Dalam berusaha

1174 Kata
Setelah itu pun Rasya beserta Ibunya terus keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu, yang dimana disitu telah ada Silvi dan Rafi. Hallo sayang ...sapa nenek Rafi ke Rafi... Hay nenek... Jawab Rafi ke neneknya. Aduhh senangnya yang lagi manja ke Ibunya ?.. Ledek nenek Rafi ke Rafi. Iya dong nek kan dari tadi Rafi ditinggal sama Ibu dan Ayah... Jawab Rafi ke neneknya sembari tersenyum manja. Dan setelah itu pun Ibu Rasya dan juga Rasya terus duduk bersama untuk mengobrol atau berdiskusi. Ibu.... Ucap Rasya ke Ibunya. Tadi Alhamdulillah Rasya dan Silvi telah menemui orang yang akan bekerja ditempat kita Bu... Dan orangnya bukan orang lain, namun teman Rasya SMA dulu, Dafit namanya, namun yang ahli atau yang telah benar-benar membidangi tentang proyek itu adalah Ayah Dafit. Dan nanti Dafit, Ayah Dafit beserta teman-teman rombonganya, yang telah terbiasa untuk melakukan pekerjaan itu yang akan menyelesaikan proyek kita Bu. Kemungkinan Minggu depan sudah akan dimulai untuk peletakan Batu pertamanya. Dan insa Alloh besok pagi Rasya dan juga Silvi akan menyurfai materialnya yang katanya telah datang dan sudah siap semua. Dan untuk Rafi akan kami ajak Bu...karena Rasya juga kasian kalau Rafi sering kami tinggal dan hanya dirumah dengan Ibu dan juga Sinta. Ibu juga sembari merawat nenek juga..Dan hanya Bik Ina yang dapat Ibu andalkan. Ya sudah tidak apa-apa. Jawab Ibu Rasya ke Rasya. Yang terpenting adalah hati-hati. Di jalan karena sembari membawa anak kecil. Iya Bu jawab Rasya ke Ibunya. Rafi pun sangat girang mendengar bahwa Iya besok akan ikut Ayah dan juga Ibunya untuk bepergian jauh. Horee nenek....Ucap Rafi ke neneknya. Besok Rafi akan Ikut bersama Ayah dan Ibu. Nenek di rumah saja ya neekkk ? Tanya Rafi meledek ke neneknya. Iya sayang.....Nenek akan dengan senang hati berada di rumah... Karena kalau nenek ikut Ayah Rafi... Nanti Rafi lah yang tidak bisa Ikut... Karena tidak ada yang menjaga nenek di rumah... Rafi pun tersenyum kecil keneknya. Dan untuk acara pemasangan Batu pertama nanti bagaimana Bu... Tanya Rasya ke Ibunya. Apakah kita akan menyewa orang untuk memasak disana untuk membuat ketering ? Atau kita memesanya saja disana ? Ya kalau menurut Ibu enaknya kita memesan saja disana, karena kalau kita membawa orang dari sini atau bahkan menyewa orang disana, apakah itu tidak sama saja hitungannya ? Yang intinya kita akan lebih ribet jika kita menggunakan jasa untuk memasak dan membuat keteringan. Karena kita harus membeli untuk perlengkapan mentahnya, yaitu ini itu dan sebagainya. Berarti intinya kita memilih yang ketering dari sana saja ya Bu ? Dan tidak membawa orang dari sini untuk memasak. Iya nak...ucap Ibu Rasya ke Rasya. Lebih gampang atau mudah yang seperti itu. Kita nanti tidak terlalu ribet. Okey Bu... Siap... Jawab Rasya ke Ibunya. Dan setelah Rasya, Silvi dan juga Ibu Rasya selesai berbicara atau berdiskusi. Mereka pun masing-masing kembali ke kamarnya. Terutama untuk Rasya dan Silvi, Iya merasa sangat lelah. Karena beberapa jam tadi Iya berada dalam perjalana yang cukup jauh, dan besok masih akan ditambah perjalanan lagi. Jadi Iya harus benar-benar istirahat yang cukup untuk mempersiapkan tenaga supaya besok bisa lebih kuat. Dan untuk Rafi, Iya sekarang telah berani tanpa didampingi Ibundanya untuk bisa tertidur lelap di kamar. Akhirnya pun Rasya pun setelah melakukan sollat Isyak, dengan sebentar Iya merebahkan tubuhnya yang perkasa Itu ke Ranjang tidurnya. Rasya pun langsung tertidur pulas, begitu juga dengan Silvi. Iya juga setelah selesai sollat Isyak, Silvi mengontrol Rafi terlebih dahulu, apakah Rafi sudah tidur atau belum. Dan ternyata Rafi juga sudah tidur, lalu Silvi terus k Ali lagi ke kamarnya dan terus menemani suaminya tidur. Hingga pagi menjelang sekitar pukul empat nol-nol, Silvi pun belum terbangun juga dari tidurnya, badanya memang benar-benar merasa capek dengan perjalanan kemarin. Dan setelah beberapa menit dari pukul empat nol-nol itu, yaitu sekitar pukul empat lebih empat puluh lima menit, karena mendengar adzan subuh Iya terus terbangun. Silvi pun terus ke kamar mandi dan mengambil air wudzu terus menjalankan sollat subuh, dan setelah selesai sollat Iya pun terus beralih ke dapur untuk memasak, namun dibantu juga oleh Bik Ina. Jadi memasak pun bisa cepat selesai. Dan setelah selesai memasak Silvi pun membangunkan Rafi, karena Rafi ternyata belum bangun. Pintu kamar Rafi pun bersuara jika sedang dibuka. Ngeeeeeekkkk..... Suara pintu kamar Rafi terdengar oleh Silvi sewaktu dibuka. Dan Rafi juga pun ternyata dengan didatangi oleh Ibundanya Iya terus bangun dari ranjang tidurnya dan terus menuju ketempat pengambilan air wudzu, dan menjalankan sollat lima waktu. Setelah Silvi tau bahwa Rafi telah menjalankan sollat subuh Iya pun terus memerintahkan Rafi untuk mandi, karena sebentar lagi sinar matahari sudah akan terbit dan itu artinya Ayah dan Ibunya sudah mau berangkat ke lokasi yang akan di bangun. Rafi pun mendengar alasan itu Iya terus beranjakmandi. Dan bersiap untuk ikut dengan Ayah dan Ibunya bepergian lagi Dan setelah Silvi masuk ke kamar Rafi, Iya pun terus masuk ke kamarnya guna untuk mengontrol suaminya, apakah sudah mandi atau belum. Ternyata sesampainya Silvi di kamr, Rasya masih tidur dan belum mandi. Sayang... Ucap Silvi ke Suaminya. Sudah hampir kesiangan lhoo sayang.. kalau kita tidak cepat-cepat dalam bersiap. Ini kan kita nanti tidak menginap... jadi harus lebih awal berangkatnya. Iya Sayang..... Jawab Rasya ke Silvi. Dan sembari menjawab Rasya pun juga terus bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Dan setelah Rasya sedang mandi, Silvi pun juga bergegas masuk kamar mandi anaknya dan menumpang mandi di kamar Rafi, karena Iya pun juga belum mandi. Setelah Rasya selesai mandi Silvi pun juga telah selesai pula. Dan Iya pun terus menelvon Ibu guru yang Rafi yang ada di sekolah. Kriiiing......kriiiiiiing......Suara hanepon Ibu guru Rafi berbunyi, Iya pun begitu mendengar haneponya berbunyi dan kebetulan Iya sedang berada didekat hanepeonya, dan tanpa menunggu lama Iya pun terus langsung mengangkatnya. Hallo.....Assalamuallaikum... Ucap Salam Ibu Rafi ke Ibu gurunya. Waallaikum salam... Jawab Ibu guru Rafi ke Ibu Rafi. Dengan siapa ada yang bisa dibantu ? Tanya Ibu guru Rafi ke Silvi. Iya Bu ini dengan orang tua Rafi. Kami memohon maaf ya Bu sebelumnya. Hari ini kami ada kepentingan yang sangat penting dan mendadak. Jadi begini Bu... Saya ingin meminta izin untuk anak saya yaitu Rafi, bahwasanya Rafi untuk hari ini mohon izin untuk tidak bisa masuk sekolah Bu dan mengikuti Acara yang telah ditetapkan bersama. Yaitu mengikuti lomba tingkat TK dalam satu kecamatan. Sekali lagi mohon maaf ya Bu... saya atas nama Rafi maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa ikut hadir dalam acara tersebut. Iya Ibu...Jawab Ibu guru disekolah Rafi. Sebenarnya sayang sekali Bu jika tidak bisa mengikuti acara tersebut, namun jika memang benar-benar ada hal lain yang membuat Rafi tidak bisa hadir ya bagaimana lagi..... Kami sebagai pengajar hanya sekedar membimbing dan mengarahkan, untuk selebihnya... Ada pada wali murid masing-masing. Iya Bu... Terimakasih atas izinnya untuk Rafi.. Dan cukup sekian Bu.. wadalamuallaikum wr.wb. Setelah Silvi menutup salam ke Ibu guru Rafi, Iya pun terus bergegas menuju ke meja makan. Dan disana telah ada Rasya dan Rafi yang telah menunggunya. Rafi pun tersenyum melihat Ibunya keluar dari kamarnya. Dan sembari bertanya. Ibu sudah selesai ngomongnya Bu sama Ibu guru Rafi ?.. Sudah nak... Jawab Silvi ke Rafi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN