Mereka berdua sama – sama terkejut. Pipi mereka bersemu merah. Ketika sadar, Angel buru-buru memalingkan wajahnya dari Liam. Dia sangat malu karena kecerobohannya. Ahhh Damn!!! Kenapa aku seceroboh ini??? Pikir Angel gusar. Tubuh Liam wangi, ditambah bau maskulin dari krim aftershave di dagunya, jantung Angel berdetak kencang. Dia takut Liam bisa merasakan debaran dadanya. Liam sendiri juga tidak kalah salah tingkah, dia melamun sampai lupa bahwa Angel masih diatasnya. Rambut Angel yang wangi strawberry itu membuat dadanya berdebar keras. Angel tersadar akan keberadaannya, dia buru - buru berdiri dan merapihkan bajunya. Angel kikuk berdiri disebelah Liam yang masih diposisi tidur. Kemudian dia duduk lagi disebelah Liam. Liam yang juga salah tingkah langsung duduk juga ketika Angel berdiri. Melihat hal itu Angel menyadari sesuatu
“Apakah kepalamu sudah tidak sakit?” Tanya Angel
“Eh, oh, iya kepalaku nyeri sekali..” jawab Liam sambil memegang kepalanya lagi.
Angel memasang muka dingin. “Kamu tadi membohongiku ya Liam?”
“Tidak ini kepalaku sakit sekali” Liam langsung tiduran lagi dijalan
“Sudahlah.. stop mengerjaiku Liam” Angel merajuk
“Kepalaku sakit Angel, tolong aku” Ucap Liam sambil pura- pura meringis
“Liam, aku sudah tahu permainanmu. Jangan bergurau lagi. Tidak lucu” Angel menjawab ketus
Liam masih berusaha, sekarang dia memegang dadanya “Angel sepertinya tulang rusukku patah karena tadi kamu jatuh keatas ku.” Liam tetap memasang ekspresi meringis
Angel pura- pura melihat kearah yang ditunjuk Liam, dengan sikunya da menekan d**a Liam dengan sangat kencang “Nih, Biar benar- benar patah sekalian”
“Aaahhhhhh tulang rusukku makin sakit. Sepertinya kamu menghancurkan tulangku Angel” Liam menjerit sambil memegang tulang rusuknya.
Angel Panik lagi melihat Liam menjerit “Oh my God,,, im sorry Liam.. apakah aku menekannya terlalu keras? “ Angel memegang d**a Liam yang sakit.
Liam masih meringis, dadanya benar2 sakit, Angel benar- benar gadis mungil dengan tulang yang tajam dan tenaga yang kuat. “Ti..tidak apa- apa Ra..Angel, aku ba..baik saja..” Liam tergagap karena kesakitan. Raut wajah Angel berbah lagi menjadi cemas. “apakah sangat sakit? Aku tadi hanya ngin membalasmu” Ucap Angel dengan muka khawatir.
“Tapi untuk seorang yang kepala dan lehernya baik-baik saja bahkan setelah menghantam tanah, bukankah siku ku tidak ada apa- apanya?” Angel kembali sinis.
“Angel aku tadi hanya mengerjaimu sedikit.. Please jangan marah” Liam berkata sambil tetap meringis
“Kamu telah membalasku kan?” lanjut Liam lagi
“Tapi kamu jahat sekali Liam…” Angel mulai menangis lagi
“Huaaa… huaaa… kamu jahat sekali.aku pikir kamu benar-benar akan mati.. aku benar- benar membenci diriku sendiri karena tidak mendengar ucapanmu. Aku benar-benar takut tadi.. bagaimana kalau kamu benar-benar mati. Karena kamu bilang lehermu juga patah. Aku kira kamu geger otak dan mengalami cedera leher. Aku mau menelepon ambulan tapi tidak tau handphone ku ada dimana. kamu jahat sekali… Huaaa… huaaa.. “ Angel menyerocos sambil menangis seperti anak kecil
Liam tersenyum gemas. “kamu tau, aku senang melihat kamu begitu perhatian padaku, makanya aku membiarkanmu kebingungan..."
“Apa salahku Liam sampai kamu tega mengerjaiku??” Angel protes
“Tidak ada yang salah. Aku hanya senang diperhatikan oleh kamu Angel” Liam berkata tulus
Angel terus menangis seperti anak kecil “Aku kan selalu memperhatikanmu Liam. Tapi kenapa kamu tega sekali, aku kan tidak pernah mengerjaimu huaaa….huaaa”
Liam terkekeh… dia memeluk pundak Angel, “Sudah.. sudah.. maafkan aku yaa…mau tidak memaafkan aku?” Liam berkata dengan nada manis
Angel menangis tersedu- sedu dipelukan Liam… “Aku pikir aku akan kehilanganmu. Aku bodoh sekali, aku ceroboh sekali, aku benar – benar takut.. Kamu benar – benar membuatku panik”
“Sshhh… sshhh… sudah.. sudah… aku yang salah.. maafkan aku ya?? Maukah kamu memaafkan ku? Please????” Liam berkata dengan nada memohon kepada Angel.
Angel belum puas menangis, jadi dia tidak mau memaafkan Liam. Karena dia hanya ingin menangis saja untuk saat ini “tidak.. aku tidak akan pernah memaafkanmu.. huaa huaa” Jawab Angel masih tetap menangis meraung – raung
Liam tertawa geli melihat tingkah laku Angel yang seperti anak kecil, “Sudah..sudah… malu dilihat orang.. dikira orang lain, aku membuatmu menangis”
“IYAAA… memang kamu yang membuatku menangis…Biarkan semua orang tahu bahwa kamu yang membuat ku menangis” Angelberteriak- teriak didalam pelukan Liam. Angel tidak membalas pelukan Liam, dia masih bingung dengan perasaannya dan perasaan Liam terhadapnya. Dia takut mereka akan canggung keesokan harinya. Atau dia takut dia akan mempunyai rasa yang lebih terhadap Liam, tapi Liam hanya biaa saja terhadapnya. Karena hubungan mereka pasti akan rumit. Status Liam pasti akan diungkit-ungkit oleh ayah dan ibunya. Belum lagi mereka akan tinggal serumah walaupun Liam di garasi, dan terpisah jauh dengan ruangan kamarnya. Hal itu akan membuat mereka canggung. Keadaan seperti ini lebih baik, Angel tidak akan melewati batas itu. Hubungan mereka berdua tidak boleh jadi canggung dan rumit. Angel tidak mau kehilangan Liam.
“Kamu memang yang membuatku menangis Liam.. kamu tidak tahu ya? Jantungku hampir copot gara - gara kamu. Aku panic sekali tadi. “ Angel mengulangi lagi perkataannya
Liam melepas pelukannya, kemudian dia menatap wajah Angel, wajahnya dan Angel berhadap- hadapan sekarang. Liam memegang lembut pipi Angel dengan kedua telapak tangannya, “Hei Angel… gadis mungil yang berhati lembut dan baik, terimakasih sudah memperhatikanku selama ini. Yang terjadi hari ini, benera- benar membuka mataku, bahwa kamu memang seorang gadis penyayang. “ Liam berkata dengan lembut
Angel bisa merasakan napas Liam di wajahnya.. napasnya sejuk dan wangi. Angel menyukai segalanya tentang pria ini. Angel merasakan ada sesuatu yang hangat mengalir di hatinya. Pria ini telah membuatnya jatuh hati. Napas Liam semakin dekat ke wajahnya. Angel merasa wajahnya semakin panas. Angel berhenti menangis, Liam telah menghapus air matanya. Wajah Liam hanya beberapa inch dari wajah Angel. Liam mendekatkan bibirnya menuju bibir Angel, belum sampai ke bibir Angel, Liam berhentti dan terlihat seperti berpikir keras, kemudian dia menjauhkan kembali wajahnya dari Angel. Wajah mereka berdua benar- benar merah. Terasa ada aura panas diantara mereka berdua. Angel menelan ludah. Pikirannya kosong. dia tidak bisa berpikir apapun, dia hanya menolehkan wajahnya ke kiri. Sambil mengelap airmatanya lagi, Angel diam seribu bahasa.
Liam mengutuk dirinya sendiri. Damn Liam. Apa yang kau lakukan??bagaimana kalau dia membencimu gara – gara hal ini? Ah kau bodoh sekali Liam!!! Liam terus menerus membenci dirinya sendiri.. bagaimana dia bisa lepas control begitu? Selama ini Liam sudah menahan rasanya kepada Angel. Kenapa sekarang dia kelepasan? Liam tau dia telah lama jatuh cinta pada Angel. Tapi Angel itu adalah majikannya. Dia tak akan teraih oleh Liam. Dia cukup tahu diri untuk tidak berharap lebih pada Angel. Apa yang akan dikatakan oleh ayah ibu Angel? Mereka pasti akan mengusirku jauh-jauh dari Angel. Ah aku tidak bisa membayangkan itu terjadi. Bisa berada di sekitar Angel saja aku harusnya sudah bersyukur. Tidak pantas bagiku untuk mendapatkan hati Angel. Liam berpikir dengan sedih.
Liam membantu Angel berdiri. “Apakah kamu baik- baik aja Angel?” Tanya Liam
“Yeah.. air mataku sudah habis. Kamu lelaki jahat Liam” Kata Angel
“Angel, jangan mendendam padaku.. aku minta maaf ya… “ Liam mengelus pipi kiri Angel dengan punggung tangan kanannya. Wajah Angel masih terlihat sedih.Liam bertanya-tanya, apakah Angel terlihat sedih karena tadi Liam tidak jd menciumnya? Atau apakah Angel terlihat sedih karena Liam tadi hampir menciumnya? Liam menggeleng- gelengkan kepalanya membuang pikiran itu jauh- jauh. Angel memperhatikan yang dilakukan Liam.
“Ada apa Liam?” Tanya Angel.
“Nope, hanya saja aku membenci diriku sendiri tadi, aku hampir melewati batas.maafkan aku lagi ya Angel. Kamu boleh membenci dan mangusirku. “ jawab Liam sedih
“Kenapa aku harus mengusirmu? Nanti tidak ada orang yang membantuky membersihkan restoran lagi. Kamu pikir aku bodoh, kehilangan seorang pria kuat yang bisa mengangkat 2 nampan roti sekaligus?” Angel menjawab sinis
Liam tertawa, “Ha ha ha.. dari awal kamu memang mengincar tenagaku kan boss?” Liam menggoda Angel
“Kau tunggulah pembalasanku nanti Liam. Aku akan membalaskan dendamku dengan kejam terhadapmu. Tunggulah.. tunggulahhh” Angel berkata lagi
“Baik Bos.. aku akan setia selalu menunggumu… “ jawab Liam memberikan jawaban ambigu kepada Angel.
Angel yang pintar, mengerti maksud pernyataan Liam. Namun dia tidak merespon. Karena sebaiknya hubungan mereka sementara tidak lebih dekat daripada sekarang.
“Baiklah.. ayo kita pulang sekarang… whattt sudah jam 2 Liam. Poppa pasti akan mengomeliku besok pagiii… gawaattt” Angel menjawab dengan berpura-pura mengabaikan pernyataan Liam tadi
“Baiklah Angel, come on…” Liam menggenggam tangan Angel dengan lembut, Angel menyambut tangan Liam dengan hangat. Dan dengan bergandengan tangan erat, mereka berjalan kearah rumah Angel. Kabut sudah turun menyelimuti Kota London yang sedang terlelap. Suasana damai terasa sampai kehati dua muda mudi yang sedang bingung dengan perasaan mereka masing- masing. Mereka mempererat Coat masing-masing, udara dingin sudah mulai menusuk tulang mereka. Perjalanan ke rumah terasa sangat cepat. Mereka berdua ingin menghentikan waktu untuk menikmati kebersamaan mereka saat ini. Kebersamaan yang terlarang, Kebersamaan yang akan ditentang oleh banyak orang. Kebersamaan yang sangat mereka inginkan.
Bersambung ke chapter berikutnya