Dalam proses

1162 Kata
Rasya pun menjawab do'a dari neneknya" Amiiin..... Terimakasih ya nek atas do'anya untuk Rasya, semoga nenek juga selalu diberi panjang umur dan sehat selalu. Setelah Rasya berbincang dengan neneknya ia pun permisi untuk menelfon pak Marzuki, yaitu orang yang diminta pertimbanganya atas kejahatan yang di lakukan paman Rasya terhadapnya. Kali ini Rasya menelpon pak hj Marzuki melalui nomor haneponya.. Alhamdulillah pak Marzuki pun bisa langsung mengangkat haneponya. Hallo pak Rasya ...Assalamuallaikum... Ucap pak Marzuki ke Rasya" Rasya pun juga menjawab" Waallaikum salam wr.wb. Pak ini saya sekarang posisi ada dirumah pak" kemarin itu saya terus pulang karena dapat telfon dari orang rumah bahwa anak saya sakit. Jadi untuk melanjutkan urusan yang kemarin tertunda itu besok baiknya saya ke rumah Bapak dulu atau langsung ke Kapolres ya pak ? Tanya Rasya ke pak Marzuki.." Kalau menurut saya, pak Rasya sebaiknya ketempat saya dulu untuk lebih mudah dan supaya kita berangkatnya bersama aja. Jawab pak hj Marzuki ke Rasya. Rasya pun juga langsung menyetujui apa yang telah diputuskan oleh bapak Hj Marzuki tersebut. Iya pak, kalau begitu saya besok pagi langsung menuju ke rumah Bapak" Sekitar jam 9:00 ya pak saya Insa Allah sudah sampai disana. Baik pak Rasya saya akan tunggu bapak lalu kita berangkat bersama-sama ke kapolres. Iya pak, terimakasih atas pengertianya. Wassalamualaikum wr wb. Ucap Rasya ke pak Marzuki sembari menutup salam dari akhir pembicaraanya. Dan Rasya pun secera pelan penutup haneponya. Rasya" ucap Ibu Rasya ke Rasya " Iya Bu" jawab Rasya ke ibunya. Bagaimana ceritanya kemarin mengenai kasus paman kamu itu? Adakah titik terang untuk paman kamu bebas dari kurunganya? Insa Allah Bu kalau titik terang itu ada, karena orang yang Rukonya paman rampok tempo bulan itu telah siap untuk diganti kerugiannya, dan ia juga bersedia untuk mencabut tuntutannya ke kantor Polres tersebut. Tetapi untuk kepastiannya paman bisa bebas atau tidak itu pihak kepolisian kemarin belum bisa memutuskan. Dan insa Allah keputusannya itu hari Senin besok Bu" Do'akan ya Bu semoga besok urusanya bisa lancar dan tanpa kendala suatu apa pun Amiiin.... Karena Rasya hanya mengambil cuti kerja satu hari Bu" Jadi kalau dalam satu hari besok belum selesai Rasay juga belum tau langkah berikutnya Bu.. Iya nak, .. Ibu selalu mendo'akan mu, semoga semuanya diberi kemudahan dan kelancaran serta semoga kamu selalu dalam keadaan yang sehat dan selalu di lindungi oleh Alloh SWT..... Amiinn. Ow iya nak"... Untuk mengganti kerugian toko yang di porak-porandakan paman kamu itu mencapai berapa nominalnya nak "...? Rasya pun memberi tahu ke ibunya semua jumlah yang telah ia keluarkan untuk mengganti kerugian yang di lakukan pamannya itu. Jumlah yang cukup banyak Bu".. Mencapai puluhan juta rupiah tentunya, dan yang tepatnya yaitu Tujuh puluh juta rupiah, dan dana itu Rasya uangkan dalam bentuk cek. Tetapi semua itu telah Klir Bu, tinggal kita menunggu kelanjutan dari kapolres, di terima atau tidaknya pengajuan kita itu. Semoga diterima ya nak".. Kasian paman kamu jika pengajuanya tidak diteriama, karena kalau pengajuanya tidak diterima itu artinya paman kamu akan mendekam didalam tahanan hingga bertahun-tahun. Iya Bu...Rasya juga berdo'anya seperti Ibu" semoga paman bisa di bebaskan atau paling tidak diberi keringanan hukuman. Oh iya Bu,.. Rasya mau ke kamar dulu ya Bu" mau nyiapin kerjaan yang buat besok, karena untuk sehari besok kerjaan Rasya di handel oleh teman Rasya Bu, jadi Rasya harus persiapkan dari sekarang untuk berkas-berkasnya. Iya nak"... Ibu juga akan beristirahat di kamar. Rasya pun langsung bergegas ke kamar dan menyiapkan berkas-berkas yang akan diberikan oleh teman sekantornya. Dan setelah Rasya selesai menyiapkan berkas-berkas pekerjaanya Dia pun terasa lelah karena hampir seharian ia sibuk menyelesaikan urusan demi urusan. Dan akhirnya pun Rasya tertidur sejenak sekitar 30 menit lalu terbangunkan oleh suara alarem hp nya, Ia pun langsung teringat anak dan istrinya yang tidak ada dirumah Lalu Rasya beranjak dari sofa dimana ia tertidur di kursi itu, dan terus keluar dari kamar dan berpamitan ke Ibu dan neneknya, bahwa ia akan ke rumah Ibu Silvia dan akan berangkat ke Kapolresnya dari rumah Ibu mertuanya. Ibu Rasya pun menyetujui apapun yang telah menjadi keputusan Rasya" Hati-hati ya nak di jalan"... Ucap Ibu Rasya ke Rasya" Iya Bu"...jawab Rasya ke Ibunya. Rasya pun bersalaman ke nenek dan Ibunya sembari mengucapkan salam" Assalamuallaikum Bu..nek.. Rasya berangkat ya ? Nenek dan Ibu Rasya pun menjawab" Iya nak...Semoga keselamatan dan keberhasilan menyertaimu... Amiinnn. Rasya pun langsung menuju ke parkir mobil dan meluncurkan mobilnya kearah rumah Ibu Muti" Dan waktu telah menunjukkan pukul 16:00 artinya sebentar lagi hari telah petang. Selang lima belas menit pun Rasya tiba ditempat Ibu Silvia yang dimana di rumah itu terdapat istri dan anaknya. Rafi pun kelihatan senang sekali setelah melihat mobil ayahnya berhenti didepan rumah neneknya, Rasya pun dengan bercanda ke Rafi ia membunyikan klakson mobilnya, Rafi tanpa menunggu lama pun langsung bergegas menuju ke Ayahnya, sembari berteriak memanggil Ayahnya".. Ayaaahh....Ayaaahh...hore Ayah dataaaaang.... Teriakan bahagia Rafi pun Rasya sambut dengan sangat senang".. Rafi setelah sampai di dekat Rasya ia pun meminta salaman terlebih dahulu dan setelah itu terus Rasya menggendongnya dan sembari mencium pipi Rafi. Dan silvia pun juga turut mendampingi Rafi yang Artinya Silvi juga ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh Rafi. Mereka bertiga pun langsung menuju ke dalam rumah dan Rafi masih terus minta gendong ke Ayahnya. Ayah".. Ucap Rafi ke Rasya" Ayah kok lama... Habis kerja ya yah ? Tanya Rafi karena Ayahnya" Tidak naak"..... Jawab Rasya ke Rafi" Ayah dari menyelesaikan urusan dengan teman Ayah"...Dan sekarang urusan itu sudah selesai,.. makanya Ayah terus pulang karena tahu anak ayah pasti sedang menunggu ayah... Ayah capek ya yah" ? Tanya Rafi lagi ke Ayahnya" Rasya pun menjawab sambil bergurau".. Emang kalau ayah capek mau di pijitin ya".. sama anak Ayah ? Rafi pun tersenyum manja" menyikapi jawaban dari ayahnya. Dan mereka bertiga pun kelihatan sangat kompak dan bahagia. Bercanda gurau di kamar dan sambil tidur-tiduran. Dan ditengah-tengah candaan Rasya ke Rafi Silvi pun menyelipkan kata-kata ke Anaknya. Rafi sayang"..... Ucap Silvi ke Rafi" Nanti malam Ayah akan pergi sebentar ya ....Dengan teman Ayah ke tempat kakek yang dulu Rafi pernah main kesana itu bersama Ibu, Ayah,nenek dan nenek buyut".. Rafi dirumah sama Ibu dan nenek disini, besok kalau Ayah sudah selesai urusanya kesini lagi jemput Rafi dan Ibu".. Iya naak"...ucap Rasya ke Rafi".. Dan Rasya juga sekalian pamit ke Rafi" Nak Rafi sehat-sehat ya dirumah bersama ibu"..? Anak Ayah yang pintar dan tidak boleh nakal. Rafi pun menjawab kata-kata dari Ibu dan Ayahnya" Iya ..Ibu ..Ayah.. Rafi akan dirumah bersama ibu ..dan juga nenek" Ayah hati-hati disana yaa...? Iya naak".....Anak Ayah yang ganteng, pintar dan baik sekali.... Ayah pasti akan hati-hati disana".. Silvi pun menambahi pertanyaan ke Rasya".. Sayang...Semuanya telah dipersiapkan bukan ? Iya istri qu .... Insya Allah semua telah beres" Ok.. kalau begitu berarti kita saatnya mandi" karena telah larut sore"... Imbuh Silvi ke Rafi dan juga Rasya" Iya ...Ibuu.... Jawab Rasya yang membantu Rafi mengucapkan kata-kata itu" Rasya dan Rafi pun bergegas menuju kamar mandi, seperti biasa Rasya mandi sekalian dengan Rafi dan Silvi menyiapkan baju yang akan di pakai oleh mereka"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN