72

1538 Kata
Jantung Amber berdetak kencang, melihat kalung yang terpasang di lehernya. Terlebih dengan semua sentuhan dan gesekan kulit tangan Arthur ke kulit lehernya. Seperti memancing adrenalin di d**a Amber. Ada apa dengan Arthur? Mengapa sangat sulit untuk mengabaikan dia? Apa yang dia inginkan dariku? Apakah ini hanya perasaanku saja? Tapi kalung ini buat apa? Tidak mungkin kan dia memberikan kalung semahal ini untuk semua wanita? apakah aku terlalu percaya diri? Tapi aku yakin dia mempunyai perasaan tertentu untukku. Apakah salah? Segala pertanyaan berkecamuk di dalam pikiran Amber. Dia bingung harus berlaku bagaimana terhadap Arthur. Perlukah bersikap seakan-akan dia istimewa? Tapi bagaimana dengan Alan kalau aku mengistimewakan dia? Atau kalau aku biasa saja apakah dia akan merasa tersinggung? Semua pertanyaan membingungkan itu tidak ada jawabannya. Amber paasrah dengan kondisi. “Kamu sepertinya banyak pikiran Amber?” Tanya Arthur “Apakah kamu sedang memikirkan mau menjual kalung itu?” Arthur berkelakar “ha… ha… haa… kau memberiku ide bagus Arthur… benar- benar ide yang bagus. Kau memang pebisnis sejati.. ha. Ha.. ha..” Amber tertawa terbahak- bahak Arthur cemberut mendengar gurauan Amber. “Aku membelikan itu dengan sepenuh hati. Bisa- bisanya kamu benar- enar berpikir ingin menjualnya” Arthur manyun mendengar Amber tertawa lepas. “Arthur, ini kalung pemberianmu, tidak akan pernah aku buang. Mungkin tidak aku pakai tiap hari, tapi jika ada kesempatan bagus pasti akan aku kenakan. Kamu tidak perlu khawatir. untuk menjual kalung ini aku akan mempertaruhkan nyawaku” Amber berkelakar lagi “Benar yaa? Kamu harus berjanji padaku..” Tanya Arthur lagi. “Iyaa.. iyaaa aku berjanji… “ Jawab Amber lagi “Terimakasih Amber..” Jawab Arthur. Hanya dengan kau menerima kalung ini saja aku sudah bahagia. Paling tidak pengorbananku tidak sia-sia.” Lanjut Arthur lagi “Aku yang seharusnya mengucapkan terimakasih Arthur. Kalung ini sangat mahal. Harusnya kau tidak memberikan ini kepadaku. Ini terlalu mahal. Seharusnya ini untuk seseorang yang istimewa. “ Amber berkata “Kamu adalah wanita istimewa untukku Amber” jawab Arthur Jantung Amber kembali berdesir. Kata- kata Arthur selalu memabukkan Amber. Arthur memang lelaki sejati yang pintar mencuri hati wanita. setelah menata jantungnya Amber menjawab “Arth, aku tidak istimewa, aku hanya menemanimu dan mendengarkan keluh kesahmu mengenai persidangan. Hal itu bisa dilakukan oleh semua orang” jawab Amber sambil tersenyum “Jadi aku tidak istimewa untukmu Amber” Arthur bertanya dengan muka sedih “Arthur kamu adalah anak bos ku. Tidak mungkin kamu tidak istimewa” Jawab Amber dengan senyum manisnya “Hanya sebagai anak bosmu? Kamu tidak merasa hal lain?” Tanya Arthur lagi denganraut muka sedih Jantung Amber terasa berhenti berdetak. Dia tidak siap menjawab ini. Bagaimana dengan Alan? Dia masih punya Alan.. dia tidak boleh mengabaikan Alan, walaubagaimanapun kehidupan dia selama ini selalu bersama Alan. Alan sangat menyayanginya. Amber tidak bisa melakukan ini kepada Alan. Ini tidak benar “Arthur, kamu pasti punya pacar kan? Tidak mungkin pria sesukses dan setampan kamu tidak punya pacar.” Amber menjawab membalikkan keadaan Melihat Arthur diam saja, amber tdak mau memperpanjang. Dia tidak mau membahas ini lebih jauh lagi. Karena dia tidak siap dengan pertanyaan Arthur nanti. “By the way Arth… aku baru ingat, Jadi kalung satunya untuk siapa Arth? Untuk Nyonya Axton kah?” Tanya Amber langsung mengalihkan topic sebelum Arthur menodongnya dengan pertanyaan- pertanyaan lain lagi. “Ohh yang ini?? Aku baru mau mendiskusikan ini denganmu.” Jawab Arthur “ Hah ? mendiskusikan denganku ? aku tidak salah dengarkah ? “ Tanya Amber bingung “Iyaa.. aku harus mendiskusikan ini denganmu..idak bisa percaya kepad siapapun lagi amber. Hanya kau orang yang bisa aku percaya sekarang.” Jawab Arthur “Aku merasa terhormat Arth.. tapi kau punya pengacaramu dan ada Mrs Axton juga. Kenapa kau malah bertanya padaku?” Amber masih tak percaya “Kau tau, aku tidak bs mempercayai pengacaraku… mereka aneh. Aku merasa mereka tidak sepenuhnya membelaku, Kau lihat sendirikan selama persidangan kemaren? Dia hanya diam. Dia tidak membelaku sedikitpun” Arthur berkata dengan wajah heran. “ mereka memang terlihat aneh. Apa kau tidak ingin mengganti team pengacara lain? “ Tanya Amber “ Aku tidak enak pada ibuku Amber. Dialah yang bersusah payah mencari pengacara untukku” jawab Arthur pelan “ Tapi kalau kau merasa dia memang tidak kompeten, lebih baik kau ganti saja. Masa depanmu ada ditangan mereka Arth” Amber memberi saran “iya.. kamu benar.. nanti kita diskusikan lagi mengenai masalah ini. Untuk saat ini persidangan balum terlalu krusial. Karena masih bukti- bukti dari pihak penuntut. Nanti ketika saatnya kita menyerang, aku akan menggantinya. Kamu bantu aku mencarikan pengacara yang bagus ya..” Pinta Arthur “Pastinya Arth.. aku ingin kamu tidak main- main dengan memilih pengacara ini. Karena ini adalah hidup mati kamu dan keluargamu. Kalau kamu sampai kalah dan harus mendekam dipenjara, siapa yang akan meneruskan bisnis keluarga kalian?” Amber menyerocos “Benar Amber. Aku pasti akan mengikuti nasehatmu.” Arthur menjawab patuh “Jadi … bagaimana nasib kalung yang satunya ini? Kau ingin mendiskudikan apa?” Tanya Amber “Ohya,, aku ingin memberikan kalung ini kepada Hakim Mott.. bagaimana menurutmu?” Arthur balik bertanya “Apaaa? Kamu mau memberi kalung seharga setengah milyar ini kepada siapa??? Aku tidak salah dengar??” Amber terkejut. Matanya terbelalak sampai hampir keluar dari rongga mata “Ssstttt Amber jangan berteriak… ssttt nanti terdengar oleh orang lain…” Arthur menjawab dengan pelan “ Kamu yakin ingin memberikan kalung harga setengah milyar ini kepada Vanessa Mott?? Ini tidak bijak Arth…” ucap Amber “ Yess.. aku ingin dia memperhatikanku Amber” Arthur menjawab dengan putus asa. “Kau tau, aku lelah dengan segala siding ini… aku ingin segera menyudahi dengan hasil yang baik. Makanya aku ingin dia menerima pemberianku dan mengingat kepadaku.” Ucap Arthur dengan nada muram “Aku tau maksudmu Arthur… But it Isnt worth anyway….kamu hanya akan membuang- buang uang” Amber menasehati “Hakim Mott adalah hakim yang sangat tegas. Dia tidak bisa didekati oleh siapapun kau tau?” Amber menjelaskan “Kau tau banyak tentang dia Amber.” Ucap Arthur Takjub Dia bahkan pantang meminum minuman dari luar selain dari kantornya. Misalnya seperti minuman kemasan, minuman kaleng, dan lain- lain. Kau tau kenapa? Karena dia takut itu adalah minuman pemberian orang.” Dia menjaga dirinya sampai seperti itu Arthur. “ Terang Amber lagi. “Kau benar- benar tau banyak Amber” Arthur menjawab masih dengan nada takjub “ya aku banyak mendengar tentang dia. Kau Tau, mantan atasan ku banyak yang berkasus. Dan dia sering menjadi Hakim pada kasus- kasus perusahaan. Ya karena itu.. karena dia tidak bisa disuap” jawab Amber lagi “Jadi apakah sebaiknya aku berikan kepada hakim Sue saja?” Tanya Arthur “ Sia- sia Arthur. Suzy Sue hanya mengikuti keputusan dari Vanesa Mott” mereka tak terpisahkan. “ Terang Amber. “Jadi aku harus bagaimana?” Tanya Arthur pasrah “Lagipula jika kau benar-benar memberikan kalung tersebut kepada salah satu hakim- hakim itu, maka mereka bisa mengira kasus mu benar. Bahwa kamu menyuap untuk memenangkan tender itu. Jadi lupakan ide memberikan sesuatu kepada Hakim atau Jaksa” Amber melanjutkan “Tapi niatku bukan untuk menyuap Amber.” Arthur membela diri “Aku tau maksudmu. Tapi mereka tidak paham Arth.. dan ini hanya akan membuatmu terlihat makin bersalah” tutur Amber “Apakah aku simpan untuk nanti saja pada saat banding? Aku berikan kepada kepala penjara? Agar dia mau membebaskan aku?” Tanya Arthur “Arth, kamu jangan merasa akan kalah dulu. Kita harus berjuang dulu sekuat tenaga kita, jika kita sudah melakukan yang terbaik, namun tetap kalah, baru kita pikirkan langkah lain. Kau mengerti kan maksudku? Aku yakin pasti ada celah Arth..tidak mungkin semua jalan akan Deadlock.. pasti kita akan menemukan jalan lain. Kamu jangan menyerah dulu. Oke? Aku akan menghubungi teman- teman pengacaraku nanti. Kapan kamu ada waktu kita adakan meeting saja agar kamu bisa menilai langsung dan melihat portfolionya mereka. Amber menyerocos lagi “Jadi aku berkan kepada siapa inii Amber? Kau tau kan harganya sangat mahal. Sia- sia jika tidak kita berikan sesuai fungsinya.” Arthur berkeras “Apa sebaiknya kita berikan kepada jaksa saja agar dia tidak terlalukejam menuntut ku?” Lanjut Arthur lagi “Kau tau kenapa negara memilih Mr Dawson sebagai Jaksa? Karena dia dan hakim Mott itu adalah duet maut. Mereka tidak bisa di Suap. Mereka sangat anti pada sogok menyogok.jadi tidak usah nuang- buang uangmu. Malah nanti akan berbalik kepadmu sendiri Arth…” Terang Amber lg “ Ah aku benci persidangan ini.”Ucap Arthur fruustasi “ Sabar Arth.. semua pasti ada jalan keluarnya. Kau tidak berpikir sendirian Arth.. aku pasti akan selalu membantumu. “ Janji Amber “Lebih baik kalung ini kau simpan dulu, siapa tau bisa kau berikan kepada Mrs Axton atau untuk pacarmu. tidak usah buang-buang uang untuk Hakim Mott dan jaksa Dawson.” Amber mengulang saran yang tadi untuk Arthur “Baiklah kalau begitu kau saja yang simpan kalung itu Amber.” Pinta Arthur kepada Amber “Ohh No.. Kenapa harus aku.. aku tidak mau. Takut hilang” Amber menak permintaan Arthur “Please Amber.tidka mungkin kutitipkan kepada Ibu. Kau lah orang yang sangat tepat untuk menyimpan kalung ini. > > > > > Bersambung < < < < <
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN