Penyesuaian

1498 Kata
Dan akhirnya Silvi pun sembari menunggu pesanan Iya pun bermain haneponya. Dan tiba-tiba disaat pesanan Silvi datang Iya pun dengan tidak sengaja menoleh ke arah samping kananya. Dengan tiba-tiba Iya pun melihat sosok teman kuliah Silvi waktu dulu yang satu kelas atau satu jurusan denganya. Dan ternyata teman Silvi itu juga melihat Silvi, jadi untuk pertanda Silvi pun melambaikan tanganya ke arah temanya itu. Dewi namanya. Dewi pun ternyata masih ingat juga ke Silvi. Dan iya juga membalas lambaian tangan Silvi. Dan sembari dengan tersenyum. Dan ternyata Rasya pun memperhatikan Silvi, lalu dengan spontanitas Iya menegur Silvi. Sayang... Siapa dia ? Kelihatanya kalian telah saling kenal ? Tanya Rasya ke istrinya. Iya sayang ...jawab Silvi ke Rasya. Dia itu teman kuliah aqu.. dulu kita satu kelas...tetapi bukanya Dewi dulu tinggal di Jakarta ya ...kenapa sekarang ada disini ? Tanya Silvi ke Rasya. Dan Rasya pun membantu memecahkan teka-teki istrinya itu. Bisa jadi memang Iya sudah pindah kesini atau mungkin hanya sekedar mampir saja. Silvi pun termangguk-mangguk mendengar jawaban dari suaminya. Sembari menjawab. Bisa jadi sayang....Tetapi bagaimana jika aqu hampiri saja ketempat duduknya ? Boleh nggak sayang ? Tanya Silvi meminta izin ke suaminya. Boleehh.... Asal jangan lama-lama yaa... Jawab Rasya ke Silvi. Ok... Siap pak Bos.... Jawab Silvi bercanda ke Rasya. Dan Silvi pun terus menghampiri Dewi yang sedang duduk berduaan dengan seorang anak kecil. Hay Dewasa.... Sapa Silvi ke Dewi. Hallo Silvi.... Apa kabar ? Lama sekali ya kita baru ketemu. Iya Dew... kabar aqu Alhamdulilah baik... Bagaimana kabar kamu ? Dan ini anak kecil anak kamu ya ? Tanya Silvi balik ke Dewi. Iya Sil....ini anak aqu...Dan Alhamdulillah kabar aqu juga baik. Ngomong-ngomong tempat tinggal kamu sebelah mana ? Bisa kebetulan sekali ya kita bisa bertemu disini. Iya Dew...Alhamdulillah Alloh masih mempertemukan kita yaa ....aqu bersyukur sekali dehh, atas nikmat ini... Ow iya... Untuk tempat tinggal aqu masih cukup jauh kalau dari sini....kita ini cuma kebetualn mampir saja... Dan tadi sekalian belanja karena mumpung lagi lewat tempat ini. Ow........ Dewi pun tersenyum dan termangguk mendengar penjelasan dari Silvi. Dan lelaki yang duduk disana itu suami kamu sil ? Tanya Dewi ke Silvi. Iya Dew...jawab Silvi ke Dewi. Lhoo...kenapa tidak diajak gabung saja sekalian kesini...biar seru lhoo..lagian kasian juga dia sendirian. Ucap Dewi ke Silvi. Ahhh...dia itu orangnya terkadang pemalu jika diminta gabung dengan para wanita. Ohhh gitu yaa... Jawab Dewi ke Silvi. Tapi ngomong-ngomong kamu kesini mampir atau memang sudah biasa ketempat ini ? Tanya Silvi ke Dewi. Kalau aqu kebetulan tempat qu lumayan dekat dari moll ini, jadi sudah kesekian kalinya kita kesini. Emmm.... Enak dong yaa dekat dengan moll seperti ini.. bisa kapan saja datang kemari. Ucap Silvi ke Dwi. Ow iya Dew... Tempat tinggal kamu disebelah mananya dari tempat ini ? Eeeee.......Ada disebelah belakang dari arah moll ini...mampir ya Sil nanti kerumah aqu... Dekat kok dari sini sekitar sepuluh menit naik mobil atau angkot juga sudah sampai. Iya... Boleh-boleh dong nanti insa Alloh aqu mampir ke rumah. Jawab Silvi ke Dewi. Ow iya ... Aqu telvon suami aqu dulu ya.... Biar Dia mau gabung kesini... Bismillahirrohmanirohim-Bismillahirrohmanirrohim.... Suara hanepon Rasya bunyi dengan nada dering panggilan seperti itu. Rasya pun terus mengangkat haneponya itu... Hallo sayang... Ada apa...? Tanya Rasya ke Silvi. Gini sayang...jawab Silvi ke suaminya. Kamu kesini ya...nimbrung bareng kita... Ini aqu lagi ngobrol seruu lhoo dengan Dewi... Dan kita di ajak mampir ke rumahnya.. Dekat katanya dari tempat ini ... Tapi aqu maluu sayang ....jawab Rasya ke Silvi. Masak nimbrung ngobrol dengan perempuan-perempuan.. Ucap Rasya ke Silvi dengan nada keberatan. Tapi sayang... Silvi pun melanjutkan perkataanya ke Rasya. Jika kita mampir ke rumahnya... Bisa lebih leluasa lagi dalam mengobrol... Akhirnya Rasya pun mengalah dari prinsip istrinya itu, daripada Iya tidak menuruti keinginan istrinya, nanti malah bisa panjang urusanya. Iya Okey... Aqu kesitu yaa... Ucap Rasya ke Silvi. Tank you sayang.... Aqu tunggu ... Dan Rasya pun terus beranjak menuju ketempat duduk Silvi dan Dewi. Silvi pun tersenyum dengan kedatangan suaminya yang menuruti permintaannya. Setelah Rasya berada ditempat duduk Silvi dan Dewi iya pun menyapa Dewi... Assalamuallaikum....ucap Rasya ke Dewi dan juga Silvi tentunya. Silvi dan Dewi pun menjawab. Waallaikum salam wr.wb. Silvi pun menyiapkan tempat duduk yang kosong disebelahnya untuk suaminya itu. Dan Rasya pun terus bersalaman ke Dewi sembari memperkenalkan diri. Hay Dewi... Perkenalkan aqu Rasya. Dan Dewi pun balik menyebutkan namanya juga. Aqu Dewi.. Ucap Dewi dengan nada lembut. Setelah berkenalan dengan Dewi pun Rasya terus duduk di dekat Silvi. Kelihatanya lagi ngobrol seru ya...ucap Rasya ke Silvi dan Dewi.. Dan Silvi pun terus menjawab ucapan Rasya itu. Iya dong sayang.... Ternyata Dewi agak kagum dengan sebutan Silvi ke Rasya. Namun Dewi belum berani untuk mengucapkannya. Dan Rasya pun terus bertanya Silvi dan Dewi. Berarti mbak Dewi sama Silvi sudah lama ya bertemanya ? Kelihatanya telah akrab sekali ? Dan kali ini Silvi terdiam, karena memberi kesempatan ke Dewi supaya iya yang menjawab pertanyaan Rasya itu. Iya Sya... Kami berteman sejak duduk di bangku kuliah dulu. Dan kami memang satu kelas dulu dengan Silvi. Rasya pun tersenyum dan termangguk. Kok mbak Dewi cuma berdua sama anak ya ? Maaf kalau boleh kami tahu suaminya dimana ya ? Rasya pun ternyata bertanya iseng ke Dewi tentang suaminya. Dewi pun terus menjawab pertanyaan Rasya itu. Ow....suami saya kalau hari-hari begini sedang bekerja dan pulang nanti sore. Kami berdua memang terkadang datang kemari untuk membeli kebutuhan kami dan sembari bersantai disini seperti saat ini. Rasya pun terus merasa tidak enak dengan jawaban Dewi mengenai suaminya. Dan akhirnya pun Rasya meminta maaf ke Dewi, karena barang kali Dewi merasa terinterogasi dengan pertanyaan barusan. Emmm....maaf ya mbak Dewi ...Bukan maksud aqu untuk menginterogasi namun cuma sekedar bertanya saja. Iya Sya ...tidak apa-apa, santai saja... Emmmm.... Kalian berdua dari mana ya kok Alhamdulillah ini bisa bertemu disini ? Tanya Dewi Ke Rasya dan Silvi. Dan Rasya pun terdiam dengan maksud memberikan kesempatan ke Silvi untuk menjawab pertanyaan Dewi. Kami dari rumah teman, dan kebetulan urusan dengan teman sudah selesai dan akhirnya waktu kami pulang sekalian mampir ke tempat ini. Jadi kami baru satu kali masuk ke moll ini... Ow iya sudah punya anak berapa Silvi dengan Rasya ? Tanya Dewi ke Silvi dan Rasya. Dan kali ini Rasya yang langsung menjawab pertanyaan Dewi itu. Untuk urusan so'al anak, pokoknya Rasya paling cepat dalam menjawab. Kami punya anak satu laki-laki. Sebenarnya tadi kepinginnya kita ajak namun karena jarak yang kita tuju dari rumah cukup jauh, dan hari ini kebetulan belum hari libur sekolah jadi lebih memberatkan ke sekolah tenimbang nepergianya. Eee...sudah umuran berapa tahun anaknya ? Tanya lagi Dewi Ke Rasya atau Silvi. Alhamdulillah sudah berumur Enam tahun dan telah duduk di kursi TK. Jawab Silvi ke Dewi. Mau ya ditinggal sama Ayah dan Ibunya di rumah ? Sebenarnya tidak mau... Dia itu masih ke Ibuan sekali, namun jika telah berurusan dengan yang namanya sekolah.. pasti iya mengalah. Masih memberatkan ke sekolahnya. Uuuhhh.... Anak pintar berarti ...jawab Dewi ke Silvi. Dan Silvi pun berbalik tanya ke Dewi. Ow iya Dew...kalau boleh.. aqu mau minta tolong ke kamu bisa apa nggak ya ? Tanya Silvi ke Dewi. Iya Silvi tidak apa-apa... Emmm begini Dew... kami membutuhkan tenaga kerja untuk kami isi kebagian administrasi. Karena kami kan berniat sedang membuka usaha yaitu ada Resto, supermarket dan toko Baju serba ada. Kalau ada tetangga atau teman, atau siapa pun yang bisa dipercaya untuk bekerja dibgian itu dan akan kami persiapkan untuk tempat penginapanya (yaitu mes). Dimana Sil itu tempatnya ? Yaa lumayan jauh dari daerah sini...Ada sekitar Tujuh sampai 8 jam jika dari daerah sini. Maka kami siapkan tempat tinggal di mes. Dan sekarang sedangan dalam tahap proses mungkin untuk bekerjanya bisa tiga samapai Empat bulan lagi. Bersertifikat itu tidak cuma Administrasi dong Sik, kalau ada Toko Bajunya juga ? Dan ada resto juga ? Tanya Dewi ke Silvi. Iya memang Dew... Mungkin kalau misal ada tetangga kamu yang berminat silahkan hubungi nomor aqu ya Dew ? Ucap Silvi ke Dewi. Dewi pun terkejut, ternyata Silvi sekarang hidupnya telah kaya raya. Dengan mencarinya tenaga untuk usaha Ayah mertuanya,Silvi pun disangka orang kaya Raya. Ow iya Sil...nanti atau besok aqu coba tanya ke tetangga barang kali ada yang minat untuk bekerja disana. Aqu juga mau Sil.... Dibagian Administrasi itu... Biar anak aqu bersama neneknya di rumah, nanti aqu pulang satu bulan atau dua bulan sekali.. boleh nggak ? Tanya Dewi ke Silvi mengenai tatacara bekerja atau mengambil libur. Asal pulangnya tidak lama... Ya boleh-boleh saja... Tapi khusus untuk kamu Dew.. Dan tidak berlaku untuk karyawan yang lain... Dewi pun tersenyum..sembari memikirkan ucapan Silvi itu. Ayuk Silvi..Rasya.. kita ke tempat aqu sekarang... Silvi pun menjawab... Baiklah Dew...kita jalan sekarang. Dewi pun terus berkemas dan menuju keluar dari moll tersebut. Dan Dewi adalah ke tempat itu dengan berkendaraan naik angkot. Dan Dia tidak tau kalau Silvi dan Rasya menggunakan kendaraan mobil. Namun Dewi telah berfikir jika Rasya dan Silvi bisa memiliki sebuah supermarket, resto yang walau sederhana dan juga toko baju, itu artinya Rasya dan Silvi pun ketemoat ini dengan berkendara mobil pribadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN