Meraih bahagia

1230 Kata
setelah Rasya dan Rafi keluar dari kamar mandi Silvi pun terus memakaikan baju ke Rafi, namun seperti biasa karena Rasya orangnya terkadang suka bercanda jadi iya sembari meledek ke Istrinya. sayang... Ucap Rasya ke Silvi sembari berbisik karena khawatir Rafi mendengarnya. Nanti setelah selesai memakaikan baju ke Rafi gantian aqu ya yang di pakaikan baju ya... Silvi pun melirik ke Rasya sembari tersenyum geli... Dan dengan waktu sebentar saja pun Silvi telah selesai dalam memakaikan baju Rafi dan juga menyisir dan merapihkanya. setelah selesai memakai baju dan telah rapi semua Rafi pun terus beranjak keluar dari kamar untuk bermain dengan neneknya. Rasya pun terus melanjutkan candaanya. Dan Silvi pun menjabani atau menuruti apa yang telah diucapkan oleh suaminya itu. karena Rasya juga setelah Rafi selesai memakai baju iya belum berpakaian juga, akhirnya Silvi pun mengambilkan bajunya Rasya dan memberikanya, namun Rasya memberi kode untuk Silvi yang memakaikannya. Silvi pun setelah itu iya terus mendekati suaminya dan mulai memakaikan baju ke Rasya. Rasya pun tersenyum sembari mengikuti gerakan tangan Silvi yang mulai meraba ke tangan Rasya. hingga baju Rasya pun terpakai di badanya. setelah itu pun Silvi terus mengancingkan baju Rasya yang masih terbuka itu. Tetapi Rasya terus memegang tangan Silvi dan menariknya hingga badan Silvi pun menempel di tubuhnya. Hingga akhirnya Rasya pun karena memang iya tidak tahan jika istrinya menyentuhnya. Rasya pun terus mencium bibir Silvi dan hanyut dalam keromantisannya. Rasya pun jika telah seperti itu artinya iya sudah tidak bisa menahan nafsunya. lalu Rasya terus mengangkat Silvi ke ranjang tidur dan dengan cepat iya mengunci pintu kamar lalu bergegas menindih tubuh Silvi yang halus dan menggoda itu. Dan sesuatu yang tadinya tidak iya rencanakan dari awal namun terjadi juga. Silvi pun sebagai seorang istri iya selalu mengikuti apa yang suaminya inginkan terlebih urusan kebutuhan batin. Untuk yang satu ini Silvi pun tidak mau sama sekali untuk mengecewakan suaminya. Dalam keadaan apa pun dia akan selalu siap dalam hal yang satu ini. karena jika seorang lelaki itu merasa puas dan bangga dengan seorang istri, maka iya pun akan lebih tenang hatinya dan ketentraman pun akan dirasakanya. Dengan sekejap Rasya telah berhasil meluapkan kepuasannya itu. Dengan meneteskan benih ke istrinya Iya pun akhirnya mandi lagi yang kali ini iya pun bareng bersama sang istri dalam satu kamar mandi. Didalam kamar mandi itu pun Rasya juga masih bersambung untuk melakukan keromantisannya kembali, hingga akhirnya iya mendengar suara Rafi yang memanggil-manggil neneknya. karena nenek Rafi sedang keluar sebentar ke warung sebelah rumahnya, dan Rafi pun tidak mau untuk diajak, akhirnya iya terus memanggil neneknya supaya cepat pulang ke rumah dan bermain bersamanya. Dengan mendengar suara Rafi itu Rasya pun terus mengakhiri keromantisannya dengan sang istri, lalu Rasya dioersilahkan mandi besar terlebih dahulu oleh Silvi. Karena memang Silvi tidak bisa cepat dalam melakukan berbagai hal, maka Rasya lah yang selesai mandi terlebih dahulu. lalu iya terus menjalankan Sollat Asyar dan terus keluar dari kamar menghampiri Rafi. Sayang... Ucap Rasya ke anaknya. Ada apa nak kok memanggil nenek terus ? Nenek sedang pergi ke warung sebelah Ayah... Jawab Rafi ke Ayahnya. tetapi Rafi masih ingin bermain bersama nenek... Rasya pun setelah mendengar penjelasan dari anaknya itu, iya terus mengajak anaknya keluar dari rumah untuk bermain bersamanya. lalu dengan selang waktu beberapa menit saja Ibu Silvi pun telah kembali lagi ke rumah. Rafi pun terus mengikuti neneknya hingga iya memegang baju neneknya terus. Dan setelah Ibu Silvi meletakkan sesuatu yang iya beli dari warung itu, iya pun terus Menggendong sang cucu yang mengikutinya dan sembari memegang bajunya. Nak... Tadi kan Rafi nenek tawari untuk ikut ke warung dan Rafi tidak mau.. Ucap nenek Rafi ke Rafi. Karena Rafi masih ingin main nekk...Jawab Rafi ke neneknya. ya sudah...kita main dikamar saja yukk... Ucap Ibu Silvi ke Rafi karena Ibu Silvi pun sembari ingin beristirahat di kamar. Rafi pun mengikuti apa yang neneknya ucapkan itu, dan iya pun ikut masuk kedalam kamar. Dan ternyata neneknya malah rebahan di atas kasur kamarnya itu. Dan bilang ke Rafi. Sayang... kita tiduran dahulu yuukk... nanti setelah maqribkan Rafi harus mengaji dulu ke Ibu dan terus belajar. Rafi kan nanti capek lhoo... Jadi sekarang harus beristirahat terlebih dahulu.. Untuk mengumpulkan semnagat mengaji dan belajar nanti. Padahal memang Ibu Silvi yang terasa lelah dan ingin rebahan didalam kamarnya. Tetapi supaya Rafi tidak marah dan menghampiri Ibunya, Iya pun mencari cara yang supaya Rafi tetap mau bersamanya. memang seperti itulah namanya seorang nenek. walau iya telah merasa capek, Namun tetap tidak rela jika cucunya berpaling darinya. Dan akhirnya pun Rafi dan neneknya mengobrol dan bercerita tentang hal-hal yang lucu yang kiranya membuat Rafi betah bersamanya. sementara untuk Silvi iya setelah selesai mandi dan menjalankan sollat Asyar, iya pun terus merapihkan nadanya dengan berhias diri yang supaya sang suami tidak merasa bosan disampingnya. Dan setelah itu pun Silvi terus merapikan ranjang tidur yang telah iya tempati untuk bermesraan dengan Rasya sebelum melakukan sollat Asyar barusan. selain itu pun Silvi memang orangnya tidak mau diam diri jika berada di rumah dan terlebih bila iya melihat sesuatu yang membuatnya risih dan tidak enak dipandang, maka Silvi pun dengan sigap iya kan langsung merapikannya. Begitu juga dengan tampilan suaminya, semuanya pun Silvi yang menatanya. Dengan baju dan Jas yang berwarna apa dan yang harga berapa, semua itu Rasya tidak pernah tau. Dan yang Rasya tau, adalah memakai baju yang sesuai kesukaan istrinya yang membuat istrinya selalu betah disampingnya. Tetapi Silvi pun juga demikian, iya berusaha membuat suaminya betah berada didekatnya. Dengan di tambah Cinta Rasya yang sangat besar ke Silvi, dan Silvi pun juga memberi peluang itu maka keharmonisan rumah tangga mereka bisa bertahan hingga saat ini. Setelah Silvi selesai berbenah di kamar dan didalam ruangan rumah yang lain, iya pun terus keluar menuju ruang TV atau ruang tamu. Dan ternyata Rasya pun ada disana sedang asyik menonton Acara televisi. Silvi pun dengan wajah yang masih segar dan badan yang harum, serta wajah yang tidak membosankan iya menghampiri Rasya dan menemaninya melihat acara televisi tersebut. Silvi pun merasa didepan tidak ada Rafi dan Ibunya, iya pun bertanya ke suaminya. Sayang... kok ini ruangan sepi amat ya ? Rafi dan Ibu pada kemana yang ? Silvi pun bertanya sembari mendekati Rasya dan duduk bersamanya. Ada... Rafi sedang bersama neneknya dikamar.. Tadi kan iya memanggil-manggil neneknya dan terus mengikuti Ibu hingga masuk kedalam kamar. Sayang... Ucap Rasya ke Silvi. Dan Rasya pun sembari tersenyum dan mengucapkan kata-kata ke Silvi. Sore ini aqu mandi sudah dua kali ya... Apa mungkin akan digenapkan menjadi tiga kali sampai waktu maqrib ? Silvi pun tambah meledek ke suaminya. Dan menempelkan kepalanya di paha Rasya. Dan Iya pun sembari menjawab, Siapa takut .. ! Seolah-olah Silvi pun menantang Rasya. Dan Rasya pun juga tidak mau kalah dengan tantangan istrinya itu. Baik.. ! Nanti malam jangan sampai bilang capek ya... Silvi pun tersenyum lebar mendengar ucapan suaminya itu, dan menimbali ucapan suaminya. Besok kamu berjalan tidak berdaya sayang...Jika Aqu layani hingga aqu bilang capek.. Dan akhirnya pun mereka mengobrol hingga waktu magrib datang. Lalu mereka semua pun yaitu Rasya, Silvi, Rafi dan juga Ibu Silvi, mereka semua berbondong ke masjid untuk sollat berjamaah bersama-sama. Hati pun terasa tenang jika kita semua bisa berjamaah bersama keluarga di tempat yang khusus yaitu di rumah Allah SWT ( Subhanahu wata'alla). setelah selesai berjamaah mereka semua pulang kerumah dan bersiap untuk makan malam. Dan kali ini Ibu Silvi pun menginginkan Rafi untuk menjadi imam untuk memandu Do'a sebelum makan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN