Rafi sayang...ucap nenek Rafi ke Rafi" Di pimpin ya nak do'a sebelum makan".. Rafi pun tersenyum dan menatap ke Ibunya"
Dan Silvi pun menyetujui pendapat Ibunya yang menjadikan Rafi imam dalam memimpin do'a sebelum makan.
Sayang ...ucap Silvi ke Rafi"
Ayo nak dimulai..Rafi pun sembari tersipu malu dan mulai membimbing do'a yang biasa ia baca disetiap mau kan. Bismilah hirohmanirohim....
Allohuma bariklana Fima rozaktana waqina adha banar.....Amiinnn.
Ibu Silvi, Rasya dan juga Silvi pun mengikuti bacaan do'a yang di bacakan oleh Rafi itu. Dan setelah selesai membaca do'a Silvi pun mengambilkan makanan ke Rafi sesuai dengan selera Rafi.
Dan untuk yang lain, yaitu Ibu silvi dan Rasya di persilahkan untuk mengambil makanan sendiri-sendiri sesuai selera masing-masing.
Rafi pun tidak lupa selalu minta di suapin Ibunya, dan tidak akan makan jika tidak Ibunya yang nyuapi. Dan disitulah manjanya Rafi ke Ibunya, makanya kemarin sampai ia jatuh sakit dikarenakan sulit untuk makan.
Dan itulah yang menyebabkan Silvi tidak bisa jauh dari Rafi, karena Rafi masih manja sekali ke Ibunya.
Dan Setelah selesai makan malam, Silvi pun membereskan meja makan, Dan Rafi pun di perintahkan oleh Silvi untuk bersiap menghafalkan surat pendek.
Sayang...ucap Silvi ke Rafi" Ibu beresin meja makan dulu ya nak" Rafi silahkan bersiap untuk hafalannya. Iya Bu jawab Rafi"
Setelah Silvi selesai dari beresin tempat makan, Silvi pun langsung beranjak menuju ke tempat Rafi belajar menghafal surat pendek.
Di ruangan itupun terdapat Ibu Silvi juga, yaitu neneknya Rafi. Dan setelah Silvi berada di ruangan itu, ia pun langsung memulai hafalannya.
Sayang ....ucapa Silvi ke Rafi. Kita mulai ya hafalannya ..? Iya Bu "jawab Rafi ke Ibunya.
Silvi pun memulai dengan membaca ta'awud dan basmalah.
A'u dhubillah himinassaitonirojim. Bismillah hirohmanirohim.Rafi pun mengikuti apa yang Silvi ucapkan.
Qulhuwawllohuahad.
Allohusomad.
Lamyalid walam yuulad, walam yakulahu kufuan Ahad.
Dengan dibaca berulang-ulang akhirnya Rafi pun mulai hafal, walaupun belum hafal sekali tetapi paling tidak Rafi sudah ada perubahan dari hari kemarin.
Dan setelah Rafi kelihatan lelah dan mengantuk, Silvi pun menyudahi hafalannya itu. Sayang ..ucap Silvi ke Rafi" sudah dulu ya nak hafalannya.. kelihatanya anak ibu sudah mengantuk" ucap Silvi ke Rafi. Besok kita lanjut lagi.
Rafi pun menjawab ucapan ibunya itu" Iya Bu.. Rafi memang sudah lelah dan mengantuk.
Besok lagi ya Bu ?..
Iya nak... Jawab Silvi"
Rafi mau tidur sama nenek atau sama ibu ..?
Tanya Silvi ke Rafi" sama nenek Bu.. tetapi ibu ikut ke kamar nenek dulu yaa..
Ucap Rafi ke Ibunya.
Iya nak" Silvi pun menggandeng tangan Rafi dan menuju ke kamar Ibunya.
Setelah selang lima belas menit pun Rafi telah tertidur pulas. Dan Silvi pun beranjak bangun dari ranjang ibunya itu dan pergi ke dapur membereskan piring-piring yang tadi buat makan malam bersama.
Sebenarnya piring-piring itu akan dibereskan oleh Ibu Silvi tetapi Silvi melarangnya. Karena Silvi ingin Ibunya jangan terlalu capek dengan pekerjaan rumah.
Dan setelah Silvi berbenah di dapur ia pun terus beranjak masuk ke kamar dan menyiapkan sesuatu yang akan dibawa oleh Rasya nanti ke tempat pak hj Marzuki dan tak lupa pula Silvi telah menyiapkan oleh-oleh untuk keluarga pak hj Marzuki.
Dan Rasya pun seperti biasa ia sedang menghadap ke laptopnya yang besar itu. Maklum karena pekerjaan Rasya berhubungan dengan laptop jadi hampir hari-hari ia tak lepas dari laptop.
Setelah Silvi selesai menyiapkan oleh-oleh dan sesuatu yang akan di bawa Rasya nanti malam menjelang pagi, ia pun mendekati suaminya yang sedang kelihatan serius dengan laptopnya.
Sayang.... Ucap Silvi ke Rasya"
Tolong di cek dulu itu barang yang akan di bawa nanti malam, takutnya ada yang ketinggalan.
Rasya pun terdiam dan hanya mengangguk ke Silvi"
Sayang" memang kerjaan kamu belum kelar ya ..sampai segitunya di tanya gak kok tidak menjawab dan hanya mengangguk ?..
Silvi pun kelihatan rada kesal dengan sifat Rasya itu. Lalu ia beranjak ke ranjang dan tidur. Rasya pun masih tetap saja diam, dan setelah ia selesai dan menutup leptopnya, ia pun langsung mengontrol bawaan yang akan ia bawa nanti malam.
Dan Alhamdulillah semua telah cukup dan Insa Allah tidak ada yang ketinggalan. Setelah mengontrol barang yang akan di bawa ia pun langsung menghampiri istri tercintanya.
Sayang ...ucap Rasya ke Silvi" Kamu sudah tidur ya? Cepat sekali.. aqu kan masih ingin ngobrol ..
Silvi pun sebenarnya belum tertidur ia hanya memejamkan matanya karena tadi ucapanya tidak di tanggapi dengan serius oleh Rasya.
Rasya pun mencium kening dan bibir Silvi sembari meminta maaf. Sayang " maafkan aqu ya.. bukanya aqu tadi cuek atau tidak perduli dengan ucapanmu, tetapi karena aqu ada kerjaan tambahan buat besok yang akan aqu kirim keteman aqu, kerjaan itu dalam bentuk file ..jadi aqu harus fokus dalam penyelesaiannya.
Kan kamu tau sayang.. jika aqu masih bekerja dan melihat wajah kamu, fokus aqu bisa hilang karena ingin menyentuhmu. Jadi ..maafkan aqu yaa...
Dan Rasya untuk yang kesekian kalinya meminta maaf ke Silvi ia pun sembari mencium tangan Silvi dan memeluknya,.. Akhirnya Silvi pun membuka matanya dan menoleh ke arah Rasya.
Dan sembari menjawab kata-kata Rasya.
Sayang ...kenapa kamu meminta maaf, kan tidak ada yang perlu dimaafkan "..
Rasya pun tersenyum" dan berucap" terimakasih ya sayang atas pengertian kamu kepada aqu"
Iya suami qu, sama-sama...
Mari kita tidur supaya tidak kesiangan" ucap Silvi ke Rasya.
Rasya pun menimbali ucapan Silvi" sayang ..Tapi aqu belum mengantuk ..tapi kamu sudah mengantuk yaa ? Ucap Rasya ke istrinya. Iya sayang .. aqu tidur dulu yaa ?
Rasya pun tidak berdaya dengan kata-kata Silvi yang telah menyerah dari ngantuknya itu. Ia pun hanya memandangi Silvi yang sudah memejamkan matanya.
Dan karena belum bisa tidur Rasya pun berkeinginan untuk menyedu kopi, alangkah nikmatnya jika dalam posisi sendiri dan di temani oleh secangkir kopi.
Ia pun beranjak dari ranjang dan pergi keluar kamar dan menuju ke dapur untuk membuat kopi, dan setelah selesai ia pun kembali kemar dan meminum kopinya di kursi atau syofa yang ada di kamar.
Sembari menyeruput kopi, Rasya pun memandangi istrinya yang sudah tertidur itu, tetapi ada perasaan yang mengganjal dalam hati Rasya, yaitu ia merasa bahwa Silvi memang lagi kesal denganya.
Dan setelah selesai dari minum kopi Rasya pun berkumur dan menggosok gigi, dan setelah itu ia kembali ke ranjang tidur dan mendekati Silvi sembari membangunkannya.
Karena Rasya merasa kepikiran dengan Acuhnya Silvi kepadanya.
Sayang ucap Rasya ke Silvi hingga berkali-kali" dan akhirnya Silvi pun terbangun mendengar suara suaminya itu. Ada apa sayang ? Tanya Silvi ke Rasya"
Sayang ..benarkah kamu tidak marah sama aqu ?
Tanya Rasya ke Silvi" dan kalau memang tidak aqu butuh bukti dari kamu "..
Silvi pun menjawab" Baiklah sayang...karena Silvi pun sangat paham akan karakter suaminya" lalu Silvi mencium kening dan bibir Rasya sembari mengucap" ini bukti qu sayang ..kalau aqu tidak marah sama kamu.
Dan Rasya pun langsung berbalik dan mencium bibir Silvi sembari melakukan hal yang lainya, yaitu ia langsung menjimak Silvi hingga Rasya mendapatkan kepuasan ya. Setelah melakukan hal itu Rasya pun merasa lega dan bisa tertidur pulas.
Waktu telah menunjukkan pukul 22:30 Silvi dan Rasya pun telah sama-sama tertidur pulas. Malam itu pun terlihat sepi dan sunyi hingga Silvi dan Rasya pun serasa tidak terganggu tidurnya.
Empat jam pun telah berlalu, kini waktu telah menunjukan pukul 03:00 dan Alarm di hanepon Silvi telah berbunyi, Silvi pun mendengar suara Alarm itu dan langsung terbangun.