70

1679 Kata
Amber terkejut bukan main mendengar perkataan Arthur. Dia tidak menyangka Arthur akan berkata seperti itu. Terlebih lagi Amber tidak menyangka Arthur akan mengajaknya ke toko perhiasan dan membelikannya perhiasan. Sebagai wanita dewasa yang sudah banyak makan asam garam kehidupan, dia tahu pasti Arthur ingin membelikan perhiasan untuk orang lain, tapi tidak bisa memilihnya, dan meminta tolong Amber untuk memilihnya. Baiklah, aku akan mengikuti permainannya, agar dia tidak malu pikir Amber. “Sayang.. Oh aku sangat terkejut. inikah Surprise yang dari tadi kamu bilang.. Oh Baby..” Amber pura-pura terharu, sambil meletakkan tangan menutupi mulutnya, acting Amber benar-benar sangat nyata. “Yeah Baby… Kamu pantas mendapatkan semua ini.” Arthur berkata ambil merangkul pinggang Amber. Lelaki buaya ini benar- benar memanfaatkan kesempatan pikir Amber lagi. Sambil menurunkan tangan Arthur dari pinggangnya, Amber menggengam tangan Arthur dan menarik Arthur menuju etalase yang ada di ruangan itu. Arthur mengikuti Amber dari belakang. “Sayang, kamu pilih lah 2 perhiasan tercantik yang ada disini. Sudah lama aku ingin membelikan perhiasan baru untukmu, tapi aku tidak bisa memilihnya. Makanya aku bawa saja kamu kesini.Arthur menyerocos tanpa ditanya “Ah… kamu memang paling pintar membuat kejutan sayang.” Jawab Amber singkat. Mereka berputar- putar mengelilingin semua etalase yang ada di toko itu. Arthur dengan sabar mengikuti Amber yang banyak pertimbangan dalam memilih. Amber merasa harus memilih yang tercantik dan terbaik diantara semua pilihan disini, karena dia yakin, pasti Arthur ingin memberikan perhiasan ini untuk pacarnya atau mungkin untuk ibunya. Amber melepaskan tangan Arthur, dan berbisik dengan tangan menutupi mulutnya “Hei Arthur apakah aku harus memilih untuk wanita tua atau wanita muda?” Amber bertanya, agar tidak salah pilih “Pilihlah yang paling cantik untukmu. “ Arthur menjawab singkat sambil ikutan berbisik “Arthur jangan bercanda. Aku tidak mau salah pilih.” Amber bersikeras “Pilihlah untuk dirimu” Jawab Arthur “Kalau begitu kita pulang saja. Aku tidak bisa menerima hadiah darimu. Apalagi hadiah semahal ini” Amber masih berbisik “Kalau kamu tidak memilih maka akan kupilihkan menurut seleraku. Dan aku akan memaksamu memakainya” bisik Arthur lagi Amber melotot ke atas Arthur. Arthur membalas dengan tersenyum manis “Jadi adakah kira- kira model perhiasan yang berkenan di hatimu Ma’am? Seorang waiters memotong aksi bisik- berbisik mereka “Oh yes nona, maafkan pacarku masih shock karena terlalu kaget dengan surprise dariku” Arthur menjawab sambil tersenyum Waiters tersebut salah tingkah melihat senyum manis Arthur. Ketampanan Arthur memang merupakan racun untuk para wanita. Waiters membalas senyum Arthur dengan tersenyum menggoda. Ketika dia melihat Amber, dia langsung pura- pura tidak melihat kearah Arthur. “Anda beruntung sekali Ma’am.. punya pacar yang sangat baik hati seperti ini.” Waiters itu menyapa Amber agar tidak terlihat dia habis tersenyum menggoda ke Arthur. “Ah… dia tidak menyadari itu nona. Kadang- kdang dia lupa aku sangat tampan dan banyak wanita yang tergila- gila padaku.” Arthur berkelakar Namun waiters itu menyambut gurauan itu dan balas menggoda Arthur “Ah wanita kadang- kadang memang bodoh tuan, mungkin anda bisa mencoba menghubungi wanita lain agar pacar anda sadar, betapa anda sebenarnya sangat digilai para wanita tuan” jawab waiters itu masih dengan senyum menggoda. Amber yang melihat kelakuan wanita itu langsung menatap tajam ke arahnya. “Sayang, apakah lebih baik kita pindah toko saja? Sepertinya waiters di toko ini kurang sopan dan tidak menghargai tamu...” Amber berkata sambil tersenyum menatap Arthur “Apakah Manajer toko ini sedang bertugas?” Amber melanjutkan dan bertanya kepada waiters tadi. “Maafkan aku Ma’am.. Maafkan Aku tuan…”waiters itu memohon- mohon kepada Amber dan Arthur “Kenapa kau sekarang minta maaf? Aku adalah tamu disini, dan kita tidak kenal sama sekali. tapi kau berani mengatai aku bodoh” Amber berkata tajam “Ahhh sayang sudahlah… apakah kamu cemburu?” Arthur malah menggoda Amber “Ini bukan masalah cemburu, ini masalah dia mengatai aku bodoh sayang. Apakah kamu senang aku dikatai bodoh oleh wanita yang tidak kita kenal?” Amber jadi terbawa emosi “Coba panggilkan Manajer tokonya sayang.” Lanjut Amber lagi “Ha..ha.. ayo kita pilih saja perhiasan yang kamu mau sayang. Pilihan kamu pasti bagus. Kamu kan wanita pintar. Makanya aku memilih kamu” Arthur menenangkan Amber “Tuan dan Nyonya, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Tolong jangan hubungi manajer saya.lebih baik saya mengundurkan diri sebelum manajer saya tau.” Waiters tersebut terlihat sangat menyesal “Tidak apa- apa miss, kamu tidak boleh mengundurkan diri karena ini. Hanya saja lain kali tolong berhati- hatilah dalam berkata.” Arthur berkata bijaksana “Dan jangan menggoda pacar atau suami orang lain. Jika kau mau punya pacar carilah yang masih sendiri. Menggoda pria yang berada di dalam komitmen itu tidak baik” Amber berkata dengan nada sinis. “Ba..baik Ma’am.. saya minta maaf sekali lagi” Waiters tersebut membungkuk didepan Arthur dan Amber Arthur dan Amber memilih melupakan waiters itu dan beralih ke waiters lain didepan etalase- etalase lain. “Miss aku ingin melihat itu..” Tunjuk Amber kearah kalung berbentuk wajik dengan batu Safir besar ditengah dan dikelilingi berlian- berlian. Tali kalung itu terbuat dari berlian dua baris dari ujung pengait sampai ke mata wajiknya. Kalung itu sangat cantik, hampir seperti kalung yang dipakai oleh keluarga kerajaan Inggris. “Arthur, bagaimana dengan ini?” Amber bertanya “Its really beautiful Amber. You are such a smart woman” Jawab Arthur Amber tersenyum kecut, “Yeah I think its so beautiful” “Pilihkan satu lagi untuk mu sayang” Arthur memberikan perintah “Ouch.. okay” Amber menurut saja Setelah berjalan- jalan lagi mengelilingi etalase, dia melihat sesuatu yang berkilau sangat indah “Boleh aku lihat yang ini?” Amber bertanya kepada waitersnya sambil menunjuk kalung yang sangat berkilau itu “Ini Ma’am” Jawab waitersnya sopan Amber menyentuh permukaan kalung itu, kalung itu simpel hanya tali yang berbentu V dengan barisan berlian melingkari ujung kalung sampai ketengah kalung. Berliannya berderetan dari kecil sampai paling besar pada ujungnya. Sungguh kalung simple classic. “Sayang bagaimana dengan ini” Amber berkata lagi “Of course itu juga perfect” Jawab Arthur. “sudah fix kah? Ada yang mau kamu ubah lagi sayang?” Tanya Arthur. “Tidak Arth… cukup itu” Amber menjawab sambil tersenyum “Baiklah bungkuskan nona, aku akan membayarnya sekarang.” Arthur berkata kepada Waiters tersebut. Dengan cekatan waiters itu memasukkan kedua kalung itu kedalam box mewah yang dalamnya full terbuat dari beludru. Dan luarnya terbuat dari kulit asli yang sangat eksklusif. Boxnya saja sudah mahal. Apalagi isinya. Batin Amber. Waiters tersebut membawa kedua box itu menuju meja kasir. Kemudian dari meja kasir dia menghampiri Arthur yang sedang duduk menunggu bersama Amber. Dia membawa mesin pembayaran kehadapan Arthur. Arthur menyerahkan kartu kreditnya kepada waiters tersebut. Amber tidak mau tahu berapa harga kalung itu. Agar dia tidak iri kepada orang yang akan mendapatkan kalung itu. Setelah menggesekkan kartu ke mesin pendebit, waiters tersebut mengambil kedua box tadi dan dimasukkan kedalam tas yang sangat ekslusif juga. Kemudian dia menyerahkan tas yang berisi kalung mahal tersebut kepada Arthur dan Amber. Amber menerima tas tersebut dan mengucapkan terimakasih. Namun Arthur mengambil tas itu dan berkata “Wanita cantik tidak perlu membawa barang- barang berat” Tutur Arthur “Itu tidak berat. Kamu jangan melebih- lebihkan Arth…” Ucap Amber. “Sudahlah kamu ikut saja perkataanku” Arthur membantah tegas Amber diam saja dan membiarkan Arthur mengambil tas tersebut. Mereka keluar dari toko perhiasan itu sambil Arthur masih menggandeng tangan Amber. Setelah agak jauh dari toko perhiasan itu, amber melepaskan tangan Arthur dan berkata. “Sudah cukup actingnya… sepertinya kita harus pindah ke Hollywood agar bisa mengasah acting kita” Amber berkata sambil tersenyum “Hanya kamu yang berakting, aku tidak berakting” Arthur menjawab singkat. Amber menatap tajam laki- laki disebelahnya. Dia adalah orang yang misterius. Setiap omongannya berarti ganda yang arti keduanya tidak bisa diterima oleh Amber. Amber tidak menanggapi ocehan Arthur, dia mengalihkan topic pembicaraan “Harusnya kamu bilang kita akan ke toko perhiasan, jadi aku bisa berdandan yang lebih pantas.” Ucap Amber “Kenapa? You look perfect” Ucap Arthur “Aku kan tadi sudah bilang, kamu terlihat sangat cantik hari ini. Aku tidak pernah melihatmu memakai baju santai. Dan sekarang… Perfecto!” Ucap Arthur yang membuat wajah Amber terlihat seperti kepiting rebus. “Tapi besok- besok please, beritahukan dulu kepadaku kita mau kemana, jadi aku tidak salah kostum” Amber memohon kepada Arthur. Arthur hanya tersenyum tidak menanggapi Amber. “Kita makan dulu sebelum ketempat lain.” Seperti biasa Arthur memberi perintah, dan entah kenapa Amber patuh saja akan perintah Arthur. Mereka berjalan bersisian menuju sebuah restoran klasik yang terdapat di dalam Pusat perbelanjaan tersebut. Arthur tetap menarik tangan Amber perlahan dan menggandengnya. Amber yang mencoba melepaskan tidak berdaya. Akhirnya dia membiarkan Arthur menggandeng tangannya dengan terpaksa. Mereka masuk kedalam restoran tersebut, pelayan mengantarkan mereka menuju ke meja. Kemudia pelayan memberikan buku menu kepada Amber dan Arthur. Setelah membaca agak lama, Arthur memesan sup kepiting dan steak salmon. Amber memesan lobster dan sup asparagus. Tidak lupa mereka memesan wine. Restoran tersebut menyediakan makanan dari laut. Semua menu dari hewan laut, dan banyak dari menu itu yang Amber tidak kenal. Dia memilih menu yang aman yang biasa dia suka pesan di restoran lain. Wine adalah menu pertama yang datang. Setelah pelayan membuka botolnya, ketika pelayan ingin menuangkan untuk Amber, Arthur meminta botol tersebut dan dia menuangkan wine itu untuk Amber dan untuk dirinya sendiri. “Untuk wanita tercantik” Dia mengangkat gelasnya “Jangan bergurau lagi Arthur. Sudah cukup akting kita hari ini” Amber tergelak dan mengambil gelasnya “Untuk kekompakan kita hari ini” Amber mengangkat gelasnya. Arthur mengangkat gelas tersebut dan mendentingkan gelasnya ke gelas Amber. Kemudian mereka menyesap wine itu perlahan-lahan sampai habis. Setelah meletakkan kembali gelasnya di meja, Arthur kembali menuangkan wine, kemudian Amber bertanya “Jadi akan kamu berikan kepada siapa kalung tersebut Arth?” Tanya Amber penasaran “Untukmu” Jawab Arthur Bersambung ke chapter selanjutnya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN