KEBINGUNGAN

1545 Kata
    Sesampainya dikamar, kamipun mulai membicarakan beberapa hal.       “Apa yang disampaikan pangeran tadi?”       “Oh, itu, dia bilang bahwa sementara ini aku akan menjadi tahanan rumah disini. Memangnya tidak apa apa jika aku berada disini, bukankah biasanya itu akan dilakukan diistana?”       “Tentu saja tidak apa apa, aku yakin suamiku pasti akan menyetujuinya. Lagipula jika kau ditempatkan diistana, bukannya itu tempat yang paling mudah ditebak, mungkin karena itu kau ditempatkan disini.”       Memang benar juga, mereka pasti tidak akan menduga kalau aku ada disini, lagipula sebelumnya diantara kami tidak ada hubungan apapun, pasti mereka tidak akan mengira jika aku ada disini.       “Sarah, dengar, kau tidak perlu terlalu sering mengunjungiku, kau bisa mengunjungiku beberapa hari sekali, itu sudah membuatku cukup senang. Nanti, saat aku sudah tidak menjadi tahanan rumah lagi, aku harap kita bisa bermalam bersama seperti dulu lagi.”       “Iya, aku akan sangat menantikannya.”       “Oh ya, tadi saat aku berbicara dengan Archduke, dia sedikit memberikan informasi tentang alasan mereka ingin menangkapku, katanya mereka menginginkan kekuatan besar yang ada padaa diriku, kira kira untuk apa ya?”       Tiba tiba nyonya Wagner menyahut.       “Semua itu, serahkan saja pada pihak kerajaan dan yang lainnya, dengan kau diam disini, itu bisa mengurangi beban mereka. Jangan membebani pikiranmu dengan sesuatu yang tidak perlu.”       “Sebenarnya yang membebani pikiran saya adalah kenapa pihak kerajaan tau bahwa ada kekuatan yang tersembunyi didalam diriku, bahkan aku sendiri tidak menyadari jika ada kekuatan sebesar itu tersimpan ditubuhku hingga mereka sangat mengincarnya. Apakah kekuatan itu adalah hasil dari latihanku selama 15 tahun saat berada digunung?”       “Guru adalah penyihir agung dikerajaan ini, jadi aku tidak akan heran jika kalian bisa mengetahui semua ini, aku bisa menganggap bahwa guru menemukanku disuatu tempat saat menjalankan tugas lalu dia melihat ada sebuah kekuatan yang besar didiriku lalu memberitaukannya pada kalian.”       “Saat ini, alur terbaik yang bisa kupikirkan adalah itu.”       Tiba tiba saja ada sebuah ingatan yang terlintas dikepalaku.       “Tidak, sepertinya analisisku salah. Guru pernah mengatakan sesuatu kepadaku dulu, tentang orang tuaku. Kalau analisisku yang itu salah, aku masih memiliki 2 kemungkinan, yaitu yang pertama adalah pihak kerajaan memang sudah tau itu dan sedangkan pihak iblis masih belum mengetahuinya, lalu untuk menghindari mereka, kalian menyuruh guru untuk membawaku pergi dan membesarkanku.”       “Lalu yang kedua, kedua belah pihak sama sama sudah mengetahuinya, aku tidak tau detailnya tapi itulah yang bisa kupikirkan, yah, walaupun yang ini persenannya lebih sedikit dari yang pertama.”       “Ella, ternyata kau sangat pandai menganalisis ya.”       Eee, tentu saja aku hebat, karena aku sudah terbiasa melakukannya di kehidupanku sebelumnya untuk menjalankan misi.       “Yahh, seperti itulah.”       “Jika boleh kutanya, apakah kau membenci orang tuamu?”       Aku terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan itu, apakah aku membenci mereka atau tidak, aku sendiri tidak paham dengan perasaanku.       “Entahlah, aku juga tidak paham dengan perasaanku, aku ragu untuk bilang sekarang, lebih mudah memberikan jawaban kalau aku sudah bertemu dengan mereka secara langsung. Yahh, kebingungan untuk menjawab sesuatu juga wajar kan.”       Setelah itu kami bertiga hanya membicarakan hal hal lainnya.   …………………………       Singkatnya 4 bulanpun berlalu, aku masih berada di kediaman Archduke karena belum diperbolehkan keluar, aku juga pernah mencoba untuk kabur tapi selalu ketahuan.       Karena sudah lumayan berada disana aku menjadi lumayan akrab dengan Archduke dan istrinya, sedangkan hubunganku dengan Allen semakin memburuk.       3 bulan lalu saat aku sedang berlatih sihir, dia selalu pamer padaku tentang sihir barunya, tapi sebagai seniornya dibidang ini, aku sudah mempelajari semua sihir yang dia pelajari.       Dia tidak menerimanya dan mengajakku berduel, alhasil dia selalu kalah melawanku. Dia juga cemburu dengan kecepatanku dalam menguasai sihir, sangat aneh sekali.       Hingga 3 bulan kedepan, setiap bertanding, dia selalu kalah melawanku. Yahh, aku selalu beralatih sihir disini untuk mengisi waktu luangku dan tiba tiba Allen malah ikut berlatih denganku dan kami sering bertanding seperti ini.       “Heii, wanita sialann, kenapa kau bisa selalu menang saat melawanku, haa!? Trik curang apa yang kau gunakan padaku!?”       “Heh bocah, perkataanmu ternyata kasar juga ya, aku sama sekali tidak menggunakan trik curang apapun, aku menang karena aku kuat.”       “Hehh, jangan membuat lelucon, justru akulah yang lebih kuat darimu. Ibu bilang bahwa orang yang berusaha paling keras untuk mendapatkan sesuatu lebih kuat dari orang yang mendapatkannya secara instan.”       “Tapi pada kenyataannya kau selalu kalah dariku kan.”       “Heii, wanita gorilla, jangan pernah meremehkanku atau kau akan tewas ditanganku.”          “Hoho, menarik sekali, sebelum mengatakan hal itu, bukankah kau harus berusaha keras untuk mengalahkanku?”       Yah, keseharianku disini hanya seperti itu saja, aku juga tidak ragu untuk mengatakan sesuatu yang kasar padanya, karena Archduke sendiri yang memintaku untuk melatih Allen tanpa disadari oleh Allen sendiri.       Untuk membuat itu terjadi, aku hanya perlu memanasinya, dengan begitu, dia akan emosi dengan dan berhasrat untuk mengalahkanku, dengan begitu dia pasti akan berlatih sihir didekatku, untuk mengamati setiap pergerakkanku.       Anak yang emosian tanpa berpikir panjang, memanglah yang paling mudah untuk dipancing, apalagi dipikirannya aku ini sudah seperti musuhnya, itu menjadi lebih memudahkan pekerjaanku.       Singkatnya, 4 bulan sudah berlalu kembali, itu artinya sudah 8 bulan aku berada disini tanpa diperbolehkan melihat keadaan diluar.       Hari ini saat aku bangun semua orang sepertinya sudah terlihat sangat sibuk daripada biasanya, apakah ada acara khusus atau semacamnya.       Saat aku sedang pergi ketempat biasanya aku latihan, aku berpapasan dengan salah satu pelayan, dia sepertinya lumayan sibuk, aku menghentikan langkahnya.       “Maaf kalau aku mengganggu, tapi kenapa tiba tiba semua orang menjadi sangat sibuk?”       “Ohh, apakah anda tidak tau?”       Memangnya tau apa? Aku hanya menggeleng saja.       “Hari ini adalah hari ulang tahunnya tuan muda Allen, akan diadakan perjamuan besar malam ini, kalau begitu saya permisi dulu.”       Aku mengangguk lagi, Allen akan ulang tahun, aku terpikirkan untuk membuat sesuatu dan langsung pergi kedapur.       Saat sampai dipintu, aku mendengar ada orang yang sedang membicarakanku.       “Kenapa tuan harus sampai repot repot menampung orang itu? Bahkan sopan santunnya kepada tuan muda juga tidak ada, sangat aneh sekali kan jika dia dibiarkan tinggal disini begitu saja.”       “Benar sekali, orang itu memang tidak tau diri, akhir akhir ini para iblis menjadi banyak sekali diwilayah ini, semua murid di akademi berusaha untuk mengusir mereka, bahkan Archduke juga harus bekerja lebih keras daripada biasanya, lalu kenapa hanya dia saja yang bisa terus bersantai disini, menyebalkan.”       Saat mendengar mereka berbicara, aku mulai berpikir, bahwa ada benarnya juga perkataan mereka, padahal aku salah satu murid di akademi tapi disaat yang lain sedang berjuang aku malah santai santai saja disini.       Disisi lain, mereka mengkritikku karena tidak membantu sama sekali, di sisi lain karena perintah dari Raja bahwa aku tidak diperbolehkan keluar dari sini.       Aku tidak bisa terus mengabaikan kenyataan bahwa aku hanya beban saja disini, aku juga ingin membantu tapi yang diinginkan mereka adalah aku, jika aku diculik, mereka pasti juga akan kerepotan, apa yang harus kulakukan?       “Nona, apakah anda memerlukan sesuatu dari dapur?”       Salah satu pelayan dari dapur yang tadi membicarakanku tiba tiba berada di sampingku.       “Ahh!! Ti-tidak, aku tidak memerlukan apapun, maaf sudah mengganggu.”       Aku segera pergi dari sana, dari belakang dia kembali bicara dengan suara yang lebih pelan.       “Cih, dasar, bikin kaget saja, jika dia mengadu maka tamat sudah riwayatku. Orang ini benar benar merepotkan.”       Walaupun samar samar tapi aku masih bisa mendengarnya. Aku mengepalkan kedua tanganku, lalu segera kembali kekamar.       Sesampainya didalam kamar, aku terduduk dengan memeluk lututku sendiri tepat didepan pintu. Saat ini perasaanku sedang bercampur aduk.       Meskipun aku sudah berada didunia yang berbeda tapi tetap saja tidak ada yang berubah dari hatiku, hatiku masih sangat lemah, sangat sangat lemah.       Kai dan guru sibuk dengan masalah kerajaan dan Sarah juga pasti sibuk sebagai siswi akademi yang harus melindungi wilayah ini. Sarah yang seperti obat penenang bagi diriku dan cahayanya sama seperti matahari perlahan lahan seperti meredup dan menjauh.       Sebenarnya, apa yang sedang terjadi disini?       Saat ini, aku merasa marah dan juga sedih, aku sedih karena perkataan pelayan tadi karena aku tidak pernah menyangka mereka akan membicarakan diriku dibelakang, apakah pelayan yang lain juga sama? Lalu aku marah, aku marah karena tidak tau harus berbuat apa, ini baru pertama kalinya ada yang membuatku menjadi sebingung ini.       Semua orang sangat sibuk, bahkan ditengah tengah kesibukan mereka, mereka masih bisa mencemoohku. Rasanya aku sedikit merindukan masa masa ketika aku masih ada digunung dulu, aku ingin pulang kesana, tempat itu lebih terlihat seperti rumah bagiku.       Saat aku sedang merenungkan semuanya, tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku membuka pintunya dan terkejut dengan orang yang ada didepanku, mereka adalah Kai dan Sarah, tapi…       “Kau, cepatlah pergi ke kereta yang ada di depan gerbang, keempat pelayan ini akan mengantarmu ke kereta, aku masih ada urusan penting dengan Archduke, ayo pergi Sarah.”       Ekspresi serta perkataannya yang seolah menganggapku sebagai hewan peliharaan yang harus diamankan entah kenapa membuatku merasa…       “Oh ka-kalau begitu, Sarah saja yang ada disini, kau pasti sudah merindukanku kan, lagipula sudah 2 bulan kita tidak bertemu.”       “Maaf, Ella, tapi sekarang aku adalah asistennya pangeran, aku juga harus ikut pergi melapor.”       …Jengkel. Aku tau mereka menjalankan tugas, tapi entah kenapa perasaanku malah merasa jengkel dengan keputusanku 8 bulan lalu yang setuju dijadikan tahanan rumah, aku menyesalinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN