Kota London dimalam hari sangat indah, lampu jalanan yang menghiasi gelapnya malam, menyinari sepanjang jalan. pohon-pohon disekitar meneteskan titik-titik air sisaan hujan sore tadi. Jalanan basah menciptakan bayangan kilau sinar yang indah. Angel dan Liam mulai menapaki blok demi blok ditengah kota. Mereka berjalan bersisian menyusuri kota. Udara malam itu sejuk dengan angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut Angel yang terurai. Liam memperhatikan gerakan anggun Angel berjalan. Gadis mungil ini sangat menarik perhatiannya. Dengan rambut coklat sepunggung, mata hijau tua, bibir tipis dan gigi kecil-kecil yang rapih. Rambutnya yang tertiup angin melambai-lambai seperti memanggil tangan Liam untuk mengelusnya. Liam menahan diri, dia tidak boleh melewati batas. Gadis ini bagaikan majikan untuk Liam. Angel merasa bahwa Liam memperhatikannya, jantungnya berdegup kencang, tapi dia berusaha terlihat biasa saja.
“Apakah ada daun yang gugur di kepalaku?” Tanya Angel basa basi agar Liam tidak merasa kikuk krn Angel memergokinya sedang menatap Angel.
“Oh iya…. Ini” jawab Liam sambil membuang sehelai daun yang rontok dari kepala Angel
“Thank you” Jawab Angel yang malah menjadi salah tingkah. “Kamu mau makan nachos tidak?” lanjut Angel lagi sambil menunjuk penjual Nachos dipinggir jalan.
“Boleh..” jawab Liam singkat
“Lets Go..” Angel berteriak sambil berlari-lari kecil kearah penjual Nachos. Tingkah Angel yang seperti anak kecil itu seringkali membuat Liam gemas. Liam tersenyum-senyum sendiri melihat Angel menghampiri penjual nachos. Setelah mereka membungkus nachos, mereka melanjutkan perjalanan lagi sambil mengemil nachos. Bungkus nachos dipegang oleh Liam, kadang-kadang ketika akan mengambil nachos, tangan mereka bersentuhan. Ketika tangannya bersentuhan, ada listrik yang terasa merayap di hati keduanya. Muka mereka sama-sama bersemu merah, namun keduanya pura-pura tidak terjadi apa-apa, mereka berjalan ke arah blok lain yang banyak penjaja makanan kaki lima yang menjual dagangannya. Tempat itu seperti surga makanan. Dari awal jalan sampai ujung jalan satunya dipenuhi makanan berwarna warni dan berbau harum. Mereka juga menyediakan meja dan kursi untuk para pembeli yang ingin makan disitu. Angel memilih penjual kebab. Kebab yang dijualnya berukuran jumbo. Besar-besar dan gendut. Sebelum memesan, Mereka mengambil meja paling ujung dan mengambil kursi berhadap-hadapan. Angel memilih satu kebab rekomendasi penjualnya dan meminta saos yang banyak,agar pedas. Liam memilih kebab yang lebih kecil, Angel pun protes karena Liam tidak memsan kebab yang sama dengannya.
“kenapa kamu memilih yang lebih kecil dari kebabku?” protes Angel sambil manyun
Liam tersenyum “kamu kan tahu, makan malamku hanya sedikit.”
“Tapi ini tidak adil Liam” Angel masih manyun “Pak punya tuan ini ditukar kebab yang sama seperti pesananku” tanpa kompromi Angel mengganti pesanan Liam
“Hei Miss Angel… kamu ingin membuat perutku buncit ya?” Liam ikut protes melihat pesanan Angel.
“Ahaha.. kita harus menikmati makanan yang sama Liam. Kamu tidak boleh curang ya” Angel tertawa melihat raut muka cemberut Liam
“Kamu tahu miss, aku tidak sempat berolah raga. Makanya aku mengurangi makan malamku.” Liam menjelaskan.
“yaa..yaa aku tau, aku tau.. tidak perlu dijelaskan. Yang harus kamu lakukan sekarang hanya makan Liam…” Angel keras kepala menyuruhnya makan
“Ahhh kenapa sih kamu masih saja memanggilku miss?” Angel protes lagi
“Aku sudah terbiasa miss” ucap Liam
“Lagipula kamu adalah nona yang paling aku hormati didunia ini. Jadi wajar aku tidak bisa memanggil namamu saja” lanjut Liam lagi
“Aku tidak mau menjawab kalau kamu masih memanggilku miss” Angel menjawab ketus
“Please Miss” kata Liam memohon dengan wajah jenaka
Angel hanya diam menggeleng-gelengkan kepala
“Miss Angel?” Liam menyentuh lengan Angel sekilas
Angel tetap bungkam. Malah dia sekarang membuang muka, tidak mau melihat kearah Liam.
Liam terlihat salah tingkah. “Miss Angel Please..” muka Liam mengiba
Angel diam seribu bahasa
“Baiklah,, Angel… bolehkan kita baikan lagi?” Tanya Liam menggoda
Angel tersenyum manis kepada Liam. “kau kumaafkan Tuan Liam” sahut Angel jahil
“Ah… kamu benar-benar keras kepala mis..hmm Angel” sambung Liam lagi
Penjaja makanan dating membawa kebab mereka. Karena melihat mereka seperti sedang bertengkar, kemudian ia menggoda mereka
“Apakah pacarmu suka ngambek tuan? Wanita memang susah ditebak kalau sedang lapar. Beri dia makanan yang enak seperti kebabku ini, maka dia akan tersenyum kembali kepadamu” kata penjual kebab kepada mereka
Angel dan Liam tersipu, mereka memang terlihat sangat cocok.
Angel menjawab asal kelakar penjual kebab tersebut. “yeah aku sangat lapar. Aku harap kebabmu benar-benar enak tuan. Tidak hanya promosimu saja”
“Pastinya miss.. silahkan menikmati” dia menjawab sambil mengedipkan sebelah matanye kepada Angel
“Maafkan aku Angel. Sepertinya penjual makanan itu salah paham melihat kelakuanku yang membuatmu marah” Liam berkata dengan nada tidak enak
“Hei Liam jangan merusak makan malamku. Aku sudah lama tidak bersantai seperti ini.ini jarang terjadi dihidupku.” Jawab Angel “eh ayo kita makan. Kita masih harus mencari kedai Milktea Boba nanti. Aku mau boba gelas paling besar” lanjut Angel lagi
“Angel, apakah kamu belum makan selama seminggu?” Tanya Liam gemas
“Ahahaha… Liam ayo makan. stop mengobrol” Angel menjawab sambil menggigit kebabnya.
Mereka menikmati makanan sambil mengobrol ringan. Liam ingin bertanya apa yang ingin dibicarakan oleh Angel, namun dia urung. Liam tidak sanggup mendengar kalau Angel menyuruhnya oergi dari kehidupan dia. Angel banyak bercerita awal mula mereka membangun took roti terebut sehingga menjadi terkenal seperti sekarang. Perjuangan mereka benar-benar dimulai dr nol. Dan idenya tercetus dari Angel. Laim semakin mengagumi kepintaran Angel. Wanita kecil dengan ide brillian. Liam takjub, bagaimana kepala kecil mungil itu bisa mempunyai jalan pikira-pikiran yanga hebat marketing penjualan yang hebat sehingga membuat took rotinya sukses besar.
“Apakah kamu dulu memang bersekolah dibagian marketing atau manajemen bisnis?” Tanya Liam takjub
“Yeah… aku kuliah di manajemen bisnis. Makanya aku memahami banyak hal. Sedangkan ilmu marketing aku dapatkan dari baca-baca saja. “ jawab Angel sekenanya.
“Oh begitu. Pantas saja kamu sangat bisa melihat peluang bisnis”
“yah begitulah Liam.. aku harus membantu ayahku. Aku tidak mungkin membiarkan dia bekerja keras di usia tuanya.” Jawab Angel lagi. “Ohya Liam, aku mau bertanya sesuatu padamu”
Jantung Liam terasa berhenti. Tiba juga hal yang ingin ditanyakan Angel. Semoga dia tidak menyuruhku menjauhinya piker lIam sedih
“Yes Angel.. kamu ingin berkata apa?” Tanya Liam dengan muka murung
Angel terlihat berpikir keras. “hmm aku harus memulai dari mana ya?” jawab Angel lagi
“Jadi begini Liam.. Apakah kamu merasa keberatan membantuku di tok setiap hari?” Tanya Angel hati-hati
“Tidak Angel. Demi Tuhan aku sangat senang bisa membantumu” Liam terdengar khawatir
“Really Liam?” Angel berkata dengan wajah takjub
“Yes Angel. Bahkan aku tidak tega melihat kamu bekerja sendirian di waktu siang. Aku sangat ingin membantumu, tapi kau tau, aku takut para pengunjung jijik melihat tunawisma sepertiku ada di toko rotimu” Liam berkata sedih
“Liam…. Jangan berkata seperti itu. Kamu tidak terlihat menjijikan.” Angel menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih. “Kamu tau, aku sudah meminta ayahku untuk menambah karyawan 1 lagi di untuk bagian dalam restoran. Tapi sampai sekarang ayah belum memnaggil satu pun yang sudah di intervienya.”
“Ohya? Apakah ayahmu tidak cocok dengan para pelamar yang datang?” Tanya Liam lagi
“Aku tidak tahu Liam. Ayah terlihat tidak suka dengan mereka. Kau tau, jika ayah menyukai seseorang, maka dia tidak akan membiarkan orang itu berlalu” jawab Angel lagi
“Oh I see… itu terlihat dari karakter di wajahnya” Liam berkata sambil berpikir
“liam…” Angel melanjutkan dengan hati-hati “Apakah kamu tertarik untuk bekerja di Toko kami?” Angel menahan napas dan mengeluarkannya dengan perlahan “Jangan salah sangka dulu Liam, aku bukan mau memanfaatkanmu.. aku hanya berfikir, mungkin lebih baik kau bekerja Bbersama kami, kau sudah tau pekerjaan apa saja yang harus dilakukan. Kau angat cekatan, kau jujur, kau juga bertanggung jawab. Jadi apa lagi yang kurang?” cerocos Angel buru-buru takut Liam tersinggung
Liam tidak menyangka akan pertanyaan Angel. Dia mengira Angel akan mengusirnya jauh-jauh dari kehidupan Angel.
“Angel… aku tak tahu harus berkata apa..” Mata Liam berkaca-kaca..
“Apakah aku menyinggungmu Liam?” Tanya Angel lagi
“No..No Angel… bukan begitu.. aku hanya tidak menyangka akan perkataanmu. Aku kira kamu akan mengusirku dari keluargamu Angel. Daritadi aku sudah sangat sedih mengingat kamu ingin membicarakan sesuatu. Kupikir kamu pastiingin mengusirku” Liam berkata sedih
“Tidak Liam… aku tidak mungkin melakukan itu. Kau tau, bahkan ketika kau ingin pergi dari toko saja aku melarangmu pergi. Bagaimana bisa aku mengusirmu…” jawab Angel Jujur
“hanya saja, hal ini belum di setujui oleh ayah, aku masih membujuknya. Tapi andaikan nanti ayah setuju, maukah kamu menyetujuinya juga Liam? Kamu bisa tinggal di garasi kita, gajimu bia kau simpan untuk tabunganmu. Nanti suatu saat kamu merasa bosan dan ingin mencari pekerjaan lain, kamu udah mempunyai jejak bekerja, dan akan lebih gampang untukmu mendapatkan pekerjaan lain nantinya” Angel menjelaskan
“Apakah kamu merasa kasian padku Angel” Tanya Liam dengan raut sedih
“No..no Liam… justru aku menawarkan ini karena aku takut kehilanganmu. Keluarga kami senang kau hadir didalam keluarga kami” jawab Angel tulus
“Apakah kamu yakin para tamu tidak akan jijik kepadaku?” Tanya Liam lagi “aku tidak mau kamu kehilangan pelanggan gara-gara aku Angel” Liam melanjutkan lagi
“Aku Yakin tamuku akan membludak Liam. Gadis-gasid akan mengantri untuk makan di resto kita. Kamu bisa aku jadikan maskot resto kita nanti” ucap Angel bergurau.
“Ah, ternyata itu tujuanmu Angel. Aku mengerti sekarang. Jadi kamu mau mengekploitasiku ya? Liam menyambut gurauan Angel
“Yah kamu tau, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui Liam” Angel tertawa
“Kamu memang gadis pintar Angel” jawab Liam lagi
“Apakah itu artinya YES?” Angel bertanay memastikan
“Yes absolutely.. aku akan melakukan apapun yang kamu mau Angel.” Liam menjawab dengan Mantap
Bersambung ke chapter berikutnya.