Mencetak kepribadian

2347 Kata
Setelah selesai berjamaah pun Ibu Silvi dan Ibu Rasya pulang ke rumah dan merapikan tempat yang akan dipergunakan untuk acara santunan anak yatim nanti. Semua itu adalah ide dari Ibu Rasya, Dan Ibu Rasya lah yang membiayai semuanya untuk pengeluaran acara tasyakuran adiknya tersebut. Karena menurut Ibu Rasya uang itu bisa dicari, Namun momen-momen seperti ini lah yang susah untuk didapatkan, yaitu momen dimana adiknya yaitu Rinto telah berjanji akan insyaf dari perbuatanya yang terkutuk itu. Rasa syukur dan bahagia itulah yang membuat hati Ibu Rasya ingin mengumpulkan para anak yatim untuk diberi santunan. Walau dengan acara yang sederhana, namun cukup membantu mereka-mereka yang membutuhkan. Dan semoga dengan dido'akan oleh sekian banyak anak yatim, Rinto bisa benar-benar bertaubat dan menuju kejalan yang benar. Itu adalah salah satu harapan Ibu Rasya ke adiknya. Namun sayangnya Rasya tidak bisa mengikuti jalannya acara tersebut. Karena Rasya harus pergi ke kantor, dan tidak bisa mengambil cuti untuk Minggu ini. Dan waktu mulai beranjak siang, anak-anak yatim dan anak panti pun telah mulai berdatangan. Untuk tempat dan makanan yang akan di bagikan pun telah siap semua. Kini Silvi lah yang mengurus acara itu dan dibantu oleh Ibu mertuanya. Setelah semuanya undangan datang dan terkumpul semua, Silvi pun memulai acara tersebut dengan ucapan yang santun, lembut dan mudah untuk dimengerti. Dan setelah acara itu dibuka, Rinto pun ikut andil dalam acara tasyakuran yang ditujukan kepadanya itu. Ia turut membantu membagikan senax dan nasi kotak untuk anak yatim dan anak panti yang diundang dalam acaranya itu. Rinto pun merasa senang dengan memberi sedekah ke anak-anak yang membutuhkanya. Sehingga timbul fikiranya untuk maju terus dalam berfikiran positif dan ingin lebih baik lagi. Setelah pembagian senax dan nasi kotak selesai, Silvi dan Ibu mertuanya pun terus membagikan amplop dengan diisi uang didalamnya. Dan setelah pembagian amplop selesai acara istirahat pun dimulai dengan ditambahkan acara siraman rohani dari ustazah setempat. Dengan acara siraman rohani tersebutlah hati Rinto benar-benar tersentuh dan ingin memulai hari-harinya dengan perkara positif dan baik. Ditengah acara siraman Rohani itu pun Rafi tiba-tiba masuk kedalam rumah dan Silvi pun bergegas menyusulnya. Dan ternyata Rafi masuk ke rumah karena kepingin hajat atau BAB. Dan Rinto pun mengetahui Silvi masuk kedalam rumah Ia juga ikut masuk kerumah dan mengikuti Silvi. Namun Rinto hanya menunggu Silvi di ruang tamu, karena setelah Rafi selesai Hajat atau BAB pasti Silvi kembali lagi kedepan dan lewat ruang tamu. kali ini Rinto benar-benar dengan tujuan yang baik. Ia hanya ingin meminta maaf ke Silvi. Karena Rinto pernah berulang kali ingin menjamak Silvi dengan paksa. Dan rasa bersalah itu lah yang menghantui perasaanya, sebelum Ia meminta maaf ke Silvi dan mendengar pengakuan maaf darinya. Namun ternyata kesempatan itu belum datang juga. Ternyata sebelum Silvi lewat diruang tamu, Rinto dipanggil oleh kakaknya yaitu Ibunya Rasya untuk keluar dan duduk didekat Ibunya. Rinto pun menurut dengan perintah kakaknya itu. Dan Ia juga terus beranjak keluar dan kembali lagi ketempat duduknya semula, yaitu didekat Ibundanya. Setelah satu jam acara siraman rohani itu pun berakhir dan di tutup dengan pembacaan do'a. Silvi dan Rafi pun telah kembali ketempat duduknya sebelum acara siraman itu berakhir. Setelah acara berdo'a selesai anak-anak yatim dan anak panti itu pun beranjak pulang. Rasa lega dan syukur yang mendalam Ibu Rasya panjatkan karena acara tasyakuran yang ia gelar bisa berjalan dengan lancar dan tanpa ada halangan suatu apapun... Amiinn. Setelah acara itu selesai dan tamu undangan semua telah pulang, Rinto mengucapkan sesuatu ke Ibu Rasya yang kakak kandung Rinto dan ke Ibunya" Ibu... Kakak.. Rinto hanya bisa mengucapkan terimakasih yang yang sebesar-besarnya atas pengorbanan kakak dan Ibu selama ini dan semua ini sampai kakak mengadakan acara seperti ini, semua dengan dana dan pengorbanan kakak. Disini saya sebagai adik hanya bisa merepotkan semuanya yang ada di rumah ini, dan untuk itu saya mohon izin untuk pergi merantau ke negeri seberang. Untuk mencari penghasilan yang layak sebagaimana kakak juga membuka usaha disana. Saya mempunyai seorang teman yang bisa menyalurkan saya bekerja disebuah perusahaan dinegara tersebut. Jadi saya minta do'anya kepada semua semoga saya bisa meraih apa yang saya inginkan di kehidupan ini. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Dan tidak merepotkan semuanya. Iya nak ..... Jika itu semua telah menjadi keputusan dan tekad kamu, yang penting semua asal usul dan jalurnya dalam menuju ke pekerjaan itu jelas dan benar, Ibu merido'inya nak... Semoga apa yang kamu cita-citakan semua itu bisa tercapai dan bisa membuahkan hasil yang maksimal. Kakak juga menyetujui keniatan kamu Rinto, selagi semuanya itu bisa dipercaya dan bisa membuahkan hasil yang sesuai harapan kita, silahkan laksanakan dan jalani, semoga Alloh selalu melindungi hamba-hambanya yang berjalan diatas kebenaranya. Ia kak. Jawab Rinto ke kakaknya, yaitu ke Ibu Rasya. Rinto akan berusaha sekuat Rinto untuk menjadi yang lebih baik lagi.. Do'akan Rinto ya Bu... Kak.....supaya Rinto bisa menjadi pribadi yang bisa dibanggakan oleh keluarga.... Amin... Ia nak....Jawab Ibu Rinto ke anak laki-lakinya itu. Ibu akan selalu mendoakan anak-anak Ibu, supaya selalu sukses dan bahagia sesuai harapan orang tua.. Kapan nak... Rencana akan berangkatnya ?..Tanya nenek Rasya ke Rinto. Kalau tidak ada halangan kemungkinan satu pekan lagi Bu.. Berapa Tahun nak untuk kontrak kerja disana ? Tanya nenek Rasya ke Rinto. Dan Rinto pun terus menjawab pertanyaan dari Ibunya itu. Kalau menurut keterangan kontrak sekitar dua tahunan Bu.. Dan yang artinya, saya akan merepotkan Kakak dan Ibu lagi.. Karena dengan saya ada diluar negeri, itu artinya saya akan menitipkan anak saya lagi ke kakak dan Ibu.. Maafin Rinto ya kak... Bu.... Rinto hanya bisa merepotkan kakak dan Ibu saja. Ibu Rasya pun memberi masukan untuk adiknya itu. Rinto... Ucap Ibu Rasya ke Rinto. Seperti inilah kehidupan,.. setiap langkah kaki kita" semua itu akan ada pertanggung jawabannya. Maka dari itu, kakak akan tetap berusaha membantu kamu, selagi kamu benar-benar melangkah dalam kebenaran. Tidak ada orang tua yang tega terhadap anaknya. Termasuk kakak ke anak kamu..tidak mungkin kakak akan membiarkan anak kamu hidup tanpa kasih sayang. Kita memang tidak bisa hidup sendirian, sekuat dan sehebat apapun orang itu, akan tetap membutuhkan orang lain. Namun satu hal yang harus kita ingat, berpegangteguh dalam kebenaran dan kebaikan, semua itu yang akan menghantarkan kita dalam keselamatan. Ia kak.. ucap Rinto ke kakaknya. Saya akan berusaha menjadi seperti yang kakak inginkan, dan saya akan ingat selalu pesan-pesan kakak. Terimakasih kak untuk semuanya. Dan setelah itu pun Rasya mendekati anaknya yang masih bermain bersama Rafi di halaman samping yang memang Rasya sengaja buatkan tempat bermain khusus untuk Rafi dan anak pamanya itu. Rinto pun memperhatikan anaknya sembari berfikir.. sekiranya Ia pulang nanti dari perantauanya, apakah anaknya masih akan mengingatnya ...atau mungkin akan menjauh darinya. Karena Ayahandanya tidak merawatnya, justru nenek dan sodaralah yang mengurus dan merawatnya. Dan setelah itu pun nenek Rasya meminta dihantarkan ke kamar kerena ingin beristirahat. Rinto pun mendengar ucapan Ibunya itu, Ia langsung bergegas membantu Ibunya untuk masuk ke kamar dan beristirahat. Dan sementara Silvi dan Ibunya mengawasi Rafi dan anak pamanya itu yang sedang main bersama. Ibu Rasya pun permisi izin ke Ibu Silvi untuk beristirahat di kamar. Dan Ibu Rasya juga mengajak besanya itu untuk beristirahat di kamarnya, namun Ibu Silvi tidak mau.Setelah selesai berjamaah pun Ibu Silvi dan Ibu Rasya pulang ke rumah dan merapikan tempat yang akan dipergunakan untuk acara santunan anak yatim nanti. Semua itu adalah ide dari Ibu Rasya, Dan Ibu Rasya lah yang membiayai semuanya untuk pengeluaran acara tasyakuran adiknya tersebut. Karena menurut Ibu Rasya uang itu bisa dicari, Namun momen-momen seperti ini lah yang susah untuk didapatkan, yaitu momen dimana adiknya yaitu Rinto telah berjanji akan insyaf dari perbuatanya yang terkutuk itu. Rasa syukur dan bahagia itulah yang membuat hati Ibu Rasya ingin mengumpulkan para anak yatim untuk diberi santunan. Walau dengan acara yang sederhana, namun cukup membantu mereka-mereka yang membutuhkan. Dan semoga dengan dido'akan oleh sekian banyak anak yatim, Rinto bisa benar-benar bertaubat dan menuju kejalan yang benar. Itu adalah salah satu harapan Ibu Rasya ke adiknya. Namun sayangnya Rasya tidak bisa mengikuti jalannya acara tersebut. Karena Rasya harus pergi ke kantor, dan tidak bisa mengambil cuti untuk Minggu ini. Dan waktu mulai beranjak siang, anak-anak yatim dan anak panti pun telah mulai berdatangan. Untuk tempat dan makanan yang akan di bagikan pun telah siap semua. Kini Silvi lah yang mengurus acara itu dan dibantu oleh Ibu mertuanya. Setelah semuanya undangan datang dan terkumpul semua, Silvi pun memulai acara tersebut dengan ucapan yang santun, lembut dan mudah untuk dimengerti. Dan setelah acara itu dibuka, Rinto pun ikut andil dalam acara tasyakuran yang ditujukan kepadanya itu. Ia turut membantu membagikan senax dan nasi kotak untuk anak yatim dan anak panti yang diundang dalam acaranya itu. Rinto pun merasa senang dengan memberi sedekah ke anak-anak yang membutuhkanya. Sehingga timbul fikiranya untuk maju terus dalam berfikiran positif dan ingin lebih baik lagi.  Setelah pembagian senax dan nasi kotak selesai, Silvi dan Ibu mertuanya pun terus membagikan amplop dengan diisi uang didalamnya. Dan setelah pembagian amplop selesai acara istirahat pun dimulai dengan ditambahkan acara siraman rohani dari ustazah setempat. Dengan acara siraman rohani tersebutlah hati Rinto benar-benar tersentuh dan ingin memulai hari-harinya dengan perkara positif dan baik. Ditengah acara siraman Rohani itu pun Rafi tiba-tiba masuk kedalam rumah dan Silvi pun bergegas menyusulnya. Dan ternyata Rafi masuk ke rumah karena kepingin hajat atau BAB. Dan Rinto pun mengetahui Silvi masuk kedalam rumah Ia juga ikut masuk kerumah dan mengikuti Silvi. Namun Rinto hanya menunggu Silvi di ruang tamu, karena setelah Rafi selesai Hajat atau BAB pasti Silvi kembali lagi kedepan dan lewat ruang tamu.  kali ini Rinto benar-benar dengan tujuan yang baik. Ia hanya ingin meminta maaf ke Silvi. Karena Rinto pernah berulang kali ingin menjamak Silvi dengan paksa.  Dan rasa bersalah itu lah yang menghantui perasaanya, sebelum Ia meminta maaf ke Silvi dan mendengar pengakuan maaf darinya. Namun ternyata kesempatan itu belum datang juga.  Ternyata sebelum Silvi lewat diruang tamu, Rinto dipanggil oleh kakaknya yaitu Ibunya Rasya untuk keluar dan duduk didekat Ibunya. Rinto pun menurut dengan perintah kakaknya itu. Dan Ia juga terus beranjak keluar dan kembali lagi ketempat duduknya semula, yaitu didekat Ibundanya. Setelah satu jam acara siraman rohani itu pun berakhir dan di tutup dengan pembacaan do'a. Silvi dan Rafi pun telah kembali ketempat duduknya sebelum acara siraman itu berakhir. Setelah acara berdo'a selesai anak-anak yatim dan anak panti itu pun beranjak pulang. Rasa lega dan syukur yang mendalam Ibu Rasya panjatkan karena acara tasyakuran yang ia gelar bisa berjalan dengan lancar dan tanpa ada halangan suatu apapun... Amiinn. Setelah acara itu selesai dan tamu undangan semua telah pulang, Rinto mengucapkan sesuatu ke Ibu Rasya yang kakak kandung Rinto dan ke Ibunya" Ibu... Kakak.. Rinto hanya bisa mengucapkan terimakasih yang yang sebesar-besarnya atas pengorbanan kakak dan Ibu selama ini dan semua ini sampai kakak mengadakan acara seperti ini, semua dengan dana dan pengorbanan kakak. Disini saya sebagai adik hanya bisa merepotkan semuanya yang ada di rumah ini, dan untuk itu saya mohon izin untuk pergi merantau ke negeri seberang. Untuk mencari penghasilan yang layak sebagaimana kakak juga membuka usaha disana. Saya mempunyai seorang teman yang bisa menyalurkan saya bekerja disebuah perusahaan dinegara tersebut. Jadi saya minta do'anya kepada semua semoga saya bisa meraih apa yang saya inginkan di kehidupan ini. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. Dan tidak merepotkan semuanya. Iya nak ..... Jika itu semua telah menjadi keputusan dan tekad kamu, yang penting semua asal usul dan jalurnya dalam menuju ke pekerjaan itu jelas dan benar, Ibu merido'inya nak... Semoga apa yang kamu cita-citakan semua itu bisa tercapai dan bisa membuahkan hasil yang maksimal. Kakak juga menyetujui keniatan kamu Rinto, selagi semuanya itu bisa dipercaya dan bisa membuahkan hasil yang sesuai harapan kita, silahkan laksanakan dan jalani, semoga Alloh selalu melindungi hamba-hambanya yang berjalan diatas kebenaranya. Ia kak. Jawab Rinto ke kakaknya, yaitu ke Ibu Rasya. Rinto akan berusaha sekuat Rinto untuk menjadi yang lebih baik lagi.. Do'akan Rinto ya Bu... Kak.....supaya Rinto bisa menjadi pribadi yang bisa dibanggakan oleh keluarga.... Amin... Ia nak....Jawab Ibu Rinto ke anak laki-lakinya itu. Ibu akan selalu mendoakan anak-anak Ibu, supaya selalu sukses dan bahagia sesuai harapan orang tua.. Kapan nak... Rencana akan berangkatnya ?..Tanya nenek Rasya ke Rinto. Kalau tidak ada halangan kemungkinan satu pekan lagi Bu.. Berapa Tahun nak untuk kontrak kerja disana ? Tanya nenek Rasya ke Rinto. Dan Rinto pun terus menjawab pertanyaan dari Ibunya itu. Kalau menurut keterangan kontrak sekitar dua tahunan Bu.. Dan yang artinya, saya akan merepotkan Kakak dan Ibu lagi.. Karena dengan saya ada diluar negeri, itu artinya saya akan menitipkan anak saya lagi ke kakak dan Ibu.. Maafin Rinto ya kak... Bu.... Rinto hanya bisa merepotkan kakak dan Ibu saja. Ibu Rasya pun memberi masukan untuk adiknya itu. Rinto... Ucap Ibu Rasya ke Rinto. Seperti inilah kehidupan,.. setiap langkah kaki kita" semua itu akan ada pertanggung jawabannya. Maka dari itu, kakak akan tetap berusaha membantu kamu, selagi kamu benar-benar melangkah dalam kebenaran. Tidak ada orang tua yang tega terhadap anaknya. Termasuk kakak ke anak kamu..tidak mungkin kakak akan membiarkan anak kamu hidup tanpa kasih sayang. Kita memang tidak bisa hidup sendirian, sekuat dan sehebat apapun orang itu, akan tetap membutuhkan orang lain. Namun satu hal yang harus kita ingat, berpegangteguh dalam kebenaran dan kebaikan, semua itu yang akan menghantarkan kita dalam keselamatan.  Ia kak.. ucap Rinto ke kakaknya. Saya akan berusaha menjadi seperti yang kakak inginkan, dan saya akan ingat selalu pesan-pesan kakak. Terimakasih kak untuk semuanya. Dan setelah itu pun Rasya mendekati anaknya yang masih bermain bersama Rafi di halaman samping yang memang Rasya sengaja buatkan tempat bermain khusus untuk Rafi dan anak pamanya itu. Rinto pun memperhatikan anaknya sembari berfikir.. sekiranya Ia pulang nanti dari perantauanya, apakah anaknya masih akan mengingatnya ...atau mungkin akan menjauh darinya. Karena Ayahandanya tidak merawatnya, justru nenek dan sodaralah yang mengurus dan merawatnya. Dan setelah itu pun nenek Rasya meminta dihantarkan ke kamar kerena ingin beristirahat. Rinto pun mendengar ucapan Ibunya itu, Ia langsung bergegas membantu Ibunya untuk masuk ke kamar dan beristirahat. Dan sementara Silvi dan Ibunya mengawasi Rafi dan anak pamanya itu yang sedang main bersama. Ibu Rasya pun permisi izin ke Ibu Silvi untuk beristirahat di kamar. Dan Ibu Rasya juga mengajak besanya itu untuk beristirahat di kamarnya, namun Ibu Silvi tidak mau.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN