Kedamaian

939 Kata
Assalamuallaikum... Suara tetangga mengucap salam dipintu rumah ibu Silvi sembari dengan mengetuk pintu" Waallaikum salam .. Jawab ibu Silvi ketetangga yang dimintain tolong olehnya" silahkan duduk terlebih dahulu pak ? Ucap ibu Silvi memerintahkan tetangganya yang akan membantu mengantarkanya kebidan atau dokter. Lalu ibu Silvi langsung masuk kekamar dan menggendong Rafi terus beranjak jalan keruang depan dimana iya mempersilahkan duduk keorang yang akan menghantarkanya berobat kebidan atau dokter terdekat. Setelah ibu Silvi sampai diruangan depan ,tetangga yang dimintain tolong oleh Silvi untuk menghantarkan anaknya itupun langsung berjalan keluar menuju mobilnya" Lalu membukaan pintu mobilnya dan menyuruhnya masuk kedalam mobil" Dan setelah itupun iya terus melajukan mobilnya itu, ibu silvipun dengan posisi duduk dimobil dengan menggendong Rafi cucunya itu iya sambil mengelus-elus kepala Rafi hingga meneteskan air mata" Sembari terucap kata-kata dalam hatinya" Rafi sayang " Ibu dan ayah lagi membantu paman nak.. Rafi harus cepat sembuh yaa.. Ada nenek disamping rafi.. Setelah sekitar sepuluh menit perjalanan ibu silvi dan rafi pun telah sampai ditempat berobat yang ia tuju itu. Dokter pun langsung memeriksa Rafi dan terus memberikan resep obat untuk Rafi. Ibu ..ucap dokter yang mengobati Rafi. Ini obat turun panas untuk Rafi .. Di minum tiga kali sehari ya Bu .. Panasnya cukup tinggi jadi nanti setelah sampai rumah tolong obatnya di minumkan langsung saja" Supaya panasnya cepat turun" Setelah di periksa dan di kasih obat, Rafi pun langsung di ajak pulang oleh neneknya, dan sesampainya di rumah Ibu Silvi pun langsung meminumkan obat yang di berikan oleh dokter tersebut. Dan jam telah menunjukkan pukul 1:30, Silvi dan Rasya pun belum juga sampai dirumah dan kira-kira diperkirakan sekitar pukul 4:30 baru sampai dirumah. Itu pun Rasya mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Artinya Rasya menyetir mobil dengan kecepatan kencang sekali, demi untuk anaknya sang buah hati yang lagi sakit. Waktu pun terus berjalan kini Rafi suhu badannya mulai menurun, Ibu Silvi pun sangat bersyukur sekali" Dan Rafi pun juga sudah mulai tenang karena suhu panas di badanya telah mulai menurun. Jam telah menunjukkan pukul tiga tepat. Ibu Silvi pun kali ini baru bisa mulai tertidur, karena hampir semalaman ia menunggui Rafi yang sakit dengan suhu panas di badannya yang sangat tinggi. Ibu silvi pun juga layaknya orang tua yang lain, artinya ia tidak akan bisa tertidur dalam keadaan cucunya yang lagi mengalami sakit dengan suhu badannya yang tinggi. Setelah ibu Silvi tertidur sekitar satu jam setengah, ia pun terdengar suara klakson mobil dan Ibu Silvi pun langsung bergegas menuju kedepan dan membuka pintu tumahnya, dan setelah pintu terbuka Alhamdulillah Silvi dan Rasya telah sampai di rumah. Silvi dan Rasya pun langsung bergegas masuk kerumah dan menemui Rafi" Silvi pun langsung memeluk anak semata wayangnya itu sembari mengucapkan kata... Sayang .... Ibu dan Ayah telah sampai di rumah naak.. Dan Rafi rupa-rupanya mendengar ucapan dari ibunya itu" Ia perlahan membukakan matanya yang masih terasa barat untuk di buka, karena Rafi juga hampir semalaman tidurnya tidak bisa nyenyak karena merasakan suhu badannya yang tinggi... Setelah Rafi membuka mata, alangkah senangnya hati Rafi karena melihat ibunya telah ada disamping dia. Rafi Sambil tersenyum dan mengucap Ibu....... Sembari memeluk Silvi ... Ibu ko' lama sekali ya pulangnya...? Ucap Rafi ke Silvi .. Silvi pun meneteskan air matanya karena tidak tega sekali melihat Rafi yang sakit ketika di tinggal olehnya. Sayang.... Jawab Silvi ke Rafi" Ibu dan ayah kan lagi ada urusan, jadi ya lama... Tapi sekarang jangan sakit lagi ya nak.." Ibu tidak akan pernah ninggalin Rafi lagi .. Rafi pun tersenyum dan sembari mengucap" Rafi kan sudah sembuh Bu..Dan sudah tidak sakit lagi .. Rasya juga demikian halnya Silvi" ia pun juga meneteskan air mata di pipinya karena mendengar ucapan dari anaknya itu. Setelah puas memeluk ibunya Rafi pun terus menoleh ke Ayahnya. Ayah .. ucap Rafi ke Rasya ..Ayah jangan menangis yah.." Rafi sembari menghapus air mata Rasya yang sengaja Rasya biarkan mengalir di pipinya. Kan Rafi sudah sembuh yah...Rafi sudah tidak sakit lagi ... Iya nak.. Jangan sakit lagi ya.. Dan ma'afkan Ayah, karena Ayah telah ninggalin Rafi hanya dengan nenek di rumah ? Iya yah... Rafi kan sudah sembuh.. Dan Rafi tidak mau sakit lagi yah ? Iya nak.." Ayah akan berusaha sekuat tenaga untuk Rafi ... Rafi pun tersenyum dan sembari menarik Rasya untuk di ajak tidur" Ayah ayo' kita tidur .. Rasya pun menuruti apa yang di inginkan oleh Rafi" Dan Akhirnya mereka bertiga pun tidur bareng. Tetapi Rasya dan Silvi sudah tidak bisa terpejam lagi matanya. Karena waktu telah menunjukkan subuh, dan setelah Rafi tertidur Rasay dan Silvi pun beranjak bangun dari tempat tidur dan menjalankan sollat subuh berjamaah" Dan juga dengan ibu Silvi tentunya. Setelah sollat subuh berjamaah selesai Silvi langsung bergegas kedapur untuk memasak membuat sarapan. Tetapi Rasya tidak membantu Silvi di dapur karena Silvi telah di bantu oleh ibunya, melainkan ia menemani Rafi yang sedang tidur di kamar sendirian. Siang pun mulai menjelang, Silvi juga telah selesai dalam mengolah atau memasak makanan di dapur. Dan cuaca pagi yang sejuk yang di hiasi oleh mendung kini terasa sangat cocok untuk bercanda gurau di depan rumah di bawah pohon yang agak rindang itu yaitu pohon jambu air. Setelah selesai memasak Silvi pun membangunkan Rafi untuk mandi dan meminum obatnya lagi, kondisi Rafi kini perlahan membaik ia pun terlihat ceria sebagaiman biasanya. Dan Sabil duduk- duduk di halaman depan rumah Silvi dan Rasya pun teringat akan urusanya dengan pak hj Marzuki yang belum selesai itu. Sayang " ucap Rasya ke Silvi" Kita telvon ke pak hj Marzuki dulu ya? Untuk memberi tahu kalau kita semalem pulang ke rumah karena anak kita sakit" Iya sayang .. Lebih baiknya memang begitu" Jawab Silvi ke Rasya "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN