Penuh warna

1176 Kata
Dan Rafi pun juga bergegas menuju ke meja makan bersama ayahnya. Dan ternyata Rasya juga masih menunggu Rafi. Hallo sayang, ucap Rasya ke anaknya. Hai Ayah... Ucapan Rafi ke Ayahnya. Ayah belum belum sarapan ? Tanya Rafi ke Rasya. Belum nak.. jawab Rasya" kan masih menunggu Rafi.. Mari kita sarapan bersama-sama. Hari ini Rafi mulai sekolah ya ? Tanya Rasya ke Rafi. Ia yah.. jawab Rafi. Tapi Rafi akan diantar oleh ibu. Dan akan ditunggui sampai pulang. Oh ...iya.. Asyik dong ditungguin ibu sampai pulang.. Celetuk Rasya ke Rafi. Ia yah... Kan Rafi masih malu..nanti kalau sudah tidak malu Rafi ya mau berangkat sendiri ke sekolahnya. Rasya pun hampir tersedak makanya, karena mendengar Rafi jika ia telah berani maka akan berangkat sendiri ke sekolah. Oh iya nak...tetapi Ayah tidak mengizinkan Rafi untuk berangkat sekolah sendirian lho, meski Rafi telah merasa berani dan tidak malu lagi dengan teman-teman. Ok nak...Dan Rafi harus mendengarkan kata-kata Ayah. Okey... Rafi pun tersenyum mendengar pendapat Ayahnya itu. Ia Ayah... Rafi pasti akan selalu diantar oleh Ibu..jawab Rafi ke Ayahnya dan sembari tersenyum. Rasya pun akhirnya merasa lega dengan keputusan anaknya itu. Dan mereka pun sarapanya telah selesai, begitu juga dengan Rafi. Rasya pun bergegas menuju ke luar rumah dan menghampiri mobilnya. Dan Rafi pun bersalaman terlebih dahulu ke Ayahnya, begitu juga dengan Silvi, ia menghantarkan suaminya hingga suaminya masuk kedalam mobil. Dan Rasya pun setelah berada dimobil ia tidak lupa mengucapkan salam ke istrinya. Assalamuallaikum... Ucap Rasya ke Silvi... Waallaikum salam mas...hati-hati di jalan yaa.. ucap Silvi ke Rasya. Iya sayang...jawab Rasya ke Silvi dan sembari menghidupkan mesin mobilnya dan beranjak meluncur ke tempat pekerjaanya. Dan kini tinggal Rafi yang belum berangkat ke sekolah karena sedang menunggu ibunya. Setelah Rasya berangkat ke kantor Silvi pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan buru-buru untuk mandi. Karena dari tadi ia mengurus makanan dan juga Rafi akhirnya sampai ia belum mandi. Namun jam masih menunjukkan pukul 6:40 menit, artinya masih ada waktu untuk mandi. Dan setelah sepuluh menit di kamar mandi Silvi pun telah selesai mandi. Dan tinggal bersiap untuk berangkat. Untuk Buku Rafi dan perlengkapan sekolah lainya, semua telah siap dan tinggal berangkat saja. Dan kini pun Alhamdulillah Silvi dengan gerak cepat akhirnya ia sudah siap juga untuk berangkat menghantarkan sekolah anak kesayangannya itu. Dan Silvi pun perlahan mengeluarkan motornya yang biasa ia pakai jika sedang berada di rumah ibunya. Dan Rafi pun juga dengan hati-hati naik dibelakang ibundanya. Ibu Silvi pun, menghantarkan Anak dan cucunya sampai didepan rumah hingga Silvi dan Rafi berangkat menuju ke sekolahnya Rafi. Silvi dan Rafi pun tidak lupa selalu mengucapakan salam ke Ibunya jika akan bepergian dan setelah pulang bepergian. Assalamualaikum ... Ibu ...Silvi dan Rafi berangkat sekolah dulu yaa... Ucap Silvi ke Ibunya. Ia nak...hati-hati di jalan ya nak..Jawab ibu Silvi ke Silvi. Iya nenek ... Dan Silvi pun meluncurkan motornya ke jalan yang menuju ke arah sekolah Rafi. Dan Ibu Silvi pun melambaikan tanganya ke anak dan cucunya itu. Setelah Silvi jauh dan tidak terlihat lagi motornya, ibu Silvi pun beranjak masuk kedalam Rumah dan berbenah apa-apa yang tadi belum Silvi selesaikan. Setelah jam menunjukkan pukul 9:30 Rafi pun telah selesai dalam belajarnya. Dan semua murid telah diperbolehkan untuk pulang termasuk Rafi. Ternyata Rafi adalah anaknya pemberani, cerdas, tampan dan tangguh. Benar-benar sosok yang langka. Tetapi Silvi pun juga tidak melepaskan Rafi di sekolahnya begitu saja. Silvi tentu juga masih teringat akan pesan suaminya tadi, bahwa Rafi tidak boleh ditinggal sendirian di sekolahnya. Maksudnya, walau ada guru di sekolah, namun Silvi harus tetap menunggu Rafi diluar rungan sekolah. Dan setelah pelajaran usai Rafi pun beranjak untuk pulang bersama Ibundanya yang tengah siap menanti anak kesayangannya. Setelah Rafi keluar dari ruangan kelas, ia pun tidak lupa selalu bercerita ke ibunya" yaitu " Ibu...... Tadi Rafi disuruh untuk maju kedepan Bu sama Ibu guru .... Dan Rafi berani lho Bu... Di tanya sama Bu guru" kata Ibu guru, Ibu Rafi siapa namanya dan Ayahnya juga siapa namanya. Rafi terus menyebut nama Ibu dan ayah. Tidak apa-apa kan ya Bu..? Iya nak... Tidak apa-apa nak.. jawab Silvi ke Rafi. selama itu untuk berkepentingan dan bukan untuk bermain-main ya tidak apa nak". Ucap Silvi ke Rafi. Dan setelah Lima menit naik motor, sampai juga Silvi dan Rafi kerumah. Ibu Silvi pun tentunya menyambut cucunya yang baru pulang dari sekolahnya itu. Setelah Silvi Silvi memasukkan motornya di bagasi, Rafi pun terus turun dari motor dan langsung menghampiri neneknya yang sedang berdiri di depan pintu dan menanti kedatanganya. Assalamuallaikum nenek.... Ucap Rafi ke neneknya. Waallaikum salam naak... Bagaimana sekolahnya, Berani apa tidak di suruh maju kedepan oleh ibu guru ? Tanya Ibu Silvi ke cucunya itu. Berani donk nek .. Jawab Rafi keneneknya. Rafi memperkenalkan diri nek dengan maju kedepan dan ditanya nama Ayah dan Ibu Rafi, dan Rafi berani nek...... Aamiiinnnn..... Alhamdulillah... Ternyata cucu nenek pemberani... Ucap nenek Rafi ke Rafi. Dan sekarang ganti baju dulu lalu beristirahat ya... Ia neek....Jawab Rafi ke neneknya. Dan Rafi pun di dampingi Ibunya terus bergegas ke kamar dan melepas baju sekolahnya dan ganti baju yang biasa di pakai di rumah. Setelah itu untuk ia keluar dari kamar dan beristirahat di syofa ruang tamu, sembari menonton tv. Dan ditemani oleh Ibu dan neneknya. Dan setelah beberapa menit menonton tv Rafi pun akhirnya tertidur juga. Dan di saat ada waktu luang ibu Silvi pun bertanya ke Silvi, tentang nasibnya kelak kedepan. Nak... Ucap Ibu Silvi ke Silvi. Nak... Umur Ibu kan semakin bertambah hari semakin berkurang, dan Ibu hanya tinggal seorang diri di rumah ini nakk... Dan apakah Ibu akan tetap tinggal di rumah ini hanya seorang diri hingga akhir hayat ibu naak ...? Adik-adik kamu telah bertempat tinggal jauh dari Ibu".. Kakak kamu juga bertempat tinggal jauh dari ibu... dan kamu tinggal bersama suami kamu..Terus bagaimana naak... Nasib ibu kedepannya ? Bagaimana kalau kamu berunding dengan suamimu untuk tetap tinggal bersama ibu nak.. kalian tinggal disini menemani ibu yang hanya seorang diri.. Silvi pun meneteskan air mata mendengar ibunya yang telah kesekian kali memintanya untuk tinggal bersamanya. Ia Bu Jawab Silvi ke Ibunya. Nanti atau besok kalau sudah ada waktu yang tepat untuk berbicara dengan Rasya Silvi akan bicarakan hal ini dengan Rasya. Silvi juga ingin sekali tinggal bersama ibu... Do'akan Silvi ya Bu" semoga Silvi bisa berhasil dalam berunding dengan Rasya tentang pembahasan tempat tinggal kita. Ia nak.... Do'a Ibu selalu menyertai anak-anak ibu semua, dimana pun kalian berada. Dan selain itu pun Silvi dan Ibunya juga berbincang-bincang tentang hal lain. Tentang masa dulunya Silvi dan yang lain sebagainya. Setelah berbincang cukup lama, tidak terasa ternyata waktu telah menunjukkan pukul 13:00 Silvi dan Ibunya pun bergantian untuk menunaikan sollat Dzuhur, dikarenakan Rafi belum bangun dari tidurnya. Karena kalau tidak bergantian takutnya Rafi nanti mencari-cari. Dan setelah Silvi dan juga Ibunya selesai dalam menunaikan sollat Rafi pun baru terbangun dari tidurnya. Hay sayang...Ucap Silvi ke anaknya. Jagoan Ibu sudah bangun ya..? Tanya Silvi kesan meledek ke Rafi. Dan Rafi pun juga bertanya balik ke ibunya" Ia ibu... Ibu sudah sollat Dzuhur ya Bu..? Ia nak..Jawab Silvi ke Rafi. Rafi sollat Dzuhur dulu yaa...?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN