Mengejar hak

1185 Kata
Dan Silvi pun terus duduk di kursi meja makan itu dan sembari mengambil nasi serta lauk untuk anaknya terlebih dahulu. Dan untuk Rasya Iya sudah terbiasa mengambil nasi, sayur dan lauk untuk sarapan dengan sediri. Begitu juga dengan Silvi, setelah Iya mengambilkan sarapan untuk Rafi iya juga terus mengambil untuk dirinya sendiri. Dan disaat semua sedang sarapan, suasana rumah pun hening Sekai, dan hanya suara jam dinding yang terdengar berbunyi. Teeekk...tekkk...tekk. suara jam yang ada didinding rumah itu. Sepuluh menit pun telah berlalu.. dan seperti biasa... Rasya lah yang selalu mendapatkan peringkat pertama dalam memenangkan sarapan itu. Karena Iya adalah tercepat dan terbanyak dalam mengambil porsi makananya. Namun tubuh Rasya tetap saja tidak gemuk.. cuma sedikit berisi ..Beda dengan Silvi. Iya berbody kurus dan tinggi.. Dan akhirnya pun kini mereka telah selesai semua dalam bersarapan atau makan pagi. Saatnya pun untuk bersiap menuju ke mobil dan meluncur ke arah tujuan. Sebelum Rasya melajukan mobilnya, Iya pun seperti biasa dan terlebih dahulu berpamitan dengan Ibu dan neneknya. Dan begitu juga dengan Silvi dan Rafi, Iya pun melakukan hal yang sama seperti Rasya. Suasana pagi yang sejuk dan udara juga masih segar itu pun Rasya pergunakan untuk mengemudikan mobilnya menuju ketempat yang telah Iya rencanakan. Rafi pun merasa tenang karena saat ini Iya tidak ditinggal di rumah oleh ayah dan Ibundanya. Namun Rafi jika didalam mobil Iya selalu tidak mau jauh dari Silvi. Namun Silvi pun juga merasa tenang karena anaknya telah Iya ajak untuk berjalan-jalan yang walau bukan untuk bersenang-senang melainkan untuk mengontrol atau mengecek material yang akan dipergunakan untuk proyeknya Minggu depan Di perjalanan pun Rafi kelihatan girang dengan melihat pemandangan-pemandangan indah disekelilingnya. Namun semua itu tidak bertahan lama, baru sekitar satu jam perjalanan Rafi pun telah tepar dan sudah tidak tahan lagi untuk menahan ngantuknya. Dan akhirnya pun Iya tertidur pulas dipangkuan Ibundanya. Ohh.... Jagoan Ayah sudah tumbang rupanya... Sembari menyetir pun Rasya meledek anaknya yang telah ngantuk sekali itu... Dan Rafi pun sudah tidak mau menjawab perkataan Ayahnya. Karena sudah saking ngantuknya. Dan setelah tiga jam perjalanan Silvi pun mengupdate status di w******p nya untuk sekedar iseng saja. Dan ternyata waktu itu bertepatan hari Minggu dan Dion ada lembur karyawan di pabrik. Ternyata Dion melihat setatus Silvi yang sedang meluncur ke arahnya bersama Suami dan anaknya. Dion pun terus mengomentari postingan Silvi itu. Yang pertama yaitu Dion bertanya ke Silvi. Hallo... Kerenn...dan sembari mengirim gambar jempol yang banyak. Silvi pun karena ditanya lalu Iya pun menjawab. Hay Dion...dan terus mengirim senyuman ke Dion. Setelah itu pun Dion terus mengirim chat ke Silvi dan bertanya-tanya. Sil... Berangkat jamberapa dari tadi dari rumah ? Tanti mampir ke rumah ya... Kan kemarin belum mampir ? Tadi berangkat sekitar pukul enam lebih tiga puluh menit Di... Insa Alloh saja nanti ya.. bagaimana sikon saja yaa ...Jawab Silvi ke Dion pun terasa ingin menelvon Silvi namun Iya mengingat bahwa disamping Silvi ada Rasya suaminya. Akhirnya pun Dion hanya berharap semoga suatu saat ada waktu untuk Dia dan Silvi untuk mengobrol dan bersantai bareng. Dan Silvi pun bertanya ke Dion. Kamu sedang ada dimana Di ? Tanya Silvi ke Dion. Dan Dion pun cepat sekali dalam menjawab pertanyaan dari Silvi tersebut. Aqu sedang ada di pabrik Sil... Ow ...Iya nanti aqu mampir boleh ya ? Iya boleh lah Di, masak tidak boleh, hanya mampir saja... Jawab Silvi ke Dion. Dion pun mengirimi stiker tertawa dan merasa senang tentunya karena akan kedatangan seorang pujaan hatinya. Entah sampai kapan Silvi akan hilang dari ingatanya. Sebenarnya Dion juga merasa tertekan dengan semua itu. Namun apalah daya, Iya tidak mampu untuk melawan hatinya. Kini perjalanan Rasya dan Silvi telah mendekati samapai ketempat tujuan. Sayang .... Panggil Silvi ke Rafi. Sudah mau sampai nakk bangun..... Rafi pun mendengar Ibunya yang membangunkanya, Iya terus bangun dan duduk dipangkuan Ibunya. Dengan bermalas-malasan Iya pun terus duduk dan belum mau berkomentar apa-apa. Deteik- detik pun telah dirasa oleh Silvi dan juga Rasya. Bahwa dikit lagi telah sampai ke lokasi yang Iya tuju. Nit....nit.....nit. Suara mobil Rasya telah sampai di lokasi yang Iya tuju, dan sedang memposisikan untuk parkir. Dan waktu telah menunjukkan pukul 11:30 menit. Karena belum ada tempat untuk beristirahat atau tenda, Silvi dan Rafi pun hanya berjalan-jalan diarea lokasi itu, dan sembari melihat-lihat suasananya. Dan Rasya pun terus mengontrol dan memeriksa material-material yang telah terkirim dan siap untuk gunakan itu. Dan setelah ada beberapa menit di area itu pun Rafi merasa lehernya kering dan ingin meminum es. Dan Silvi pun meminta izin ke Rasya untuk mengajak Rafi membeli es atau minuman yang ada disekitaran sini. Sayang... Ucap Silvi ke Rasya. Aqu mau mencari minuman dulu ya ? Rafi merasa haus dan aqu juga. Karena mendengar alasan itu Rasya pun mengizinkanya. Dan disaat Silvi dan Rafi berada di jalan untuk menuju suatu tempat atau warung es.. Dion pun ternyata tiba-tiba telah ada didepan Silvi. Hay ganteng.... Ucap Dion ke Rafi... Hallo om... Om kan yang dulu pernah ketemu Itu ya om ? Tanya Rafi ke Dion . Iya sayang... Jawab Dion ke Rafi.. Anak pintar...ucap Dion ke Rafi. Masih ingat ya sama om ? Tanya Dion ke Rafi. Masih dong om... Kan yang dulu itu lhooo... Waktu ketemu di tempat rekreasi .....Jawab lagi Rafi ke Dion. Iyaa... Benar sekali....ucap Dion ke Rafi. Ow iya Sil.. ngomong-ngomong kamu mau kemana sama Rafi ? Tanya Dion Silvi. Mau mencari tempat minum atau warung gitulah...Jawab Silvi ke Dion. Sudah tau kah tempatnya ? Tanya Dion lagi setelah Silvi. Sudah insa Alloh...dulu sudah pernah kemari... Jawab Silvi ke Dion sembari tersenyum ramah. emmm kamu sendiri mau kemama Di ?.. Tanya balik Silvi ke Dion. Aqu mau pulang, tapi mau mampir ke Rasya dulu...Jawab Dion ke Silvi. Adakah Rasya di area ? Ada kok.. jawab Silvi ke Dion. Silahkan kesamaan saja.. Iya...Baiklah Sil... Aqu jalan dulu yaa..ucap Dion ke Silvi. Iya Di...Jawab Silvi ke Dion. Dan Dion pun terus beranjak menuju tempat Rasya. Dengan waktu yang sangat singkat Dion pun telah sampai di area Rasya. Hay... Assalamuallaikum teman... Apa kabarnya ?... Sapa Dion ke Rasya dan segaligus menanyakan kabar Rasya. Dan sembari Dion berjabat tangan dengan Rasya. Waallaikumusallam wr.wb.....Alhamdulillah kabar baik Bro... Kamu sendiri bagaimana ? Tanya balik Rasya ke Dion. Alhamdulillah.... Alhamdulillah Syaa.... Seperti yang kamu lihat sekarang ini.... Amiinnn..... Jawab Rasya ke Dion. Semoga kita semua selalu dalam kebahagiaan.. Dion pun menwab. Amiinnn...Yaroball allamiinnn. Ngomong-ngomong ini sudah mau dimulai ya Sya ? Tanya Dion ke Rasya. Insa Alloh Di... Doakan saja... Minggu depan insa Alloh akan dimulai... Ow Iya Sya ...tempat tinggal aqu kan lumayan dekat kalau dari sini...misal kamu membutuhkan sesuatu tinggal bilang saja lah yaa... Tidak usah sungkan atau apa gitu... Ucap Dion ke Rasya. Iya Di... Siaaappp....jawab Rasya ke Dion. Ohh Di.. Tadi kamu bertemu tidak sama Silvi dan Rafi ? Tanya Rasya ke Dion karena merasa hawatir dengan anak dan ostrinya. Katanya mau beli minuman, tapi kok lama ya ? Iya Sya...Tadi ketemu kok...Dan aqu juga sempat tanya.. mau kemana... Dan katanya ya itu mau mencari warung.. Dan katanya juga Silvi insa Alloh sudah tau..kan dulu sudah pernah datang kemari. Atau mungkin sedang berjalan menuju kemari... Tapi kayaknya kalau Silvi nyasar itu tidak mungkin deh...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN