Mamah Ratih baru saja membuka tirai jendela, sisa-sisa embun masih menempel di daun-daun. Bimo terbangun dan segera mengambil air wudu. Tak seperti biasanya ia bangun terlambat, malu sama mamah Ratih biasanya ia bangun sebelum subuh, malah saat bertamu pula. Semalam ia tidur pulas sekali. Sehabis salat, Bimo berbenah siap-siap kembali ke Jakarta, tak ingin membuat Bunda cemas. Setelah itu, Bimo menengok Axel di kamarnya. Daniel tak ada di sofa tempat biasa ia tidur. Mungkin sedang membeli bubur di seberang jalan, pikir Bimo. Axel masih tidur. Bimo duduk di bibir ranjang, menatap Axel dalam tidurnya. Hal yang sering ia lakukan, saat seperti itu doa-doa melangit untuk kebaikan Axel. Bimo berharap Axel akan mengalihkan cintanya. Cinta yang memungkinkannya untuk bersatu dengan oran

