Memprediksi

1476 Kata
Setelah bersarapan, Silvi pun bilang ke anak laki-lakinya itu. Sayang...Rafi sekolahnya diantar sama bibik ya naak ?... Ibu dan Ayah ada urusan penting yang harus diselesaikan. Dan sekalian nanti dengan pulangnya. Karena Ibu pulangnya nanti sore baru sampai rumah. Dan Rafi jangan jajan sembarangan ya nakk ? Karena Rafi kalau tidak dikasih tau terlebih dahulu Iya bisa jajan sembarangan, dan tubuhnya tidak bisa terkena makanan yang serba terlalu. Misal terlalu pedas, terlalu berminyak dan terlalu keras. Iya Ibu... Rafi tidak akan jajan semabarangan. Dan tidak akan main-main di luar rumah. Dan setelah berjanji ke Ibunya pun Rafi terus berangkat ke sekolah yang diantar oleh bibik asistenya. Untuk Silvi dan Rasya Iya juga bergegas masuk kedalam mobil dan berangkat menuju tempat temanya. Sebenarnya Silvi dan Rasya pun merasa kasian melihat Anaknya berangkat ke sekolah dengan diantar oleh asisten rumah tangganya dengan menggunakan sepeda motornya. Namun karena alur atau rute jalan yang ke sekolah Rafi dan ke arah teman Rasya adalah berlainan, jadi ya bagaimana lagi Rasya dan Silvi harus menahan rasa kasian itu keanaknya. Setelah bermenit-menit mereka meluncurkan mobilnya Rasya pun mulai memutar musik yang ada didalam mobilnya. Dan dengan iringan musik itulah, Silvi lama-kelamaan malah merasa mengantuk dan akhirnya tertidur. Dan setelah Silvi tertidur pun Rasya merasa sendiri karena tidak ada yang diajak bicara lagi. Namun Rasya tetap membiarkan Silvi tertidur lelap dikursinya. Hingga ada satu jam Silvi tertidur di kursi yang Iya tempati itu. Padahal jalan sudah mulai berlubang (jelek) namun anehnya Silvi pun tidak kebangun juga dengan posisi mobil yang berjalan dengan goyang-goyang terkadang ke kanan dan juga ke kiri. Hingga tidak disangka Rasya pun hampir menabrak seorang pengemis yang duduk dijalanan yang sangat tidak nyaman untuk dilewati itu. Karena posisi mobil yang berlawanan arah dengan mobil lain, akhirnya Rasya pun berhenti terlebih dahulu. Dan disaat berhenti ternyata ada seorang kakek-kakek yang meminta-minta di tengah jalan dan berada tepat di belakang mobil Rasya. Namun Rasya waktu itu tidak mengetahui bahwa sebelumnya tidak ada siapa-siapa dibelakang mobilnya dan tidak tau kenapa kakek itu ibarat tiba-tiba muncul di belakang Rasya. Dan disaat mobil Rasya maju dan kehalangboleh lubang, akhirnya pun Mobil Rasya mundur kembali dan disaat itulah seorang kakek berada tepat dibelakng mobil Rasya. Dan akhirnya pun Rasya terkejut dan mengucap, Astaqfirullahallazdiimm... Dengan keras karena reflek atau tidak disengaja karena sangat terkejutnya. Dan disitulah Silvi terbangun karena mendengar suara suaminya membaca istiqfar dengan nada keras dan kecang. Silvi pun langsung terbangun dan melihat ke arah suaminya. Dan untuknya Rasya bisa mengerim mobilnya walau secara mendadak. Dan Alhamdulillah kakek yang telah tua renta itu tidak sampai terkena mobil Rasya. Lalu dengan begitu Rasya pun meminta tolong ke Silvi untuk turun dari mobil dan membantu kakek itu ke pinggir jalan dan sembari Silvi memberinya sedekah. Dan setelah Silvi turun dari mobil dan membantu kakek yang telah tua renta itu untuk minggir dari tengah jalan. kakek itu pun merasa sangat bahagia dan berterimakasih sekali ke Silvi karena telah membantunya dan memberinya uang. Dan kakek itu pun mendoakan ke Silvi. Terimakasih ya nakk.... Kamu telah membantu kakek dari sulitnya kakek hidup di jalan... Semoga kamu selalu dalam keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan hidup ini. Silvi pun merasa tersentuh oleh kata-kata seorang kakek tadi. Dan Iya pun yang tadinya cuma memberi sedekah dengan jumlah seratus ribu, lalu Silvi tambahin lagi menjadi tiga ratus ribu rupiah. Iya kek...terimakasih kembali atas doanya. Jawab Silvi ke kakek yang sudah tua renta itu. Lalu Silvi terus kembali masuk kedalam mobil sembari berkata ke Rasya, Sayang...tadi kakek itu kelihatanya sanagat membutuhkan uang itu, sampai-sampai Iya pun mendoakan kita. Dengan penuh perasaan dan serius sekali. Iya sayang... Jawab Rasya ke Silvi. Semoga uang kita bisa untuk menjadi perantara keselamatan kita dan keluarga kita. Amiinnn..Dan Rasya pun setelah itu kembali mengemudikan kendaraannya. Perasaan tenang dan berasa sejuk pun Silvi rasakan, karena Iya telah membantu seseorang yang memang membutuhkan bantuannya. Dan beberapa saat dari jalan yang sangat berlubang itu akhirnya Silvi dan Rasya telah sampai ke jalan yang halus dan enak sekali untuk mengemudikan mobilnya. Sekitar jarak kurang lebih satu kilo meter dari jalan Raya itu ternyata rumah Dafit berada. Dan hanya dengan google map lah Rasya menelusuri rumah temanya itu yang akan Iya pekerjakan untuk membantu penyelesaian gedung tempat usahanya itu. Dafit adalah teman Rasya waktu masih duduk di bangku SMA waktu dulu. Dan sampai sekarang sekitar tiga belas tahunan Rasya dan Dafit baru bertemu kembali. Dulu Dafit waktu masih duduk di bangku SMA Iya memang anaknya suka sekali dengan tantangan. Makanya Iya setelah lulus SMA dan melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan Arsitektur. Kalau Rasya tidak suka dengan hal-hal yang mengerikan, seperti memanjat dan lain-lain yang sejenisnya. Namun kalau Dafit Iya suka sekali dengan hal-hal yang menantang. Dan akhirnya Tuhan masih mempertemukan lagi Dafit dan Rasya. Kini yang sama-sama telah menikah dan mempunyai seorang anak. Dan setelah Rasya berhenti didepan rumah Dafit, akhirnya Dafit pun keluar dan membukakan pintu gerbang rumahnya. Dan meminta Rasya untuk masuk ke halaman rumahnya dan memarkirkan mobilnya. Setelah itu pun Rasya dan Silvi terus turun dari mobil dan disambut dengan rasa hormat oleh temanya itu. Assalamuallaikum wr.wb. Ucap Rasya ke Dafit dan beserta keluarganya. Dafit pun menjawab ucapan salam Rasya dengan semangat karena setelah sekian lama akhirnya masih bisa bertemu juga. Yang insa Alloh semua dalam keadaan sehat walafiat tidak ada halangan suatu apa pun ...Amiinnn. memang antara Rasya dan Dafit dari dulu sudah akrab dalam berteman. Dan pada awalnya Rasya menemukan kontak Dafit yaitu disuatu ketika Rasya melihat di sss ada profil cowok yang mengirim pertemanan ke Rasya. Dan setelah Rasya lihat-lihat identitasnya kok mirip sekali dengan Dafit yang teman Rasya SMA dulu. Dan akhirnya Rasya pun mengonfirmasi pertemanan dari Dafit. Dari situlah mereka terus saling memberikan komentar apa bila ada sesuatu yang menurutnya lucu atau serius. Dan Dafit juga meng upload hampir setiap kegiatannya yaitu mulai dari aktivitas rumah hingga aktivitas proyek. Dafit pun terus memberi tau kontaknya ke Rasya, begitu juga Rasya Iya juga memberikan nomor haneponya ke Dafit. Fan akhirnya pun mereka mengobrol di hanepon. Hingga akhirnya kini Rasya membutuhkan tenaga dan jasa Dafit yaitu untuk terjun membuat tempat usahanya. Alhamdulillah kini Rasya bisa menemukan tempat tinggal Dafit yang ternyata sangat megah dan mewah itu. Namun kelihatanya dalam satu keluarga Dafit sama seperti Rasya. Yaitu terdapat Ayah, Ibu dan nenek yang tinggal bersamanya. Dan untuk Dafit kini sedang menabung untuk membeli lokasi atau bahkan rumah yang akan Iya tempati dengan istri dan anaknya. Dan setelah Dafit menjawab salam dari Rasya yaitu. Waallaikum salam wr.wb. hallo apa kabarnya Bro ? Tanya Dafit ke Rasya sembari berpelukan dengan Rasya. Sementara Silvi Iya berjabat tangan dengan istri Dafit dan juga orang tua Dafit, yang mana Ayah dan Ibu Dafit juga turut keluar dalam menyambut temanya Anaknya itu. Yaitu Rasya dan Silvi. Dan setelah mereka bersalaman dan berpelukan, Dafit beserta keluarganya pun mengajak Rasya dan Silvi untuk masuk kedalam rumahnya. Dan ternyata didalam rumah Dafit telah disajikan minuman dan makanan ringan yang telah disajikan dimeja tamu. Akhirnya pun mereka sebelum mengobrol ke arah bisnis, terlebih dahulu Rasya dan Dafit karena telah lama sekali tidak bertemu mereka pun mengobrol tentang hal-hal yang mengingatkan dimasa lalunya. Dan setelah mengobrol hal lain diluar pekerjaan telah lama, Baru Rasya memulai untuk membuka pembicaraanya mengenai pekerjaan atau tender untuk Dafit. Begini kawan... Ucap Rasya ke Dafit. Alhamdulillah sekali saya bisa bertemu dengan teman seperjuangan dulu waktu masih bersekolah, Dan semoga kita bisa saling menjaga kekeluargaan ini hingga akhir hayat. Dan kedatangan saya kesini yaitu pertama untuk memperjelas tentang proyek atau pembangunan yang tempo hari telah kita sepakati. Disini saya mempercayakan sepenuhnya pembangunan itu ke Dafit, yang dengan disain yang telah saya berikan. Untuk ketentuan-ketentuan yang lain semisal kekurangan apapun nanti dalam proses pembangunan tolong diinfokan saja ke saya atau istri saya. Karena kalau saya misal di jam-jam kerja itu yang tidak bisa dihubungi, tetapi untuk yang misal urusan urgent jika saya tidak bisa dihubungi bisa menghubungi langsung keistri saya. Iya Rasya...Disini saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan yang telah kamu berikan kepada saya dan keluarga saya. Dan saya akan berusaha semaksimal mungkin atas kepercayaan yang telah diberikan ini. Dan untuk keahlian yang sebenarnya adalah Ayah saya, Sya... Namun saya juga generasi penerus Ayah. Dan jurusan kuliah kami adalah sama yaitu Arsitektur. Wich kerenn memang kamu ini Fit... Bisa sejalan dengan Ayahnya.. Ow iya Sya ....cap Dafit ke Rasya. Silahkan disambi minumannya dan alakadarnya itu.. Ibu Dafit pun juga mempersilahkan Rasya untuk mencicipi hidangan yang telah disiapkan itu. Iya Fit...Bu... Terimakasih atas semua ini...kami jadi merepotkan semuanya. Ucap Rasya ke Dafit dan Ibunya dengan nada bercanda. Ahhh......Tidak naakkk.......Ucap Ibu Dafit ke Rasya sembari tersenyum lembut. Rasya dan Silvi pun terus mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh keluarga Dafit itu. Ow Iya nak...Ucapa Ibu Dafit ke Silvi dan Rasya. Nak Rasya telah mempunyai anak berapa ?.. kan kalau Difit sudah punya anak satu..... Rasya pun sambil tersenyum dan menjawab pertanyaan dari ibu Dafit itu. Rasya mempunyai anak satu Bu...sama seperti Dafit.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN