Bersyukur

1188 Kata
Dan setelah Lima jam lebih telah dilalui Rasya pun kini hampir sampai di rumahnya. Dan karena Rasya akan langsung menuju ke rumah, Ia pun tentunya telah memberi kabar ke istrinya dari tadi, bahwa Ia tidak bisa mampir ke rumah ibunda Silvi. Namun nanti setelah ia sampai di rumah ia pun segera akan menjemput Silvi dan juga Rafi. Silvi pun tentunya bisa mengerti keadaan suaminya itu, dan Silvi juga bilang ke ibunya. Ibu Silvi pun juga tidak keberatan dengan keputusan menantunya itu. Dan setelah detik-detik hampir sampai di rumah, Rinto pun meneteskan air matanya. Karena saking senangnya ia bisa kembali lagi kerumah bisa betkumpul bersama anak, Ibu dan juga keluarga yang lainya. Mobil Rasya pun perlahan telah sampai didepan pintu gerbang rumah, dan Rasya pun memberi kode dengan membunyikan klakson mobilnya, bahwa ia dan Rinto telah ada didepan rumah. Ibu Rasya dan nenek Rasya pun mendengar suara klakson mobil Rasya, Ia pun langsung. Bergegas menuju kedepan rumah akan menyambut Rinto yang baru pulang dari tahanan. Setelah Asisten rumah tangga Rasya membukakan pintu gerbang yang terkunci itu, Rasya pun dengan pelan memasukkan mobilnya di halaman depan rumahnya. Ia sengaja tidak memarkirkan mobilnya tempat parkir mobil karena Rasya setelah mengkondisikan situasi didalam rumahnya ia pun akan jemput anak dan istrinya. Dan setelah mobil Rasya berhenti di halaman depan rumah, Ibu Rasya dan neneknya pun telah menyambut didepan pintu rumah dengan penuh rasa gembira sekali. Rasya pun turun dari mobilnya terlebih dahulu dan bersalaman ke nenek dan Ibunya. Setelah Rasya turun dari mobil, Rinto pun juga perlahan turun dari mobil dan dengan kondisi badan telah mandi serta pakaian yang ia kenakan juga bersih dan Baru, karena Rasya yang membelikannya. Dan dengan perlahan Rinto pun turun dari mobil Rasya dan menghampiri Ibu Rasya juga nenek Rasya. Sesampainya didekat Ibundanya, Rinto memilih untuk bersalaman ke kakaknya terlebih dahulu yaitu ibu Rasya. Dengan mata berkaca-kaca Rinto meminta maaf ke kakaknya yaitu ibu Rasya. Dan setelah selesai bersalaman dengan kakaknya, Rinto pun beralih salaman ke Ibundanya. Dan kali ini air mata Rinto sudah tidak bisa dibendung lagi. Karena merasa bersalah atas perbuatanya ke orang-orang yang telah ia sakiti. Sembari memeluk ibunya dan meminta maaf. Ibu" ucap Rinto ke Ibunya. Maafkan Rinto ya Bu, anakmu ini telah banyak melakukan perbuatan yang salah, (Telah banyak menyakiti orang-orang yang sayang terhadap Rinto). Ibu Rinto pun juga menangis dan sembari menjawab kata-kata yang diucapkan oleh Rinto. Nak".. Biarlah yang berlalu menjadi masa lalu.. Dan terpenting adalah hari ini dan masa depan. Jadilah seorang Rinto yang tidak menghalalkan berbagai cara untuk kesenanganmu sendiri. Iya Bu" jawab Rinto ke Ibunya. Saya akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dan tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah Rinto lakukan di hari yang lalu. Setelah itu pun Ibu Rasya terus mengajak Rinto dan juga teman Rasya yaitu Riko untuk masuk kedalam Rumah. Namun untuk Riko ia tidak mau untuk masuk ke rumah Rasya, karena hari telah malam yaitu sekitar pukul 20:30 jadi ia akan langsung pulang saja ke rumahnya. Dan Rasya setelah ia mengajak Riko juga untuk masuk kedalam rumah dulu namun Riko tetap tidak mau, Akhirnya Rasya pun langsung memutar balikkan mobilnya dan terus melaju kearah rumah Riko. Tentunya di perjalanan Rasya pun mengucapkan terimakasih banyak ke Riko karena ia telah rela meluangkan waktunya untuk menemaninya dalam suatu urusan hingga selesai. Riko pun tersenyum kecil ke Rasya dan berkata" Rasya.. kamu tidak usah berlebih begitulah ke aqu.. Kita inikan teman dari dulu, jadi apapun itu jika aqu bisa pasti akan aqu lakukan. Dan inilah gunanya teman. Dan Rasya pun tersenyum karena merasa lega atas apa yang ia dengar untuk hari ini. Setelah dua puluh menit perjalanan Rasya pun telah sampai di kediaman Riko, dan Riko pun langsung bergegas turun dari mobil dan sembari bersalaman ke Rasya. Dan Rasya pun berucap" Tank you my friend... (Terimakasih sahabat qu) semoga kebaikan menyertai kita semua... Aaminnn.?? Dan Rasya pun terus berpamitan ke Riko dan melajukan mobilnya ke arah rumah Ibu Silvi, karena jarak kediaman Ibu Silvi dan Riko tidak terlalu jauh hingga Rasya sekalian menuju kesana. Setelah sepuluh menit perjalanan sampailah Rasya di halaman rumah Ibu mertuanya itu. Dan sembari membunyikan klakson mobilnya. Dan rupanya Rafi pun belum tertidur karena mendengar Ayahnya akan pulang malam ini. Dan Rafi ternyata mendengar suara klakson mobil Ayahnya itu, lalu dengan seketika ia pun langsung beranjak membuka pintu dan menuju ke Ayahnya sembari memanggil Ayahnya. Ayaaahh......Ayaaahh.... Hore Ayah pulang..... Rafi dan Ibunya pun terus beranjak mendekati Rasya dan bersalaman sembari mengucap Assalamuallaikum Ayah ? Ucap Rafi ke Ayahnya. Dan juga Rafi pun bertanya hal lain ke Ayah" ... Kakek mana yah..? Kata Ibu, Ayah sedang menjemput kakek..kakek kok tidak ada ? Sayang...jawab Rasya ke Rafi, Ayah memang habis jemput kakek, tetapi kakek ada di rumah nenek yang jauh disana. Ow ....bararti kakek sudah sampai di rumah ya Bu ? Tanya Rafi ke Ibunya. Ia nak" ucap Silvi ke Rafi. Yuk kita masuk ... Ajak Silvi ke Rafi dan juga ke Rasya .. Setelah Rasya sampai didalam Rumah ia terus bergegas untuk mandi dan melakukan sollat Isyak. Sementara Silvi menyiapkan minuman hangat dan juga makan malam Rasya. Setelah selesai sollat isya Rafi pun masih terus mengikuti Ayahnya. Dan Rasya pun akhirnya duduk di Ranjak tidur sembari bercengkerama dengan Anaknya. Hingga Rafi pun akhirnya tertidur disebelah Ayahnya. Dan setelah itu Rasya ke belakang menemui istrinya yang sedang menghangatkan makanan di dapur. Dengan pelan Rasya pun memeluk istrinya dari belakang, sembari berkata" sayang aqu sudah kenyang.. beristirahatlah saja, aqu cuma akan minum kopi hangat buatan istri qu.. Rasya pun memulai candaanya ke Silvi. Dan Silvi pun mengambilkan segelas kopi yang telah ia buat untuk suaminya itu dan memberikanya ke Rasya. Tentu Rasya menerima kopi itu dengan wajah yang menyenangkan istrinya. Sembari duduk di ruang tamu dan minum kopi buatan sang istri, sungguh menyenangkan, Silvi pun juga duduk disamping Rasya sembari bertanya ke Rasya. Sayang... Bagaimana keadaan paman saat ini ? Rasya pun terus memberi jawaban ke istrinya tentang pamanya itu. Paman dalam keadaan baik-baik saja, namun bekas luka yang ada di wajahnya tubuhnya belum menghilang. Tetapi di sepanjang jalan paman tidak mau berbicara apa-apa. Tadinya aqu juga sempat berfikir kalau paman sakit atau gimana, tapi ternyata tidak" Mungkin karena terlalu merasa bersalah dan juga sempat juga paman meminta maaf ke aqu. Tapi yaa aqu bilang, bahwa aqu telah memaafkanya. Dan sesampainya di rumah paman juga meminta maaf ke ibu dan juga ke nenek, dan sembari menangis dan sembari menyesali perbuatanya. Dan paman juga sempat bilang kalau paman tidak bisa membalas kebaikan kita, termasuk uang kita yang telah dipergunakan untuk membayar kerugian pak Marzuki. Tapi aqu juga sudah menjawabnya" bahwa aqu telah mengikhlaskanya. Dan paman juga bilang, ke aqu, Ibu dan juga nenek kalau dia tidak akan mengulangi perbuatannya yang keji itu. Syukurlah ... Kalau paman bisa menyesali perbuatanya.. Jawab Silvi ke Rasya. Aqu juga turut senang kalau paman bisa menghentikan perbuatanya yang merugikan keluarga dan dirinya itu. Walau sampai kita kehilangan uang sebesar puluhan juta rupiah. Dan semoga Alloh menggantinya dengan kebaikan-kebaikan untuk kita yang lainya....Aaminnn...Jawab Silvi meng Aminkan ucapan suaminya itu. Dan Ibu Silvi kebetulan sepulangnya Rasya beliau tidak ada di rumah, karena sedang bantu-bantu di tempat tetangganya karena mau ada acara tasyakuran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN