Ibu Silvi dan rafipun melambaikan tangan keRasya dan Silvi"mobil yang Rasya kendarai pun telah meluncur, dan Silvipun terus berdo'a dengan tujuan semoga yang iya dan suaminya inginkan bisa tercapai dan tidak ada halangan suatu apapun.
Dimobil Rasya dan Silvipun mengobrol tentang pamanya itu"
Sayang" ucap Rasya keistrinya"
Kalau menurutmu kira-kira paman benar-benar menyesali perbuatanya apa tidak ya ?
Karena terkadang aqu masih ragu dengan ucapanya"
Maklumlah, karenakan iya juga pernah mengancamu"
Iya sayang" jawab Silvi kerasya "
Kita lihat saja nanti,kalau memang paman benar-benar menyesali perbuatanya semoga dimudahkan semua urusan - urusanya.
Dan jika memang iya cuma berpura-pura maka suatu saat iya juga akan mendapat hukumannya"
Yang penting kita telah berusaha membantunya keluar dari kegelapan"
Dan yang terpenting lagi sayang,jika nanti orangnya meminta uang 1 M,sesuai total harta semuanya bagaimana ya?
Itukan bukan jumlah yang sedikit?
Ucap Silvi kerasya "
Iya sayang" jawabanya kembali ke awal"
Kata kamukan yang penting kita berusaha membantunya untuk keluar dari kegelapan"
Dan pepatah mengatakan" hasil itu tidak akan menghianati proses"
Yang artinya jika kita berusaha dengan sungguh- sungguh insa Allahpun hasilnya akan bagus "
Aammmiiinnnn .......
Jawab Silvi kesuaminya"
Sayang" seandainya paman bisa keluar secepatnya dari penjara, apa yang akan kamu lakukan kepaman selanjutnya ?
Tanya Silvi keRasya "
Ya kita lihat saja kondisi selanjutnya bagaimana,jika kita masih bisa membantu yang kita bantu tetapi kalau kita tidak bisa ya bagaimana lagi..
Ow ..iya sayang ,ngomong - ngomong ini kita udah hampir nyampe ya?
Kalau dilihat dari google mapp?
Tetapi apa gak sebaiknya kita makan siang dulu ya, biar nanti kita perutnya gak keroncongan?
Ucap Silvi ke rasya "
Tetapi kalau menurut aqu sayang kita mending fokus mencari alamat yang kita tuju dahulu,nanti setelah ketemu rumahnya baru kita makan siang"
Kan lokasinya udah nggak jauh lagi dari sini kayaknya"
Jawab Rasya ke istrinya"
Yaudah sayang terserah kamu ajja"
ucap Silvi dengan nada pendek"
Dan Setelah Rasya mulai masuk perumahan atau komplek yang diberi nama permai indah itu Rasya langsung menuju ke posko securuti
Dan bertanya kesecuriti itu"
alamat rumah yang iya tuju,Alhamdulillah securuti komplekpun langsung mengantarkan Rasya kerumah yang sedang Rasya cari"
dengan ditempuh waktu sekitar lima belas menit akhirnya rasyai telah sampai juga dirumah yang iya tuju"
Rasyapun mengucapkan terimakasih kesecuriti yang telah menghantarkanya dan sembari mberi
Amplop untuk tambah beli bensin kesecuriti itu"
Setelah itupun Rasya langsung memencet bel rumah itu dan salah satu anggota keluargapun ada yang keluar membukakan pintu"
Assalamu'allaikum..ucap Rasya keorang yang membukakan pintu gerbang rumah itu"
Waallaikum salam "jawab ibu yang ada didepan Rasya itu"
Rasyapun langsung bertanya"
Ibu apakah benar ini rumah bapak Marzuki , (kebetulan orang yang tempo bulan Rinto rampok adalah bernama Marzuki)"
Ibu itupun menjawab"
Sembari mengajukan pertanyaan juga"
Iya pak benar "
ada kepentingan apa ya bapak dengan pak Marzuki ?
Rasya juga balik menjawab pertanyaan itu"
Ee.. saya ada kepentingan yang sangat penting dengan pak Marzuki Bu"
Adakah beliau dirumah?
Ada pak "
Jawab ibu itu"
Silahkan duduk dahulu pak biar saya panggilkan bapak sebentar"
Iya Bu terimakasih"
Jawab Rasya dengan santun"
Rasya dan silvipun duduk terlebih dahulu dikursi teras rumah itu"
Sekitaran lima menit bapak Marzuki itupun keluar dari dalam rumahnya"
Assalamu'allaikum pak"
Ucap Rasya ke pak Marzuki tersebut"
Waallaikum salam"jawab pak Marzuki keRasya
Begini pak "
Rasya mulai membuka pembicaraanya"
Saya disini atas nama keluarga dari bapak Rinto yang pada bulan - bulan yang lalu telah memporak-porandakan ruko atau toko emas bapak didaerah yang dekat dengan keramaian itu"
Disini saya sebagai keluarga dari bapak Rinto sangat-sangat merasa bersalah dan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejahatan yang telah pak Rinto lakukan kebapak"
dan tentunya kata ma'af saya ini tidak bisa mengurangi kerugian yang telah bapak alami"
dan disini kami ingin mengetahui jumlah dari kerugian - kerugian itu dan kami akan berusaha mengembalikan semua kerugian ditoko bapak"
Mohon bapak untuk menotal semua kerugiannya"
Baik pak "
Ucap pak Marzuki keraysa"
Tapi sebelumnya saya belum mengetahui nama bapak siapa ya?
Tanya pak Marzuki keRasya?
Ow...
Iya pak"
Jawab Rasya ke pak Marzuki"
Perkenalkan nama saya Rasya pak"
Dan ini disebelah saya adalah istri saya " Silvia namanya"
Pak Marzukipun mengangguk sembari sedikit tersenyum"
dan juga memperkenalkan dirinyanya,
Kalau nama saya Marzuki "
Dan ini serius ya pak Rasya akan saya hitung kerugian-kerugian yang menimpa toko saya tempo bulan yang lalu.
Sembari menghitung kerugian yang menimpa tokonya"
Istri pak Marzukipun tiba-tiba keluar dengan membawa air minum beserta makanan ringan
Yang akan dihidangkan atau disuguhkan keRasya dan Silvia"
Setelah istri pak Marzuki menyuguhkan minuman dan cemilan keRasya dan Silvi iyapun mempersilahkan Rasya dan Silvi untuk menikmatinya"
Pak ..Bu ..ucap istri pak Marzuki kerasya dan Silvi "
Silahkan diminum dan dicicipi minuman dan cemilanya"
dan setelah mempersilahkan Rasya dan Silvi istri pak marzukipun ikut duduk disebelah suaminya ,yaitu pak Marzuki"
Rasya dan Silvipun meminumnya dan mencicipi cemilan yang telah disuguhkan itu"
setelah Rasya dan Silvi meminum serta mencicipi suguhan dari dari istri pak Marzuki itu"
Akhirnyapun selesai juga pak Marzuki dalam menotal kerugian yang terjadi ditokonya.Dan setelah selesai pak Marzuki pun menunjukkan nota atau catatan yang telah iya hitung "
Dan pak marzuki pun menjelaskan bahwa waktu kejadian na'as itu 30% dari barang yang hilang telah kembali,tetapi untuk yang 70% sampai saat ini belum kembali.
Jadi jika bapak Rasya akan mengganti kerugian yang saya alami itu yang 70% nya.
Tetapi pak Rasya dengan akan memberikan ganti rugi kesaya apakah dibalik semua ini harus ada timbal balik atau gemana ya pak Rasya ?
Tanya pak Marzuki itu Rasya "
Rasyapun tersenyum sembari menjawab pertanyaan pak Marzuki itu "
Begini pak ..
Jadi salah satu yang memporak- porandakan toko bapak itu masih kerabat saya,tepatnya adalah adik dari ibu saya
Dan sekarang mereka sedang dalam tahanan"
Maksud dan niat saya dengan mengganti rugi kerugian bapak saya ingin bapak mencabut tuntutan itu kepaman saya pak"
Karena saya sekeluarga tidak tega melihat nenek saya yang sakit-sakitan karena memikirkan anaknya didalam tahanan"
Jadi bagaimana pak"
diterima atau tidak permohonan saya ini ?
Dan untuk jumlah nominal ganti rugi yang bapak sebutkan tadi, sekarang saya telah membawanya pak tetapi dalam bentuk cek "
Dan bapak bisa ambil atau tarik tunai di bank"
dan ini kartu nama saya beserta nomor henepon saya sudah tertera disitu"
Sekali lagi bagaimana pak ?
Tanya Rasya ke pak Marzuki itu"
Pak Marzuki pun memberikan tanggapannya ke Rasya"
Iya pak Rasya "setelah saya fikir dan saya pertimbangkan ,saya menerima tawaran bapak untuk mengembalikan kerugian saya"
Dan saya juga akan kabulkan permintaan bapak tentang pencabutan laporan perampokan dengan atas nama bapak Rinto Rienaldi itu pak"
Rasyapun turut lega mendengar jawaban dari bapak Marzuki itu, dan rasyapun juga langsung menyerahkan selembar cek yang telah iya isi dengan nominal uang 70 juta rupiah"
Tetapi Rasya masih mengajukan satu pertanyaan lagi ke pak Marzuki yaitu tentang kapan akan dilaksanakan pencabutan tuntutan kepamanya itu"
Pak ucapa Rasya ke pak Marzuki"
Kapankah kira- kira pencabutan tuntutan itu bisa dilaksanakan ?
Pak marzukipun langsung memberikan jawaban"
Sekarang bisa pak kalau pak Rasya telah bersedia "
Iya pak saya bersedia "
Ucap Rasya ke pak Marzuki itu"
Baiklah kita bersiap-siap terlebih dahulu,kebetulan saya belum makan siang, jadi ..
Mari kita semua makan siang terlebih dahulu"
Rasya pun menerima ajakan yang diberikan Bapak Marzuki itu"
dan Silvi juga mengikuti apa yang telah diputuskan oleh Rasya "
Akhirnyapun pak Marzuki dan keluarga beserta Rasya dan Silvi turut gabung untuk makan siang bersama dan sembari diiringi dengan obrolan-obrolan kecil.