Setelah urusan jual beli tanah selesai, Rasya dan Silvi pun bergegas kembali ke rumah. Karena waktu telah mulai sore dan cuacanya yang kurang mendukung, Rasya pun juga hawatir kalau Rafi menangis karena di rumah cuma dengan neneknya dan asisten rumah tangganya.
Dengan kecepatan yang lumayan tinggi Rasya pun memutarkan setir mobilnya, yaitu supaya sampai di rumah tidak larut malam. Dan sekitar kurang lebih luma jam perjalanan Rasya dan Silvi pun telah tiba dirumah.
Dan Alhamdulilah selamat tanpa halangan suatu apa pun. Setelah sampai rumah Silvi dan Rasya pun terus menemui anaknya. Yang dari tadi sudah menanyakan Ibunya terus.
Setelah Ibunya datang Rafi pun sangat girang sekali, dan terus meminta makan ke Ibunya. Padahal dari tadi neneknya sudah menawarinya makan, namun Ia tidak mau. Tetap akan menunggu Ibunya.
Dan setelah Silvi sampai di rumah dan bertemu dengan Rafi, Ia terus mandi terlebih dahulu lalu menyuapi Rafi.
Memang tiada hal yang paling indah bagi seseorang yang telah berumah tangga melainkan memiliki anak. Maka dari itu lah Silvi secapek apa pun keadaanya, Ia tetap memberi perhatian dan kasih sayang ke anaknya.
Dan setelah Silvi selesai menyuapi Rafi Ia pun terus makan sendiri. Dan untuk Rafi Ia berada di ruang tamu dan menonton TV sembari menunggu Ibunya yang sedang makan.
Sebenarnya Rafi telah mengantuk, namun karena Ibunya belum ada disampingnya Ia pun belum bisa tertidur. Dan setelah Silvi selesai makan Ia pun terus mendekati Rafi. Hay sayang ?..
Ucap Silvi ka anaknya yang sedang menunggunya di ruang TV.
Hallo Ibu... Jawab Rafi ke Ibunya. Rafi sudah mengantuk Bu..
Iya nak... Mari Ibu antar ke kamar. Ucap Silvi ke anaknya. Mereka pun terus beranjak masuk kedalam kamar Rafi. Karena Rafi merasa telah gede'
Jadi kini Ia mau tidur sendiri di kamarnya. Namun Silvi juga tetap berada disamping Rafi selagi Ia belum tertidur.
Sekitar kurang lebih tiga puluh menit berada di kamar, Rafi pun telah tertidur pulas. Dan saatnya Silvi kembali ke kamarnya untuk beristirahat pula.
Namun sesampainya di kamar, ternyata sang suami telah menunggunya terlebih dahulu. Sayang... Ucap Silvi ke Rasya. Sudah dari tadi ?..
Belum.... Baru tiga puluh menit...! Jawab Rasya ke Silvi sembari bercanda..
Silvi pun terus melanjutkan obrolanya yang tadi siang sewaktu di lokasi jual beli tanah.
Sayang..Ucap Silvi ke Rasya lagi. Terus permintaan Ibu aqu gimana sayang, respon Ayah tempo hari ?
Dan Rasya pun serasa ada yang mengingatkan, so'alnya Sedari kemarin Ia lupa belum bilang ke Silvi jika Ayahnya mengizinkan dia untuk tinggal bersama Ibu mertuanya.
Ow iya sayang... terimakasih ya sudah mengingatkan aqu..Ucap Rasya ke istrinya. Karena kesibukan kerja dan lain-lain sehingga aqu sampai lupa urusan kita yang satu itu.
Kemarin kan Aqu dan Ayah sudah mencari solusi dari duduk perkara itu, dan Ayah mengambil keputusan untuk kembali ke Indo dan membuat usaha baru disini.
Tapi ya belum sekarang-sekarang ini, dan untuk sekarang ini Aqu diperintahkan oleh Ayah untuk mencari tempat atau lokasi untuk membuka usaha.
Dan Alahamdulillah kemarin kita telah menemukan tempat itu. Semoga bisa segera kita mulai untuk pembangunannya, dan terus kita buka resto yang sederhana terlebih dahulu untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.
Tetapi Ayah belum bisa untuk pulang di tahun-tahun ini, karena Ayah ingin mengetahui terlebih dahulu seperti apa penghasilan yang akan kita dapatkan dari usaha restauran itu.
Karena Ayah setelah memutuskan
untuk pulang nanti, Ayah akan melepaskan juga usaha yang ada di luar sana. Jadi Ayah harus benar-benar memikirkan secara matang untuk usaha yang akan dibuka nanti.
Dan yang artinya jika Ayah telah pulang nanti, kita bisa tinggal ditempat Ibu..
Silvi pun merasa terkejut mendengar perkataan Rasya yang terakhir Iya ucap barusan. Perasaan kaget dan sangat bahagia karena mendengar, bahwa orang tua Rasya mengizinkan Rasya untuk tinggal bersama Ibu mertuanya.
Dengan spontanitas Silvi pun karena merasa sangat bahagia dengan diizinkannya suaminya untuk tinggal bersama Ibunya, Silvi pun langsung memeluk erat tubuh Rasya dan mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya ke Rasya.
Dan Rasya pun tentunya juga sangat senang karena melihat sang istri yang merasa bahagia dengan keputusan tersebut.
Sayang ... Ucap Silvi ke Rasya. Aqu besok mau ketempat Ibu ya, untuk bilang bahwa kita setuju untuk tinggal di ruang Ibu.
Namun bukan untuk sekarang ini, Insa Alloh dan kurang lebih sekitar satu tahunan lagi. Iya sayang... Jawab Rasya ke Istrinya sambil memegang jemari tangan Silvi.
Dan setelah mereka selesai bermusyawarah Silvi pun merasa mengantuk dan terus tidur. Begitu juga dengan Rasya, Iya juga sebagaimana Silvi, jika tidak sedang ada kerjaan lemburan Iya pun setelah selesai sollat Isyak terus tidur.
Sekitar pukul 12 lebih tiga puluh menit malam, Ia pun terbangun oleh gemuruhnya suara hujan. Silvi pun langsung teringat Rafi dan langsung beranjak ke kamar Rafi menemaninya tidur di kamar.
Karena Rafi biasanya takut jika mendengar suara hujan yang gemuruh. Tetapi sebelum Silvi pindah ke kamar Rafi, Iya pun membangunkan Rasya terlebih dahulu untuk meminta izin ke kamar Rafi.
Dan ternyata benar.. Rafi terbangun dari tidurnya dan sedang duduk sembari menutup sekujur badannya dengan selimut. Setelah Silvi mengetuk pintu kamarnya dan masuk.
Baru Rafi tersenyum karena melihat Ibundanya datang menghampirinya. Nak... Ucap Silvi ke Rafi.
Rafi takut yaa ?..
Sembari Silvi mendekati Rafi dan tidur disebelah Rafi. Iya Bu...
Jawab Rafi..
Dan setelah Silvi berada didekat Rafi Iya pun terus memejamkan matanya dan tidur kembali.
Silvi pun akhirnya hingga pagi tidur menemani Rafi di kamarnya. Dan setelah pagi menjelang, Silvi pun seperti biasa bangun pagi karena mengantar Rafi berangkat ke sekolah.
Dan setelah pulang dari Mengantarkan Rafi sekolah, Silvi pun sekalian mampir ketempat Ibunya karena akan ada yang dibicarakan mengenai pembicaraanya dengan Rasya tadi malam.
Yaitu mengenai tempat tinggal.
Dan setelah Silvi meluncurkan kendaraanya dan telah sampai ke halaman rumah Ibunya. Kebetualn Ibunya sedang ada di halaman depan.
Silvi pun langsung turun dari kendaraan motornya, dan langsung menuju ke Ibunya dan menjulurkan tanganya untuk bersalaman. Sembari mengucap Assalamuallaikum Bu...
Dan Ibu Silvi pun menjawab, waallaikumsalam nak...Silvi pun langsung beranjak masuk kedalam rumah dan begitu juga Ibu Silvi, Iya juga mengikuti Silvi masuk kedalam rumah.
Sesampainya Silvi didalam rumah, Iya pun terus duduk begitu pun juga Ibu Silvi. Silvi pun terus memulai obrolan dengan dengan Ibunya. Ibu.. Ucap Silvi ke Ibunya dengan muka yang penuh bahagia.
Ibu Silvi pun juga turut merasa tenang jika anaknya merasa bahagia. Semalam Ayahnya Rafi telah membahas tentang apa yang pernah Ibu sampaikan ke Silvi Bu..
Dan Alahamdulillah tanggapan dari Ayah mertua Silvi itu bagus, yang artinya Ayah mertua Silvi mengizinkan Rasya untuk tinggal di rumah Ibu, rumah yang Ibu berat untuk ditinggalkan.
Namun untuk Rasya dan Silvi belum bisa untuk menempati rumah ini di tahun-tahun ini Bu...
Dikarenakan saat ini Ayah mertua Silvi masih ingin membangun atau merintis bisnis atau usahanya disini yaitu di dalam negeri ini.
Jadi untuk sekarang, Rasya akan berfokus membantu Ayahnya terlebih dahulu dalam membangun usahanya, yaitu akan memulai pembangunan gedung-gedungnya.
Mungkin sekitar kurang lebih satu tahunan lagi Bu Silvi dan Rasya akan pindah di rumah Ibu...
Iya naakkk......
Jawab Ibu Silvi ke Silvi. Tidak apa-apa .. yang terpenting untuk sekarang adalah kasanggupanya...
Ow iya naik... Ucap Ibu Silvi ke Silvi.
Tolong sampaikan ke Rasya, Ibu ingin bilang tentang hak rumah ini nak ke suami kamu.
Tolong besok-besok misal Rasya telah ada waktu diajak main ke ruamah ya...?
Iya Bu, nanti setelah Rasya pulang dari kerja, Silvi sampaikan ke Rasya..Dan semoga nanti malam Rasya bisa kesini dan kita bareng-bareng mengobrol.
Dan setelah Silvi selesai mengobrol bersama Ibunya pun ternyata tiba-tiba telah pukul sembilan lebih lima belas menit. Dan saatnya Rasya pulang dari sekolah.
Silvi pun terus meluncur menuju sekolah Rafi dan ternyata Rafi sudah keluar dari sekolah dan sudah menunggu Ibunya. Dan setelah Silvi datang, Rafi pun terus beranjak naik motor Ibunya dan Silvi pun tanpa nunggu lama terus memutar gas motornya dan menuju pulang.
Sesampainya di rumah, seperti biasa Rafi pun melepas pakaian sekolah beserta sepatu, lalu memakai baju yang biasa dipakai harian di rumah. Dan setelah selesai terus beranjak belajar bersama Ibundanya.
Dan lama kelamaan pun Rafi merasa lelah dan mengantuk, akhirnya Silvi pun menyudahi belajar itu. Dan untuk selanjutnya Rafi beristirahat tidur terlebih dahulu.
Hingga pukul satu siang lebih tiga puluh menit, Rafi baru kebangun dari tidurnya dan terus beranjak melaksanakan sollat, kini Rafi sudah terbiasa dengan aturan orang-orang di rumahnya, tanpa disuruh Ia pun sudah mengetahuinya.
Setelah selesai sollat Rafi pun terus menonton TV hingga mulai sore. Dan sementara Silvi Ia pun beraktivitas sebagaimana biasanya.
Dan tau-tau mobil Rasya sudah ada didepan pintu gerbang" Silvi pun karena sedang berada didepan Ia terus membukakan pintu itu dan menyuruh Rasya untuk masuk...
Silahkan pakkk......canda Silvi ke Rasya. Begitu juga sebaliknya Rasya, Iya juga membalas candaan istrinya itu. Iya... Ibu Bos... Terima kasih.......
Rasya pun langsung menuju ketempat parkir mobilnya. Dan setelah Rasya turun dari mobil, ternyata Silvi telah berada disampingnya dan menyambutnya...
Lalu mereka pun terus masuk kedalam rumah, dan untuk Rasya Iya terus beristirahat sejenak dikamar. Dan Silvi pun membiarkanya untuk beristirahat, namun bagi rasya beristirahat jika didampingi seorang istri baginya akan lebih nyaman dan menyenangkan.
Jadi Silvi setelah membantu membukakan baju kerja Rasya Iya pun diminta Rasya untuk tetap menemaninya beristirahat di kamar.