Axel mulai luluh dan menerima alasan Bimo untuk pergi. Meski sebenarnya dia ingin menahannya untuk tidak pergi, Axel tak punya kuasa. Sedih? Pasti, kepada Bimolah Axel bisa berterus terang tentang banyak hal. Bunda lebih berhak atas hidupnya dari pada Axel. Bunda yang selama ini ditinggalkan Bimo, di hari tuanya meminta Bimo untuk kembali. Pasti keputusan berat buat omnya untuk memilih. Meski hatinya menolak, seperti permintaan Ayah Daniel, dia mencoba untuk mengerti. Entah untuk ke berapa kali perpisahan dengan Bimo terjadi. Tapi, tidak separah saat ini. Axel merasa ini adalah perpisahan sesungguhnya. “Om Bim!” panggil Axel. Ketika dilihat Bimo tertidur di ujung kasur. Ia menunggu Axel terbangun. Beberapa hari ini Bimo telaten mengurus Axel. Tak ada hari yang dilewatkan bersaman

