73

1682 Kata
Amber dan Arthur keluar dari restoran mewah itu. Dengan segala bujuk rayunya Arthur, akhirnya Amber menyetujui untuk menyimpan kalung tersebut dirumahnya.. dengan menenteng tas perhiasan dan menggandeng Amber, Arthur berjalan turun dari lift dan menuju lobby pusat perbelanjaan tersebut “ Apakah kau ada tujuan lain?” Tanya Arthur “ Harusnya aku yang bertanya Arth… kau kan yang membuat planning kesini, kalau aku kan hanya Followers.. jadi tidak punya rencana ” Jawab Amber “ Mungkin ada sesuatu yang ingin kau beli, mumpung kita sedang di Mall.” Arthur menjawab dengan bijak “ Kau kan jarang punya waktu libur ” Lanjut Arthur lagi “ Oh iya yaa.. benar juga.. “ Amber tampak berfikir “ Apakah kau tidak apa- apa? Kau punya waktu kah?” Tanya Amber “ Aku akan berikan semua waktu didunia ini untukmu Amber” Jawab Arthur Amber tersipu, dia ingat diaingin berbelanja bulanan karena dia tidak sempat. Semua peralatan mandinya habis. “ Sebenarnya aku ingin berbelanja bulanan. Semua peralatan mandiku habis. Tapi kamu pasti akan bosan menungguku. Apa kamu tinggalkan saja aku disini? Nanti aku bisa pulang sendiri” Amber berkata “ No.. Noo.. pantang bagiku meninggalkan wanita ditengah jalan. Kalau kamu pergi aku jemput, maka kamu pulang pun harus aku antarkan sampai kedepan pintu rumah.” Arthur berkata tegas “Tidak…. Lebih baik kamu pulang saja, aku pasti akan lama.” Amber berkeras “ Aku akan sabar menunggumu, malah aku akan membantumu berbelanja. Kau tau? Aku teman belanja yang hebat” Ucap Arthur membanggakan diri. Amber benar- benar tidak habis pikir, kenapa Arthur ekarang sering sekali menghabiskan waktu Bersama dengannya. Apakah dia tidak punya teman? Atau tidak punya pacar? Atau kesibukan lainnya?. Apakah dia sesuka itu padaku? Ah tidak mungkin dia menyukaiku. Ini pasti karenadia tidak punya teman. Batin Amber “ Kamu yakin tidak apa- apa?” Tanya Amber dengan bingung “Yes Im Fine!” jawab Arthur “ Apakah kamu tidak ada kegiatan lain? Pergi berama pacarmu misalnya?” Tanya Amber lagi “ Amber, kenapa kau harus mempersulit semuanya? Aku punya waktu untukmu. Apakah tidak cukup?” Tanya Arthur lelah “Bukan mempersulit Arth… aku hanya tidak ingin kamu merasamembuang- buang waktu berhargamu hanya untuk sekedar menemaniku berbelanja.. hello..para lelaki membenci perempuang yang sedang berbelanja. Karena mereka lama” Amber menjelaskan “Amber… it is just enough with…Im fine. Clear? “ Arthur menjawab tanpa basa basi “ Oke Arth… Lets go” Jawab Amber tidak mau memperpanjang Mereka berjalan kearah swalayan. Tempatnya terletak di lantai paling bawah Mall tersebut. Arthur tetap menggandeng tangan Amber. Kadang- kadang dia menggengam tangannya. Gerakan Arthur yang cukup berirama memberi dampak pada tubuh amber. Jantungnya berdesir, semua sentuhan Arthur bagaikan morfin di tubuh Amber. Dan Arthur terlihat sengaja terus memberikan sentuhan- sentuhan tersebut pada Amber. Amber buru- buru mengambil trolly, agar tak perlu menggandeng tangan Arthur lagi, dia berjalan didepan Arthur, mengambil barang- barang yang dia butuhkan, shampoo, sabun, conditioner, pasta gigi, ikat gigi, semua kebutuhan dia ehari- hari. Dia harus menyetoknya selama sebulan. Arthur mengikutinya dengan sabar, dia mengambil alih trolly belanjaan, agar Amber bisa leluasa bergerak kesana sini. Setelah selesai di bagian perawatan tubuh, Amber berjalan ke bagian makanan, dia mengambil beberapa cemilan, s**u untuk tulang dan juga mengambil beberapa batang coklat- coklat kesukaannya “ Kamu suka coklat? “ Tanya Arthur “ Yup… its made up my day “ ucap Amber “ Kalau sedang strees, makan coklat menghilangkan kekalutan” Lanjut Amber lagi. “ Aku punya banyak coklat Swiss dirumah. Apakah kamu mau? Terakhir aku ke Swiss aku membeli banyak coklat untuk di bagi- bagikan.” Arthur menjelaskan “ Ahh kamu baik sekali Arth.. Aku suka coklat Swiss.. nanti kalau kita ada rencana bertemu boleh lah kamu bawakan coklatnya” Jawab Amber “ Pastinya Amber. Aku akan membawakanmu coklat satu box nanti. Hati- hati dengan gula darahmu ya..” “ Jangan kasih aku 1 box, cukup beberapa batang saja. kau tau, aku tidak bisa berhenti makan coklat jika melihat ada stok coklat banyak ” Amber berkata serius “Baiklah kalau begitu akan kuberikan 1 batang coklat untukmu setiap kita bertemu. Maka itu artinya aku harus bertemu denganmu setiap hari, agar aku bisa memberikanmu coklat setiap hari.” Ujar Arthur “ sepertinya kau senang sekali menambah pekerjaanmu Arthur. Pekerjaan tanpa bayaran.” Sindir Amber “ Aku kan sudah bilang, akanku berikan semua waktu yang ada didunia ini untukmu Amber ” Arthur memasang muka serius “ aku lihat lama- lama kamu semakin pintar menggombal Arth. Apakah kau melakukan ini kepada semua wanita? “ Sindir Amber lagi “ Amber hatiku terluka jika kau menganggapku buaya..” Arthur terlihat sedih “ Arthur.. im sorry Okay? aku hanya bercanda “ Amber berkata lagi “ Apakah ada lagi yang mau kamu beli? “ Tanya Arthur mencoba mengalihkan topik. “ Arth, apakah kamu bosan? “ Tanya Amber lagi “ Tidak… kamu belanja saja dengan tenang. Aku senang menemani kamu berbelanja” jawab Arthur “ Aku ingin mengambil bahan- bahan masakan. Seperti daging, ikan dan lain lain. Apakah kamu keberatan? aku rasa sebentar lagi aku selesai” Amber berkata “ Tidak.. takeyour time Amber… sekalian kamu belanja untk memasakkan ku masakanmu ya..” Arthur menagih janjinya “ Sure Boss” Jawab Amber singkat. Amber melanjutkan kembali kegiatannya berbelanja, dia sibuk dengan dirinya sendiri dan lupa Arthur terus mengekorinya dengan sabar. Arthur melihat Amber dengan seksama. Wanita ini benar- benar membuatnya penasaran. Hanya saja hatinya bergejolak setiap kali memikirkan Kimberly. Wanita yang sudah dipacarinya selama 5 bulan terakhir. Dia seperti ingin memeluk Amber, tapi dihatinya kadang terbersit bayangan Kimberly. Kimberly wanita sempurna. Tidak ada kekurangan padanya, hanya saja Kimberly tidak bisa menghapus keresahannya tentang persidangan. Berbanding terbalik dengan Amber, Amber wanita yang jauh lebih sempurna dengan kehadirannya yang mengangkat beban- bebannya akan persidangan. Itulah yang membuat Arthur sangat mendambakan Amber. Hanya saja langkahnyatertahan oleh Kimberly. Dan dia melihat Amber pun menahan langkahnya. Sepertinya dia mempunyai seseorang juga. Atau dia ingin memastikan Arthur tidak mempunyai orang lain. Arthur mengambil keputussan untuk tidak bertanya apapun mengenai masalaha hubungan mereka kepada Amber. Karena dia tidak siap menjawab akan kehadiran Kimberly dihatinya. Arthur terus menatap Amber, bisakah satu hati memiliki 2 cinta? Batinnya. Arthur memilih mengabaikan lagi semua pikiran- pikiran itu. Sekarang hanya… menikmati waktu bersamanya sebanyak- banyaknya sebelum dia menolakku batin Arthur lagi “ Apakah kamu suka ikan Arth? “ Tanya Amber membuyarkan lamunan Arthur “ Yeah,,kau tau aku suka seafood “ jawab Arthur “ Baiklah menu kita selanjutnya adalah Steak Slamon saos Lemon by Chef Amber “ ucap Amber dengan bertolak pinggang “ Hari apakita akan mencoba masakanmu?” Tanya Arthur “ Ketika kamu tidak sibuk saja “ Jawab Amber “ Aku tidak sibuk mala mini” kata Arthur lagi “ Malam ini?? Kamu tidak bosan menghabiskan waktumu seharian denganku? Sekarang mau menambah semalaman lagi?” Tanya Amber “ Apa kau mau menghabiskan waktu semalaman dengan ku Amber? “ Arthur bertanya serius. Wajah Amber memerah. Dia salah bertanya. “ Maksud ku, kita sudah seharian ini Bersama. Apakah kamu tidak bosan jika mala mini juga masih Bersama denganku? ” Amber bertanya hati- hati. Takut salah ucap lagi “ Aku tidak keberatan menghabiskan waktu, sehari, semalam, seminggu, sebulan, setahun 2 tahun dan seterusnya denganmu” Jawab Arthur lagi “ Kau memang banyak bercanda Tuan Arthur. Kamu harus lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengacaramu saat ini.” Jawab Amber “ Amber Please hari ini terasa sanggat indah bagiku, jangan kau inggatkan tentang Mr Gilbert sialan itu lagi. Itu merusak hariku. “ tutur Arthur “ Uppss Sorry Arthur, maksudku pengacara barumu nanti. Kita harus segera menendang Mr Gilbert Arth…” jawab Amber serius “ Yeah kamu benar… kamu berjanji padaku untuk mencarikan ku pengacara.” Arthur menagih janjinya “ yeah pasti, aku akan bertanya kepada teman- teman Jaksa dan teman- teman polisiku nanti, siapakah pengacara yang bisa menanggapi Jaksa Dawson dan Hakim Mott. Aku yakin kasus mu ini pasti ada jalan keluarnya. Setidaknya kalau tidak bisa dibuktikan tidak bersalah, tapi bisa dijadkan bahwa ini bukan kejahatan serius. Kita giring menjadi kejahtan untuk hajat hidup orang banyak. “ Yes… kamu benar… “ Arthur mengangguk. Dia mengakui kecerdasan Amber. Dia memang bukan orang biasa “ Apkah kita jadi makan steak salmon malam ini? “ “ As Your Wish Sir…” jawab Amber lagi “ Thaank Goooood…” Arthur berteriak senang “ Sshhhh Arth.. semua orang bisa mendengarmu. “ Amber berbisik di kuping Arthur Arthur terkekeh… ” aku bahagia Amber. Tidak bisakah kau lihat kebahagiaanku?” Tanya Arthur “ Ah, kamu selalu mengada- ada. “ jawab Amber sambil berlalu meninggalkan Arthur untuk mengambil Salmon dan teman- temannya. “ eh Arth, tapi jangan di apartemen ku ya? Karena Apartmentku terlalu kecil. Dan berantakan. Aku malu” Ucap Amber “ Jadi mau di rumahku? Boleh saja. Aku punya banyakkoleksi champagne klasik. Kita buka botol nanti yaa.. “ Jawab Arthur “ Baiklah… tapi sebaiknya kita ke apartemenku dulu ya? Untuk drop barang? Bagaimana?” Tanya MAber “ As your wish Ma’am…” Jawab Arthur “ Baiklah, ayo.. aku sudah selesai….” seru Amber “ Ayo kita bayar…” ucap Arthur lagi. Mereka berjalan menuju kasir. Antrian panjang terlihat disana. Arthur dan Amber mengambil line Antrian yang terpendek. “ Harusnya tadi aku mengantri duluanya..” Arthur berkata “ Tidak apa- apa… kita nikmati saja” Jawab Amber bijaksana “ Kau memang wanita bijak “ Arthur terenyum sambil mengelus pipi Amber. Wajah amber langsung berubah merah. Damn kau wajah, berhentilah memerah pleaseeee batin Amber. Untu menghindari Arthur melihat wajah merahnya Amber segera pergi untuk mengambil air mineral. Dia mengambil 2, satu untuknya dan satu untu Arthur. Dia memberikan botol air Arthur, namun Arthur mengambil botol airny dan membukakan untuk amber. “ Agar tanganmu tidak merah Amber “ kata Arthur. “ Thank you Arth… “ Amber menjawab sambil meneguk minumannya Mereka tetap berada di Line antrian. Antrian seperti ular tampak hampir berakhir. Ketika gilirannya tiba, setelah mengeluarkan seluruh belanjaan, dan kasir memindai barang- barang belanjaan. Sebelum Amber sempat mengeluarkan kartunya, Arthur telah terlebih dulu membayar semua belanjaannya. = = = = = Bersambung = = = = =
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN