Kemarin kan kita lupa kalau hari ini Kapolres libur"
Tapi kita nggak usah bilang ya ke pak Marzuki kalau kita lupa bahwa hari ini hari libur.
Iya sayang "
Ucap Rasya ke istrinya..
Rasya pun sambil memegang haneponya dan langsung menelfon ke pak hj Marzuki. Kriiiiiiing.........kriiiiiiing...........kriiiiiiing, suara Telvon Bapak hj Marjuki terdengar oleh istrinya. Dan istri pak Marzuki pun langsung menuju ke suara yang ia dengar dan beliau pun langsung mengangkat telepon rumah miliknya itu.
Hallo ...
Assalamuallaikum..
Ucap istri Bapak hj Marzuki dalam telepon..
Rasay pun juga waallaikum salam ibu, ini saya Rasya yang kemarin itu kerumah ibu dan ngobrol-ngobrol sama bapak.
Pak hj nya ada Bu ?
Tanya Rasya ke istri bapak hj Marzuki dalam telepon. Ow.. dengan bapak Rasya ya ? Bapaknya lagi ke luar sebentar pak Rasya"
Lagi pergi ke toko "
Ada yang bisa saya bantu ?
Tanya istri pak hj Marzuki ke Rasya.
Oh ...ini Bu, tlng nanti kalau Bapak sudah pulang tolong kabarin saya ya Bu ?
Ada yang akan saya tanyakan sedikit ke bapak"
Ia pak Rasya nanti saya sampaikan ke bapak setelah pulang dari toko"
Jawab istri bapak hj Marzuki ke Rasya. Ia Bu terimakasih ya..
Atas bantuanya,.. Assalamuallaikum..
Ucap Rasya ke istri pak hj Marzuki.
Istri pak hj itu pun menjawab wa'allaikm salam wr.wb.
Dan Rasya pun langsung menyampaikan kesilvi tentang apa yang ia ucapkan dan ia dengar dari istri pak hj itu.
Sayang"
Pak hj nya lagi keluar rumah, lagi ketokonya sebentar, jadi aqu barusan ngobrol sama istrinya dan minta tolong kalau nanti pak hj Marzuki sudah pulang aqu minta dikabarin.
Sayang ..Ucap Silvi ke Rasya,
kelanjutan kita berarti besok besok pagi sudah harus sampai di tempat bapak hj Marzuki, yang artinya" kita nanti berangkatnya siang atau sore ya dari rumah?
Atau kita berangkatnya sore saja nanti langsung menuju ke rumah bapak Hj Marzuki" kan kita kemarin di tawarin untuk menginap di rumahnya"
Rasya pun terdiam sejenak karena berfikir"
Setelah beberapa detik Rasya pun menjawab pertanyaan istrinya itu.
Sayang ucap Rasya ke Silvi"
Kayaknya tidak enak lho kalau kita langsung menuju ke tempat bapak hj Marzuki ..
Tapi bagaimana misal kamu tidak usah ikut dan di rumah bersama Rafi, karena kasian anak kita jika diajak dia badanya masih kurang fit. Apa kalau tidak aqu mengajak teman qu saja ya"
Supaya bisa untuk teman ngobrol di jalan"
Silvi pun terdiam sejenak"
Lalu menjawab keputusan Rasya"
Baiklah sayang, ucap Silvi ke Rasya" jika menurutmu itu yang lebih baik" Tapi aqu ingin di rumah Ibu terlebih dahulu sampai kamu pulang lagi..
Setelah itu kita pulang bersama-sama..
Rasya pun mengizinkan Silvi utuk menginap di rumah ibunya. Dan mendung pun perlahan-lahan telah menghilang, kini cuaca mulai terlihat cerah karena terik matahari. Rasya, Silvi dan Rafi pun masuk kedalam rumah.
Setelah masuk ke dalam rumah Silvi beserta Rasya berunding dengan ibu Silvi"
Ibu ..ucap Rasya ke mertuanya itu, saya mohon izin untuk ketempat teman saya Bu ..
Karena nanti malam insa Alloh sekitar jam 3:00 saya berangkat dari rumah Bu, tetapi kali ini Silvi tidak ikut, karena mengingat kondisi badanya Rafi yang masih kurang sehat.
Jadi saya akan mengajak teman saya untuk mendampingi saya dalam menangani kasus besok"
Baiklah nak.."
Ucap Ibu Silvi ke Rasya"
Hati-hati ya nak,.. baik di jalan maupun di sana. Ibu hanya bisa mendo'akan semoga urusanya bisa cepat selesai dan tanpa ada kendala apa pun" Amiinnn.
Iya Bu ...terimakasih atas do'anya" dan do'a Ibulah yang sangat kami butuhkan..
Saya permisi dulu ya Bu ..
Ucap Rasay ke Ibu mertuanya karena akan ketempat teman yang akan ia ajak untuk menemaninya dalam urusan besok.
Rasay pun berpamitan sembari bersalaman dengan Ibu mertuanya dan juga dengan Silvi dan Rafi, lalu bergegas menuju ke mobil. Dan Rafi pun tak lupa mengucap Hati-hati ya Ayah ...
Rasya pun tersenyum mendengar ucapan dari anaknya itu dan melambaikan tanganya" d**a sayang ....Rafi hati-hati dirumah yaa...
Sama Ibu dan nenek ...
Rafi pun menjawab, Ia Ayah ....
Dan Rasya pun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang.
Silvi, Rafi dan Ibu Silvi pun kembali masuk ke dalam rumah.
Ibu Silvi pun bertanya ke Silvi"
Bagaimana urusan kemarin mengenai kasus paman ipar kamu Silvi ?
Kemarin komandan polisi bilang, kasus paman akan di tindak lanjuti hari Senin besok Bu..
Jadi untuk kesimpulannya paman bisa bebas atau belum kemungkinan masih hari besok.
Dan selang beberapa menit Rasay pun sampai di tempat temanya itu" Dengan nada santai dan meyakinkan Alhamdulillah teman Rasya mau dan bisa untuk menemani Rasya dalam bepergian besok.
Setelah selesai ngobrol-ngobrol Rasya pun langsung berpamitan ke temanya itu karena masih ada urusan yang harus ia kerjakan hari ini yaitu mengenai pekerjaannya besok di kantor.
Karena Rasya untuk hari besok ia mengambil izin satu hari untuk menyelesaikan urusan mengenai pamanya, maka ia juga harus memberi penjelasan atau cara-cara yang lain keteman sekantornya yang akan menghendel pekerjaanya.
Dan hari pun telah mulai larut siang, Rasay juga menyempatkan pulang ke rumahnya walau cuma sebentar. Tiinn..tiinn..tiiiiiiinnn....
Suara klakson mobil Rasay di depan rumahnya pertanda ia minta tolong di bukakan pintu gerbang rumah. Dan asisten rumah tangga Rasya pun langsung membukakan pintu gerbang itu, dan mobil Rasya juga langsung menuju ke parkiran rumahnya.
Ibu Rasya pun menyambut Rasya didepan pintu rumah. Setelah Rasya turun dari mobilnya, ia pun langsung bersalaman ke Ibunya, dan sembari mengucap Assalamuallaikum Bu ..
Ibu Rasya pun menjawab" waallaikum salam wr.wb.
Nak.." kok kamu sendirian ?
Istri dan anakmu tidak ikut pulang ?
Tanya Ibu Rasya ke Rasya. Dan Rasya pun juga langsung menjawab"
Pulang Bu...
Tetapi untuk sekarang Silvi sama Rafi masih di rumah ibunya, karena nanti malam saya mau berangkat lagi untuk melanjutkan urusan kemarin yang masih tertunda.
Dan untuk kali ini aqu akan berangkat sama teman aqu Bu..
Karena Rafi kemarin badanya panas jadi Silvi tidak bisa ikut untuk melanjutkan urusan besok.
Sembari Rasya menuju ke neneknya, dan setelah sampai didepan neneknya Rasya juga tak lupa bersalaman dan mengucapkan salam"
Assalamuallaikum nek"
Ucap Rasya ke neneknya. Dan nenek Rasya pun terlihat sangat girang menjawab salam dari Rasya yang tiba-tiba ada didepanya.
Waallaikum salam nak"
Apa kabarmu Rasya ? Mana Rafi kok Idak ikut pulang ?
Rasya pun juga langsung menjawab pertanyaan dari neneknya itu. Alhamdulilah baik nek,..
Rafi belum ikut pulang sekarang nek, masih ditempat neneknya, karena nanti malam Rasya akan berangkat lagi nek, melanjutkan urusan yang kemarin masih tertunda.
Dan nanti setelah pulang dari sana Rafi dan Ibunya baru akan ikut pulang nek" nenek Rasya pun terdiam dengan ucapan Rasya itu.
Ow iya Rasya.. paman kamu apa kabar ?
Kemarin kamu sudah ketemu kan sama paman kamu ?
Tanya nenek Rasya ke Rasya"
Tidak nek" kemarin saya tidak sempat bertemu dengan paman, karena waktunya yang mendesak.
Tapi insa Allah paman dalam keadaan baik-baik saja nek.
Nenek jangan hawatir ya nek".. Rasya akan berusaha semampu Rasya untuk membantu paman keluar dari tahanan.
Iya nak" terimakasih ya atas pengorbanan kamu untuk pembebasan paman mu. Semoga hidupmu selalu diberi kesehatan, kemudahan dan keselamatan ya nak.. Dimana pun kamu berada"...Ucap nenek Rasya ke Rasya.