Ke damaian

1181 Kata
Dan setelah kira-kira jam menunjukkan pukul sepuluh, Ibunda Silvi pun baru pulang" Assalamualkaikum... Ucap salam Ibu Silvi ke orang yang ada didalam rumah. Waallaikum salam wr.wb. Rasya dan Silvi pun menjawab salam dari dari ibunya itu. Waallaikum salam .. Bu baru pulang bu, tanya Rasya ke Ibu Silvi. Iya nak".. Jawab Ibu Silvi ke Rasya. Dan Ibu Silvi pun gantian juga bertanya ke Rasya. Nak Rasya kapan pulangnya ? Tadi Bu, sekitar jam delapan kurang lebihnya..jawab Rasya ke Ibu mertuanya. Dan bagaimana untuk kelanjutannya nak? Tanya Ibu Silvi ke Rasya" Alhamdulilah kelanjutannya baik Bu.. Paman dan taman-temanya bisa dibebaskan" Dan sekarang paman telah ada di rumah dan teman-teman paman juga sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Alhamdulillah hirobil allamiinnn...akhirnya pamanmu bisa keluar juga. Dan semoga semua ini bisa dijadikan pelajaran ya nak oleh pamanmu itu. Ia Bu, kata paman juga katanya paman akan insyaf dari perbuatanya yang merugikan orang dan menyakiti orang. Syukurlah nak" kalau memang seperti itu, dan semoga Alloh selalu memberi kemudahan kepada nak Rinto, dalam menuju kebaikan. Kalau begitu ibu tinggal kekamar dulu ya nak" ucap Ibu Silvi ke Rasya. Ibu belum melakukan sollat isyak ... Iya Bu, ucap Rasya ke Ibu mertuanya itu.Dan untuk Rafi, malam ini ia akan tidur dengan kita Bu.. Ia nak....Tidak apa².. Memang dari siang Rafi menanyakan Ayahnya .. Dan setelah itu pun Ibu Silvi langsung bergegas ke kamar dan akan melakukan sollat Isyak, Begitu juga dengan Rasya ia pun juga bergegas masuk ke kamar bersama istri tercinta. Setelah mereka berdua masuk ke kamar, Rasya pun teringat bahwa ia belum berpamitan ke ibunya kalau ia tadi akan langsung pulang ke rumah Ibu mertuanya. Sayang, Ucap Rasya ke Silvi... Tadi aqu tuh belum izin ke Ibu lhoo kalau aqu sehabis nganter Riko terus beranjak ke sini. Ya telvon dulu lah sayang... Silvi pun menyuruh Rasya untuk menelfon Ibunya. Nanti Ibu kira kamu kemana... Iya ..saya mau telvon dulu ke Ibu. Nuuuut......nuuuut......suara hanepon Rasya karena sedang menghubungi Ibundanya. Dan Ibu Rasya pun kebetulan masih berada didekat haneponya, jadi ia langsung bisa mengangkatnya. Hallo....Assalamuallaikum nak.....ucap Ibu Rasya ke Rasya. Waallaikum salam Bu... Jawab Rasya ke Ibunya. Bu" maaf ya..tadi Rasya lupa izin ke ibu kalau Rasya tadi setelah mengantar Riko sekalian langsung ke rumah ibu Silvi. Iya nak... Tidak apa-apa... Terus kamu mau nginap atau pulang kan besok kerja nak".. Ucap ibu Rasya ke Rasya. Kayaknya malam ini Rasya nginap disini Bu... Besok berangkat kerja sekalian dari sini. Ow .. iya nak.. tidak apa-apa. Bagaimana keadaan ibu mertuamu nak?..tanya ibu Rasya ke Rasya. Alhamdulilah sehat Bu... Malah tadi waktu Rasya sampai di rumah Ibu mertua qu sedang tidak ada dirumah, karena sedang bantu-bantu di tetangganya karena sedang ada acara keluarga. Dan barusan pulang, tapi ya Rasya sudah sempat ngobrol juga denganya. Tapi ya semua baik-baik saja. Ow iya Bu paman gimana? Masihkah menangis ? Tanya Rasya balik ke ibunya. Alhamdulillah tidak nak..Jawab ibu rasya ke Rasya. Tadi setelah masuk kedalam rumah dan pamanmu menemui anaknya yang sedang tidur dan sembari memeluk putrinya itu, dan terus tidak menangis lagi. Dan sekarang ia sedang ada di kamarnya. Setelah tadi makan malam bersama. Dan ibu ini ada dimana ? Ada di kamar nak... Ohh....iya Bu... Selamat beristirahat ya Bu.. Rasya juga akan beristirahat. Iya nak.... Semoga mimpi yang baik-baik ya. Iya Bu jawab Rasya ke ibunya. ...selamat malam..Assalamuallaikum wr.wb. Waallaikum salam wr.wb. Jawab salam ibu Rasya ke Rasya. Setelah itu pun Rasya merasa capek dan mulai lekas tidur. Sayang, ucap Rasya ke Silvi. Badan qu terasa lelah aqu tidur duluan ya.. Ia sayang, jawab Silvi ke Rasya. Besok juga kan kamu kerja, jadi harus istirahat yang cukup. Dan setelah Rasya tertidur pulas, Silvi pun rupanya belum juga tertidur, ternyata Silvi mempunyai keinginan untuk pindah rumah ke tempat Ibunya. Karena untuk saat ini di rumah Ibu Rasya sudah ada paman Rasya dan anaknya, dan juga nenek dan ibu Rasya. Tetapi setelah ia merasa capek untuk berfikir, akhirnya Silvi pun tertidur juga. Dan kini Rafi, Rasya dan juga Silvi tidur berada dalam satu ranjang yang sama. Dengan Ranjang tidur yang besar sehingga ditempati orang tiga masih terasa longgar. Sehingga ketiganya pun, yaitu Rafi, Rasya dan juga Silvi lelap dalam tidurnya. Dan Silvi pun terbangun sudah pagi yaitu sekitar pukul 4:15 menit. Ia bergegas bangun karena Suaminya akan berangkat kerja di kantor dan harus sarapan pagi terlebih dahulu. Dan Silvi langsung beranjak ke dapur, tetapi sesampainya di dapur ternyata ibu Silvi telah bangun terlebih dahulu. Dan telah mulai menyiangi sayuran. Akhirnya pun Silvi juga terus beralih membikin bumbu sayur, lauk dan sebagainya. Setelah azan subuh, Silvi dan Ibunya pun sollat subuh secara bergantian, karena kondisi memasak di dapur belum selesai. Dan setelah pukul 5:30 Alhamdulillah semua masakan telah siap untuk di hidangkan. Dan ternyata Rasya dan Rafi pun belum terbangun. Silvi pun beranjak masuk ke kamar dan membangunkan ke duanya. Yaitu anak dan suaminya. Dengan cara membuka horden jendela, dan sembari memanggil" sayaaangg.... Sudah waktunya bangun... Rasya dan Rafi pun mendengar suara orang membangunkannya terus langsung terbangun. Untuk Rasya ia terus beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil Air wudhu. Dan untuk Rafi ia sudah terbangun namun masih bermalas-malasan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Tetapi Silvi tidak kekurangan cara untuk membuat Rafi supaya mau bergegas untuk menjalankan sollat subuh. Karena waktu telah menunjukkan pukul 5:45 jadi Silvi pun harus ekstra untuk menyuruh Rafi supaya segera menjalankan sollat subuh. Tetapi Rafi karena mendengar suara ibunya yang berdengung terus di telinganya, akhirnya ia bangun juga dari Ranjang tidurnya dan beranjak untuk melakukan sollat subuh. Memeng anak seusia Rafi masih sangat butuh dorongan dan motivasi tentang keagamaan dari orang tuanya terutama yaitu Ibunya. Karena kalau Silvi lebih tangguh Agamanya tenimbang Rasya, tetapi Rasya selalu mengimbangi apa yang menurut Silvi itu benar. Setelah Rafi bangun dan menjalankan sollat subuh ia pun terus beranjak keluar dari kamar dan menuju ke ruang tv. Dan untuk Rasya tentunya ia menyiapkan perlengkapan yang akan ia bawa kekantor. Dan terus beranjak menuju kekamar mandi. Karena pukul 6:30 Rasya sudah harus meluncur dari rumah dan berangkat ke tempat kerja. Dan untuk Rafi ia masih tetap duduk di kursi depan tv. Dan ibu Silvi pun seperti biasa membuatkan minuman untuk Rafi yaitu segelas s**u hangat untuk sang cucu tercinta. Rafi pun merasa senang dengan tiba-tiba neneknya telah ada disampingnya dengan membawa segelas s**u hangat untuknya. Rafi pun langsung meneriama minuman itu dan mengucap" terimakasih nek" Rafi telah dibikinin susu.... Iya cucu nenek tersayang..... Jawab ibu Silvi ke Rafi. Dan setelah minum s**u selesai Rafi pun terus beranjak menuju kamar mandi, karena untuk saat ini Rafi sudah mulai masuk sekolah di TK nol besar. Dan kali ini Rafi tidak mau di mandiin oleh siapa pun, termasuk ayah dan ibunya atau neneknya. Rafi telah mulai memiliki rasa malu, jadi bersih atau tidaknya ia mandi tetap tidak mau kalau di mandiin. Tetapi Silvi pun berusaha untuk menghargai pendapat Rafi itu. Dan setelah Rafi keluar dari kamar mandi ternyata ayahnya telah siap untuk berangkat ke kantor. Namun Rasya masih duduk di kursi untuk menyantap sarapan terlebih dahulu. Silvi pun bergegas memakaikan baju ke Rafi dan segera mengajak Rafi untuk menyusul ayahnya di meja makan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN