"Ingatanmu?" tanya ketiganya serentak. Sama-sama terkejut, sama-sama tidak mengerti. Zam mengangguk percaya diri. Tatapannya datar walau dalam hatinya kembali merasa sedih. "Ya. Wrystle membawaku ke masa laluku." Leah, Sezzard, Korf teridam. Bukan menunggu kelanjutannya, tapi mencoba mencerna perkataan Zam. Sibuk dengan isi kepala masing-masing. Memangnya ada orang yang bosa kembali ke masa lalu? begitu pikir Korf. 'Kabut? Kabut apa yang dimiliki oleh si pemimpin?' batin Sezzard. 'Sehebat apa Wrystle hingga bisa memisahkan seseoran dari waktu sekarang dengan masa lalunya?' pikir Leah. Zam menatap ketiganya berga tian. Ia lalu mendesah pelan dan lelah. Tangannya mengibas di depan wajahnya. "Sudahlah. Aku tahu kalian tidak mempercayaiku." Zam sudah bisa menebaknya. Dan kali ini diba

