Dan kebetulan asisten rumah tangga Rasya itu masih ada didalam ruangan itu juga.
Jadi Ia pun langsung menjawab pertanyaan itu. Maaf Bu..pak.. Ucap asisten rumah tangga Rasya sembari merasa takut di marahin oleh majikannya itu.
Saya tidak tahu kalau nak Rafi mengikuti saya dari belakang. Dan disaat asisten rumah tangganya itu berbicara Silvi pun tiba-tiba keluar dari kamarnya.
Dan Silvi pun terkejut ternyata sudah ada Ayah mertuanya didalam rumah. Dan sedang berkumpul di ruangan tamu tersebut dan seolah-olah ada yang sedang di bicaraakan.
Dan Rafi pun langsung menghampiri Ibunya, sembari mengucap. Ibu... Kakek sudah datang.
Ia nak...
Silvi pun terus beranjak mendekati Ayah mertuanya dan berjabat tangan. Dan sembari mengucap" Assalamuallaikum Ayah ..
Waallaikumsalam nak.. Bagaimana kabarnya ?
Alhamdulillah Ayah, Silvi baik-baik saja.. gimana kabar Ayah ?
Ayah juga seperti yang kamu lihat ini, Alhamdulillah sehat dan baik-baik saja.
Rafi pun terus mengikuti Ibunya dimana pun Silvi pergi. Sampai-sampai Silvi heran karena Rafi kok jadi mengikuti Ibunya terus.
Dan akhirnya Silvi pun bertanya ke Rafi.
Sayang... Kok tumben ya Rafi mengikuti Ibu terus ?
Rafi pun terdiam dan tidak mau menjawab apa-apa. Dan sampai Silvi mengobrol dengan Ayah mertuanya dan juga Ibu mertua Rafi pun tetap tidak mau lepas dari Ibunya.
Akhirnya ditengah-tengah orang sedang ngobrol Silvi mengambil selah untuk bertanya ke Rafi.
Rasya pun juga masih ada duduk diantara kedua orang tuanya. Dan lagi asyik bercanda gurau.
Sayang.... Ucap Silvi ke anaknya. Ada apa nak... Dan lama-kelamaan Rafi pun menangis.
Dan Silvi pun sangat heran dengan sikap Rafi saat ini.
Lalu Silvi pun semakin ingin tahu penyebab mengapa Rafi menangis. Dan akhirnya Silvi pun membawa Rafi masuk kedalam kamar dan menidurkan Rafi.
Dan setelah sampai di kamar Silvi pun mengulang pertanyaan yang sama ke Rafi. Dan disaat Silvi mengulang pertanyaan ke Rafi ternyata Rasya menyusul masuk kedalam kamar dan memberi penjelasan ke Silvi.
Bahwa Rafi barusan berada diluar sendirian dan menyumput di halaman luar dan mengageti kakeknya. Dan Rasya pun memberi teguran ke Rafi.
Dan Rasya pun setelah memberi penjelasan ke Silvi Ia terus beranjakasuk ke kamarandi karena setelah Ia pulang dari menjemput Ayahnya tadi Ia belum mandi.
Silvi pun terdiam mendengar penjelasan dari Rasya itu. Dan akhirnya Silvi dengan Rafi pun tertidur lelap di kamar. Dan setelah Rasya keluar dari kamar mandi ternyata Rafi dan Silvi sudah tertidur.
Rasya pun sempat membisikan kata ke Silvi istrinya.
Sayang... Ucap Rasya ke Silvi.
Dan Silvi pun ternyata sudah tertidur. Dan Rasya pun setelah mengetahui Silvi telah tertidur Ia terus beranjak sollat Isyak dan terus keluar dari kamarnya untuk mengobrol bersama Ayahandanya.
Rasya pun seperti biasa Ia bersantai di ruang tamu yang terdapat ranjang tidur juga disana, karena untuk bersantai Rasya dan keluarga jika sedang berada di rumah.
Dan Ayah Rasya pun juga tiba-enghampiri Rasya, rupa-rupanya Ayah Rasya juga baru mandi dan baru keluar dari kamar Ibu Rasya.
Setelah duduk bersantai mereka berdua pun mengobrol so'al kira-kira kapan Ayah Rasya akan kembali ke Indo secara total atau keseluruhan.
Ayah" ucap Rasya ke Ayahnya. Rasya belum bisa boyong ke rumah Ibu mertua Rasya yah, jika Ayah belum kembali total ke rumah ini. Karena Ayah sudah tahu sendiri kan keadaan di rumah juga seperti apa...
Kalau Ayah nak.. untuk kembali total ke Indo itu yang jelas bila sudah mendapatkan lahan atau gedung yang bisa untuk membuka kafee atau Restauran.
Karena Ayah juga tidak bisa langsung mundur begitu saja dari rekan kerja Ayah. Karena memang saham kami tertanam didalam usaha tersebut.
Ia Ayah" Rasya juga mengerti dengan keadaan Ayah. Dan setelah beberapa hari pulang ke Indo dan setelah urusan keluarga selesai, maka Ayah Rasya pun kembali lagi ke luar negeri, dan melanjutkan usahanya yang ada di sana.
Ayah Rasya pun dirumah cuma sekitar satu Minggu atau satu pekan, dan bertepatan dengan hari libur Rasya Ayahnya kembali lagi ke luar negeri. Karena memang izinnya yang sedikit jadi tidak bisa berlama-lama di Indonesia.
Di pagi hari yang cerah dan sinar matahari belum begitu memancarkan cahaya panasnya. Ayah Rasya berangkat ke Bandara dan diantarkan oleh anak semata wayangnya yaitu Rasya.
Dan untuk saat ini Silvi, Rafi, Ibu Rasya dan juga anaknya Rinto pun ikut untuk mengantarkan Ayah Rasya. Suana yang rame di mobil pun terdengar hingga dari luar mobil.
Yaitu terutama suara Rafi dan anaknya Rinto. Namun semua itu bisa diatasi dengan Ibu Rasya yang memberi perhatian.
Ayah.. Ucap Ibu Rasya ke Ayah Rasya. Maafkan Ibu ya Ayah.. Ibu tidak bisa membantu Ayah, karena sekarang seperti inilah keadaanya.
Iya Ibu... Tidak apa-apa..
Do'akan saja Bu.. semoga Ayah selalu dalam keadaan sehat, dalam lindungan Alloh SWT dan tanpa ada kendala apapun ditempat usaha Ayah.
Iya Ayah... Pastinya Ibu selalu mendoakan Ayah kapan pun dan dimana pun Ayah berada. Nikmat sehat, bahagia semoga selalu tercurah kepada Ayah dan semua keluarga kita .. Amiinn.
Iya ibu... Begitu juga dengan Ayah.. Ibu dan semua anak cucu Ayah juga Ayah doakan, sama seperti Ibu mendoakan kami.
Dan tiada terasa ternyata dua jam telah berlalu, dan Ayah Rasya pun telah sampai ke Bandara, dimana Ia akan meluncur ke tempat usahanya dengan menggunakan kendaraan pesawat terbang.
Dan setelah Ayah Rasya sampai ke Bandara Rasya pun tidak turut mengantarkan Ayahnya sampai kedalam atau ke ruangan. Karena posisi didalam mobil ada beberapa orang dan akhirnya ia pun Rasya terus berputar arah.
Dan kembali melajukan mobilnya. Dan kerana hari libur dan masih pagi, Ibu Rasya pun meminta Rasya untuk tidak langsung pulang terlebih dahulu.
Namun Ibu Rasya meminta Rasya untuk pergi jalan-jalan ke tempat yang indah, yaitu disebuah penggunungan yang sangat sejuk dan di penuhi oleh bermacam-macam permainan anak-anak.
Dan akhirnya Rasya pun menurut apa kata Ibunya, dan pergi bertamasya bersama-sama untuk melepaskan penat. Dan setelah satu jam perjalanan pun tempat tamasya itu telah terlihat, dan artinya sebentar lagi telah sampai.
Alangkah senangnya Rafi dan anaknya Rinto mengetahui ada permainan sebegitu uniknya.
Dan tanpa menunggu lama pun Rafi langsung bereaksi menuju tempat permainan itu. Begitu juga dengan anaknya Rinto Ia juga sanagat senang sebagaimana Rafi.
Tanpa Ia sadari, Rafi dan Anaknya Rinto pun terus beranjak naik ke permainan yang sangat ia sukai itu. Silvi dan Rasya pun tentunya terus mengikuti anaknya yang belum mengetahui bahaya permainan itu.
Dan setelah Rafi dan juga anaknya Rinto telah di dampingi oleh Silvi dan Rasya, Ia terus naik ke area permainan yang Ia suka.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit, Rafi pun merasa ingin buang air kecil dan akhirnya mereka berempat pun turun semua.
Dan Silvi juga terus mencari WC atau toilet untuk Rafi, Setelah berputar-putar mencari tempat untuk kencing Rafi akhirnya ketemu juga tempat yang Ia cari itu.
Dan sementara Rasya, Ibu Rasya dan anaknya Rinto Ia menunggu Silvi dan Rafi disuatu tempat. Di saat Silvi dan Rafi keluar dari toilet tersebut tiba-tiba Silvi mendengar suara orang memanggil-manggil namanya.
Silvi pun berusaha mencari sumber suara itu berasal, dan setelah Ia cari-cari ternyata yang memanggilnya adalah Dion.
Ia adalah sosok lelaki yang dulu sangat menginginkan Silvi untuk menjadi pendamping hidupnya. Namun apalah daya, nasib berkata lain. Ternyata yang menjadi jodoh Silvi adalah teman satu kampus dan satu daerah denganya.
Tetapi seiring berjalanya waktu, Dion pun akhirnya mendapatkan pengganti Silvi yaitu Sani gadis yang waktu itu mirip sekali karakternya dengan Silvi.
Jadi karena itulah Akhirnya Dion menikah dengan Sani, yaitu karena dalam diri Sani terdapat karakter seperti Silvi.
Dan setelah Silvi mengetahui sumber suara itu dan ternyata adalah Dion, Silvi pun terus beranjak dan menghampiri Dion. Dan ternyata Dion sedang mengantar anaknya ke toilet juga.
Hal Silvi... Ucap Dion ke Silvi.
Hallo Dion... Sahut Silvi ke Dion.
Dion pun setelah berada dekat dengan Silvi, Ia terus menjulurkan tanganya dan dengan niat berjabat tangan dengan Silvi, dan bertanya apa kabar Silvi e? Danlvi pun juga dengan senang hati menanggapinya.
Alhamdulilah kabar aqu baik Di... Dan kamu juga apa kabar ? Tanya balik Silvi ke Dion. Alhamdulillah saya juga baik Vi.
Kok kebetulan ya kita bisa ketemu disini ? Tanya Dion ke Silvi.
Ia ini Dion saya lagi refreshing nyenengin anak kesini.
Dan Silvi juga berbalik tanya ke Dion. Lha kamu pulang kapan Di ? Tau-tau sudah ada didepan aqu. Dengan istri atau keluarga semua ? Dion pun dengan cepat Ia menanggapi pertanyaan Silvi tersebut.
Ia Sil... Kebetulan saya lagi ngambil cuti untuk pulang ke rumah Ibu, terus kami bertamasya kesini, kebetulan juga ini tadi saya yang kepingin ke toilet dan istri saya ada ditempat peristirahatan.
Kok kamu cuma dengan anak kamu Sil.. memang cuma berdua atau dengan keluarga ? Tanya balik Dion ke Silvi.
Aqu dengan keluarga. Dan kebetulan Rafi meminta ke toilet, jadi aqu mengantarnya.. dan untuk yang lain ada di lokasi permainan anak.
Dion pun mengangguk sembari bertanya lagi ke Silvi. Ow Ia ..Rasya apa kabar Vi ?
Alhamdulillah Rasya juga baik-baik saja. Ow Ia .. kita duduk dulu yuuk.. mengobrol sebentar, kan kita lama sekali tidak bertemu dan apalagi mengobrol. ajak Dion ke Silvi.
Ia.. Baiklah .. Jawab Silvi ke Dion. Dan akhirnya pun Silvi dan Dion duduk di pinggir atau disebelah toilet, yang mana disebelah itu terdapat tempat duduk yang permanen.