PENYELIDIKAN ELLA DIMULAI

1812 Kata
    “Oh ya, saya tidak tau apakah iblis tadi benar benar meninggalkan wilayah ini atau tidak, saya akan mengeceknya.”       “Tidak perlu, aku akan menyuruh prajurit untuk mengeceknya.”       “Apakah mereka bisa menjaga rahasia?”       “Tenang saja, mereka terpercaya.”       Archduke memerintahkan beberapa prajurit untuk mengeceknya, lalu kamipun pergi dari tempat itu.       Berkat sihir teleport dari guru, kami semua langsung tiba dirumah.       Semuanya masuk kedalam, saat ada didalam dan melihat kearah meja, terdapat kue ulang tahun yang kubuat tadi, tiba tiba aku teringat dengan kejadian sebelum mengejar iblis tadi, kejadian tadi sangat memalukan.       “Silahkan duduk dulu, saya akan segera kembali.”       Aku pergi sambil membawa kue ulang tahunnya. Semuanya duduk di ruang tamu dan mulai     membahasnya.       Tak lama kemudian aku kembali dan duduk di samping Sarah. Archduke memulai pembicaraannya.       “Dari laporan dan korban yang ada, setidaknya ada 5 korban, 4 selamat dan 1 meninggal. Pelakunya adalah orang yang sama, hanya iblis itu, kemungkinan iblis itu kemari hanya sendirian saja.”       “Apakah anda tau siapa saja petinggi di kerajaan Iblis?”       “Kenapa kau ingin tau?”       “Saat saya bertarung melawan iblis tadi, saya merasa bahwa iblis tadi bukanlah iblis biasa, dia kuat. Saat melawan saya, saya tau bahwa dia menahan diri. Jadi, saya pikir bahwa iblis itu pasti memiliki suatu kedudukan di kerajaannya.”       “Aku kurang tau tentang siapa saja yang memerintah, sangat sulit untuk mencari informasi disana, setiap kami mengirim mata mata, jarang sekali ada yang kembali dalam kondisi hidup.”       Setelah berhadapan dengan para Iblis, aku tau kenapa kakek menyuruhku menghindar saja ketika bertemu dengan iblis, karena melawan mereka rasanya sama seperti melawan manusia biasa, hanya saja ada beberapa hal yang lebih kuat dari manusia, yaitu kemampuan regenarasi mereka.       Tapi, aku sudah berada dikerajaan ini, aku tidak bisa membiarkan para iblis itu seenaknya.       Oh ya ada sesuatu hal lagi yang perlu kupastikan.       “Saya ingin melihat korbannya, apakah bisa?”       “Tentu saja, aku akan membawamu kepada mereka.”       “Aku akan pergi sendiri, Sarah dan guru disini saja, aku akan segera kembali.”       “Aku tidak bisa membiarkanmu pergi sendirian.”       “Guru, siapa bilang aku akan pergi sendirian, aku akan pergi bersama Archduke dan Kai, aku akan baik baik saja.”       Setelah itu kamipun pergi, Archduke menggunakan sihir teleportnya untuk membawaku ke tempat para korban, aku agak terkejut karena ternyata Archduke juga bisa sihir, kupikir dia hanya orang yang suka memerintah dan duduk dibalik meja, ternyata dia bisa sihir juga dan langsung mengatasi masalah rakyatnya.       Aku salut padanya.       Sesampainya ditempat para korban, ternyata tempatnya di akademi, ruang UKS.       “Mereka berempat tidak sadarkan diri untuk sementara karena pengaruh obatnya, dua disana adalah korban yang hampir diculik, dan sisanya hampir terbunuh.”       Aku mendekat kearah korban yang hampir diculik dan hampir terbunuh, tepatnya aku berdiri diantara mereka berempat.       Aku melihat kearah korban yang hampir diculik, warna rambut mereka sama dengan milikku, sedangkan yang hampir terbunuh satunya berambut merah, dan satunya pink. Mereka semua adalah perempuan, yah pilihan yang bagus sebenarnya untuk menargetkan perempuan karena perbedaan tenaga.       “Korban yang terbunuh laki laki atau perempuan?”       “Laki laki.”       “Apakah dia seorang prajurit?”       “Bagaimana kau bisa tau?”       “Hanya dugaan.”       Aku menghadap ke arah tempat tidur ke korban yang hampir diculik. Aku membuka mata mereka berdua untuk memastikan sesuatu.       “Apa yang kau lakukan?”       “Memastikan sesuatu, Archduke tenang saja, aku tau apa yang kulakukan dan tidak akan menyakiti mereka sama sekali.”       Setelah selesai, sesuai dengan dugaanku, semuanya sesuai.       Aku mengeluarkan sihir penyembuhku ke empat orang tadi, sebenarnya namanya bukan sihir penyembuh, tapi karena bisa menyembuhkan makanya kunamai seperti itu.       Ke empat orang itu, akhirnya bangun, salah satu korban yang hampir diculik, tiba tiba saja terduduk dan mencengkram lenganku, sambil mengatakan hal hal yang aneh.       “Mereka, mereka menginginkannya, mereka menginginkan Ethelbert, orang dengan nama… aku hanya bisa mengingat nama belakangnya, Ethelbert, dia menginginkan Ethelbert, berikan Ethelbert pada mereka, maka kita pasti akan selamat, berikan dia, berikan-“       Dengan tiba tiba Archduke dan Kai, secara bersamaan membuatnya tertidur, dihadapan ketiga orang lainnya.       Orang yang menggila sambil mencengkram tanganku langsung tertidur, tanganku sedikit berdarah karena terkena kukunya.       “Tanganmu terluka, kau baik baik saja?”       “Yah, aku baik baik saja, bisa tolong sembuhkan tanganku? Aku tidak bisa melakukan sihir itu pada diriku sendiri.”       Archduke maju kehadapanku, memegang lenganku dan menyembuhkannya satu persatu. Aku melihat ke tiga orang tadi.       “Kalian baik baik saja?”       “I-iya, kami baik baik saja.”       “Oh ya, perkenalkan, namaku Ella Ethelbert, dari kelas E tahun pertama.”       Saat aku memperkenalkan diriku, mereka bertiga terlihat terkejut saat mengetahui namaku.       Aku langsung memasang muka yang sangat serius dengan senyuman layaknya orang jahat dan menatap kearah Archduke, Kai, dan ketiga orang lainnya.       “Tidak peduli, seberapa banyak rahasia, yang kalian sembunyikan, aku pasti, akan membongkarnya, satu persatu.”       Kai tiba tiba membungkan mulutku, ketiga orang tadi hanya terduduk diam saja diatas tempat tidur mereka.       Aku mencoba melepaskan tangan Kai dari wajahku tapi tenaganya sangat besar. Sedangkan, Archduke mencoba mengatakan sesuatu pada mereka.       “Jangan dengarkan perkataan anak ini, lanjutkan istirahat kalian, jika kalian sudah merasa lebih baik kalian bisa pulang, aku akan menyuruh prajuritku untuk mengantarkan kalian.”       Kemudian, aku didorong untuk keluar dari ruangan itu. Aku memberontak, tapi sangat sia sia.       Setelah keluar Kai melepaskan tangannya dari wajahku. Aku langsung mengambil nafas sebanyak banyaknya.       “Kenapa… kau membungkan mulutku, kalau… hanya mulut saja tidak apa apa, setidaknya jangan hidungku, kalau aku mati karena kehabisan nafas bagaimana!?”       Archduke menghampiriku dan mengatakan sesuatu dengan tegas.       “Kenapa kau mengatakan hal seperti itu, apalagi dihadapan mereka!!”       “A-aku hanya bercanda saja, karena kupikir setelah menghadapi itu semua mereka pasti akan ketakutan seperti anak yang tadi, jadi kupikir untuk menghibur mereka. Maafkan aku.”       “Oh, perkataan anak tadi, jangan dianggap serius, dia mungkin hanya trauma saja.”       Aku hanya tersenyum saja, aku tau bahwa itu yang dikatakan anak tadi bukanlah kebohongan, kemudian masuk kedalam lagi.       Saat aku membuka pintu, ternyata orang yang menggila tadi sudah bangun, mata ke empat orang tadi menatap kearahku dengan tatapan yang tajam. Aku berjalan kehadapan mereka.       “Kalian pasti juga berasal dari akademi ini kan? Kalau begitu, teman teman, maafkan aku ya. Aku menyembuhkan kalian agar lebih cepat sehat, lho. Apakah kalian tidak mau memaafkan aku?”       Mereka hanya diam saja dengan tatapan yang tajam. Aku tetap tersenyum kearah mereka.       “Kalau begitu, diam kalian akan aku artikan iya. Aku ingin pulang sekarang, sampai bertemu lagi besok.”       Aku keluar dengan wajah yang berseri seri.       “Mereka semua memaafkanku. Mereka semua sangat baik sekali, mungkin aku akan mencoba berteman dengan mereka, sekarang, ayo antar aku pulang, guru pasti sangat khawatir padaku.”       Setelah kejadian disana, akupun pulang dengan diantar oleh Kai, sedangkan Archduke tetap berada disana. Sesampainya dirumah aku sudah ditunggu oleh guru dan Sarah.       Sebelum pergi, Kai mengatakan sesuatu padaku…       “Perkataannya tadi jangan kau masukkan kedalam hati, oke?”       “Kau bekerja saja dengan tenang, aku akan baik baik saja.”       Setelah itu Kai pergi. Guru dan Sarah kebingungan dengan percakapanku dengan Kai.       “Apakah terjadi sesuatu disana?”       “Iya, orang yang baru bangun setelah kusembuhkan tiba tiba mengamuk dan mengatakan sesuatu yang tidak tidak, mungkin Kai berpikir bahwa itu akan melukai perasaanku, jadi dia bilang begitu padaku.”       “Tapi, kau baik baik saja kan, Ella?”       “Yah, sebenarnya tadi aku juga tercakar, tapi aku baik baik saja, karena sudah disembuhkan oleh Archduke. Sudahlah, sekarang kita tidur saja, aku sangat lelah.”       Aku, guru, dan Sarah masuk kedalam rumah, aku dan Sarah masuk duluan kekamar.       “Sarah, aku mau mandi dulu, kau bisa tidur duluan, tidak perlu menungguku.”       Aku langsung masuk kedalam kamar mandi, Kamar mandi didunia ini menggunakan semacam bathtub tapi mengisi airnya menggunakan sihir. Kali ini aku tidak menggunakan air hangat tapi menggunakan air dingin, untuk mendinginkan kepalaku karena sejujurnya aku sedikit marah saat ditatap tajam seperti itu, tapi tidak bagus jika aku mengungkapkan emosiku seperti itu.       Yang kukatakan tentang membongkar semua yang disembunyikan dari diriku dan membongkarnya satu persatu adalah benar, aku sama sekali tidak bercanda.       Aku merasa bahwa ada yang tidak beres dengan semua yang dirahasiakan ini. Kalau mereka tidak ingin memberitahuku, maka aku yang akan membongkarnya sendiri.       Akan kucaritau identitasku, orang tuaku, sekaligus rahasia rahasia yang ada disini. Memang tidak sopan, tapi rasanya mereka sangat menutup rapat rahasia itu dariku.       Kali ini rahasia yang akan aku bongkar adalah kenapa para iblis itu mencari diriku.       Sekarang, aku akan belajar sihir sendiri, sebenarnya jika ingin belajar sihir itu sangat simple, guru bilang, cara menciptakan sihir itu, aku hanya perlu konsentrasi dan membayangkan bagaimana bentuk sihir itu dan terbuat dari apa.       Jika guru tidak mau mengajariku sihir teleport itu, maka aku akan mempelajarinya sendiri.       Setelah lama dikamar mandi, akhirnya aku keluar dengan menggunakan bajuku yang tadi, ternyata air dingin tidak membuatku baik baik saja, aku masih merasa marah dan kesal dengan kejadian tadi. Saat aku membuka pintunya, ternyata Sarah menunggu didepan pintu.       “Ella, kenapa kau lama sekali dikamar mandi? Aku khawatir padamu.”       Anak ini sepertinya sangat menghawatirkan diriku, sampai sampai menungguku didepan pintu kamar mandi. Yah, mungkin aku satu satunya teman baginya, aku mengerti perasaannya.       Aku meletakkan tanganku diatas kepala Sarah lalu mengusapnya.       “Bolehkan aku melakukan ini hingga seterusnya, memang terasa sangat tidak sopan tapi aku menginginkannya, kalau tidak boleh maka aku tidak akan melakukannya lagi.”       Sarah memegang tanganku yang mengusap kepalanya.       “Tidak apa apa, Ella boleh melakukannya. Tanganmu sangat dingin sekali, apakah kau baik baik saja?.”       Dengan tiba tiba, aku memeluknya, anak ini serasa seperti obat bagiku, dia seperti bisa melenyapkan segala emosiku, sepertinya aku telah menemukan orang yang bisa membantuku meredakan seluruh emosi dalam diriku, sehingga aku bisa bilang bahwa aku akan selalu baik baik saja.       “Seluruh tubuhmu terasa sangat dingin, apakah kau berendam di air dingin saat mandi?”       Aku hanya mengangguk saja.       “Kalau begitu kita harus segera menghangatkanmu kembali, kau bisa sakit jika terus seperti ini.”       Sarah berusaha mendorongku tapi entah kenapa aku tidak ingin melepaskannya sama sekali, Sarah sama seperti matahariku, dia sangat terang tapi tidak menyakiti mataku.       Akhirnya, aku memutuskan untuk melepaskan pelukanku, Sarah pasti juga merasa dingin, aku egois sekali, karena hanya memikirkan diriku sendiri.          “Aku baik baik saja seperti ini, ayo kita segera tidur.”       “Tapi kau bisa sakit, apalagi dengan pakaian seperti ini pasti akan tambah dingin.”       “Iya iya, aku akan mandi lagi dengan air hangat, oke? Jangan khawatir lagi.”       Akhirnya aku harus mandi lagi dengan air hangat, setelah itu, saat aku keluar dari kamar mandi, Sarah langsung menggenggam tanganku untuk memastikan aku sudah hangat atau belum. Setelah dia benar benar yakin, baru kita bisa tidur.       Walaupun belum lama kami bersama, tapi dia menaruh perhatian yang hangat padaku, dia adalah matahariku dan aku akan menjaga matahariku dengan sebaik baiknya.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN