76

1693 Kata
Amber masih melanjutkan kesibukannya membuat steak salmon untuknya dan Arthur. Arthur membantunya sambil lebih banyak memperhatikan dan mengagumi kecantikan Amber. Arthur menumis wortel, buncis dan jagung dengan butter dan bawang bombay. Dia menambah kan sedikit garam dan merica kedalam tumisan sayurannya. Setelah beberapa saat Arthur mematikan kompornya dan mewadahi masakannya ke dalam mangkok besar. Kemudian dia mengambil piring- piring dari lemari dan pisau garpu. Amber masih berkutat dengan panggangannya. Sambil memanggang dia juga menggoreng kentang. Setelah kentang matang, dia meniriskannya dan mewadahibya kedalam mangkok besar. Steak salmon sudah matang, " Arthur bisakah kau menolongku mengangkat steaknya.. Aku sedang menggoreng kentang nih " ucap Amber kepada Arthur " ouch, okay baiklah Amber " Arthur mengambil steak dan menempatkannya di piring besar. Masakan mereka sudah jadi dan sudah tersaji di meja bar. Amber menata masakannya di dalam piring yang sudah diambil dan disediakan Arthur di atas meja. Amber mengambil steak salmon perpiring 2 potong dan menaruh sayuran tumis serta kentang goreng didalam piringnya. Steak salmon masih ada sisa 2 potong lagi. " sepertinya aku memangganganya kebanyakan." kata Amber " tidak apa apa, kita jadi bisa menambah. Kalau nanti kurang" jawab arrhur sambil tertawa. Terdengar suara orang mengobrol diruang tamu dan langkah langkah kaki yang semakin mendekat ke dapur "kau yakin dia dirumah?" tanya wanita yersebut " yes Ma'am" jawab wanita kedua. Arthur melihat ibunya berjalan menuju dapur. " Mom?" tanya Arthur terkejut. " Arthur. Aku menelepon bolak balik. Kau tidak mengangkatnya.. " jawab mrs Axton " oh aku lupa hand phone ku dimana ya??" jawab Arthur sambil merogoh kantong celananya. Dia mencari cari handphonenya tapi tidak ditemukan. " mungkin Hand phone ku tertinggal di mobil. Emma, coba cari ponselku di mobil." arthur menyuruh pelayan yang tadi masuk ke ruangan arthur bersama ibunya. "baik tuan" jawab sang pelayan " ada apa mom.malam malam kau datang" Mrs Axton melihat Amber ad diruangan itu. Amber salah tingkah melihat mrs axton. " hood evening mrs axton, aku diundang Arthur untuk memasak steak salmon. Maafkan aku mengganggu" Amber menyapa mrs Axton " oh jadi kau juga pandai memasak amber?" tanya mrs axton " tidak nyonya, aku hanya bisa memasak sedikit. Arthur ingin mencoba masakanku." jawab Amber " ohh begitu ternyata. Aku kesusahan hari ini karena kau cuti. Ternyata kau sedang memasak untuk putraku " mrs Axton menjawab sambil menyindir. Mukanya terlihat judes. " mom.. Kenapa menyalahkan Amber, Kan aku yang meminta ijin cuti kepadamu. Lagipula aku sudah mencarikan sekretaris pengganti untuk mu hari ini.. " Arthur menegur ibunya " ohh no no.. Si pengganti sekretaris itu sangat bodoh. Aku sampai sakit kepala. Karena kebodohannya. Apapun yang ku katakan dia tidak mengerti. Ah aku pusing" mrs Axton memegang kepalanya " duduk dulu mom" arthur menggandeng ibunya untuk duduk. Mereka berjalan ke ruang keluarga dan duduk berdampingan di sofa "Amber salmon yang tadi cukupkan untuk ibu juga? " tanya Arthur " oh yeah Arthur.. Aku akan segera menyiapkannya untuk nyonya Axton. "jawab Amber " mom makan malam sekalian disinu ya.. Kami memasak lebih kok tadi" arthur berkata kepada ibunya. " baiklah aku ikut makan bersama kalian" jawab mrs Axton Amber mempersiapkan makanan di piring mrs Axton. " jadi ada apa ibu larut malam repot repot datang kesini?" tanya Arthur. " Apakah dia menginap? " mrs Axton bertanya sambil menunjuk Amber pakai sudut matanya. " Hmm..." Arthur bingung tidak bisa menjawab. Amber yang mendengar hal itu segera menjawab " Arthur apakah nanti supirmu bisa mengantarkan ku? " Amber bertanya basa basi " oh yeah. Pasti bisa Amber tak perlu khawatir." jawab Arthur " kalau begitu aku akan bercerita kalau dia sudah pulang" mrs axton berkata dengan suara pelan. " baiklah mom. Tapi apakah kamu baik baik saja? " tanya Arthur " yeah. Anggaplah begitu " jawab mrs axton " baiklah mom nanti kita bicara ya" jawab Arthur " Arth, maaf aku harus menata meja malam yang mana ya?" amber menginterupsi obrolan ibu dan anak itu. Arrhur bangkit berdiri dari sofa dan berjalan mendatangi amber di pantry. " kamu lebih suka view kolam renang atau viem taman? " tanya "aku juga punya roof top, kita juga bisa makan disana dengan London city night view. " lanjut arthur lagi Amber tampak berpikir " kamu pilih yg mana amber? Ayo putuskan" " aku terserah kamu dan mrs axton saja arth. Aku suka dimanapun" jawab Amber. Amber melihat ketegangan diantara ibu dan anak tersebut jadi dia tidak mau menambah beban kepada mereka " baiklah kita tanya mom saja kalau begitu." arthur kembali berjalan ke ruang kluarga. "Mom, ibu mau makan di meja makan yang mana? Meja makan kolam renang atau taman? Atau mau rooftop?" tanya arthur " kau tau favoritku kan baby boy. Aku mau disitu saja. " jawab mrs Axton " baiklah.. Kolam renang, kami datang" ucap arthur " ayo kita tata meja makan didepan kolam renang " ajak arthur kepada Amber Amber langsung mengambil piring piring yang telah terisi makanan dan membawanya ke meja didepan kolam renang. Arthur membuka pintu kaca yang memisahkam kolam renang dan ruang makan. Tampak dek kayu tersusun rapi diteras menuju kolam renang. Ada panggangan barbekyu yang besar disana. " kapan kapan kita pesta berbekyu saja disini amber. Kita undang lagi mom untuk makan bersama" aethur berkata kepada Amber yang sedang menata meja. "yup pastinta arth.. " amber menjawab singkat Amber menyalakan lilin yang teeletak diatas meja makan. Kemudian dia mengambil peraltana makan dan gelas. " Arth, dimana wine nya? " tanya amber " ohhh ada diruang bawah tanah. Aku akan menyuruh ema mengambilnya." arthur bwrkata sambil berjalan ke pintu belakang disebelah pantry. "Emma.. Tolong ambilkan champagne yang ada tulisannya 1953 ya." Arthur berkata ke pada ema yang ada dibalik pintu " baik tuan Arthur " jawab ema Arthur kembali.menutup pintu dan berjalam ke arah Amber yg sedang menyusun gelas. Dia mengambil batu es yang ada di lemari es. Menuangkanya kedalam wadah besi besar tempat mendinginkan botol champagne nanti. Amber mengisi gelas gelas yang satunya dengan air putih dingin. Tak lama ema datang membawa botol champagne besar 2 buah. Arthurwmgambil dan memasukkannya kedalam wadah yang tadi sudah diisi es batu. " semua sudah siap, ayo kita makan" ucap Arthur. Artbur berjalan ke arah ruang keluarga " mom ayo kita makan" ajak arthur sambil.menggandeng ibunya dan mengajaknya ke meja makan. Mrs axton berdiri dan mengikuti arthur ke meja makan. " kelihatannya enak Amber. Tapi tidak tau rasanya sesuai penampilannya apa tidak." mrs axton bwrkata dengan nada sinis. " semoga enak ya Ma'am, hanya ini yang bisa ku buat. Jika tidak enak jangan potong gajiku ma'am.. " Amber menjawab dengan gurauannya. Dia tidak termakan intimidasi dari nyonya Axton. Mrs axton duduk di kursi tengah, Arthur dan amber duduk di sebelah nya dengan posisi berhadapan satu sama lain. Arthur membuka botol champagne yang sudah dingin dan menuangkannya ke dalam gelas mereka masing masing. Mrs Axton menatap ke arah Amber yang sedang menatap Arthur dengan wajah terpesona. Aku yakin dia jatuh cinta pada Arthur. Ah Arthur sayang, kenapa kamu harusmemikat sekretarisku? Kalau kau buat dia patah hati, maka dia akan mengundurkan diri jadi sekretarisku. Aku akan kesusahan lagi batin mrs Axton frustasi. Tapi begitulah Arthur. Dengan pesonanya yang luar biasa, tanpa dia menggoda pun, wanita mana saja akan tergoda. Tapi Amber memiliki kecantika diatas rata- rata, wajar aja kalau Arthur pun menyukai dia. Mrs menatap Arthur lagi, dan dia bisa melihat Arthur sendiri menyukai Amber, dan banyak melakukan tebar pesona kepada Amber. Ah dasar anakmuda tidak tau kekhawatiran orang tua pikirnya. “ Ayo, mari kita makan,” Arthur memecah kebisuan diantara mereka. “ Iya, ayo.. silahkan, selamat menikmati.. semoga kalian berkenan dengan masakanku. “ Amber berkata sambil tersenyum Mrs Axton mengambil pisau dan garpu, dia memotong sepotong Salmon dan menusukkan garpu ke daging ikannya. Amber dan Arthur menunggu reaksi Mrs Axton dengan diam, mereka memperhatikan Mrs Axton memasukkan potongan Salmon tersebut kedalam mulutnya dan mengunyahnya dengan Anggun. “ Hmm.. Not bad.. masih bisa tertelan olehku “ Mrs Axton berkomentar “ Yeaahhh… itu artinya masakanku lulus ujicoba ya nyonyaa? “ Amber berkata riang gembira. Arthur mengambil garpu dan pisaunya, dia membelah salmon dan menusuknya pake garpu, tanpa menunggu lama dia melahap salmon tersebut danmukanya berubah sumringah… “ Amber…. ini lezat sekali.dibumbui dengan pas, tidak berlebihan dan dagingnya pun dibakar dengan pas, tanpa terasa gosong dan kering. “ Arthur berkata dengan senyum sumringah. “ Ah kamu berlebihan sekali Arthur. jangan terlalu berlebihan, rasa salmon ini hampir sama seperti buatan koki koki di pinggir jalan" mrs Axton berkata sinis Amber tertawa mendengar komentar mrs axtin " ha.. Ha... Ha.. Anda benar mrs Axton. Aku memang belajar masakan ini dari temanku. Temanku ini seorang koki di warung steak kaki lima di pusat london. " Amber berkata sambil tertawa terbahak. Semua intimidasi dari mrs Axton memang tidak mempan kepada Amber. Amber seorang detektif pintar yang sudah biasa menghadapi intimidasi dari para jaksa dan hakim. Mrs Axton sih bukan tandingan Amber. Jaksa nenek sihir tergalak ternyinyir di London saja sudah dikalahkan oleh Amber. Seorang mrs Axton bukan masalah besar. “ Ayo kita lanjutkan makan mlam kit…” Amber berkata lagi. “ Jadi apakah penggantiku hari ini benar- benar tidak bisa bekerja Mrs Axton? “ Tanya Amber membuka obrolan “ Oh Well,, aku meyuruhnya menghapus email yang sudah terkirim di tidak bisa melakukannya. Bisa disebu apa orang yang begitu? Bodoh kan?” Mrs Axton menjawab denagn mimic dongkl “ aku pun menyyuruhnya menelpon ibu- ibu tmanku untuk berkumpul. Dia menangis baru menelpon nyonya barton. Aku benaar- benar speechless. Nyonya barton memang galak, tapi dia kan wanita dewasa, masa menghadapi perempuan dewasa yang galak dia harus menangis? Ku benar- benar tidak habis pikir.” Ucapnya lagi. “ aku asa dia terkejut dengan nada Mrs Barton Ma’am. Kau tahu dia sangat pearah. Ha. Ha.. ha.. “ Amber tertawa “yeah memang dia tidak sebaik aku. Tapi setidaknya jangan menangis jika kamu sedng bekerja, tunjukan profesionalitasmu. Dia kan dibayar mahal ole anakku. “ Mrs Axton berkata dongkol “ jadi apa yang seharian kalian lakukan?” Tanya Mrs Axton lagi Amber tidak menjawab. Dia membiarkan Arthur yang menjawab pertanyaan ibunya itu “ hmmm kami hanya ke Mall makan dan berbelanja makan malam ini “ JAwab Arthur “ Yeah benar… tidak banyak yang bisa dilakukan “ Amber menimpali. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN