pertama. Duduk bersama Amel.
Sebelum masuk kelas biasanya sering membaca buku tentang pelajaran yang akan aku terima. Dan ini hari pertama ujian nasional, jadi aku pisah kelas sama Amel. Amel berada diruang 4 sedangkan aku berada diruang 2.
Sebelum bel berbunyi, aku lebih baik membaca dan mengingat kembali apa yang akan diujikan hari ini. Pelajaran hari ini, pelajaran yang mengajar yang saya pelajari yaitu pelajaran B. Indonesia. Iya, aku sangat membaca ini, karena pelajaran ini kita di tuntut untuk lebih banyak membaca.
Sudah beberapa jam di ruang ujian, akhirnya ujian hari ini berjalan dengan lancar.
Alhamdulillah ujian Nasional hari Pertama sudah berakhir, masih ada tiga hari lagi tersisa. Aku senang banget telah melewati ujian nasional ini. Semoga kedepannya bisa lancar juga seperti ini.
Aku menyusuri koridor sekolah, karena hari ini ujian nasional, maka kelas dua dan satunya di liburkan. Dan beberapa minggu lagi, mereka akan menjalani ujian akhir semester genap, yakni ujian kenaikan kelas atau UKK.
Setelah dua puluh menit aku menunggu angkutan umum, akhirnya angkotnya sudah datang. Aku memasuki angkot itu, banyak penumpang hingga berdesakan.
Yah, beginilah kalau naik angkutan umum, mau tidak mau harus berdesakan.Tak lama angkot ini berhenti didepan pagar komplek rumahku. Aku segera beranjak turun dan membayarnya.
"Assalamualaikum bunda." salamku saat sampai didepan rumahku.
"Waalaikumsalam, ehh udah pulang Syah." jawab bunda. Aku menganggukkan kepalaku, dan menuntun bunda kedalam rumah.
"Iya bun, aku baru pulang." jawabku.
"Aku ke kamar yah bun." Aku segera beranjak ke kamar, Untuk membersihkan badanku yang lengket ini. Setelah itu aku menunaikan sholat dzuhur.
Aku pulang sebelum adzan dzuhur berkumandang, karena memang jika ujian pulangnya lebih awal. Sekolah termasuk sekolah Fullday school.
•••
"Assalamualaikum bunda!" teriak Aliya yang baru saja pulang dari sekolahnya. Aliya memang adik yang cerewet seperti abangnya.
"Waalaikumsalam, baru pulang dek?" Tanya Aisyah yang baru turun dari kamar.
"Iya kak, bunda mana kak?" tanya Aliya.
"Bunda lagi di kamarnya mungkin Al." jawab Aisyah. Aliya menganggukkan kepala mengerti.
"Kalau abang belum pulang?" Tanyanya lagi. Aisyah menjawab "Belum juga dek."
"Oh iyaudah, aku ke kamarku dulu yah kak." Aliya langsung menaiki tangga.