Dan setelah beberapa menit Rasya duduk, pak hj Marzuki pun membunyikan klakson mobilnya. Dan ia pun bergegas masuk ke halaman rumah karena melihat ada Rasya di di halaman depan rumahnya.
Assalamuallaikum pak Rasya ? Sudah dari tadi ya sampainya ? Ucap pak hj Marzuki ke Rasya" waallaikum salam pak hj.
Belum pak.. baru sekitar beberapa menit yang lalu. Jawab Rasya ke pak hj Marzuki.
Istri pak hj itu pun pergi ke belakang dan membikinkan minuman ke Rasya dan temanya.
Tetapi setelah Rasya ngobrol sebentar dengan pak Marzuki dan ia pun ingin segera berangkat ke Kapolres sekarang juga jika pak hj. Tidak keberatan.
Dan pak hj. Marzuki pun tidak keberatan dengan permintaan Rasya tersebut. Dan akhirnya pun mereka berangkat ke Kapolres bersama.
Dan minuman yang di bikin oleh istri pak hj.Marzuki pun tidak sempat di minum oleh Rasya dan temanya. Bu maaf kami permisi terlebih dahulu yaa..
Mohon maaf kalau minumannya belum sempat diminum.
Lho kok terburu-buru amat ya pak Rasya ? Tanya Istri pak hj Marzuki ke Rasya"
Iya Bu karena waktu telah beranjak siang" jawab Rasya ke Istri pak hj.Tersebut.
Rasya, teman Rasya dan pak hj.Marzuki pun bergegas meluncurkan mobilnya menuju ke Kapolres di mana paman Rasya dan teman-temanya itu di tahan.
Selama di perjalanan Rasya pun perasaanya tidak karuan, yaitu antara gelisah dan hawatir akan keputusan dari surat yang ia ajukan dua hari yang lalu ke Kapolres tempat pamanya di tahan.
Maklum karena ia telah mengeluarkan banyak uang untuk pamanya. Dan di perjalanan pun Rasya telah berpendapat supaya nanti sesampainya di sana pak hj Marzuki saja yang menyampaikan maksud dan tujuanya.
Setelah tiga puluh menit perjalanan akhirnya pun Rasya dan pak hj Marzuki tiba juga di Kapolres, yaitu dimana paman rasa menjalani hukumanya disana.
Setelah Rasya dan pak hj Marzuki tiba di area parkir, mereka pun bergegas turun dari mobilnya dan menuju ke ruangan inspektur polisi. Tetapi untuk teman Rasya yaitu Riko ia tetap berada di dalam mobil, karena hanya Rasya dan pak hj Marzuki yang akan masuk ke ruangan inspektur polisi.
Alhamdulillah komandan polisi itu telah siap siaga ditempat. Rasya dan pak hj pun mengetuk pintu dan mengucap salam ke bapak komandan polisi yang ada di ruangan itu.
Dan sebenarnya pintu ruangan komandan itu pun tidak di tutup tetapi supaya lebih sopanya jadi Rasya dan pak hj memutuskan untuk mengetuk dan memberi salam ke komandan itu terlebih dahulu.
Tok-tok-tok...
Assalamuallaikum... Ucap pak hj Marzuki dan Rasya ke inspektur polisi itu. Bapak inspektur pun menjawab salam yang di ucapkan oleh Rasya dan pak hj Marzuki.
Waallaikum salam wr.wb.
Jawab komandan polisi itu. Dan sembari mempersilahkan Rasya dan pak hj Marzuki untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
Silahkan masuk bapak"
Ucap komandan polisi itu,"
Rasya dan pak hj pun maduk dan duduk di kursi yang telah disediakan itu.
Bapak komandan itu pun mempersilahkan ke Rasya atau ke pak hj Marzuki untuk menyampaikan kepentingannya.
Silahkan pak, hal apa yang bisa saya bantu untuk bapak "
Kali ini pak hj yang akan menyampaikan atau menjawab dari pertanyaan yang di ucapkan oleh komandan polisi itu. Untuk Rasya cukup mendengarkan dan membantu jawab pak hj Marzuki jika pak hj memang membutuhkanya.
Begini pak... Ucapa pak hj Marzuki ke komandan polisi.
Maksud dan tujuan saya yaitu, dua hari yang lalu yaitu kami pengajukan pencabutan hukuman atas nama Rinto dan kawan-kawanya.
Karena disini telah ada pihak keluarga dari bapak Rinto yang siap bertanggung jawab atas kerugian dan kerusakan yang terjadi di Ruko saya tempo bulan yang lalu pasca perampokan terjadi.
Dan untuk kesimpulannya kemarin itu dari pihak kami di perintahkan untuk datang kembali ke kantor ini pada hari ini. Untuk mengetahui kelanjutan keputusan-keputusan dari kapolres mengenai surat pengajuan pencabutan tuntutan terpidana atas nama Rinto dan kawan-kawan.
Baiklah pak..
Jawab bapak komandan polisi yang bertugas itu.
Disini akan saya sampaikan mengenai surat pencabutan tuntutan yang telah bapak ajukan ke meja kami. Surat tersebut telah kami terima dan kami pertimbangkan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam undang-undang tentang perampokan, pencurian atau kekerasan-kekerasan yang lainya.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut bahwa saudara atas nama terpidana Rinto dan kawan-kawan akan kami bebaskan sesuai permintaan orang atau dari pihak yang bersangkutan yang telah di rugikanya.
Rasya pun mengucapkan syukur yang tiada terhingga, atas keputusan yang di ucapkan oleh komandan polisi tersebut.
Dan setelah pak hj Marzuki menandatangani berkas-berkas tentang pembebasan Rinto, komandan polisi itu pun memerintahkan ke anggota polisi untuk mengeluarkan Rinto dan kawan-kawan dari sel tahananya.
Pak hj Marzuki setelah selesai menandatangai berkas-berkas pembebasan tersebut pun ia dan juga Rasya langsung beranjak menuju ke seltahanan di mana paman Rasya dan kawan-kawanya menjalani hukumanya itu.
Dan sesampainya Rasya dan juga pak hj Marzuki ke seltahanan Rinto, ternyata paman Rasya yaitu Rinto Rienaldi beserta teman-temanya sudah mulai di keluarkan dari seltahananya oleh petugas yang menjaga ruang tahanan tersebut.
Saudara Rinto..! Ucap petugas yang menjaga sel tahanan kepada Rinto. Anda beserta teman-teman Anda di bebaskan hari ini. Karena, orang yang anda rugikan dan anda celakai telah mencabut tuntutanya.
Rasya dan pak hj Marzuki pun telah ada didepan seltahanan Rasya dan teman-teman itu. Rinto pun langsung berpelukan dengan Rasya dan meminta maaf ke Rasya dan pak hj Marzuki atas perlakuannya dan teman-temanya, dan sembari mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Rasya dan pak hj Marzuki.
Dan mereka semua pun beranjak pergi meninggalkan seltahanan dan menuju ke tempat parkir mobil. Dimana mobil Rasya dan pak hj Marzuki di parkiran.
Rafi pun tak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada bapak hj Marzuki yang telah rela mencabut tuntutanya terhadap Paman dan teman-teman pamanya.
Terimakasih banyak pak atas kerelaan bapak untuk mencabut tuntutan kepada paman saya dan teman-teman paman. Dan maaf juga karena saya telah merepotkan bapak dan keluarga bapak hingga berkali-kali.
Iya pak Rasya.. sama-sama ..Jawab pak hj Marzuki ke Rasya" dan sembari menimbali ucapan"
Semoga ini semua bisa kita ambil hikmahnya bersama. Dan semoga untuk pak Rinto dan teman-temanya insyaf ya.. dari perihal-perihal yang kurang baik.
Dan semoga silaturahim kita akan bisa tetap terjaga hingga waktu yang tidak ditentukan. Pak hj Marzuki pun sembari menepuk punggung Rasya dan mengucapkan kata"
Assalamuallaikum wr.wb...
Pak Rasya dan pak Rinto serta semuanya..saya mohon pamit terlebih dahulu karena masih ada urusan yang harus dikerjakan.
Rasya pun menjawab, waallaikum salam wr.wb...
Iya pak ...sekali lagi terimakasih atas semuanya, dan hati-hati di jalan, semoga tiada halangan suatu apa pun ...Amiinn.
Amiiinnn.....
Pak hj Marzuki pun menimbali ucapan Rasya. Dan bergegas masuk kedalam mobilnya dan memutar balikan arah mobilnya dan langsung menuju ke luar dari Kapolsek itu.
Begitu juga dengan Rasya"
Ia pun juga berunding kepada Pamanya bahwa paman harus ikut pulang bersama Rasya dan juga teman Rasya yaitu Riko.
Dan Rinto pun kali ini nurut ke Rasya, ia pun turut ikut pulang bersama Rasya. Dan untuk teman-teman Rinto karena jarak rumah mereka pun berjauhan maka mereka pulang dengan menggunakan transportasi umum.
Tetapi untuk ongkos atau transpot angkutanya Rasya yang menanggung semuanya. Artinya mereka telah Rasya beri ongkos transpot untuk menuju pulang ke rumah masing-masing.
Dan kelihatanya teman-teman Rinto pun merasa senang atas kebaikan Rasya yang telah membantunya. Baik membantu keluar dari sel tahanan maupun membantu untuk ongkos menuju pulang ke keluarganya masing-masing.