Rasya pun tersenyum dalam menyikapi pertanyaan Ayahnya itu.
Ah.....Ayah bisa Ajja...
Kan Rasya yang jemput Ayah.. kenapa jadi Ayah yang mau nyetir ?...
Ia tidak apa-apa nak..
Jawab Ayah Rasya ke Rasya. Kamu kan kelihatanya capek sekali, baru pulang dari kerja terus langsung menjemput Ayah.
Tidak lah Ayah...Jawab Rasya ke Ayahnya.
Rasya kerja capek itu kan sudah resiko dari kerjaan Rasya.. Jadi Ayah tidak boleh menggantikan Rasya untuk menyetir.
Rasya ini kan Anak laki-laki Ayah... Jadi ya tidak cengeng donk. Ow ....ya syukurlah........
Jawab Ayah Rasya ke Rasya.
Ow Ia nak.....
Beberapa hari yang lalu Ibu kamu telvon ke Ayah, Ibu bilang.. kamu diminta sama mertua kamu untuk tinggal satu rumah berasamannya ya ?
Ia Ayah. Jawab Rasya ke Ayahnya.
Terus keputusan kamu sendiri bagaimana, Akankah kamu turuti permintaan itu atau sebaliknya ?...
Rasya pun terus menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh Ayahnya itu. Kalau Rasya masih bingung Ayah, harus memilih dimana...
Karena jika Nenek dan Ibu Rasya tinggal, kasian Ibu hanya tinggal di rumah dengan nenek yang sembari mengurus anak paman juga.
Tetapi kalau tidak Rasya tinggal, Ibu mertua Rasya juga tinggal di rumahnya hanya seorang diri. Anak-anaknya telah berkeluarga semua dan tempat tinggalnya semua jauh.
Dan Ibu mertua Rasya tidak mau diajak pindah oleh anaknya yang tempat tinggalnya jauh. Ia ingin menetap di rumahnya hingga ajal menjemputnya.
Apa Rasya harus membiarkan semua itu terjadi Ayah ?
Anak macam apa Rasya ini ?
Jika Rasya hanya diam membiarkan salah satu dari orang tua Rasya yang tinggal di rumah hanya seorang diri ?
Ucap Rasya ke Ayahnya sembari matanya berkaca-kaca. Tetapi semua keputusan ada di Ayah..Rasya juga tidak berdaya jika tidak ada Ayah dan Ibu..
Rasya ....Ucap Ayah Rasya ke Rasya. Tidak ada yang perlu dihawatirkan nak.. Ayah akan bantu Anak Ayah semampu Ayah untuk menyelesaikan problem anak Ayah.
Dan Kalau Rasya ingin mengetahui keputusan Ayah"... menurut Ayah" Ayah pasti ingin anak Ayah tinggal bersama Ayah. Namun kerena kondisi yang seperti ini.. Ayah izinkan kamu nak" untuk tinggal bersama Ibu mertua kamu.
Karena bagi Ayah dan Ibu, membahagiakan dan membantu anak itu adalah prioritas orang tua ke anaknya. Jadi jika memang Anak Ayah ingin tinggal dan mengurus orang tua yang satunya.. Maka Ayah mengizinkan itu.
Tapi ingat nak...
Kamu adalah satu-satunya anak kandung Ayah dan Ibu, jadi kamulah harapan Ayah dan Ibu dimasa tua kami..
Rasya pun sangat terkejut dan senang sekali mendengar keputusan Ayahandanya itu. Yang mengizinkanya untuk tinggal dan merawat orang tua istrinya, atau lebih tepatnya yaitu besanya. Karena Ia tidak menyangka jika Ayahnya akan mengambil sikap dan keputusan itu.
Tetapi belum bisa untuk tahun ini nak....karena semua itu juga tidak mudah tentunya. Karena ada yang harus Ayah selesaikan. Dan Ayah minta tolong jika Rasya ada waktu, carilah tempat atau lokasi yang cocok untuk buka usaha cafee atau Restauran.
Ia Ayah Rasya akan usahakan.. ow Ia nak, Ayah mau tanya, Rumah mertua kamu masih rumah yang dulu atau sudah dipersiapkan arui ?
Maaf ya bukanya ayah ikut campur .. ?
Ia Ayah.. tidak apa-apa. Jawab Rasya ke Ayahnya.
Rumah Ibu mertua Rasya masih rumah yang dulu Yah..
Ada perbaruan sedikit..
Emmm...... Begini maksut Ayah nak.. Nanti jika kamu telah tinggal disana, kalau boleh sama Ibu mertua kamu, Ayah ingin rumah itu diperbarui sebagaimana keinginan kamu atau istri kamu.
Ia Ayah.. gampang saja setelah kita tinggal disana nanti.
Ow Ia yah.. karena kopi kita telah abis.. kita lanjutkan lagi perjalanan ya ?
Ibu pastinya sudah menunggu kedatangan Ayah ...
Ucap Rasya ke Ayahnya sembari tersenyum karena bercanda...
Ia lah nak.. Ucap Ayah Rasya ke Rasya. Dan mereka pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanannya.
Dan tingkah perjalanan itu pun Rasya dan Ayahnya melanjutkan obrolanya yang sempat tertunda itu. Ow Ia nak.. Bagaimana kabar Cucu Ayah ?..
Rafi maksut Ayah ? Tanya balik Rasya ke Ayahnya.
Ia dong nak.. siapa lagi .....
Rasya pun tersenyum sembari menjawab. Alhamdulillah Baik Ayah..
Semua dalam kondisi baik.
Kecuali nenek..
Ia nak.. Jawab Ayah Rasya ke Rasya. Ayah juga terkadang terfikiran nenek.. Siapa nak yang mengurus nenek saat ini kalau Ibu kamu lagi mengurus anak paman kamu ?
Sebelum paman berangkat keluar negeri yang membantu nenek yaitu paman yah. Namun untuk saat ini yang membantu nenek ya seadanya orang yang ada di rumah Yah.
Jika Ibu sedang bersama anak paman, dan saya belum pulang kerja Silvi Ayah yang membantu nenek. Dan Silvi yang lebih sering mengurus nenek dari pada Rasya yah..
Dan kalau Rafi sekarang sudah tambah pintar tentunya yah.. di usianya yang ke Enam tahun Rafi sudah minta punya adik..
Ayah Rasya pun mendengar ucapan Rasya itu terus tertawa lepas. Ow iya.... Jawab Ayah Rasya ke Rasya.
Pintar sekali ya berarti Rafi...
Dan terus gimana, di kabulkan apa belum permintaanya itu ?
Rasya pun juga tersipu malu mendengar ucapan Ayahnya itu. Dan sembari menjawab, kita lihat saja Ayah jadi atau tidak calon adiknya Rafi...
Rasya.. Tidak apa-apa Rafi punya adik banyak juga...ucap Ayah Rasya ke Rasya.
Lalu mereka pun tertawa lepas dengan ucapanya masing-masing.
Ow Ia nak... Paman kamu bagaimana kabarnya disana, sudah ada tanda-tanda lampu hijau apa belum ?
Alhamdulilah Ayah.. tempo hari paman juga sudah menelvon dan Alhamdulillah sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan di negara tersebut.
Dan setelah Rasya dan Ayahnya mengobrol dengan cukup banyak dan panjang kali lebar yang dibahas. Akhirnya pun waktu dua jam perjalanan telah berlalu. Dan kini Rasya telah mulai masuk di Area perumahan ya.
Setelah beberapa menit pun Mobil Rasya telah berada didepan rumah Rasya dan tentunya seperti biasa Rasya pun membunyikan klakson mobilnya karena mengasuh tanda untuk dibukakan pintu gerbang rumahnya itu.
Asisten rumah tangganya itu pun terus bergegas menuju kedepan dan membukakan pintu gerbang itu dan Rasya seperti biasa terus menuju ketempat parkir mobilnya.
Dan setelah mobil berhenti dan diparkirkan Rasya beserta Ayahnya pun terus turun dari mobil dan beranjak masuk kedalam rumah.
Namun sayangnya, setelah turun dari mobil dan berjalan menuju ke rumah. Ternyata Rafi tiba-tiba telah ada disamping Ayahnya yaitu Rasya.
Dengan perasaan sangat terkejut karena dikagetin oelh Rafi Ayah Rasya pun terasa hampir pingsan dan langsung terasa lemas badanya.
Rafi pun terus terkena teguran dari Rasya karena telah mbuat bahaya seseorang walau orang itu adalah kakeknya sendiri. Rafi pun terus meminta maaf ke kakeknya dan tidak akan mengulanginya lagi.
Rafi memang anak yang lincah dan pemberani sebagaimana Ayah dan Ibunya. Namun yang Rasya tidak menyangka, Ia ada diluar sendirian dan tanpa ada yang mendampinginya.
Selain Rasya memberi teguran ke anaknya, tentunya Ia juga merasa sangat hawatir dengan anaknya berada diluar rumah sendirian dan tanpa ada yang menemani.
Dan setelah itu pun Rasya terus menggendong Rafi dan bersama dengan Ayahnya masuk kedalam rumah. Dan didalam rumah tepatnya di ruangan tamu itu telah disambut oleh Ibu Rasya dan juga nenek Rasya.
Ibu Rasya pun terheran kenapa Rafi bersama Ayahnya.. padahalkan Ayahnya baru pulang. Ibu Rasya pun ikut bingung dengan kehadiran Rafi yang dengan tiba-tiba telah bersama Rasya.
Rasya pun juga menceritakan tentang kejadian barusan diluar, bahwa Rafi mengagti kakeknya dan berada sendiri diluar.
Lalu Rafi pun ditanya oleh neneknya yaitu Ibu Rasya. Maklum untuk saat ini Ibu Rasya lebih terfokus ke anak Rinto karena kalau Rafi kan telah ada Ibunya.
Sayang.... Ucap Ibu Rasya ke Rafi. Ibu mana nak ? Kok Rafi sendirian di luar ?
Ia nek... Rafi tadi ikut bibik dibelakangnya waktu mau buka pintu gerbang untuk Ayah.