“Ahh Liam.. aku senang sekali… terimakasih sudah mau bergabung” Angel berkata dengan wajah gembira
“No Problem Angel.aku senang jika bisa berguna untukmu dan keluargamu. Kalian baik sekali padaku” Jawab Liam dengan raut wajah serius
“Tugas ku sekarang tinggal membujuk ayahku. Ini part yang paling susah. Karenaayah orang yang teguh pendiriannya. Tapi kau tahu? Ayah ku suka padamu Liam. Kalau dia tidak suka, dia pasti sudah mengusirmu dari dulu.” Angel bercerita lagi.
“Dulu, ada temanku yang sering datang kerumah. Setiap dia datang, ayah selalu duduk diruangan yang aku dan temanku sedang mengobrol. Kau tau dia berbuat apa?” Angel bercerita sambil tertawa
“No Idea” Jawab Liam
“Dia pura-pura menyapu dilantai tempat temanku berdiri. Kemanapun temanku pindah, dia membawa sapu dan menyapu lantai ditempat itu. Ahahahah.. Poppa orang yang unik. Dia tidak mengusir temanku terang-terangan. Tapi dia tidak menyapa dan membuat wajah galakdidepan temanku itu. Ahahaha… terkadang dia berlaku seperti anak kecil.” Angel menyambung lagi sambil tertawa
“Benarkah? Sampai seperti itu? Ahahaha dia lucu sekali” Liam ikut tertawa mendengar cerita Angel.
“Iya… hahahah… dia memang kekanakan sekali. Dan itu berlaku untuk semua teman laki-laki yang datang kerumahku. Jangan harap akan diberikan minuman atau makanan kalau mereka datang.” Angel melanjutkan
“Hal itu berbeda dengan perlakuan dia terhadapmu Liam. Aku lihat dia sangat menghargai kamu. Dia menganggapmu temanku” Angel berkata sambil tersenyum lebar
Liam merasa terharu dengan kebaikan Angel dan keluarganya. Tidak pernah dia merasa ada orang yang bisa menerimanya seperti mereka.
“Terimakasih atas semua kebaikanmu Angel… Tidak ada seorangpun yang sebaik ini kepadaku selama ini. Mereka hanya menatapku kasihan, kadang-kadang jijik.” Liam berkata sedih
Angel menggengam tangan Liam… “Liam.. Jangan pedulikan mereka. Mungkin mereka tidak bisa menghargaimu. Tapi kamu sangat berharga bagiku Liam” Angel berkata dengansungguh-sungguh
Liam kaget melhat tangan Angel menggenggam tangannya. Tapi dia membalas genggaman tangan mungil itu. Tangannya halus dan lembut, dengan jari jemari yang ramping dan panjang. Tanpa sengaja Liam mengecup tangan Angel. Liam sangat terharu, dia terbawa suasana dan karena merasa dia sangat sayang kepada gadis itu. Liam kaget sendiri dengan tindakannya.
“Maafkan aku Angel… Maafkan aku, aku tidak bermaksud tidak menghargaimu. Aku hanya merasa sangat sayang kepadamu, makanya reflek mencium tanganmu. Maafkan aku sekali lagi Angel” Liam menarik tangannya dari genggaman Angel.
Angel terdiam, dia sangat terkejut liam mencium tangannya. Terlebih dengan pengakuan Liam yang mengatakan bahwa dia sayang kepada Angel. Pipi Angel merah merona. Dia tersipu mendengar pengakuan Liam. Tapi dia tidak mau membuat Liam canggung.
“Tidak apa-apa Liam. Terimakasih sudah menyayangiku dengan tulus” jawab Angel sambil tersenyum manis. “Its Okay Liam. Aku tidak menganggapmu macam-macam kok” Angel menjawab santai
“Jadi… kita cari Boba nih?” Tanya Angel
“Baiklah. Ayo kita jalan Angel” Jawab Liam
Angel berjalan kearah penjual kebab dan membayar kebab yang mereka pesan. Penjaja kebabnya bertanya kepada Angel
“Apakah kebabku sesuai ekspektasimu nona?”
“Yeah… its really yummy” jawab Angel sungguh-sungguh.
“Thank you nona… apakah pacarmu juga menikmatinya?” Tanya tukang kebab lagi
“Yeah I think so mister. Thank you so much” jawab Angel buru-buru pergi sebelum tukang kebab itu bertanya lagi kepada Liam, dan akan membuat Angel tersipu-sipu sendiri dengan oertanyaannya.
Angel menghampiri Liam yang telah menunggunya di ujung penjaja makanan pertama dijalan itu.
“Kita kearah mana? Dimana boba favoritmu itu?” Tanya Liam
“Kesini Liam” jawab Angel sambil menunjuk kearah kiri Liam. Liam mengikuti Angel kearah kedai boba favoritnya. Tempat itu tidak jauh dari bazar makanan tadi. Hanya butuh berjalan kaki selama 10 menit, mereka sudah sampai. Angel memilih milk tea boba favoritnya.
“Aku mau Unicorn Boba Milk Tea yang besar” Kata Angel kepada penjualnya “Liam kamu mau yang mana?” Tanya Angel kepada Liam
“Hmmm… No Thanks.. aku tidak makan manis dan minum manis lagi di malam hari” jawab Liam sopan
“Ah, kamu memang perusak suasana. Kita hanya bisa minum manis seperti ini seabad sekali Liam. Kau tau, bekerja di Toko itu sangat menyita waktu. Kita tidak akan sempat mencoba lagi nanti.” Angel memaksa
“Kamu memang Miss pemaksa Angel” jawab Liam gemas
“Ayo buruan pesan. Atau aku pesankan yang sama denganku?” Angel tidak mau kalah
“Baiklah baiklah… aku mau Grass Jelly Milk Tea Yang small. Tanpa gula ya tuan” Liam Buru- buru memesan sebelum Angel memesankan untuknya
“kamu benar-benar curang Liam” Angel manyun merasa dicurangi. “apa rasanya milk tea tanpa gula. Tuan tambahkan saja gulanya. Tapi sedikit saja.” Seperti biasa Angelmemutuskan sendiri tanpa menanyakan pendapat Liam.
“Hei…. Kamu melewati batas miss” Jawab Liam pura-pura merajuk
Angel menjulurkan lidah mengejek Liam. Liam hanya tertawa melhat tingkah konyol Angel. Tidak lama pesanan mereka datang. Angel mengambilkan sedotan untuknya dan Liam. Setelah membayar, mereka segera melanjutkan langkah kaki mereka lagi.
“Angel, kita segera pulang saja, aku takut ayahmu akan mencari kamu” Liam berkata kepada Angel.
Gadis mungil itu menggleng – gelengkan kepalanya dengan ekspresi jahil.
“Sebenarnya aku ingin pulang pagi Liam. Sudah lama aku tidak ke club” kata Angel
“No… Angel… Nanti ayahmu marah kepadaku”jawab Liam serius
“Ah, biarkan Poppa dan Momma bingung sesekali. Anak gadisnya memberontak hahaha” Angel tertawa geli
“Kau tau Liam, seumur hidupku aku tidak pernah memberontak. Aku selalu menurut perkataan Poppa dan Momma. “ ucap Angel sambil berjalan cepat – cepat agar Liam tertinggal dibelakang dan susah untuk mengejarnya. Padahal panjang kaki Liam hampir 2x panjang kaki Angel. Sangat mudah bagi Liam untuk mengejar gadis mungil itu.
“Maka dari itu, kamu jangan memberontak sekarang Angel. Nanti ayah ibumu mengira aku yang mempengaruhimu. Please ayo kita pulang” Jawab Liam dengan muka memelas memohon kepada Angel.
Angel tersenyum jahil dan tetap berjalan cepat menuju kearah sebaliknya dari rumah.
“Angel… please… ayo kita kembali. Nanti ayahmu marah. Aku tidak mau kamu dimarahi ayahmu” Liam membujuk lagi. Angel tetap bergeming dan melanjutkan perjalanan. Liam putus asa dengan kelakuan Angel. Akhirnya dia mengejar Angel, dan menggenggam tangannya. Angel terkejut sehingga tersandung dan hampir jatuh kedepan. Liam buru – buru menangkap pinggang Angel untuk menarik Angel kearah sebaliknya. Tapi tarikan Liam terlalu kencang, karena bobot tubuh liam yang lebih besar dari Angel, Angel tersentak dan terjatuh menabrak Liam. Tubuh liam yang tidak siap menerima beban tubah Angel, akhirnya terbanting jalan, dan Angel mendarat diatasnya.
BRAKKKKK Angel terjatuh menduduki Liam yang telah telentang dijalan.
“Oh God… untuk orang semungil ini, kamu berat juga Angel” Ucap Liam sambil, tertawa dan terengah-engah
“Ya ampun Liam, maafkan aku. Apakah sakit? Sepertinya aku menduduki perutmu.” Apakah kau ingin muntah Liam?” Angel bertanya panik. Liam mengelus- elus kepalanya yang terantuk jalan.
“aku tidak bisa bangun Angel” kata Liam
“Oh God Maafkan aku Liam, Angel mulai menangis menyesali kecerobohannya. Apakah kepalamu sakit sekali.? Mana Handphone ku.. Ambulan.. aku harus menelpon Ambulan” Angel berkata panic
“Angel… aku tidak bisa bangun kalau kamu masih duduk di perutku” Liam berkata geli melihat kepanikan Angel. Angel tersadar akan perkataan Liam. Dia buru-buru bangun dan berjongkok disebelah Liam. Dia memegang kepala Liam. “Maafkan aku, aku lupa masih duduk dikepalamu. Dimana yang sakit Liam? Aku telepon Ambulance dulu ya,, jangn bergerak, kamu tidur dulu disini.” Angel meraba-raba saku coatnya. Da tidak bisa menemukan tepon selulernya.
“Handphone kuhilang, sepertinya terjatuh ketika aku jatuh tadi. Aku pinjam handphone mu Liam.” Angel masih mengoceh dengan panic. Liam menikmati kepanikan Angel. Dia tau HAndpohne nya Angel ada dibawah badannya. Dan handphonenya sendiri ada disakubelakang celanajeansnya. Jd Angel tidak bisa meraihnya.
“aah… kepalaku sakit sekali Angel..” Liam berpura-pura memegang kepalanya, dengan wajah meringis, dia memijat- mijat belakang kepalanya.
“Liam maafkan aku, hiks hiks” Angel terisak sambil memijat-mijat kepala liam dengan lembut. Dia membuka coatnya untuk dijadikan bantal kepala Liam.
“hei… apa yang kau lakukan… kepalaku tidak butuh bantal. Aku hanya butuh ambulan. Kalau kau menaruh bantal dikepalaku, maka leher ku akan semakin patah.” Liam benar-benar menikmati mengerjai Angel.
Angel menangis semakin kencang “Lehermu patah juga Liam? Huaa…. Huaaa…” tangi Angel menjadi – jadi. Angel masih mencari telepon selulernya sambil tangan yang satunya memijat kepala Liam. Tapi dia tidak bisa menemukannya. “Dimana telpon ku? Liam aku tidak bisa menelpon ambulance. Liam HAndphone ku hilang. Maafkan aku Liam” Angel menangis semakin kencang.air mata membasahi pipi merahnya. Dia sangat panic.
“Harusnya tadi aku menuruti perkataanmu Liam. Maafkan aku” Angel meratap. Liam membuat bola matanya keatas seperti orang tidak sadarkan diri. Angel yang melihat mata Liam segera berteriak. “Liam… jangan pergi, bertahanlah.. aku akan memanggil orang untuk menolongmu.. bertahanlah Liam..” Angel bangkit berdiri. Tepat ketika Angel udah berdiri tangan Liam meraih tangan Angel, dan Angel pun ambruk lagi ke atas tubuh Liam. Kali ini, bibir Angel mendarat tepat dibibir Liam. Angel yang terkejut tidak menyadari yang terjadi. Sepersekian detik waktu, Angel membuka matanya dan mendapati mata Liam tepat didepan matanya, dan bibir dia tepat berada diatas bibir Liam.
Bersambung ke chapter selanjutnya