apa pun

1487 Kata
Begini Bu... Silvi juga sudah pernah bilang ke Rasya tentang hal ini...Dan insa Alloh Ayah Rasya juga kemungkinan sekitar satu tahunan ini akan kembali total ke Indonesia. Dan sepulangnya Ayah kemarin juga Rasya telah berunding dengan Ayah tentang tempat tinggal kami. Dan menurut Ayah dimana pun tempat tinggal Rasya yang penting Rasya dan anak istri Rasya merasa bahagia. Yang yang intinya, Insa Alloh Rasya,Silvi dan juga Rafi akan tinggal bersama Ibu di ruang Ibu ini.... Ibu Silvi pun merasa senang sekali mendengar jawaban dari anak menantunya itu, yang mau tinggal di rumahnya dan sembari merawatnya. Karena rasa bahagia yang tak tertahankan Ibu Silvi pun akhirnya memeluk Silvi dan juga Rafi sembari mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya ke Rasya atas kesanggupannya untuk tinggal bersamanya. Terimakasih ya nak Rasya....terimakasih sekali atas kerelaan nak Rasya mau tinggal bersama Ibu. Ibu Silvi pun juga meneteskan air matanya, Karena pada akhirnya anaknya ada juga yang mau tinggal bersamanya untuk menemani hari-hari tuanya. Rasya pun menambahkan perkataanya yang belum selesai tadi dan sudah dipotong oleh Ibu mertuanya karena merasa sangat berbahagia,akhirnya Iya tidak peduli Rasya sudah selesai ngomng atau belum. Tetapi begini Bu... Rasya belum bisa tinggal bersama Ibu untuk tahun-tahun ini, dan Insa Allah tahun depan Bu.. karena Ayah Rasya sedang mempersiapkan pembangunan gedung yang akan Ayah pergunakan untuk membuka usahanya. Dan Ayah juga pulang total ke Indo belum bisa tahun ini, insa Alloh dalam rencana itu sekitar tahun depan. Karena sekarang baru akan dimulai persiapan untuk membuka usaha. Iya nak Rasya...Tidak apa-apa...jawab Ibu mertua Rasya ke Rasya. Yang penting nak Rasya telah bersedia..untuk waktu kapanya nak Rasya silahkan atur waktu yang terbaik... Dan satu hal ya nak... Rumah ini sekarang telah menjadi hak nak Rasya dan juga Silvi karena waktu dulu nak Rasya pernah memberi uang untuk saudara Silvi, dan mereka tidak mau untuk tidak mengembalikanya nak.. Maka dari itu, hak mereka yang ada di rumah ini telah mereka berikan ke Silvi atau nak Rasya. Jadi Ibu harap, nak Rasya tidak usah sungkan atau bagaimana... Karena rumah yang ibu tempati ini adalah milik nak Rasya dan Silvi, Ibu hanya menumpang hidup disini... Rasya pun tersentuh hatinya dengan perkataan Ibu mertuanya yang sangat merendah itu...Dan Rasya pun terus menghentikan ucapan Ibu mertuanya itu, yang seolah-olah Iya merasa tidak punya apa-apa. Namun ternyata Rasya malah sangat sedih dengan mendengar perkataan itu...terasa hati Rasya bagaikan tersayat pisau yang sangat tajam. Ibu..... Ucap Rasya ke Ibu mertuanya dengan perkataan yang halus dan sopan. Ibu tidak usah berfikiran seperti itu Buu.... Rumah ini tetap rumah Ibu... Untuk so'al uang Rasya yang telah dipakai untuk keperluan adik-adik Silvi, " Biarlah Buu... Rasya telah mengikhlaskanya... Ibu tidak usah memikirkan hal itu.. Ibu sudah tua dan sudah saatnya untuk tidak memikirkan sesuatu yang berat-berat Bu... Iya nak ...terimakasih atas pengertian dan kebaikan nak Rasya untuk anak-anak Ibu. Ibu juga akan mengerti dengan apa yang nak Rasya simpulkan.. Ow Iya nak...Semisal nak Rasya mau merubah atau memperbaiki rumah ini Ibu juga tidak apa-apa. Karena sekali lagi Ibu sekarang hanya mengikuti jejak anak Ibu yang mau merawat Ibu.. Iya Bu... So'al memperbaiki rumah itu urusan nanti, yang penting Ibu sekarang tidak usah mikir yang berat-berat, apa pun yang Ibu inginkan silahkan Ibu bilang saja ke Silvi... Karena kalau Rasya jarang di rumah, jadi Ibu akan lebih gampang jika membutuhkan sesuatu bilang ke Silvi. Iya nak Rasya..... Ucap Ibu mertua Rasya ke Radya... Sekali lagi terima kasih ya nak atas pengertianya ke Ibu. Iya Bu..... Sama-sama.....jawab Rasya ke Ibu mertuanya. Ibu juga akan bersabar menanti anak Ibu untuk tinggal bersama Ibu sampai kapan pun nak....Ibu Silvi menambah perkataanya ke Rasya. Iya Ibu.... Rasya pun menjawab lagi perkataan Ibu mertuanya. Mohon Do'anya ya Bu... Insa Alloh bulan-bulan ini akan dimulai pembangunan untuk gedung-gedungnya. Iya nakkk.... Do'a Ibu selalu menyertai anak-anak Ibu, semoga semua dalam keselamatan, kesehatan dan kesuksesan serta selalu hidup bahagia dunia akhirat....??? Amiinn...yaroball alllaminnnn.....??? Rasya pun juga menimbali do'a dari Ibu mertuanya. Maafkan Ibu ya nak...Ibu tidak bisa membantu apa-apa ditengah kesibukan nak Rasya dan keluarga. Tidak apa Buu... Itu nanti ada orang yang mengerjakan semuanya.. Ibu dirumah saja dan jangan berfikir yang tinggi ya Bu...karena itu bisa berpengaruh untuk kesehatan Ibu. Iya nak... Jawab Ibu Silvi ke Rasya sembari tersenyum bahagia, karena anak menantunya itu bisa sangat mengerti keadaanya. Setelah hampir dua jam mereka mengobrol, akhirnya pun Rafi yang tepar terlebih dahulu di pangkuan neneknya.. Memeng seperti itulah Rafi, jika ada nenek yang dari Ibunya Iya akan lebih memilih neneknya walau Ibunya ada didekatnya. Namun jika dengan Ibu Ayahnya yaitu Ibu Rasya Iya merasa biasa saja, mungkin karena dari kecil tidak ada disampingnya. Dan hanya nenek dari Ibunya yang dari kecil selalu berada didekatnya. Namun Silvi juga maklum dengan semua itu, karena Ibu Rasya kan dari Rasya menikah dengan Silvi dan mempunyai anak Rafi Ia jarang sekali di rumah, karena usaha Ayah Rasya di luar sana jadi mau tidak mau Ibu Rasya harus mengikuti jejak Ayah Rasya. Dan dari situlah Rafi merasa biasa saja dengan nenek yang Ibu Rasya. Dan setelah obrolan mereka selesai, Rafi pun masih tetap di pangkuan ( bermanja) ke neneknya. Dan akhirnya pun mereka menutup obrolan itu dengan candaan-candaan. Dengan candaan itulah, akhirnya Rafi bisa lepas dari manja ke neneknya dan terus mengajak pulang. Karena Rafi telah mengantuk Silvi pun menuruti apa yang Rafi minta. Dan setelah obrolan Rasya dengan Ibu mertuanya selesai, Iya pun terus berpamitan untuk pulang, begitu juga dengan Silvi Iya juga berpamitan pulang dengan bersalaman ke Ibunya dan mengucap Assalamuallaikum Bu.... Dan Rasya pun juga melakukan hal yang sama ke Ibu mertuanya sebagaimana Istrinya. Setelah selesai berpamitan Rafi pun tidak mau berjalan menuju ke mobil, dan minta di gendong oleh Ayahnya. Rasya pun tentunya tidak bisa menolak permintaan anaknya.. apalagi Rafi adalah baru seorang diri dan belum dikasih adik. Malam yang terang, yang disinari oleh cahaya bulan, tentunya membuat hati Silvi merasa cerah secerah bulan itu. Karena perasaan yang sedang bahagia mempunyai seorang suami yang bisa mengerti dengan keadaan orang tuanya. Dan setelah Rasya dan Silvi bersalaman dan berpamitan dengan Ibunya. Iya pun terus beranjak menuju ke mobilnya dan didampingi oleh Rasya disampingnya. Setelah mereka semua naik kedalam mobil,Rasya pun terus meluncurkan mobilnya dan melaju kearah rumah orang tuanya. Dan ditengah jalan pun Silvi mengucapkan terimakasih ke Rasya yang sebanyak-banyaknya atas persetujuanya untuk tinggal dirumah Ibunya. Walau dengan waktu yang belum bisa sekarang ini, namun paling tidak Rasya telah menyetujuinya. Sayang....Ucap Silvi ke Suaminya. Terimakasih ya atas persetujuan kamu untuk tinggal di rumah Ibu... Aqu merasa sangat lega dengan keputusan itu...karena akhirnya aqu tidak terfikiran dengan Ibu yang setiap siang dan malam hanya i rumah seorang diri. Iya sayang..... Karena aqu tau apa yang kau mau dari aqu...Jawab Rasya dengan sedikit bercanda. Silvi pun tersenyum dan menarik hidung Rasya. Dan memang seperti itu tabiat Rasya, bila Iya merasa istrinya telah bahagia karena sikapnya, Iya pun terus mencandainya. Seolah-olah Iya merasa puas jika melihat Silvi bahagia bersamanya. Dan lima belas menit pun telah berlalu kini Rasya telah sampai dihalaman depan rumahnya, seperti biasa Iya pun membunyikan klakson mobilnya untuk memberi pertanda untuk membukakan pintu gerbang rumahnya. Bik Ina pun telah siap siaga dengan pekerjaanya itu. Begitu Iya mendengar suara mobil majikanya, Iya terus berlari menuju ke pintu depan dan beranjak membukakan gerbang Bosnya Itu. Bik Ina dengan keluarga Rasya pun merasa cocok, karena Ibu Rasya juga orangnya ramah dan baik hati, begitu juga dengan Silvi iya juga sangat menghormati asistenya itu, dan tidak membeda-bedakan antara embantu dan majikan. Dan malam pun telah mulai larut, Rasya dan Silvi pun juga menuju ke tempat tidurnya. Karena Rasya untuk hari ini badanya terasa lelah, iya pun sepulang dari rumah Ibu mertuanya terus tidur dan tidak mengobrol terlebih dahulu dengan Silvi. Namun Silvi sangat memahami semua itu, biasanya Rasya kalau sedang tidak lelah atau capek iya pun bercanda atau ngobrol terlebih dahulu ke Silvi. Dan jika tidak....berarti memang sedang merasa capek atau mungkin pusing dengan problema yang menimpanya. Terkadang Rasya kalau sedang ada masalah di kantor dan tidak mau berbicara ke Silvi, lampiasanya adalah iya tidur lebih awal dari Silvi. Karena Silvi kan sekarang harus menidurkan Rafi terlebih dahulu di kamar Rafi, dan terkadang Silvi juga ketiduran disana. Akhirnya pun Rasya juga di kamar tidur dulu dan tidak menunggu Silvi. Dan memang seperti itulah orang yang sudah berumah tangga, setelah mempunyai anak, pengertian seorang istri atau suami pun diuji untuk lebih perhatian ke anaknya. Jadi wajar jika antara Rasya dan Silvi kini terkadang Silvi lebih mengutamakan Rafi dari pada Rasya. Dan setelah mereka sama-sama tidur, malam pun terasa sangat sunyi dan hanya suara jangkrik yang berderik... Hingga pagi pun menjelang.. Silvi bangun terlebih dahulu di antara yang lain. Karena Iya mempunyai tugas memasak. Walau sebenarnya ada asisten rumahtangganya yang membantunya, nun Silvi tidak mengandalkanya. Mereka pun yaitu Silvi dan Bik Ina memasak bersama-sama di dapur. Dan setelah selesai memasak, Bik Ina pun terus beberes dan sementara Silvi Iya terus menyiapkan bekal Rafi untuk sekolah dan juga menyiapkan Rafi hingga mengantarnya ke sekolah dan sekalian menjemput pada waktu pulang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN