Sementara, Axel memutuskan tinggal di rumah ninnya, setidaknya dia punya teman mengobrol yaitu Nila sepupunya. Walaupun umurnya di bawah Axel dua tahun, Nila cukup dewasa dan bisa diajak berdiskusi. Kesedihan Axel jadi perhatian Nin. Hal ini pula yang membuat Nin meminta Nila untuk selalu menemani Axel. Sampai detik ini, Nin tidak tahu apa yang membuat Axel begitu sedih. Bagi Nin kehadiran Axel, sedikit mengobati rasa kehilangan dan rindu pada Ratih. Rumah besar peninggalan ayah Ratih, kini tidak sesepi sebelumnya. Ada Nila juga Axel, membuat suasana rumah ramai oleh celoteh mereka berdua. “Xel, sudah saja tinggal sama Nin. Enggak usah indekos segala lah. Kamu kan bisa dari sini berangkat kuliahnya. Nanti Nin beliin motor,” bujuk Nin. Axel tersenyum. “Nanti Axel bicara dulu sa

